All posts by ariesadhar

Auditor Wanna Be, Apoteker, dan Author di ariesadhar.com

Email Resign Anti-Mainstream

ROADTRIP

Seumur hidup, saya baru sekali merasakan resign. Kalau sekadar pindah tempat kerja, sekali juga. Kalau kawin? Belum, sih. Nah, perkara resign ini sangat khas. Namanya juga pekerja swasta, ketika tidak betah, atau ketika disingkirkan pelan-pelan oleh teman sejawat, atau ketika ada tawaran lain yang lebih baik, tinggal pindah dong ya? Ketika berpisah, umumnya ada sekadar sapaan perpisahan by email. Tentunya ini berlaku bagi level yang memang jamak berkomunikasi via email. Kalau yang resign satpam, nggak perlu juga pakai email resign.

images5

Perihal email resign ini selalu saya perhatikan dan simpan di folder khusus. Jadi saya tahu bahwa ada sebagian orang yang copy paste email resign yang lain dengan hanya mengganti nama belaka. Ada juga yang nulis sendiri tapi sebatas 1-2 kalimat. Saya cuma mikir aja, ini kan resign dan akan sulit kita berkomunikasi lagi dengan orang-orang di perusahaan itu, jadi, kenapa kita nggak bikin email resign alias email perpisahan yang anti mainstream? Sesuatu yang bisa dikenang oleh orang banyak bahwa kita itu unik, dan saran saya sih nggak usah mengirim email resign pada sejawat yang menyingkirkan kita. Nanti dia lonjak-lonjak kegirangan.

Ketika saya pindah unit, dalam perusahaan yang sama, saya membuat email perpisahan lokal dengan judul Terima Kasih. Dan ketika saya resign beneran, maka saya harus membuat email sekali seumur hidup yang keren. Ini dia emailnya.

emailnya

Kenapa Harus Tentang Kematian?

Senin pagi. Sesudah dua hari yang melelahkan kala weekend, saya terbangun di hari kerja itu dengan malas-malasan. Adalah sebuah panggilan telepon dari orangtua yang membangunkan saya, berhubung semalam saya lupa mengeset alarm. Dan pagi itu kabar yang datang justru buruk. Sepupu saya yang baru saja ulang tahun ke-25, meninggal dunia.

Hari itu kemudian menjadi hari yang agak sibuk. Kebetulan saya masih woles di tempat kerja baru, karena memang anak baru masih cupu. Saya hanya membayangkan kalau ini terjadi ketika saya di tempat lama, mungkin saya akan ditelepon terus kalau tidak ada di tempat. Pun, sekarang saya sudah tinggal di Jakarta. Kalaulah saya masih di Cikarang–atau bahkan Palembang–semuanya mungkin menjadi lebih tidak sederhana.

Saya kemudian janjian dengan adek dan 2 sepupu lain untuk melayat. Permintaan koordinasi janjian itu justru saya peroleh dari Maktua saya–orangtua kedua sepupu tersebut. Kami kemudian janjian di RS Dharmais karena sepertinya itu adalah tempat yang cukup tengah dibandingkan tempat-tempat lainnya. Sesudah sampai di lokasi, kami juga bertemu dengan sepupu lainnya, tentu saja termasuk 2 kakak dan 1 abang dari adek sepupu saya yang meninggal itu.

Seolah menjadi kebetulan yang aneh, sepupu saya yang lain dari Surabaya memang sudah ada jadwal untuk datang ke Jakarta karena ada proyek. Semuanya akhirnya dilengkapi oleh kehadiran orangtua saya dari Bukittinggi dan Maktua-Paktua dari Bandung. Plus, sepupu saya yang pas off dari jadwal terbang dan adek saya yang naik motor 3 jam dari Bekasi ke Tangerang. Formasi yang cukup banyak.

Anak-anak UKF Dolanz-Dolanz punya semacam ucapan satir bahwa orang-orang–dengan kesibukannya masing-masing–hanya akan bisa berkumpul kalau tidak di kawinan, ya pas kematian. Dan tetiba saya sadar dengan jelas soal fakta ini. Kematian adek sepupu ini mengumpulkan orang-orang yang sulit sekali untuk dipertemukan.

Ya, kalau bukan kawinan, ternyata kematian. Ucapan satir anak-anak Dolaners itu ada benarnya. Coba saja, dalam keadaan normal bukan kawinan atau kematian, lalu ada ajakan untuk bertemu, apa sih yang kita katakan? Maukah kita benar-benar meluangkan waktu?

Apalagi, pertemuan kembali orangtua sepupu saya yang meninggal ini dengan saudara-saudara perempuannya. Percayalah, ini hal yang sulit, tapi akhirnya terjadi juga. Saya jadi bersyukur membatalkan niat untuk langsung pulang dan kemudian memilih menginap di Bintaro dengan konsekuensi dua pagi harus berangkat kerja naik KRL dari Pondokranji. Nggak apa-apa, hitung-hitung belajar kalau nanti punya rumah di daerah Tangerang dan kudu naik KRL untuk bekerja. Pada akhirnya saya bisa menjadi saksi dari berkumpul kembalinya keluarga yang sudah terpencar-pencar ini.

Tentu saja, setiap kejadian mengandung hikmah masing-masing. Adalah suatu kehilangan besar ketika sepupu saya meninggal di usia yang masih muda. Sejujurnya, saya ketemu dia itu cuma di 3 peristiwa. Tahun 1997 dan 1999 ketika main ke rumahnya, serta tahun 2012 pada acara pernikahan kakaknya. Dari bocah kecil rambut lurus belah tengah, menjelma menjadi pria brewokan. Dan di pertemuan keempat, sepupu saya mengenakan pakaian yang sama dengan saat terakhir kali saya dan dia bertemu. Dua kejadian: perkawinan dan kematian.

Dua hari ini membuka mata saya lagi atas saudara-saudara yang saya miliki. Ompung saya memang keluarga besar, karena keluarga intinya saja ada 8 orang. Sebanyak 8 orang adalah cikal bakal dari sekitar 34 cucu. Plus beberapa juga sudah punya anak juga. Ya, intinya jelas: banyak. Dan sesudah dihitung-hitung, lebih dari 50% ada di Jabotabek. Selain banyak, ada satu kata lagi: dekat.

Tanpa bermakud bergembira di atas kepergian saudara saya, tapi jelas ada rasa syukur ketika kami berkumpul kemarin. Apalagi kemudian muaranya adalah momen rekonsiliasi. Sesuatu yang tidak mudah, apalagi kalau kita berbicara betapa kerasnya orang Batak dalam memegang prinsip diri sendiri. Syukurlah, di balik kejadian sedih ini, ada hikmah yang bisa diambil. Syukur juga saya tidak melewatkan momen itu, momen pertemuan yang terjadi jam 1 pagi dalam campuran derai tangis kesedihan dan haru pertemuan, disaksikan oleh sepupu saya dalam tubuh kakunya di peti.

Selamat jalan, Lae. Selamat bergembira bersama Bapa!

Kesaksian Ampuhnya Doa Melalui Santo Antonius

KesaksianAmpuhnyaDoa

Sebelumnya, mohon izin dulu untuk menulis sesuatu yang terkait dengan agama yang saya anut. Bukan apa-apa, sih, tapi saya kan pernah bilang kalau posting terkait agama bakal ditulis di blog yang lain. Hanya saja pengalaman kali ini terlalu ajaib untuk tidak dikisahkan di blog utama saya, ariesadhar.com. Ini dia ceritanya.

Bagi orang-orang yang mengenal saya di gereja, mungkin saya tampak sebagai orang yang religius. Apalagi waktu di Cikarang, saya itu nongol di koor, nongol di lektor, nongol di lingkungan ikut macem-macem, terakhir malah nongol di altar. Tapi nggak jadi Romo juga, sih. Hanya saja, itu pencitraan yang tampak saja. Pada dasarnya saya itu orang yang jarang berdoa.

Nah, pas lagi main ke rumah pacar beberapa waktu silam, tetiba Om Camer kehilangan sebuah sekrup kecil setengah sentimeter. Cari punya cari, akhirnya sekrup itu ketemu! Om Camer kemudian berkisah kepada saya soal ampuhnya doa kepada Santo Antonius. Saya dulu ikut legio, dengan topik pembahasan santo-santa setiap pekannya, jadi saya sudah tahu bahwa Santo Antonius itu sangat membantu untuk mencari barang-barang yang hilang. Saya tahu, tapi saya tidak pernah mempraktekkannya.

Full text!

Pengen Jadi PNS? Baca Ini!

PNS alias Pegawai Negeri Sipil, diakui atau tidak, masih menjadi pekerjaan yang diperebutkan. Memang ada sebagian pihak yang mengutuk-ngutuk pekerjaan ini karena kesan magabut dan sejenisnya, tapi kita tidak bisa memungkiri ada fakta bahwa ribuan orang berbondong-bondong ikut tes PNS alias seleksi penerimaan CPNS. Nah, berhubung bulan-bulan ini tahapan rekrutmen PNS sudah dimulai, maka berikut beberapa aspek teknis yang perlu diketahui dalam hal mendaftar menjadi Pegawai Negeri Sipil. Sebagian dari tulisan ini menyasar kepada orang-orang yang sudah bekerja di swasta dan ingin mendaftar jadi PNS. Jadi, bagi yang pengangguran, mungkin sebagian dari tulisan ini menjadi tidak relevan. Silakan disesuaikan sendiri.

Daftar Gaji PNS 2013

NXT!

9 Hal Yang Nggak Mungkin Dialami Para Jomlo

Kalau seorang single labil tiba-tiba menampilkan status ‘in relationship with’ di FB, mungkin akan tercatat adalah lebih dari 100 jempol dan lebih dari 100 komentar untuk perubahan status itu. Sungguh itu akan menjadi penghargaan yang luar biasa bagi single galau yang akhirnya punya pacar. Ya, menjadi single alias jomblo memang adalah sebuah pilihan bin balada. Oya, sebagai penulis yang taat editor mulai sekarang saya harus mulai menggunakan kosa kata yang benar. Dan yang benar adalah jomlo. Dan dalam rangka sosialisasi itulah, tulisan ini dibuat.

Saya cukup pahamlah galau perjomloan. Saya tahu juga bahwa banyak jomlo yang sok bikin tugas di malam minggu, sok bikin PR segala, padahal dia sudah lulus kuliah. Nah, ternyata jadi jomlo itu bukan berarti ngenes banget. Bahkan jomlo bisa terbebas dari beberapa peristiwa nggak enak, seperti yang dipaparkan di bawah ini 🙂

1-9

123 Fakta Unik Mahasiswa Jogja

Mungkin memang saya sedang sebal bahwa tulisan saya di-copas secara tidak bertanggung jawab. Ya, kalau bertanggung jawab sih pasti saya nggak akan bikin tulisan ini. Tapi ada sisi baiknya karena saya jadi bisa mendapat inspirasi lain untuk menulis hal yang mirip. Tentu saja, saya sempat bingung mau nulis apalagi soal fakta unik. Tapi sesudah saya pikir-pikir lagi, nyatanya selain 77 Fakta Unik Mahasiswa Sanata Dharma, 97 Fakta Unik Anak Farmasi, hingga 85 Fakta Unik LDR, saya masih bisa menyajikan fakta unik lainnya dengan jumlah sesuai angka sakti saya: 123. Maka, dengan berkolaborasi bersama adinda saya tercinta, lahirnya 123 fakta unik mahasiswa Jogja berikut ini.

Jogja

1 sampai 123

Sebenarnya, Itu Tulisan Saya!

Adalah kebiasaan bagi saya untuk mencari perkembangan share tulisan saya via Twitter. Maka, saya cukup rajin mengetik 97 fakta unik atau 77 fakta unik. Dua keyword itu merujuk ke dua tulisan saya yang termasuk dalam kategori best pageview di ariesadhar.com ini. Tapi sore ini saya justru terkejut ketika yang muncul justru link milik sebenarnya.com ini.

http://www.sebenarnya.com/2014/04/77-fakta-unik-mahasiswa-usd-yogyakarta.html

Sengaja saya printscreen juga, karena basic saya auditor. Saya butuh bukti yang bisa disimpan.

SEB1

Kelihatan banget di bagian awal website sebenarnya.com itu, dan ketika diklik tentu saja yang muncul adalah:

SEB2

Pakai tertulis ‘hak cipta dilindungi oleh’. Wew, ini si pembuat website tahu definisi hak cipta nggak ya? Soalnya, sudah jelas dan saya bisa pastikan bahwa 77 Fakta Unik ini adalah murni tulisan saya, benar-benar hasil tarian jemari saya.

SEB5

Saya menulisnya tanggal 12 Maret, siang hari, di kos-kosan Kedasih, karena waktu itu saya pengangguran. Dan memang tulisan itu segera menjadi tulisan paling populer di blog ini, sehingga bisa mencapai 5000 pageview lebih dalam hari kemunculannya. Banyak yang komen, banyak yang nge-share dan banyak yang memberikan feedback bagus dan sudah saya kumpulkan untuk di-launch lagi pada saat yang tepat.

Lalu maksud si pemilik sebenarnya.com ini apa ya? Mencari apa dengan memosting tulisan saya hanya dengan mengganti judul ‘Sanata Dharma’ menjadi ‘USD’? Ah, mungkin buat indeks Google, dan notabene dia berhasil.

SEB4

Sejujurnya, ini pertama kalinya saya mengetahui tulisan saya dicopas mentah-mentah begini. Tentu saja, blogger lain banyak yang sudah dan mungkin sering mengalami ini. Rasanya sungguh semacam putus cinta, kecewa, sedih, gundah, dan sejenisnya. Kenapa? Karena saya benar-benar menggarap seluruh tulisan di blog ini tanpa copas. Mungkin memang ada tulisan yang mengambil referensi lain, tapi pasti saya kasih link, atau memang ada satu yang saya lupa link-nya karena itu saya ketik dari kertas. Tapi itupun saya tuliskan dengan jelas bahwa itu bukan tulisan saya.

Menjadi sangat gila ketika di bagian akhir, makhluk abstrak pemilik website ini kemudian mencantumkan begini:

SEB3

Dia menggunakan COPYSCAPE untuk sebuah tulisan yang copy paste. Plus, dia menulis artikel original hanya di link itu. HAHAHAHA. Entahlah si author yang tertulis bernama Donny ini benar-benar paham soal hak cipta atau setidak-tidaknya penghargaan intelektual pada karya orang lain atau tidak. Apalagi dia hanya menulis ‘facebook’ sebagai sumbernya. Even kita tahu bersama kalau di Facebook itu sudah pasti ada link aslinya.

Saya dulu pernah ingin copas, tapi apa daya tangan saya nggak bisa mengikuti kehendak otak untuk copas. Dia semacam pengen berhenti dan nyatanya kalau memang saya copas, ya saya copas idenya. Bahwa posting 77 Fakta Unik ini memang idenya menginduk pada 100 Fakta Unik tentang ITB, plus gaya Roy Saputra dalam ‘hal yang tidak boleh dilakukan’. Content? Saya bisa pastikan itu asli.

Iya, mungkin saya terlalu membesar-besarkan masalah copas ini, karena ini adalah kasus pertama saya. Tapi bukankah orang yang setia pada perkara kecil, baru layak dipercaya untuk perkara besar? Bagaimana jadinya negeri ini jika blogger copas dibiarkan? Ini memang perkara kecil, sebuah tulisan dengan total pageview belum sampai 10 ribu, tapi ini adalah tendensi negatif bagi berkembangnya karya di negeri ini.

Hmmm, Mas Donny atau siapapun yang ada di balik sebenarnya.com, kalau pengen tulisan itu tetap tayang, ya monggo, tapi kasih link ke sumber asli, tanpa mengklaim itu menjadi milik situ. Atau kalau justru ribet, ya silakan dihapus. Semoga hidupnya nyaman dengan copy paste ya.

STOP PLAGIARISME!

72 Fakta Unik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)

Hari-hari gini ribuan anak bangsa merintis jalan menuju pekerjaaan idaman calon mertua: PNS. Memang, orang tua-tua bilang kalau jadi PNS itu enak. Dan orang tua-tua itu benar, jadi PNS itu enak. Masalahnya, orang tua-tua nggak pernah bilang kalau sebelum jadi PNS itu harus jadi CPNS dulu, dan orang tua-tua nggak ada yang pernah bilang bahwa jadi CPNS itu enak. Jadi siapa sebenarnya orang tua-tua itu?

Sampai hari ini, ada yang sudah berbulan-bulan resign dari pekerjaan lamanya dan kemudian semakin galau karena belum masuk-masuk. Well, kalau galau, boleh loh baca buku Oom Alfa saja. Ditunjang kabar portal berita bahwa rekrutmen CPNS akan segera dibuka untuk seleksi tahun ini, makin galaulah orang-orang yang sudah diterima, sudah resign, sudah pemberkasan, tapi belum masuk-masuk itu.

Nah, sekaligus melengkapi 77 Fakta Unik Mahasiswa Sanata Dharma dan 97 Fakta Unik Mahasiswa Farmasi, mari kita simak 72 Fakta Unik CPNS berikut ini.

1. CPNS adalah singkatan dari Calon Pegawai Negeri Sipil

2. Tapi banyak yang berharap itu juga adalah singkatan dari Calon Pegawai Nihil Setoran

3. Sebagian besar CPNS ikut tes seleksi atas permintaan orangtua

4. Sebagian besar dari rombongan peserta tes seleksi CPNS adalah orang-orang yang sudah punya pekerjaan

5. Iya, mereka bukan pengangguran

6. Tapi tetap aja nyari kerjaan lain

7. Dasar manusia!

8. Sebagian peserta tes seleksi CPNS mengikuti ujian di lebih dari 1 instansi

9. 99% pendaftar CPNS pernah mengakses website institusi yang hendak dimasukinya

10. 1%-nya karena institusinya nggak punya website

11. Selalu ada pendaftar CPNS yang ditelepon sama penipu

12. Dan selalu ada yang kena tipu. Heran deh!

13. Sebagian pendaftar CPNS pernah mencari nama saingannya di FB

14. Atau Twitter

15. Atau LinkedIn

16. Atau Google

17. 99% orangtua senang luar biasa begitu anaknya keterima jadi CPNS

18. Sebagian besar dari mereka akan update status BBM bahwa anaknya keterima CPNS

19. Atau update status FB

20. Plus koar-koar ke tetangga komplek

21. CPNS aneka instansi sering bersua di kantor polisi waktu buat SKCK

22. Atau kantor pajak, pas buat NPWP

23. Atau di kantor psikolog, pas tes psikologi

24. Atau di RSUD pas bikin surat keterangan sehat

25. Atau antre pipis untuk surat keterangan bebas narkoba

26. Sebagian peserta lulus CPNS mengurus surat-surat itu sambil ditemenin orangtuanya

27. Padahal yo wis gedhe

28. Kayak gitu mau jadi abdi negara?!

29. Sebagian besar peserta lulus CPNS heran dengan syarat ijazah SD untuk pemberkasan

30. Sebagian peserta lulus CPNS ingat mantan waktu fotokopi ijazah SMP

31. Dan ijazah SMA

32. Sebagian sisanya nggak ingat, karena memang nggak punya mantan. Kasihan!

33. Sebagian peserta lulus CPNS kepedean langsung minta resign secepatnya

34. Lalu lontang-lantung di rumah menunggu kejelasan

35. Sebagian CPNS penunggu kejelasan ini membuka web institusinya 3 kali sehari

36. Padahal makan aja 2 kali sehari, soalnya sudah nggak gajian

37. Resign untuk jadi CPNS biasanya lebih mudah daripada pindah ke company swasta lainnya

38. Peserta lulus CPNS sering ditanya “bayar berapa?”

39. Atau “kok bisa masuk?”

40. *kemudian hening*

41. Peserta lulus CPNS yang sudah nganggur lebih dari 2 bulan mulai menggalau

42. Soalnya persediaan duitnya mulai menipis

43. Kecuali yang anak dirjen

44. Peserta lulus CPNS yang kadung resign tapi nggak masuk-masuk, malu untuk menampakkan batang hidung ke muka publik

45. Apalagi yang kadung udah update status kalau keterima PNS

46. Peserta lulus CPNS yang nggak masuk-masuk mulai mencari teman seinstansi atau instansi lain

47. Malah ada yang kopdar

48. Berasa komunitas blogger!

49. Kemudian mereka saling menguatkan satu sama lain

50. Karena berasa senasib dan sepenanggungan

51. Dan mereka akan hidup bahagia selamanya!

52. Hari pertama jadi CPNS lebih mirip hari pertama Ospek daripada hari pertama di tempat kerja

53. CPNS yang sudah pernah kerja di swasta, biasanya kaget lihat gaji pertamanya

54. Padahal gaji itu bisa dilihat di Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2013

55. Kenapa nggak ngecek dari dulu?!

56. Seminggu pertama, CPNS akan sadar betapa pentingnya huruf C

57. 1000% CPNS sensitif sama huruf C

58. Bagaimanapun, PNS tetaplah pekerjaan ideal bagi sebagian besar calon mertua

59. Iya, kalau punya calon mertua, sih

60. Bukannya situ jomblo?

61. 100% CPNS pernah ditanya, “kok mau sih jadi PNS?”

62. 90% akan menjawab dengan muter-muter

63. CPNS jomblo akan memanfaatkan waktu sebelum penempatan untuk berburu jodoh

64. Siapa tahu ada yang nyantol

65. CPNS sangat sensitif dengan angka 80%

66. CPNS yang berbackground penjahat kelamin bakal nyesel karena tahu kalau di PNS itu rada susah untuk poligami

67. CPNS pengen cepat-cepat diklat pra-jabatan

68. CPNS itu pengen cepat-cepat gajian

69. Padahal kerja juga belum!

70. Menjadi CPNS adalah bentuk pengabdian nyata bagi orangtua

71. Dan/atau negara

72. Serta tentu saja calon mertua (kalau punya)

Ya sudah, sekian saja hasil kontemplasinya. Semoga yang berkasnya masih diproses di BKN segera bisa masuk. Semoga juga yang kepengen daftar PNS bisa berpikir ulang terhadap niatnya itu. Dan mari kita doakan agar para CPNS yang lulus tes 2013 dan masuk 2014 ini bebas dari godaan hawa nafsu korupsi. Amin.

[Review] Captain America: The Winter Soldier

Jadi beginilah faedah dari demo buruh tahun lalu yang berhasil menggolkan bahwa 1 Mei adalah libur nasional. Pengusaha sih mencak-mencak karena hari kerja kurang 1. Tapi buat eks karyawan yang menjelma menjadi Pegawai Anu Anu kayak saya, libur di 1 Mei adalah berkah. Kenapa? Karena saya bisa pacaran sambil mencicipi mall yang terbilang baru di Bintaro. Namanya bagus, Bintaro Jaya Xchange, tapi disingkat BECENG. Yaelah bro!

Niat mulianya adalah nonton Spiderman karena si pacar pengen nonton Andrew Garfield. Apa daya, 2 studio yang ada disana penuh untuk jam 15.00 dan 15-an lainnya. Ada sih sisa dua biji di depan. Bikin tengeng dan tidak direkomendasikan. Jadilah agenda dialihkan menjadi nonton Captain America. Sebenarnya ini agenda hari Minggu kemaren, yang ketunda karena hujan yang rintik-rintik tapi banyak.

new-captain-america-featurette-puts-the-focus-on-black-widow-watch-now-158334-a-1394521475-470-75

Sejak nonton The Avengers sendirian kayak jomblo, saya memang menjadi tertarik dengan film-film yang berhubungan dengan alur ceritanya. Eh tapi sebenarnya saya jauh lebih tertarik dengan sosok Black Widow alias Natasha Romanoff alias Mbak Scarlett Johannsson. Nah, kenapa saya kemudian memilih nonton Captain America alih-alih Thor, adalah semata-mata karena porsinya Mbak Scarlett. Mengingat di Captain America ini, porsi Black Widow memang besar. Jauh lebih besar dibandingkan The Avengers. Maka, kalau nanti ada film Black Widow, saya pasti nonton.

selengkapnya

Tips Memberi Nama Pada Anak

Kata Om Shakespeare, apalah arti sebuah nama. Ya mungkin begitu di jaman Om William hidup. Kalau sekarang? Nama menjadi sedemikian pentingnya. Apalagi ketika kita harus berhadapan dengan aneka rupa administrasi yang membutuhkan nama. Belakangan, dengan kesibukan dan segala administrasi khas birokrasi di kantor baru, saya menjadi paham bahwa membuat nama nggak boleh sembarangan. Kadang saya iri hati sama responden-responden skripsi saya yang nama-namanya sangat bersahaja, semacam Paimo, Tukirin, hingga Keso. Dan memang namanya cuma itu. Nah, berdasarkan pengalaman saya di kantor sebelumnya, plus pengalaman bertemu dengan aneka administrasi bin njelimet di urusan perkreditan dan perbankan, hingga ke-sotoy-an saya, maka berikut saya beberkan beberapa tips dalam memilihkan nama. Tips ini berguna untuk yang akan memberi nama pada anaknya, atau untuk Mbah Keso yang pengen ganti nama jadi agak kece.

Batasi Jumlah Karakter

Mbah Keso mungkin ada peserta paling beruntung kalau harus menempuh Ujian Nasional. Dia hanya harus menghitamkan empat bolongan di LJK. Bagaimana dengan orang yang namanya Alvinando Supriyanto Widyosutoyo Kartodiningrat? Hampir bisa dipastikan, kalau si Alvin dan Mbah Keso ini sama-sama gobloknya, pasti Mbah Keso selesai duluan, karena Alvin sibuk mengisi namanya yang panjang itu. Saya sendiri juga demikian, karena nama saya terdiri dari 4 kata. Nama saya selengkapnya bisa dilihat di buku saya OOM ALFA. HAHAHAHA.

Lengkapkapkapkap…