Review Film: The Avengers

Hari ini cuti, jadi bisa menyaksikan penampilan perdana Film ‘The Avengers’ di bioskop, dan karena nonton jam 12.15, maka jelas saja sepi. Apalagi saya kan di tempat karyawan-karyawan berada yang notabene jam segini masih kerja.

Itu pengantar saja. Hehe.. Baiklah, kita mulai.

13361299621451335273

The Avengers benar-benar film yang mengaduk-aduk rasa. Dimulai dari sebuah pernyataan bagus di awal film “The humans, what can they do but burn?” dari makhluk luar dimensi yang mengincar The Tesseract sebuah kubus biru dengan tenaga tak terbatas yang ditemukan dalam evakuasi Captain America puluhan tahun silam. Loki, yang terbuang dari Ansgard karena katanya dikhianati melihat benda itu sebagai sarana bagus untuk mengorbankan bumi. Kaitannya sih sama saudaranya Thor yang memang bersikap ‘melindungi’ bumi.

Dengan banyak tokoh, maka perlu plot yang bagus untuk menata kemunculan tokoh demi tokoh dan Joss Whedon dengan baik melaksanakannya. Awalnya tentu Fury (Samuel L. Jackson) sebagai pemimpin projek dimunculkan lalu ada Hawkeye alias Agen Barton (Jeremy Renner) dan kemudian lagi ada Loki (Tom Hiddleston). Semuanya bermuara pada hilangnya si kubus biru, diambil sama Loki. Dan tidak cuma itu, Loki juga mengambil dua orang terbaik di S.H.I.E.L.D dengan tongkatnya.

Nah, dalam upaya merebut kembali sumber energi tidak terbatas itu mulai dimunculkan satu-satu. Panggilan terhadap Natasha Romanoff alias Black Widow yang diperankan si cantik Scarlett Johansson, dilanjutkan dengan memanggil kembali jago lama Captain America (Chris Evans). Lalu Natasha juga berhasil membajak Dr. Bruce Banner (Mark Ruffalo) untuk membantu. Orang yang baru nonton serial Marvel, pada awalnya nggak akan tahu kalau tokoh ini adalah Hulk karena di awal memang tidak dimunculkan. Mereka lalu dikumpulkan di tempat yang canggih. Oh, lupa, ada juga si Iron Man alias Tony Stark (Robert Downey Jr).

Nah, kisah sebenarnya dimulai ketika Loki tampil beraksi jahat di Jerman dan dengan kata-kata bijak ala pemimpin yang bilang kebebasan hanya bayangan semu manusia saja. Disitulah kemudian muncul Captain America dan dari situ juga Loki ditangkap.

Ini mulai aneh ketika Loki mau-mau saja ditangkap. Bahkan Captain America alias Steve Rogers berdialog dengan Tony Stark, kenapa rocker ini mau-mau saja ditangkap. Ini bagian dari dialog-dialog di film ini yang bisa mengundang senyum.

Dalam posisi ini muncullah Thor (Chris Hemsworth). Konflik dipermainkan dengan pintar oleh sutradara ketika Iron Man menyerang Thor yang datang dari dimensi lain itu. Pertentangan karena Iron Man menganggap Thor mencuri tahanannya. Nah, berbagai efek pertarungan juga dibalut apik disini, termasuk keterlibatan Captain America.

Loki kemudian di bawa ke S.H.I.E.L.D dan ditaruh di kamar Hulk. Natasha lalu interview ke Loki dan akhirnya menemukan bahwa maksud Loki mau ditahan adalah hendak membangkitkan Hulk. Kebeneran pada saat yang sama, ada motif yang terungkap oleh masing-masing jagoan. Baik Steve, Stark, Bruce, Thor, dan lainnya menangkap motif lain dari kubus biru itu. Pertentangan antar tokoh yang sejatinya satu kubu ini juga dibalut apik. Jadi jelas, bahwa film ini tidak semata-mata mengutamakan efek layaknya Battleship, tapi plot juga dijalin menarik. Termasuk ketika pertentangan itu akhirnya gagal membuat Bruce tidak marah. Hulk yang tidak dapat dikendalikan akhirnya muncul.

Fury tidak digambarkan sebagai sejati hitam-putih, tapi abu-abu. Disinilah Samuel L. Jackson bisa menampilkan karakter yang menarik. Mulai dari tipu menipu misi, hingga berkeras dengan direktur misi.

Hawkeye sempat menelusup masuk dan menghancurkan beberapa bagian di markas S.H.I.E.L.D namun kemudian pertemuan dengan Natasha bisa membuatnya sadar kembali, tentu lewat pertarungan keras.

Dalam analisisnya masing-masing akhirnya perjuangan dilanjutkan. Dialog menarik dari Steve dan Stark adalah kala Steve bilang, bahwa Fury memang tidak sepenuhnya benar, tapi abaikan dulu. Keduanya langsung bersiap dan lantas didukung oleh Hawkeye dan Black Widow. Dua jago lain? Yak, Thor dan Hulk terhempas jauh ke bumi dengan cara masing-masing.

Kelimanya kemudian bersatu guna mengalahkan Loki yang kebetulan masang aksi di gedungnya Stark. Dan tentunya pertarungan dimenangkan oleh protagonis, layaknya film-film jagoan lainnya. Itu sih biasa ya?

Banyak sisi-sisi lucu yang membuat senyum terkembang. Dialog yang menyebut Loki seorang rocker adalah salah satunya. Ada juga ketika tongkat ajaib Loki tidak bisa mengubah jiwa Stark karena ada logam di dada Stark. Dan yang buat saya ketawa banget adalah ketika Hulk dan Thor sama-sama habis mendarat sesudah menghancurkan Chitauri, keduanya berdampingan. Seketika tangan kiri Hulk menghajar Thor. Yak, sangat bisa dimaklumi karena Hulk tidak bisa dikendalikan. Hehehe.. Juga adegan miris ketika ada seorang polisi diarahkan oleh Captain America dan malah bilang, “siapa anda sehingga saya harus menuruti anda?” Maklum juga, si Captain kan tidur lama banget. Ada juga adegan ketika Bruce bugil dan berdialog dengan polisi plus datang ke lokasi Stark dengan motor super butut.

Film ini juga kembali menekankan poin bahwa niat buruk itu tidaklah baik. Si kubus biru hendak dijadikan senjata pemusnah massal dan pada akhirnya gagal. Direktur yang menyuruh melepaskan nuklir malah nyaris menghancurkan kota, untung ada Iron Man yang mengarahkan nuklir ke dimensi lain. Avengers sendiri adalah proyek yang dicancel, dan membangkitkannya dianggap ide buruk, padahal mereka jadinya penyelamat dunia.

Secara efek memang tidak sedahsyat perang kapal di Battleship karena pertarungan antar badan banyak disini. Satu hal yang pasti, film ini benar-benar mampu menyatukan berbagai karakter. Membuat novel dengan lima karakter saja sulit, bagaimana bisa di film dibalut sedemikian apik? Tepuk tangan!

CNN bilang begini “but if it’s a Friday Night SmackDown you’re after, ‘Avengers’ gets the job done“. Tulsaworld menyebut “When was the last time you cheered at the movies? ‘The Avengers’ could be that opportunity.”

Orang-orang yang tidak mengikuti cerita Marvel juga pasti akan bingung dengan Bifrost atau HYDRA, tapi sekelebat pertanyaan itu akan hilang oleh keping yang menyatukan setiap informasi.

Kesimpulan saya, film ini oke banget. Perpaduan efek dengan kemampuan ‘meracik’ berbagai karakter dengan apik. Kelemahannya menurut beberapa reviewer adalah membangun plotnya kelamaan, tapi kalau saya bilang itu wajar dengan tokoh yang sedemikian banyak.

Oya, satu quote menarik hati adalah, “And you, Hulk, SMASH!

Selamat menonton!

Salam 🙂

Referensi: cnn.com, tulsaworld.com

Disalin dari halaman Kompasiana saya http://hiburan.kompasiana.com/film/2012/05/04/review-film-the-avengers/

Advertisements

5 thoughts on “Review Film: The Avengers

  1. Pingback: The Wolverine: Film Dengan Terlalu Banyak “Kenapa?” | Sebuah Perspektif Sederhana

  2. Pingback: [Review] Captain America: The Winter Soldier | ariesadhar.com

  3. Pingback: [Review] Cahaya Dari Timur: Beta Maluku | ariesadhar.com

  4. Pingback: 5 Tips Agar Asyik Mengunjungi Museum De Arca dan De Mata Yogyakarta | ariesadhar.com

  5. Pingback: [Review] Surat dari Praha | ariesadhar.com

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s