Banyak orang beranggapan bahwa gaya fashion pria selalu salah cenderung lebih monoton dibandingkan wanita. Padahal, kini banyak sekali item fashion yang diperuntukkan khusus untuk pria. Sehingga pria tetap bisa tampil maskulin dengan gaya yang lebih variatif.
Salah satu item fashion istimewa yang tak boleh dilewatkan oleh kaum pria modern adalah celana jogger atau yang lebih dikenal dengan sebutan jogger pants. Varian celana jogger pria bisa kita pesan melalui MatahariMall. Karena MatahariMall sudah menyiapkan koleksi celana jogger yang lengkap dan menarik. Kita pun bisa leluasa memilih celana jogger sesuai selera dan kebutuhan.
Lima gaya casual pria dengan celana jogger berikut ini dapat menjadi referensi yang tepat bagi kita:
Sumber: express.com
Celana Jogger dengan Jaket Sporty Celana jogger yang teksturnya lembut dan tidak terlalu berat sangat cocok digunakan untuk aktivitas olahraga. Kita bisa memadukannya dengan jaket untuk menambah kesan sporty. Pilihan warna celana jogger dan jaket sporty-nya bisa kita sesuaikan dengan selera. Biasanya warna-warna cerah bisa membuat kita terlihat lebih menarik dan terkesan bersemangat. Olahraga pun jadi semakin asyik bila kita bisa tetap terlihat stylish.
Celana Jogger dengan Kemeja Flanel
Bila kita ingin hangout bersama sahabat atau melakukan aktivitas santai lainnya, kita bisa memadukan celana jogger dengan kemeja flanel. Bahan kemeja flanel yang lembut dan sejuk akan membuat kita leluasa beraktivitas meski cuaca sedang panas. Bahkan padu padan yang satu ini juga cocok digunakan ketika beraktivitas di kantor. Asalkan kantor kita menerapkan konsep dress code business casual yang santai tetapi tetap sopan. Sebaiknya kita memilih celana jogger dengan warna-warna netral supaya mudah dipadukan dengan beragam warna kemeja flanel.
Sumber: pinterest.com
Celana Jogger dengan T-Shirt dan Blazer
Siapa bilang kita tidak bisa tampil menarik di acara semi formal dengan menggunakan celana jogger. Kita tinggal memadukan celana jogger dengan t-shirt dan blazer semi formal supaya kelihatan lebih bergaya. Tentu saja pilihan celana joggernya harus sesuai dengan bentuk tubuh agar terkesan rapi. Sebaiknya kita memprioritaskan celana jogger warna hitam atau putih supaya tetap identik dengan kesan formal.
Celana Jogger dengan Hem Batik
Ternyata celana jogger juga cocok dipadukan dengan kemeja batik lengan pendek alias hem. Saat ini banyak sekali hem batik yang motifnya sangat bervariasi dengan model slim fit yang terkesan kekinian. Perpaduan celana jogger dengan hem batik bahkan bisa membuat tubuh kita tampak lebih proporsional. Sebab motif batik yang tepat bisa menutupi tumpukan lemak di sekitar perut. Variasi celana jogger yang berpadu dengan hem batik akan menghasilkan tampilan bergaya etnik yang terkesan unik.
Celana Jogger dengan Cardigan
Ketika cuaca sedang hujan, kita bisa tetap tampil stylish sekaligus nyaman dengan celana jogger tebal dan cardigan. Sehingga kita tidak mudah kedinginan walaupun harus beraktivitas di luar ruangan. Jangan lupa memilih celana jogger yang warnanya senada dengan cardigan. Supaya tampilan kita tetap tampak fashionable walaupun hanya dengan gaya simpel. Sebagai pelengkap, kita juga bisa menggunakan topi baseball untuk menambah rasa percaya diri.
Terbukti kan kalau padu padan celana jogger untuk pria tidak sulit dan sangat beraneka ragam. Kita hanya perlu menentukan gaya berpakaian yang membuat kita nyaman dan percaya diri. Sehingga orang lain yang beraktivitas bersama kita pun akan terpukau. Hargai diri sendiri dengan cara mengenakan pakaian yang nyaman, sopan, dan menarik.
Dalam hidup ini, kita sering dihadapkan pada posisi tidak bisa menolak, juga pada posisi tiba-tiba bersua tempat-tempat baru. Ya begitulah kisah saya bisa nyasar sampai Danau Linow ini.
Perjalanan ke Danau Linow sebenarnya beberapa jam lebih awal daripada kisah Tunan. Hanya karena Tunan terlalu sayang untuk ditunda kisah dan keindahannya, makanya Linow harus rela ditaruh agak ke belakang.
Danau Linow terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Tomohon diapit oleh dua gunung yaitu Gunung Lokon dan Gunung Mahawu. Jelas, seperti Bukittinggi, namanya diapit gunung pasti ujungnya adalah sejuk. Kesejukannya begitu terasa karena jendela mobil dibuka, mengingat jalanannya yang naik turun bak hubungan Dilan dan Milea. Sesekali, sebelum tiba di Kota Tomohon dari Manado, kita akan melihat kebun bunga. Wajar, Tomohon punya julukan Kota Seribu Bunga.
Jarak Danau Linow dari Kota Manado kurang lebih 30 km atau sekitar 1 jam perjalanan versi teori. Di Manado yang macetnya lumayan, bisa menjelma jadi 1,5 jam. Danau Linow sendiri berada 3 km arah barat dari Kota Tomohon.
Hari Jumat, pas Imlek, Prima Sulistya, cicik-cicik KW embuh yang tidak merayakan Imlek merupakan pemimpin redaksi salah satu media kafir, Mojok, mengirim pesan WhatsApp kepada saya berkaitan dengan penulisan sebuah topik, yang mungkin dikirimkannya mengingat kayaknya hanya saya apoteker di antara deretan penulis Mojok.
Ini merupakan pesan istimewa karena inilah kali pertama Cik Prima request artikel ke saya sejak bliyo naik pangkat jadi pimred. Sebelumnya, Cik Prim hanya redaktur biasa nan jelata. Beberapa tulisan yang saya kirimkan kepadanya pun memang dimuat tapi view-nya mengenaskan.
Bagi saya, apapun tawaran dari Cik Prim yang berkaitan dengan nulis di Mojok adalah keharusan untuk diiyakan, terlebih dalam kondisi finansial saya yang gundah gulana begini. WA-nya kepada saya mungkin kombinasi dari masukan koreksi untuk sebuah topik yang lalu ditambah dengan unggahan saya berupa Istoyama yang sedang makan kerupuk saja, saking kerenya bapaknya. Continue reading Di Balik Tulisan “Yang Harus Dipahami Dalam Kasus Penarikan Albothyl”→
Kemarin itu Istoyama sakit. Panas tinggi sekali berulang-ulang. Saya sebagai bapak mendadak merasa gagal begitu melihat dia sakit dan saya belum mengurus jaminan kesehatannya. Selama ini, kalau Istoyama sakit atau vaksin, semuanya memang pakai pembayaran pribadi yang memang telah dianggarkan sebelumnya. Ada salahnya juga punya anak jarang sakit, bapaknya jadi alpa mengurus jaminan kesehatan.
Padahal sebagai salah satu kalangan yang difasilitasi BPJS Kesehatan kelas I dan ditanggung negara sampai anak ketiga, mestinya nggak susah-susah banget ngurusnya. Cuma, ya dasarnya saya malas dan sok-sokan banyak dinas, jadi bubar dah.
Maka, sesudah habis lumayan banyak untuk kontrol ke Dokter Spesialis Anak dua kali sehari, saya memutuskan untuk mengurus kartu BPJS Kesehatan punya Istoyama. Jadi, setidaknya sesudah ini, kalau amit-amit ada apa-apa, Istoyama sudah punya jaminan kesehatan yang memadai. Ya, walau BPJS Kesehatan, tapi kelas I kan sudah lumayan, meski saya tetap merindukan ASKES zaman dahulu, sih.
Nah, lantas bagaimana kisah menambah pertanggungan anak ke dalam BPJS Kesehatan seorang PNS? Ternyata simpel sekali. Pertama-tama kita perlu (minta naik gaji) menyiapkan beberapa dokumen yang harus ada yakni:
Fotokopi Akte Kelahiran Anak
Fotokopi Kartu Keluarga
Fotokopi Daftar Gaji (yang memuat keterangan bahwa anak sudah ditanggung oleh negara)
Fotokopi SK PNS terakhir
Fotokopi KTP
Fotokopi kartu kepesertaan BPJS
Bawa semua fotokopian itu ke kantor BPJS. Kebetulan saya mengurus di BPJS Kesehatan Jakarta Pusat yang terletak di Jalan Proklamasi, antara perempatan Mataraman dengan belokan ke Manggarai. Dekat dengan lokasi penipuan yang saya alami, kena tipu sama agen properti bernama Fahmi Wicaksono yang selalu datang bersama dengan istrinya yang galak itu. Heuheu. Continue reading Mengurus Tambahan Tanggungan Anak di BPJS Kesehatan→
Demikian salah satu rayuan gombal yang saya terima dalam kaitannya dengan pantai-pantai di sisi selatan Pulau Timor. Pria-pria zaman now memang suka terjebak urusan menggombali dan digombali. Akan tetapi, saya tentu tidak meragukannya, karena Indonesia adalah surganya pantai. Terlebih ini laut selatan, yang memang dikenal ganas. Ganas indahnya tapi juga ganas ombaknya.
Apalagi, pembangunan di NTT sudah cukup lumayan. Bahkan jika dibandingkan dengan kali pertama saya menginjakkan kaki ke NTT, tepatnya di Kota Kupang. Maka, ketika ada kesempatan untuk melihat pantai di selatan Pulau Timor, tentu saya tidak akan mengabaikannya.
Ada beberapa pantai cakep di selatan Pulau Timor. Akan tetapi, saya hanya sempat menginjakkan kaki di dua pantai saja. Dua pantai yang karakteristiknya benar-benar berbeda: Oetune dan Kolbano.
Pantai pertama yang saya kunjungi adalah Pantai Ouetune. Pantai ini terletak di Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Pantai Oetune menawarkan kombinasi hamparan pasir putih yang lembut, gelombang ombak yang pecahnya agak berbeda–mungkin karena pantai selatan–, Pohon Lontar yang berdiri dalam rentang 6 hingga 8 meter, plus padang pasir yang cukup luas untuk sekadar ambil foto Instagram. Dalam sudut pandang foto tertentu, apalagi kalau bisa menghadirkan unta kita sudah bisa berpose seolah berada di Timur Tengah. Semuanya dilindungi oleh langit yang birunya menenangkan.
Tidak perlu khawatir akan hujan karena NTT sendiri adalah provinsi dengan curah hujan yang rendah. Tapi khawatirlah bisa pipis dengan higienis atau tidak di pantai ini. Ah, nanti di bawah saya kisahkan. Continue reading Mengenang Mantan di Pantai Oetune→
Kanker rahim adalah kanker yang dapat menyerang organ vital kewanitaan yaitu mulut Rahim seorang wanita. Maka dari itu kanker ini memang hanya menyerang seorang wanita. Pengobatan untuk kanker ini hanya kemoterapi, belum ada obat yang mampu benar–benar membasmi kanker ini. Sedangkan kemoterapi memiliki efek yang mengerikan bagi seorang wanita. Karena sejak terkena kanker Rahim penderita kanker ini sudah harus mengalami hal berat di karenakan harus menjalani kemoterapi. Untuk itulah, kita wajib mengetahui pemicu kanker Rahim. Semua ini sangat berat ketika efek dari kemoterapi ini menghilangkan hal yang sejatinya dimiliki oleh semua wanita :(. Berikut ini beberapa efek dari kemoterapi, di antaranya adalah:
1. Menghilangkan Rambut Secara Perlahan
pixabay.com
Karena kerasnya zat yang diberikan ketika kemoterapi kepada penderita kanker rahim, maka hal tersebut berimbas besar pada rambut. Rambut yang sejatinya menjadi mahkota kecantikan seorang wanita, kini harus menghilang secara perlahan dan membuat penderita kanker rahim menjadi botak, tentunya akan begitu sangat menyiksa. Hal ini akan menjadikan penderita kanker rahim melihat dirinya bak monster botak yang sudah tidak lagi cantik. Kondisi ini lah yang diawal begitu sangat menyiksa penderita kanker rahim.
2. Kulit Kering
Bagi wanita kulit bisa menjadi suatu modal untuk kecantikannya, dan ketika wanita itu menderita kanker rahim kemudian ia harus menjalani kemoterapi yang lambat laun mengeringkan dan mneggosongkan kulitnya. Hal ini juga merupakan siksaan bagi penderita kanker rahim selain rasa sakit yang terus menjalari kulitnya terutama kulit selangkangannya.
3. Kurus Kering
Memang menjadi kurus adalah idaman bagi setiap wanita. Tidak ada wanita yang menginginkan menjadi gemuk. Namun siapa pula wanita yang ingin menjadi kurus dan kering diakibatkan oleh rasa sakit yang hebat yang merenggut kebahagiaannya sebagai wanita. Kekurursan yang seperti ini tentu sangat tidak diharapkan sebagaimanapun seorang wanita menginginkan dirinya terlihat langsing.
Itulah beberapa efek dari menjalani kemoterapi bagi seorang wanita yang terkena kanker Rahim . Dan kita harus mengetahui jenis makanan pemicu kanker rahim, dan akan ada efek lain ketika stadiumnya terus meningkat.
Menyebut Rinjani adalah membincang kemewahan, sebuah profil gunung yang bisa mempengaruhi apapun. Belum lekang dari ingatan tentang abu vulkanik Rinjani yang sampai bikin jalur penerbangan ditutup. Rinjani yang seolah paku yang memantek Pulau Lombok agar tidak kemana-mana itu memang punya pesona yang tiada tandingnya.
Maka, pada suatu siang, saya melangkahkan kaki ke kaki Rinjani. Cukup kakinya dulu, Rinjaninya yang benar mungkin nanti saja. Kurang lebih 1 jam perjalanana dari Senggigi, saya dan teman-teman tiba di GeoPark Rinjani.
Mau apa di kaki Rinjani? Ah, percayalah sobat, bahwa kakinya saja sudah luar biasa. Satu set perjalanan singkat telah diatur agar kami bisa merasakan hawa segar kaki Rinjani plus rasa segar air yang mengalir di sekitar Rinjani.
Dari pintu masuk GeoPark Rinjani, kami diarahkan ke sebuah rumah. Rupanya ara harga yang harus dibayar untuk menikmati kesegaran mewah Rinjani. Kurang lebih 10 ribu per orang, pastinya saya lupa. Selepas kena todong tarif mengejutkan di Anyer pekan sebelumnya, angka-angka di tempat wisata lain sungguh menjelma jadi receh belaka.
[Blog|Ariesadhar.com] “Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) menyelamatkan keuangan negara senilai Rp13,70 Triliun pada Semester I tahun 2017. Jumlah itu berasal dari penyerahan aset/penyetoran ke kas negara, koreksi subsidi, dan koreksi cost recovery. Hal itu disampaikan oleh Ketua BPK, Moermahadi Soerja Djanegara dalam acara penyerahan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2017 kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/10/2017)”.
Demikian kutipan yang saya peroleh dari sini. Bayangkan, dalam 1 semester itu saja, uang yang diselamatkan oleh BPK nilainya sudah setara dengan hal-hal berikut ini:
BPK merupakan sebuah lembaga negara yang memiliki tugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara. BPK merupakan pemeriksa semua asal-usul dan besarnya penerimaan negara yang berasal dari sumber manapun. BPK juga harus mengetahui tempat uang negara tersebut disimpan dan digunakan untuk apa. Keuangan negara sendiri artinya adalah semua hal dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.
BPK merupakan lembaga negara yang ditopang oleh Undang-Undang Dasar, dan dilengkapi dengan Undang-Undang lainnya yang terdiri dari:
Dengan demikian, BPK dapat disebut sebagai lembaga negara dengan dasar hukum paling komplit, sesuatu yang sebanding dengan tugas BPK untuk mengamankan keuangan negara.
Nah, peran BPK sesungguhnya menjadi demikian berbeda ketika ada amandemen UUD 1945 yang terkait dengan BPK. Ada penambahan kata ‘bebas dan mandiri’ yang menjadi sangat penting bagi tugas BPK. Pada pemerintahan yang telah lalu, kiprah dan ruang gerak BPK selaliu dikendalikan sehingga dalam menjalankan tugas dan kewajiban memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara menjadi tidak optimal.
BPK Zaman Old dan Zaman Now
Sebelum reformasi, BPK merupakan lembaga yang kedudukannya di bawah kendali pemerintah. Presiden dapat saja memerintahkan atau melarang BPK melakukan pemeriksaan semata-ata supaya citra pemerintah terangkat atau juga jadinya malah mencegah terungkapnya aneka bentuk korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara. Hal itu tentu berlawanan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas keuangan negara sebagai prasyarat penting penegakan good governance.
Pada era Orde Lama, Presiden menjadi Pemeriksa Agung, sedangkan Ketua BPK sebagai Menteri di bawah komando Presiden. Pada masa Orde Baru, saat posisi BPK dipindahkan sebagai lembaga negara di luar pemerintah, terjadi reduksi peran berupa pembatasan objek pemeriksaan, cara ataupun metode pemeriksaan, hingga isi dan nada laporan pemeriksaan. Era baru kebebasan dan kemandirian BPK akhirnya dijabarkan dalam UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara serta UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK.
Kantor BPK di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Yang pendek itu dikenal dengan Gedung Arsip, yang tinggi lebih dikenal dengan Tower. Di Tower itulah para pimpinan BPK bermarkas. Sumber: jpnn.com
Secara legalitas, baik di era Orde Lama dan Orde Baru, BPK sejatinya sejajar dengan Presiden. Adapun pada prakteknya, BPK berada di bawah kendali pemerintah. Untungnya ada era reformasi, kondisi yang dulu-dulu itu sudah tidak berlaku. Kini BPK benar-benar sejajar dengan Presiden.
BPK yang harus memeriksa pengelolaan keuangan negara yang dijalankan pemerintah dan lembaga-lembagan egara lainnya, tentu butuh kesetaraan dengan Presiden. Kalau BPK di bawah Presiden, ruang gerak BPK untuk melakukan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawa keuangan negara akan menjadi terbatas. Lembaga yang dikendalikan oleh Presiden tentu tidak akan independen saat memeriksa pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden.
Jenis-Jenis Pemeriksaan BPK
Diamanatkan oleh UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, dikenal tiga jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK yakni:
Pemeriksaan Keuangan merupakan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang dilakukan oleh BPK dalam rangka memberikan pernyataan opini mengenai tingkat kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah.
Jadi begini. Setiap tahun, setiap Kementerian, Lembaga, Instansi Pemerintah, dan Pemerintah Daerah harus-wajib-kudu membuat Laporan Keuangan. Jadi pada tahun 2018 awal, yang dibuat adalah Laporan Keuangan Tahun Anggaran (TA) 2017. Laporan ini dibuat untuk mempertanggungjawabkan semua anggaran yang diperoleh dan telah digunakan oleh K/L/D/I. Sebelum diperiksa oleh BPK, namanya adalah Laporan Keuangan Unaudited.
Berbasis dokumen yang biasa disebut LK itu, BPK melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen yang terkait dengan penggunaan uang. Untuk apa saja uang digunakan, kuitansinya ada atau tidak, penggunaannya sesuai ketentuan atau tidak, ada kelebihan bayar atau tidak, dan lain-lainnya. Dalam pemeriksaan inilah segala yang kita kenal dengan tiket fiktif, perjalanan dinas bodong, kemahalan harga alat tulis kantor, dan segala bau-bau busuk lain soal perilaku koruptif di pemerintahan akan dibongkar oleh pemeriksa BPK.
Nah, hasil pemeriksaan inilah yang kemudian diberikan pernyataan opini yang terdiri dari:
Percaya nggak, wahai pembaca sekalian, bahwa beberapa tahun yang lalu ada instansi pemerintah yang mendapatkan predikat Disclaimer alias TMP bukan karena korupsi, melainkan karena data Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang masuk melalui instansi tersebut tidak dapat diyakini kebenarannya. Gambarannya adalah PNBP instansi tersebut 100 Miliar, tetapi yang bisa diyakini bahwa instansi tersebut telah memberikan layanan publik hanya 80 Miliar. Jadilah instansi itu mendapat predikat Disclaimer karena uang berlebih di kas negara.
Kenapa begitu? Setiap yang tercatat di Laporan Keuangan–apalagi di era Laporan Keuangan berbasis akrual–harus jelas posisinya. Kalau suatu PNBP itu dibayarkan masyarakat untuk sebuah jasa, maka ketika jasa pemerintah belum dituntaskan, uang PNBP yang sudah dibayar itu menjadi hutang jasa pemerintah. Ketika 20 Miliar uang yang ada tidak bisa ditelusuri status jasa yang harusnya diberikan pemerintah, pertanyaan lain jadi muncul. Jangan-jangan sebenarnya PNBP-nya hanya 80 Miliar? Atau malah jangan-jangan lebih dari 100 Miliar? Keyakinan pemeriksa–dalam hal ini BPK–adalah kuncinya.
Jadi begitulah, saya suka trenyuh banyak orang yang nggak begitu paham WTP, WDP, TW, hingga TMP tetapi menggunakan sesukanya. Apalagi di zaman pemilihan kepala daerah seperti sekarang, banyak data-data yang ada digunakan begitu saja tanpa dipahami lebih dahulu substansinya.
Pemeriksaan Kinerja merupakan pemeriksaan atas aspek ekonomi dan efisiensi, serta juga pemeriksaan atas aspek efektivitas nan lazim dilakukan untuk kepentingan manajemen oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).
Inti dari pemeriksaan kinerja ini adalah agar kegiatan yang dibiayai dengan keuangan negara maupun daerah diselenggarakan secara ekonomis dan efisien plus memenuhi sasaran secara efektif. Yang dilihat apakah hasil penggunaan anggaran seiring sejalan dengan tujuan yang hendak dicapai pada saat awal program itu ada, apakah penggunaannya 3E (ekonomis, efisien, dan efektif) atau tidak.
Begitu.
Gampangnya begini, saya berikan ilustrasi yang nyata. BPK pernah menyelenggarakan pemeriksaan kinerja pada BPJS Kesehatan, yang tentu saja menilai kinerja Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara keseluruhan. Nah, dalam pemeriksaan kinerja ini hubungannya banyak lembaga.
Dalam peraturan JKN ada lelang untuk obat-obat dalam Formularium Nasional (Fornas). Fornas garapan bersama Kementerian Kesehatan, BPJS, dan BPOM. Ada syarat bahwa obat agar masuk Fornas harus punya Nomor Izin Edar (NIE) BPOM. Nah, BPK pergi ke BPOM mengecek hal ini.
Kenapa harus dicek? Lha, misalkan suatu obat sudah masuk Fornas, tapi dalam periode itu NIE-nya kedaluwarsa pertanyaan yang muncul adalah bagaimana status stok obat yang sudah ada di Rumah Sakit? Boleh dipakai atau tidak? Kalau boleh, jadinya melanggar aturan BPOM. Kalau nggak, itu obat yang dibeli pakai uang negara bagaimana nasibnya? Yha, pertanyaan-pertanyaan itulah yang mengisi ruang kalbu pemeriksaan kinerja.
Hasil dari pemeriksaan kinerja ini juga tidak sembarangan. Di BPOM misalnya, dilakukan follow up berkali-kali dengan Pemerintah Daerah untuk menindaklanjuti rekomendasi BPK. BPK sendiri juga turun tangan mengawal follow up tersebut. Jadi nggak sembarangan kasih rekomendasi terus lepas tangan, lho.
Kegiatan FGD Membangun Kemitraan Pengawasan Obat dan Makanan Untuk Melindungi Kesehatan Masyarakat Serta Meningkatkan Daya Saing Produk Obat dan Makanan, sebagai tindak lanjut dari temuan pemeriksaan kinerja BPK di BPOM terutama terkait tindak lanjut hasil pengawasan di daerah. Sumber: metrobali.com
Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu adalah pemeriksaan di luar pemeriksaan keuangan dan kinerja, serta dapat merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk tujuan khusus tertentu sebagai tindak lanjut pemeriksaan yang telah dilakukan karena adanya hal penting yang harus diselesaikan. Misalnya, ada dugaan unsur pidana dalam tindakan keuangan suatu instansi atau juga memeriksa pelaksanaan suatu rekomendasi dari BPK kepada instansi terperiksa.
Mengapa Keuangan Negara Harus Diperiksa?
Ini pertanyaan kunci yang menjadi sebab BPK ada dan eksis di Bendungan Hilir sana–maklum mantan tetangga, kak, dulu pernah tinggal di Jalan Danau Siawan.
Pemeriksaan perlu dilakukan agar tiap pihak yang mengelola uang negara selalu menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya hingga membawa faedah yang sebesar-besarnya untuk rakyat. Bagaimanapun, pihak-pihak yang mengelola uang negara itu harus sadar dan mahfum bahwa mereka tidak dapat memanfaatkan uang yang dipercayakan rakyat kepada mereka itu secara tidak bertanggung jawab.
Kontrol diperlukan karena kalau tidak maka para pengelola itu akan memiliki kepemilikan yang besar pada uang rakyat itu. Ujung-ujungnya adalah memperkaya diri sendiri. Atau ya setidaknya salah urus. Sebagaimana yang kita lihat dalam korupsi sejak Orde Lama, Orde Baru, hingga sampai sekarang juga, sih.
Hulk menghajar Thor dan siapapun yang salah mengurus uang rakyat
Sekarang bayangkan kalau uang yang dipakai memperkaya diri para pengelola keuangan di masa silam itu dipakai bikin MRT seperti di Singapura. Penduduk Jakarta nggak akan kena macet karena pembangunan MRT yang terlambat seperti sekarang. Dahulu kala, banyak proyek pembangunan fiktif. Ada uang yang keluar, barangnya nggak ada. Begitulah faktanya.
Hadirnya BPK diharapkan dapat menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan negara mengingat pengelolaan keuangan negara yang bertanggung jawab merupakan prasyarat bagi sehatnya ekonomi dan pembangunan nasional.
Transparansi dan akuntabilitas keuangan negara akan memudahkan pemerintah mengetahui tiap saat kondisi keuangannya sendiri sehinga pada akhirnya dapat melakukan perencanaan pendanaan pembangunan sekaligus memonitor pelaksanaan secara baik. Kita punya pengalaman buruk pada 1997-1998 silam ketika pemerintah tidak memiliki informasi dan kontrol atas posisi keuangan sendiri, yang tersebar di banyak instansi dan BUMN/BUMD, plus rekening individu para pejabat.
Sekarang? Tenang saja, sekadar nitip pengembalian belanja bulan Desember di rekening bendahara buat kemudian bulan Januari disetor ke negara sudah bisa dianggap temuan BPK, lho!
Oke, dari tadi cerita BPK terus lantas pasti banyak yang masih…
Rata-rata orang kita memang suka bingung kalau tidak ada wujudnya. Polisi dianggap nggak ada kalau nggak nangkap maling. Kan gitu. Maka, tanpa berlama-lama lagi, Istoyama siap memaparkan infografisnya yang disarikan dari Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2017.
Ada begitu banyak definisi tentang akuntabilitas, tetapi inti dari semuanya adalah pertanggungjawaban. Lantas apa sih yang harus didorong oleh BPK untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan negara? Jawabannya, banyak.
Sebagai pemeriksa sekaligus pihak yang bisa mengubah Laporan Keuangan Unaudited tadi menjadi Laporan Keuangan Audited, BPK pasti mampu menelaah soal bagaimana suatu instansi melakukan pencatatan aset tetap maupun aset lancar, bagaimana suatu instansi menggunakan mata anggaran yang benar untuk sebuah transaksi dan kalaupun salah BPK akan bisa duduk bersama instansi dan Kementerian Keuangan untuk membahas jurnal guna memperbaiknya, hingga bagaimana suatu kerugian maupun potensi kerugian negara harus dikembalikan kepada negara melalui cara-cara yang juga baik dan benar.
Percayalah, saya pernah berminggu-minggu pulang malam demi membahas jurnal-jurnal koreksi bersama dengan rekan dari Kementerian Keuangan, teman-teman dari Bagian Keuangan, beserta juga pemeriksa BPK dalam kesempatan tertentu. Semuanya adalah demi pertanggungjawaban uang negara agar baik dan benar. Biar saya nggak malu sama anak-cucu kelak.
Untuk bisa mendorong akuntabilitas ini, BPK tentu mempunyai jurus-jurus yang luar biasa. Jurus pertama adalah akses penuh pada laporan keuangan dan data apapun yang dibutuhkan. Kalau ada auditan yang menyembunyikan data bisa dibawa ke Pak Polisi, lho. Jadi benar-benar harus terbuka. Toh kalau jujur ngapain harus takut? Jurus kedua adalah hubungan yang baik dengan pihak ketiga. Saya pernah berkali-kali ada dalam posisi BPK mengkonfirmasi temuan kepada pihak ketiga, yakni kontraktor maupun pelaksana pekerjaan lainnya, dan nyaris tidak pernah ada marah-marah, ada gontok-gontokan, apalagi bakar-bakaran. Jadi, setiap ke penyedia dipastikan modalnya kuat. Sedangkan, jurus terakhir adalah hubungan yang baik dengan auditan. Ini penting, karena hubungan baik instansi pemerintah dengan BPK menjadi landasan kerja yang baik demi terwujudnya laporan keuangan yang istimewa dan pada akhirnya mewujudkan pengawalan harta negara yang sebenar-benarnya.
Apakah hal yang lebih menyebalkan daripada Dora yang bertanya terus menerus padahal jawabannya sudah kelihatan di layar televisi? Yup! Rencana libur yang gagal. Seperti yang saya–dan beberapa teman–alami akhir tahun ini.
Seorang teman yang bekerja di kantor pemerintah tiba-tiba diminta masuk kantor pada 27-28 Desember untuk membuat laporan yang katanya akan diserahkan kepada Presiden Jokowi. Teman yang lain diminta membatalkan cuti yang sebelumnya telah disetujui karena ada pertemuan mendadak. Pertemuan yang menurut terawangan akan batal juga. Kasihan pokoknya. Oh, kasihan dan menyebalkan pada saat yang sama karena sebenarnya kegiatan-kegiatan semacam ini bisa direncanakan jauh-jauh hari. Sejauh harapan untuk balikan dengan mantan.
Namun, apapun yang terjadi, semua harus berjalan. Dan salah satu caranya adalah untuk tetap berlibur akhir tahun meskipun pada akhirnya perencanaan kota-kota seperti Jayapura, Semarang, Bandung, Pangkal Pinang, dan lain-lain itu berubah signifikan menjadi… Jakarta. Deuh.
Nah, lantas apa saja yang harus diperhatikan dan dapat diperbuat dalam rangka liburan akhir tahun di tengah kota Jakarta?
Tur Museum
Jakarta sebagai kota yang terbilang maturitasnya tingkat tinggi, juga dikenal dengan warisan budaya nan tiada duanya. Salah satunya adalah sederet museum yang letaknya tidak saling berjauhan dan bahkan berada di sekitar Jakarta Pusat. Artinya, dalam satu hari saja, kita bisa keliling ke beberapa museum sekaligus menikmati kenangan-kenangan tentang sejarah masa silam kehidupan di Jakarta–yang tambah lama tambah bikin penat itu.
Museum Taman Prasasti (Kompas.com)
Beberapa museum yang dapat dituju antara lain Museum Sejarah Fatahillah, Museum Taman Prasasti, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Kebangkitan Nasional, hingga Museum Sumpah Pemuda dan Museum MH Thamrin. Dua nama yang disebut belakangan bahkan bisa dicapai dengan jalan kaki saja.
Bagaimana? Menarik, bukan?
Tur Mal
Jakarta juga dikenal sebagai kota tempat mal bertumbuh dengan begitu hebat. Mal-mal baru selalu ada dan muncul meski kemacetan di sekitar mal lama sudah begitu padat. Nah, di tengah Jakarta yang mungkin sepi karena musim liburan, sebenarnya kita bisa berkunjung ke beberapa mal penting. Salah duanya adalah Grand Indonesia dan Plaza Indonesia yang depan-depanan serta berdekatan dengan Bundaran Hotel Indonesia. Kata teman saya yang tinggal di Jerman sana, isi Grand Indonesia itu kayaknya satu kota dia di sana. Heuheu.
Kota Kasablanka (Tripadvisor.com)
Selain itu, di tengah Jakarta kita bisa bersua dengan mal-mal unik seperti Kota Kasablanka (Kokas) yang terkenal ngehits, Plaza Senayan yang dikenal dengan jam jogetnya, hingga Mal Taman Anggrek yang punya layar LED berukuran raksasa, mengalahkan ukuran gabungan beberapa lapangan futsal.
Dekat Kantor
Nah, karena ini statusnya adalah disuruh masuk kerja pada saat seharusnya libur, maka penting bagi kita memilih tempat berlibur akhir tahun di tengah kota Jakarta yang dekat dengan kantor. Pemilihan tempat yang dekat dengan Sudirman atau Kuningan dapat menjadi pilihan. Niatnya adalah sepulang kerja tidak perlu ribet lagi naik KRL Commuter Line atau bis atau motor untuk menikmati hidup. Tinggal order yang online-online pada jarak dekat dan kita sudah bisa pura-pura bahagia di tengah kota meski gagal libur ke tempat yang jauh.
Harga Bersaing
Nah, di tengah kota itu apakah berarti harus di hotel nan bagus-bagus dan tinggi-tinggi? Tidak juga! Meski berada di tengah kota, kita bisa kok mendapatkan penginapan dengan harga bersaing. Salah satunya adalah dengan menggunakan RedDoorz. Untuk kepentingan kita yang akan tur museum dan tur mal namun nggak boleh jauh-jauh dari Sudirman dan Kuningan, maka RedDoorz Near Perbanas Jakarta menjadi salah satu opsi yang ciamik untuk dieksekusi.
Saya sendiri adalah pelanggan lama RedDoorz dan sudah berulang kali berhasil menginap di tengah kota Jakarta dengan anggaran yang minimalis tetapi tidur yang maksimal. Saya sudah, bagaimana dengan kamu? Selamat berlibur walaupun nggak jadi boleh cuti, yha. Nikmatilah. Heuheu.
Bitcoin telah menjadi bintang di dunia. Keberadaan cryptocurrency yang satu ini–bersama kripto-kripto yang lain–mulai mengobrak-abrik pasaran di dunia. Posisinya yang belum diregulasi mungkin tidak ubahnya rokok elektrik. Bitcoin dan rokok yang dikenal sebagai vape itu menjadi alternatif dari sekian banyak larangan dan aturan.
Entah kalau kemudian si solusi itu dilarang dan diatur juga. Bitcoin terbilang menggiurkan karena nilai tukarnya yang gila-gilaan. Bagi yang main Bitcoin dari 5 tahun lalu kala 1 BTC masih beberapa juta saja, hari-hari ini sudah kaya raya karena 1 BTC telah tembus 270 juta per pagi hari pada saat posting ini ditulis. Ketika tulisan ini dibaca, nilai tukar Bitcoin bisa 300 juta, bisa turun jauh ke 200 juta. Siapa tahu? Setidaknya sampai editan kesekian, nilainya sudah jatuh ke 240 juta.
Pemberitaan yang terus meningkat dan profil orang-orang yang menuai keuntungan besar dari Bitcoin bikin banyak orang penasaran. Per 1 November misalnya, member bitcoin.co.id itu masih kepala 5, sekarang sudah 7. Artinya 100.000 orang gabung dalam sebulan. Semua berharap keuntungan dari Bitcoin.
Nah, bagi yang ingin terjun meraup keuntungan sebesar-besarnya dari Bitcoin, berikut 5 hal yang harus diperhatikan sebelum terjun ke Bitcoin pada khususnya dan cryptocurrency pada umumnya.
1. Risiko Tinggi
Pada awal November, 1 BTC masih 90 juta. Per Desember sudah diatas 200 juta. Tampak menguntungkan? Ya, baiklah. Saya kasih tahu juga pada mid November 1 Bitcoin Gold (BTG) nyaris 5 juta. Per hari tulisan ini dibuat? 3 juta koma sekian. Atau ketika tulisan ini dibuat BTC nyaris 300 juta, pas tulisan ini diedit nilainya sudah turun 50 juta ke 250-an juta.