All posts by ariesadhar

Auditor Wanna Be, Apoteker, dan Author di ariesadhar.com

Antara Brunswick Square dan Percetakan Negara

Halo pemirsa ariesadhar.com yang saya cintai! *cipoksatusatu*

Mungkin banyak yang suka baca tulisan tentang jomlo di blog ini. Iya, memang banyak. Sebagian diantaranya adalah curhatan pribadi. Sebagian lainnya adalah semata-mata hendak ngenyek jomlo. Iya, jelek-jelek begini saya punya pacar loh!

Terima kasih kepada Rian Chocho yang akhirnya membalas budi terhadap campur tangan saya tujuh tahun yang lalu. Kok terima kasih? Terima kasihnya karena sudah turut serta dalam kenalnya saya dengan seorang gadis yang kemudian secara tiba-tiba ada di seluruh hidup saya. Satu hal yang pertama kali dibilang oleh teman saya yang playboy itu adalah  bahwa gadis itu suka menulis. Otak saya seketika berputar dan berharap bisa kolaborasi nulis buku, laku, lalu kalau poinnya cukup bisa jalan-jalan ke Paris. #loh

Sejak punya pacar, saya nggak pernah men-state secara jelas di blog ini. Siapa sih dia? Bagaimana kami lalu bisa pacaran? Awalnya, saya cuma takut, nanti kalau (amit-amit) putus, saya bakal kerepotan menghapus semua post yang ada namanya dia. Tapi setelah melihat blogger lain dengan pede memperlihatkan kebahagiaan hubungan mereka. Kenapa saya nggak?

Kebetulan, pacar saya sedang sekolah di London. Gile, saya seumur-umur mimpi paling tingginya sekolah di UGM, si pacar malah sudah kuliah di London, di sebuah universitas yang mirip sekolahannya Harry Potter. Iya, memang dekat sama stasiun tempat si Potter berangkat itu loh. Tanah Abang.

*kemudian hening*

Saya merasa sayang saja kalau cerita LDR ini tidak didokumentasikan. Ehm, ngomong-ngomong LDR, kok berasa ditakdirkan akrab dengan LDR ya. Cuma sekali saya nggak LDR, sisanya ada bau-bau LDR. Cerpen saya di buku antologi pertama juga berhawa LDR. Karin, tokoh di cerpen itu, adalah cewek yang LDR sama Barlian. Buku antologi ketiga saya malah judulnya ‘Curhat LDR’. Sudah terang benderang begitu judulnya.

Yah, dalam rangka mengabadikan momen hubungan yang dipastikan tidak mudah ini, maka mari kita sambut segmen baru di blog ariesadhar.com ini. Namanya harus kece kayak pacar saya: Antara Brunswick Square dan Percetakan Negara! Ini mengacu pada tempat kami sehari-hari menghabiskan waktu. Oh iya, dua tempat yang jadi judul itu sama-sama dekat stasiun berawal huruf K. Brunswick Square dekat dengan King’s Cross, Percetakan Negara dekat dengan…

Kramat. Anggap saja setara. *ngampet ngguyu*

So, kalau ada posting yang diawali dengan banner ini:

LDR_Banner

Maka itu cerita kami. Semoga pembaca ariesadhar.com yang terkasih bisa memetik sesuatu, menghina saya (karena LDR), atau apapun asal jangan ngegodain pacar saya, kalau ngegodain saya sih boleh.

Selamat membaca!

Supir APB 04 Yang Ramah

Kantor saya sekarang berada di sekitar Jalan Percetakan Negara. Salah satu angkot yang beredar adalah Angkutan Pengganti Bemo nomor 04 jurusan Salemba hingga Rawasari pulang pergi. Dimulai dari depan YAI (seberang UI), masuk di dekat Sevel, terus lewat Rutan Salemba dan menyusuri Jalan Percetakan Negara sampai habis hingga kemudian sampai di sekitar Rawasari sebelum perempatan bawah tol. Sehubungan dengan kemalasan saya naik motor di Jakarta, jadilah si BG lebih banyak diam. Mobilitasnya jauh menurun dibandingkan waktu saya di Cikarang yang bisa pulang pergi Jababeka Lippo sehari dua kali kalau weekend.

Tidak ada yang istimewa ketika saya menaiki APB 04 ini. Semuanya biasa saja. Supir-supir yang main suruh orang turun di kemacetan rel antara Sentiong-Kramat juga ada. Pokoknya impresinya kalau nggak biasa, ya buruk.

Sampai ketika saya naik APB 04 yang ini.

IMG20140919115119

Dari luar, dia seperti APB 04 pada umumnya. Sampai kemudian di kompleks Bank Mandiri ada sekelompok pelajar turun.

Selanjutnya, Mbohae!

7 Superhero Yang Tidak Bisa Hidup di Jakarta

Anggap saja ini lanjutan postingan tentang superhero yang kemaren. Sudah kira-kira enam bulan saya menjadi penghuni Jakarta. Finally, sesudah bertahun-tahun batal jadi anak Jakarta gegara aneka hal. Pertama, pabrik farmasi Soho menelepon saya pada hari ke-3 saya bekerja di pabrik farmasi lainnya. Kedua, saya nggak jadi masuk Kalbe karena beberapa alasan yang kurang signifikan. Sekarang jadi juga, deh. Nah, karena sekarang sudah jadi penduduk Jakarta, saya kemudian berimajinasi tentang superhero. Ternyata ada beberapa superhero yang walau dipaksakan seperti apapun nggak akan bisa hidup, tinggal, dan berkeluarga di Jakarta.

Kura-Kura Ninja

Kita tahu bahwa Michaelangelo dan kawan-kawan adalah kura-kura yang tinggal di saluran air di bawah jalanan kota. Kita juga tahu bahwa dia diajar oleh guru yang merupakan tikus hasil mutasi. Baik guru dan murid sama-sama hasil mutasi, dan mereka bermutasi ukuran juga. Jadi besar. Nah, sekarang coba dicek di Jakarta itu yang gorong-gorongnya bakal muat untuk tempat hidup seorang Donatello sebesar ini?

teenage-mutant-ninja-turtles-25th-anniversary-collection-20090810015115137

Sementara kita tahu sendiri bahwa ukuran gorong-gorong di Jakarta kira-kira begini:

Selengkapnya, Mbohae!

[Interv123] Creepy Diary 2

Interv123 kembali! Hore! Hore! Entahlah, sejak mewawancarai dua PNS dalam dua edisi Interv123 sebelumnya, tetiba rubrik itu bersikap seperti PNS era Pujangga Baru, makanya lantas vakum. Ehm, sekarang dengan niat teguh kukuh berlapis coklat hazelnut mari kita mulai lagi rubrik kece di blog ariesadhar.com ini. Namanya juga proses return, tentu tamunya nggak boleh sembarangan. So, di Interv123 kali ini kita bertemu dengan seorang penulis buku kondang. Oh, bukan buku tips menjawab kapan kawin ketika ditanya pas kondangan ya, tapi buku bergenre horor. Ehm, saya sih kurang setuju buku dia dibilang horor karena saya justru hampir menangis ketika membaca bukunya, bukannya malah ngeri. Kenapa? Tentu saja karena cerita di bukunya adalah pengalaman sebagai seseorang dengan kemampuan lebih.

BVx_2t7CYAAWzZt
Ayumi yang paling kiri pegang bukunya Kevin 🙂

Yup! Daripada berpanjang-panjang, marilah kita bertemu dengan Ayumi Chintiami. Ayumi adalah penulis buku My Creepy Diary yang beberapa bulan lebih tua daripada Oom Alfa dan sama-sama diterbitkan oleh penerbit kece kami, Bukune. Di saat adiknya Oom Alfa masih dalam tahap awang-awang, Ayumi justru baru saja mengeluarkan buku terbarunya yang berjudul My Creepy Diary 2. Mari kita tanya-tanya dia sekarang.

Halo, Kakak. Kabar baik? Sehat? Kalau sakit, terus beli obat, jangan lupa cek nomor registrasi BPOM-nya ya! #outoffocus

Hai, aku baik sekali. Maaf baru membalas email kamu yang sudah lumutan ini.

Iya, Kak. Nggak apa-apa. Penulis kan sibuk menggalau. Pertanyaan pertama, bagaimana rasanya jadi penulis terus bagaimana juga perbedaanya dibandingkan ketika belum menjadi penulis?

Rasanya beda. Karena ya sekarang lebih punya banyak teman.

Selengkapnya, Mbohae!

Bukan Plagiat, Tapi…

Pagi ini saya ngepet, uhm, nge-Path sih tepatnya. Sedang geser-geser sana-sini, tetiba saya sampai pada sebuah posting yang aneh–menurut saya. Langsung saya buka posting Path itu, lalu saya baca, dan ya benar saja. Benar-benar patah hati. Ini dia postingannya.

Screenshot_2014-09-25-08-11-40 (1)

Kenapa patah hati? Karena konten gambar rePath-an itu adalah sepenuhnya diambil dari tulisan saya ketika jadi pengangguran yang berjudul 97 Fakta Unik Anak Farmasi. Harusnya senang dong, tulisannya di-share? Ehm, iya senang. Tentu saya senang ketika karya saya jadi bahan untuk mengenang dan ketawa, namun satu hal yang kurang adalah gambar yang berisi tulisan copasan itu nggak mencantumkan sumber tulisannya. Ya, memang, ini era bebas. Copas mengcopas adalah hal yang lumrah di dunia internet cepat buat apa ini. Makanya, saya nggak bisa marah, saya hanya bisa patah hati.

Sebenarnya, nggak ada yang diuntungkan disini. Beda dengan sebenarnya.com, yang jelas-jelas melakukan klaim, siapapun yang membuat tulisan ini sama sekali tidak menginginkan keuntungan. Tidak ada nama, dan tidak ada apapun yang ditampilkan, selain tulisan. Saya yakin si pembuat sepenuhnya hanya ingin tertawa. Tapi, plis, bisakah sekadar menulis sumbernya saja? Tulisan saya di beberapa blog juga ada, beberapa bahkan tanpa backlink, tapi tetap saya iyakan tanpa patah hati karena setidaknya menulis nama saya atau menulis alamat blog tempat tulisan aslinya berada. Sebuah tulisan tidak tiba dari langit, even itu tulisan paling kacau sekalipun. Sebuah tulisan butuh proses, sama halnya dengan lagu, dengan lukisan, atau dengan karya lainnya.

Saya juga nggak hendak mencari tahu siapa yang nge-rePath. Nggak penting juga. Toh, nggak ada pihak yang diuntungkan. Sayapun secara langsung tidak dirugikan. Saya cuma ingin teman-teman semua berada pada posisi ketika karya kita beredar tanpa kita tahu, dan tanpa ada apapun yang mengidentifikasikan bahwa itu adalah karya kita. Coba saja rasakan.

Pro Path

Begitu saja. Posting ini tidak sesuai timeline blog ariesadhar.com ataupun blog oomalfa.blogspot.com karena ini memang semata-mata posting patah hati. HEHEHEHE *tertawa pilu*

Oya, selamat hari farmasis sedunia! Saya bangga jadi apoteker, walaupun sertifikat kompetensi saya sudah habis masa berlakunya.

8 Superhero Yang Tidak Boleh Hidup di Indonesia

Superhero adalah sesuatu yang terkenal, tapi umumnya di Amerika atau Jepang. Kadang heran aja, kenapa yang ingin menguasai dunia itu turunnya di Amerika, kok bukan di Johar Baru saja. Pasti ada pertimbangan tertentu, selain pertimbangan biaya syuting. Yah, setelah dipikir-pikir, hidupnya para superhero itu kadang pelik, dan saking peliknya ada beberapa superhero yang ternyata tidak boleh hidup di Indonesia karena berbagai alasan. Tulisan ini mengacu pada stok superhero dalam superherodb.com. Siapa saja mereka?

Power Rangers

Dari edisi manapun, Power Rangers dilarang keras hidup di Indonesia. Oh, termasuk dalam hal ini Ultraman juga sih. Kenapa coba Tommy, Billy, Trini, Kimberly, dan kawan-kawan nggak boleh hidup di Indonesia? Sederhana saja, kalau lagi melawan musuh-musuhnya, Power Rangers akan berantem sampai akhirnya membuat robot besar melawan monster yang juga membesar. Pertarungannya terjadi di tengah kota, bukan tengah hutan. Otomatis, gedung-gedung bakal hancur.

download

Nah, disini masalahnya. Sila cek ke KPK, berapa banyak tersangka korupsi yang berkorelasi terhadap proyek dan pengadaan barang serta jasa terkait PP No 54 tahun 2010 dan PP No 70 tahun 2012. Ketika gedung-gedung itu hancur, maka otomatis butuh proyek lagi untuk membangunnya, dan itu berarti ada potensi penyalahgunaan pengadaan, apalagi kalau proyek itu didasarkan pada bencana. Ya, kali saja demi kepentingan proyek, bangunan yang hancur karena terhantam monster yang habis ditinju, dianggap sebagai dampak bencana. Dengan begitu, ada beberapa bagian dari proyek pengadaan yang dipercepat dan bisa menyebabkan kerugian negara. Saya yakin, kalau Power Rangers berantem dengan monster, mafia-mafia proyek pasti bertepuk tangan karena itu berarti mereka bakal dapat proyek lagi. Kemungkinan juga, pejabat pengadaan yang polos dan nggak salah apa-apa bisa kejeblos ke penjara, sementara sutradara dan orang yang memperoleh keuntungan besar lantas bebas berkeliaran. Gara-gara Power Rangers!

Mbohae!

7 Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Oleh Pelaku Cinta Diam-Diam

Selamat pagi ataupun siang ataupun malam para khalayak ramai pecinta penggalauan. Selamat datang kembali di blog ariesadhar.com yang menyajikan aneka cara nggerus yang baik. Sesudah kemarin sempat membahas tentang beberapa tanda bahwa cinta diam-diam ketahuan, maka sekarang mari pembahasan dilengkapi dengan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pelaku cinta diam-diam. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa proses cinta diam-diam bisa berlangsung lama dan bisa dinikmati dengan indah oleh para pelakunya.

silent-love

Yah, mungkin sepertinya cinta diam-diam itu nggak ada indah-indahnya sama sekali. Akan tetapi, para pelaku pasti tahu alasan yang jelas untuk melakukan aktivitas paling mengenaskan sejagat raya itu. Saya sebagai mantan pelaku tentu saja menghormati hak-hak pelaku cinta diam-diam, dan untuk itu turut serta berbagi beberapa pantangan berikut.

1. Menyatakan Cinta

Sudah jelas bahwa yang kita bahas disini adalah kegiatan miris bernama cinta diam-diam. So, agar kegiatan itu tetap bernama cinta diam-diam, maka larangan yang paling utama adalah menyatakan cinta, walaupun menyatakan pendapat itu dilindungi oleh Undang-Undang Pilkada. Soalnya, kalau kamu menyatakan cinta, maka cinta itu nggak jadi diam-diam lagi. Itu menjadi cinta yang diungkapkan. Bukan apa-apa, perlakuan dan kenikmatannya beda. Bagi pelaku cinta diam-diam, bahagia itu lebih sederhana. Sesederhana orang yang dicintai mengirim WA, padahal itu di grup WA. Bahagia itu sesepele melihat orang yang dicintai sedang makan di sebuah restoran bersama dua istri dan tiga belas cucu. Sekali lagi, kalau memang ingin cinta diam-diam, ya nggak usah diungkapkan!

Mbohae!

Kembali Bersama Pelangi

“Bagi yang pernah tinggal di Jogja, setiap titik adalah romantis.”

Rio tersungging membaca sebait kalimat yang tertulis di urutan 123 Fakta Unik Mahasiswa Jogja itu. Sebuah bacaan yang menarik sebelum menaiki penerbangan pagi menuju sebuah kota yang setiap titiknya adalah romantis. Rio sepakat dengan kalimat itu, tentu saja karena dia menghabiskan 7 tahun penuh cerita di Jogja. Kisah yang akan segera disambutnya seiring panggilan boarding yang paralel disertai flight mode untuk ponselnya. Tentu saja Rio tidak dapat membaca ariesadhar.com dari dalam pesawat.

Tidak butuh waktu yang cukup lama untuk mencapai Jogja. Bahkan jika penerbangannya adalah malam hari, waktu menanti terbang karena antrian pesawat justru lebih lama daripada terbang itu sendiri. Untungnya Rio menaiki penerbangan pagi yang masih lancar. Lima puluh menit lamanya waktu sejak roda pesawat beranjak dari landasan Soekarno Hatta hingga kemudian mata Rio bisa menyaksikan Stadion Mandala Krida dari jarak yang tidak jauh.

Mandala Krida
Mandala Krida

Selamat datang, kenangan!

Mbohae!

5 Kebiasaan Unik di Grup WhatsApp

pablo (4)

WhatsApp. Siapa yang kenal istilah itu sekarang? Hampir semua orang punya smartphone, dan aplikasi WhatsApp adalah aplikasi wajib yang terinstall di telepon pintar tersebut. Aplikasi besutan Brian Acton dan Jan Koum ini kemudian menjadi sangat jamak digunakan. Okelah ada Line atau Kakao yang iklannya begitu masif, apalagi soal stikernya, tapi nyatanya WhatsApp tetap menjadi pilihan. Menurut saya, pilihan WhatsApp adalah karena dia menjadi pemain pertama di aplikasi chatting lintas platform. WhatsApp awalnya dibuat untuk iOS, dan kemudian merambah ke Android dan lainnya. Apalagi, pada saat yang sama Blackberry masih asyik dengan ide eksklusivitas BBM. Jadilah, WhatsApp menjadi solusi chatting bagi pemilik BB dan ponsel lainnya.

whatsapp-logos-1024x795

Salah satu fenomena yang kemudian menjadi relevan adalah grup WhatsApp. Sekarang orang-orang sekantor pasti punya grup WhatsApp. Grup WhatsApp juga digunakan oleh rekan-rekan segenerasi. Ada grup WhatsApp yang isinya adalah eks murid TK Pertiwi tahun 1976. Ada grup WhatsApp yang isinya orang-orang yang tumbuh dan besar di Kampung Ngadirejo. Ada grup keluarga besar Ompung Raja. Ada juga grup WhatsApp berisi mantan-mantan seorang gadis yang sama. Bahkan, semacam terlalu over, grup WhatsApp itu menjadi sangat banyak tergantung keperluan. Grup orang kantor berisi level manajer sampai OB, dibuat oleh bos untuk tujuan kemudahan komunikasi. Pada saat yang sama, para level kroco kemudian membuat grup WhatsApp sendiri untuk nge-share guyonan garing hingga gambar PNS Bandung yang ternyata bukan PNS, bahkan juga bukan CPNS.

Mbohae!

65 Tips Lulus Tes CPNS

Berita besar hari-hari ini adalah pembukaan lowongan CPNS. Gawean besar setahun sekali yang melibatkan puluhan ribu warga negara Indonesia yang akan mengisi ribuan formasi Pegawai Negeri Sipil di berbagai tingkatan baik itu Kementerian, Lembaga, hingga Pemerintah Daerah. Menjadi isu ketika Pak Jokowi mau menetapkan efisiensi, sehingga boleh jadi bukaan massal ya tahun ini. Kita nggak tahu ke depannya bagaimana, kan? Cuma memang, dari sisi jumlah orang yang pensiun juga banyak. Setidaknya akan tetap ada bukaan CPNS dalam rangka menutup formasi yang pensiun itu. Hmmm.

CPNS2

Nah, dalam rangka membantu teman-teman sekalian yang pengen banget jadi abdi negara, maka berikut saya rangkum beberapa tips yang sudah terbukti dan sudah teruji oleh teman-teman saya sehingga mereka bisa lolos jadi Pegawai Negeri Sipil. Apa saja? Ini dia!

1. Pada saat pendaftaran, gunakan foto terbaru, bukan foto bayi, apalagi foto mantan

2. Oh, apalagi pakai foto pacarnya mantan yang lebih cakep dari kamu. It’s a big NO!

3. Selalu update pada informasi yang ada di situs resmi institusi yang diminati karena informasi sangat dinamis

4. Kalau diminta daftar online, daftarlah secara online, jangan datang ke institusi sambil bilang, “dulu Kakek Buyut saya dirjen disini”

5. Atau datang sambil bawa Om-Om pengangguran botak berkumis yang ngaku kenal sama Kepala Dinas. Basi, cuy!

Mbohae!