Traveling ke Malaysia dengan budget yang murah memang cukup menyenangkan, bukan? Terlebih lagi, kamu bisa pamer ke teman – teman media sosial kalau kamu bisa traveling ke luar negeri. Bahkan, mendapatkan tiket murah ke Malaysia pastinya akan sangat membanggakan. Percaya deh! Siapa yang tidak suka dengan harga diskon, promo atau tiket murah tanpa banyak syarat yang ribet. Terlebih lagi, kalau sudah termasuk gratis kabin atau bagasi dan tidak ada lagi minimum pembelian. Pastinya kalau tidak cepat – cepat di beli akan sangat disayangkan. Kapan lagi bisa jalan – jalan ke luar negeri dengan tiket pesawat murah?
Apapun alasan kamu untuk pergi ke Malaysia, tiket pesawat terbang murah memang sangat melegakan. Untuk bisa mendapatkannya, kamu bisa mempraktekkan beberapa tips berikut ini.
Cari alternatif bandara kedatangan lainnya
Buat kamu yang belum mendapatkan tiket murah dari Jakarta ke Kuala Lumpur, kenapa tidak memilih bandara lainnya. Di Malaysia sendiri ada satu lagi bandara Internasional yang cukup terkenal, yakni Penang. Bahkan, banyak juga promo tiket murah dari Indo ke Penang, Malaysia. Lagipula, kamu juga bisa berjalan – jalan terlebih dahulu di Penang yang terkenal akan tempat berobat paling murah. Walaupun begitu, masih banyak tempat wisata yang bisa dinikmati di Penang.
Selain Penang, ada juga bandara Internasional Kuching yang berada di Serawak. Memang bandara ini berada di pulau Malaysia sebelah timur, namun kota Serawak juga tidak kalah menarik dibandingkan kota lainnya di Malaysia. Terlebih lagi, buat kamu yang hanya ingin sekedar travelling.
Sumber: Pecels
Bandingkan harga sekali pergi dengan pulang pergi
Kebanyakan tiket promo ke Malaysia pastinya include pulang pergi. Namun buat kamu yang masih tidak ada uang, bisa memakai cara yang cukup tricky yang satu ini. Dibandingkan harus beli tiket pesawat pulang pergi, coba beli tiket sekali jalan. Kebanyakan promo ada pada tanggal – tanggal keberangkatan tertentu.
Coba kamu lakukan pemesanan tiket pesawat ke Malaysia sekali pergi saja, tapi dilakukan dua kali dengan pemesanan yang berbeda. Saat ada promo, langsung pesan tiket keberangkatan dari kota tujuan ke Malaysia, dengan harga terendah. Untuk tiket pulang bisa dilakukan di lain hari kalau ada promo lagi, itung – itung kamu juga bisa menabung.
Dibandingkan dengan menggunakan fitur tiket pulang pergi. Coba deh! Rasakan berapa selisih yang kamu dapatkan dengan cara di atas.
Memilih tanggal keberangkatan yang fleksibel
Tanggal keberangkatan adalah sesuatu yang sangat krusial dan menjadi penentu akan harga tiket pesawat ke Malaysia. Contohnya, kamu ingin menghabiskan liburan lebaran di Malaysia dan memesan tiket menjelang lebaran, pastinya harganya melambung tinggi. Bahkan H-7, harga tiket pesawat akan terus melambung. Namun tidak perlu khawatir, kamu masih bisa mendapatkan tiket murah, asalkan memilih tanggal keberangkatan yang fleksibel.
Buat kamu yang tidak suka ramai, bisa memilih tanggal setelah lebaran atau hari besar lainnya. Harganya juga jauh lebih murah. Selain itu, jangan pilih penerbangan pada tanggal – tanggal sibuk atau libur panjang. Lebih baik, kalau kamu mengambil cuti beberapa hari untuk menikmati liburan dan mendapatkan tiket penerbangan murah ke Malaysia.
Jangan lupa langganan email update dari maskapai penerbangan
Agar kamu tidak ketinggalan informasi akan tiket promo dari maskapai penerbangan, jawabannya hanya satu, yakni berlangganan email update dari maskapai penerbangan tersebut. Terlebih lagi, sekarang sudah jamannya gadget, di mana smartphone kamu menjadi platform terbaik mendapatkan updatean tiket promo.
Gunakan kekuatan media sosial
Banyak sekarang akun media sosial yang menawarkan tiket promo pesawat murah. Nah, hal ini pas untuk kamu yang jarang membuka email dan memang tidak suka dengan email spam. Coba follow aja beberapa akun media sosial yang menawarkan tiket – tiket pesawat murah. Bahkan tidak hanya tiket pesawat murah saja, ada banyak informasi unik akan travelling yang bisa kamu dapatkan. Jangan lupa pantengi dan kalau bisa aktifkan notification. Dengan begitu, kamu tidak akan ketinggalan lagi mendapatkan tiket pesawat murah untuk travelling ke Malaysia. Bagaimana menarik, bukan?
Hidup itu kadang aneh-aneh saja. Pertengahan 2011, saya lagi kurang kerjaan main ke Grand Cikarang City sama Pak Agung. Eh, begitu sampai ke GCC, lagi ada penawaran menarik soal rumah. Pada usia 24 tahun itu segalanya lantas terjadi begitu cepat. Desember 2011, saya mulai nyicil KPR sebuah rumah di Cikarang.
Waktu itu, niat suci mulianya–karena ketika itu saya sudah punya pacar yang sama selama bertahun-tahun–rumah itu ya buat tempat tinggal sesudah menikah. Apa daya, sebulan sesudah akad KPR, malah putus. NGOAHAHAHAHA. Asem tenan, og. Eh, ya kalau sekarang sih disyukuri saja. Namanya juga hidup.
Jalan nasib kemudian malah membawa saya pindah kerja ke Jakarta. Kemudian ketemu Mama Isto, lantas ada Isto, dan ya seterusnya sampai sekarang. Cicilan rumah itu tetap jalan tapi pada akhirnya tidak bisa saya huni karena jaraknya ke Jakarta yang terlalu jauh.
Sesudah lewat periode perjanjian untuk tidak ditempati orang lain, rumah itu kini tengah ditempati seorang prodiakon, melalui perantaraan ketua lingkungan yang notabene adalah teman saya sebelah kamar waktu di kos Kedasih dulu. Jadi, rumah itu ada di lingkungan dia. Ya, sudah, daripada jadi sarang ular karena ditinggal ke Jakarta, maka rumah itu sekarang dipakai juga.
Hingga akhirnya, karena keperluan untuk kredit lagi, maka rumah yang itu mau tidak mau harus saya lunasi. Untunglah istri dapat proyek besar dan kemudian saya juga berhasil nabung sedikit-sedikit via Reksadana hingga akhirnya terkumpul sejumlah uang untuk bisa melunasi rumah itu.
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pelunasan KPR melalui Bank Tabungan Negara alias BTN. Semoga dapat membantu.
Perhatikan Bunga
Saya selalu memantau sisa hutang tiap tahun karena harus dilaporkan ke LHKPN-nya KPK. Walhasil, setiap tahun saya sadar bahwa hutang saya nggak berkurang banyak. Ya, bayangkan saja, dari total hutang 70 juta per November 2019 alias sudah 2/3 jalan saya tetap kudu bayar 30 jutaan.
Jadi, memang saya ambil cicilan flat alias bunga anuitas. Nah pada skema ini, dari proporsi flat itu sebagian besar di awal adalah bayar bunga. Jadi dari 800 ribu, itu awal-awal paling 100 ribu saja pokok yang terpotong. Sisanya 700 ribu adalah bunga. Rugi? Ya, iyalah. Tapi namanya miskin, diterima saja.
Pada posisi kemarin, saya melunasi di pokok sekitar 600-an sehingga bayar bunganya 100-an. Sebenarnya ya terlambat, sih. Tapi lagi-lagi, nggak apa-apa.
Buat yang bunganya anuitas, saran saya kalau ada uang lebih segera lunasi saja daripada nyesel. Kalau lagi ada uang kaget, bisa juga bayar kalau nggak salah 5 kali dan itu bisa mengurangi periode KPR.
Bisa Bayar di BTN Mana Saja
Saya sekarang tinggal di Tangsel, jadi ya daripada jauh-jauh ke Bekasi, saya coba bertanya dulu ke Tangsel bisa pelunasan atau tidak. Untungnya bisa. Tapi harus diperhatikan bahwa untuk pengajuan pelunasan hanya bisa dilakukan tanggal 1-15 bulan berjalan. Kalau diajukan tanggal 17, baru bisa proses bulan depannya.
Nanti kita isi form dulu semacam pernyataan akan bayar di cabang tertentu. Dalam sehari, akan diproses dan hari selanjutnya sudah bisa dibayar. Model pembayarannya adalah pendebetan dari buku tabungan. Jadi, kalau memang dari Reksadana, ya dipindahkan dulu ke BTN.
Catatan Khusus di BTN Tua
Sesudah lunas, saya kemudian ke Bekasi. Awalnya saya pikir tinggal ambil. Eh, ternyata ini kan cabang besar minta ampun, tua pula. KPR sampai ke ujung Babelan sana ya ke Bekasi. Heuheu. Jadi, tidak semudah itu. Pada hari pertama saya mruput Serpong ke Bekasi hanya untuk mendapatkan informasi bahwa dokumen berupa sertifikat bisa diambil dua hari lagi.
Nah, hari ini meskipun mumet saya datang lagi ke Bekasi. Mruput lagi, tapi demi harta kekayaan harus ditempuh karena ada keterangan “kalau diambil tidak pada hari perjanjian bakal lebih lama”.
Oya, beberapa dokumen yang harus dibawa adalah buku tabungan asli, ATM asli, KTP asli, kartu keluarga asli, buku nikah asli (ini agak diskriminatif, lha kan saya nggak punya buku nikah, adanya sertifikat), bukti pembayaran asli juga.
Tidak perlu difotokopi di luar, cukup di koperasi BTN saja, persis di dalam ruangan pengambilan sertipikat. Ya, mahal, sih, tapi saya anaknya mager.
Dan untuk cabang tua ini datanglah pagi karena datang pagi saja sudah dapat nomor 21. Asli, banyak juga yang akhirnya melunasi rumahnya. Saya jadi ikut terharu.
Masih HGB
Patut diingat kita beli rumah dari developer dan PT tidak bisa SHM tanah sehingga ketika dipecah-pecah ke satuan kecil jatuhnya adalah masih HGB. Bisa kok langsung ditingkatkan jadi SHM. Semua syarat sudah diberikan bank, dan koperasi mereka juga bisa membantu mengurusnya. Hanya saja, saya masih terkendala PBB. Berhubung HGB-nya habis 20 tahun lagi, jadi tak bernafas dulu. HGB dulu lah 1-2 tahun ini, nanti baru saya tingkatkan statusnya. Kalau ingat.
Sejujurnya, meski tidak punya keterikatan batin yang cukup kuat dengan rumah itu, tapi rumah itu tetaplah rumah pertama saya. Yang dicicil dengan setengah mati apalagi ketika saya mengalami penurunan income drastis saat keluar dari swasta.
Perjalanan ke luar kota merupakan sebuah hal yang menyenangkan. Namun kadang ya ada juga perjalanan ke luar kota yang jadinya begitu melelahkan. Tentu hal ini sangat dipengaruhi dari jenis kendaraan yang kita pilih untuk menempuh perjalanan jarak jauh dari satu kota ke kota lainnya. Untunglah, kini telah tersedia banyak pilihan untuk kita yang ingin melakukan perjalanan ke luar kota.
Salah satu pilihan tepat bila ingin menempuh perjalanan jauh dari satu kota ke kota lainnya adalah dengan menggunakan jasa shuttle atau travel yang kini sudah banyak tersedia di berbagai kota. Salah satu travel yang banyak menjadi sorotan ialah travel Cititrans yang melayani berbagai rute dalam negeri. Bahkan apabila ngin membeli tiket travel Cititrans Fatmawati, Kita juga akan dengan mudah menemukannya melalui berbagai situs online travel agent. Kira-kira apa saja ya kelebihan dari travel Cititrans dan mengapa kini travel Cititrans banyak menjadi pilihan masyarakat yang akan bepergian ke luar kota?
Kenyamanan yang Ditawarkan
Salah satu penyebab kini Cititrans banyak menjadi pilihan masyarakat ialah kenyamanan yang ditawarkan oleh pengelola travel tersebut. Apabila kita memutuskan untuk naik travel menuju ke kota lain, tentu kitatak perlu capek-capek lagi untuk menyetir ataupun memikirkan jalan mana yang harus dilewati.
Mobil Sangat Nyaman
Berdasarkan pengalaman menggunakan travel Cititrans, salah satu kenyamanan yang paling terasa ialah mobil yang digunakan sangat nyaman dan juga terawat. Poin ini merupakan sebuah nilai tambah yang sangat penting untuk menjadi bahan pertimbangan karena perjalanan ke luar kota yang biasanya memakan waktu berjam-jam tentu membuat kita lelah. Bila kita menggunakan jenis kendaraan di mana kita dapat merasakan kenyamanan, tentu hal ini merupakan sebuah nilai tambah tersendiri.
Kursi Tidak Berdesakkan
Berbeda dengan jenis travel lain yang biasanya membuat penumpang merasa berdesakan, travel Cititrans menawarkan pengalaman yang lain. Apabila menaiki travel Cititrans, kita akan merasakan bahwa travel ini memiliki kursi yang sangat lega dan cocok untuk kita pilih sebagai partner perjalanan. Kita dapat merasakan bahwa kursi satu dan lainnya tidak terlalu berdesakkan dan masih memungkinkan untuk beristirahat selama dalam perjalanan.
AC Dingin
Kenyamanan perjalanan kita biasanya juga ditentukan oleh pendingin ruangan yang terdapat pada mobil yang ditumpangi. Menggunakan travel Cititrans merupakan sebuah keuntungan tersendiri karena kita akan merasakan kenyamanan karena pendingin ruangan yang sangat dingin dan membuat kita tak merasa begitu lelah selama dalam perjalanan.
Beberapa kenyamanan tersebut ditulis berdasarkan pengalaman menggunakan travel Cititrans untuk rute antar kota. Bila kita merasa lelah untuk menyetir mobil sendiri ataupun malas untuk memilih kendaraan umum lain yang biasanya kurang nyaman untuk para penumpang, maka travel Cititrans dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan cerdas untuk kita yang ingin bepergian ke luar kota.
Berbeda dengan travel lain yang hanya memiliki fasilitas yang terbatas, Cititrans selalu berusaha untuk menjadi selangkah lebih maju dengan memberikan berbagai fasilitas lengkap untuk para penumpang. Tentu fasilitas ini diberikan semata-mata untuk menjamin kenyamanan penumpang selama dalam perjalanan ke luar kota bersama dengan Cititrans.
Charger Untuk Setiap Seat
Charger kini telah menjadi seperti kebutuhan pokok untuk sebagian besar kalangan. Katanya kebutuhan pokok manusia zaman now ada 4 yakni sandang, pangan, papan, dan colokan. Demi menjamin kebutuhan dan kenyamanan para penumpang, Cititrans telah membekali seluruh seat pada armadanya dengan charger USB yang dapat digunakan oleh penumpang. Cara ini juga sangat diapresiasi oleh para penumpang yang merasa sangat terbantu dengan fasilitas ini.
Jadwal Sangat Fleksibel
Kenyamanan lain yang akan diperoleh oleh para penumpang ialah jadwal travel Cititrans yang sangat fleksibel sehingga sangat memungkinkan bagi para penumpang untuk memilih jadwal sesuai kebutuhan tanpa takut membuang waktu sekedar untuk menunggu travel datang.
Seluruh kenyamanan dan fasilitas tersebut juga diimbangi dengan harga terjangkau yang ditawarkan oleh pihak penyedia travel Cititrans. Untuk rute perjalanan ke luar kota, dijamin seluruh penumpang akan mendapatkan harga terbaik dan tingkat pelayanan terbaik yang akan dirasakan oleh seluruh penumpang. Agar kita tak lelah ketika bepergian keluar kota, pastikan bahwa kita memilih travel Cititrans sebagai partner perjalanan kita.
Saya ini memang agak ndeso. Bagaimana tidak, ketika istri saya sudah naik pesawat ke luar negeri pada masa remajanya di ITB karena mengikuti kompetisi paduan suara di Eropa, saya ya begini-begini saja. Punya paspor saja baru umur 28 tahun! Kalau ketahuan Rhenald Kasali, saya mungkin bisa dianggap korban disrupsi.
Ya, namanya manusia, rejekinya memang masing-masing. Untuk menaikkan kelas, maka pada usia yang baru 2,5 tahun kurang, anak lanang semata wayang sudah kami bikinkan paspor. Keren, kan? Emaknya punya paspor jelang umur 20, bapaknya jelang umur 30, anaknya baru lepas 2 tahun. Heuheu.
Eh, tapi jelek-jelek begini, saya bukannya nggak pernah memanfaatkan paspor itu. Cuma, agak lucu saja ketika saya sebenarnya sudah pernah pergi ke 2 negara namun tidak melalui jalur udara. Sesuatu yang sebenarnya juga jarang-jarang terjadi, kan?
Pertama dan kedua kali saya ke luar negeri itu adalah ke Singapura, via Batam. Jadi ya jalurnya laut. Balik hari pula. Pergi pagi buta, pulang menjelang petang. Negara kedua malah lebih absurd lagi karena terjadi ketika saya sedang tugas di Atambua. Jadi, saya ke Timor Lester-nya dengan…
…jalan kaki. Malah kelakuan teman-teman bikin saya sempat membuat rekor: menutup pagar batas negara yang memang sudah seharusnya tutup pada pukul 17.00 WITA.
Kesempatan untuk ke luar negeri pakai pesawat akhirnya datang beberapa waktu yang lalu. Kebetulan, teman dekat istri ketika kuliah di Inggris melangsungkan pernikahan. Lokasinya? Di HONG KONG. Jadi, kami kondangan ke Hong Kong, gaes. Kurang pura-pura kaya apa lagi itu? Saya selama ini cuma kondangan Jakarta-Jogja, Jakarta-Palembang, atau Jakarta-Surabaya sebenarnya juga takjub kok pada akhirnya malah kondangan ke Hong Kong.
Akan tetapi, bagaimana mungkin seorang PNS jelata bisa kondangan ke luar negeri dengan gaji yang segitu-gitu aja? Untunglah, saya kemudian ingat pada AirAsia!
Sumber: Annual Report 2018
Ketika lagi kesusahan tapi harus pergi, saya selalu kembali mengingat masa-masa silam ketika untuk bisa mudik itu susah sekali ongkosnya. Kalau sekarang, ongkos masih bisa dijangkau tapi cutinya yang terbatas. Jadi, seumur-umur saya naik pesawat, penerbangan ke-6, 7, dan 12 itu menggunakan AirAsia.
Ketiga perjalanan itu masing-masing terjadi pada tahun 2006, 2007, dan 2008. Saya ingat sekali bahwa pada tahun 2006 dan 2007 itu, AirAsia adalah opsi terbaik dari sisi finansial dan kenyamanan. Maka, ketika harus balik ke Jogja dari praktek lapangan di Depok, pilihannya juga AirAsia.
Ini fotonya. Ya, kira-kira 20-30 kilogram yang lalu.
Sumber: Kenangan Kala Kurang Gizi
Melalui situsweb AirAsia atau juga dengan mengunduh serta install aplikasi AirAsia pada gawai, banyak pilihan tiket penerbangan bisa diperoleh. Apalagi tujuannya ke Hong Kong. Pasti ada.
Kebetulan, istri sudah beberapa kali dinas baik ke Kuala Lumpur maupun ke Filipina, seringnya ya pakai AirAsia juga. Kalau istri saya sudah merekomendasikan, apalah saya yang patokan kenyamanannya adalah bis malam ini.
Bahkan kalau gabung dengan AirAsia BIG Loyality dan jadi member AirAsia BIG bisa dapat informasi promo lebih awal lagi. Poin juga diperoleh ketika kita beli tiket AirAsia, menginap di Tune Hotel, atau juga ketika booking hotel di AirAsia GO. Kumpulan poinnya bisa ditukar dengan tiket AirAsia lagi, voucher hotel di AirAsia GO, hingga aneka merchandise AirAsia lainnya.
Salah satu yang istimewa dari situsweb AirAsia adalah informasi tanggal dan harga dalam satu interface. Selain itu, informasi yang tidak kalah penting adalah ini:
Tiket sudah dibeli dan kami kemudian bersiap. Persiapan paling penting tentu meninggalkan Isto. Ya, bukannya mau bulan madu, tapi menurut kami membawa bocah belum 2 tahun ke luar negeri itu bukanlah ide yang menarik. Baru jalan ke Jam Gadang saja sempat muntah, beberapa bulan sebelumnya. Walhasil, dengan segala hormat dan maaf, si bayi kami titip ke Eyangnya.
Penerbangan yang kami ambil adalah malam hari. Jadi, pagi sampai sorenya masih kerja dulu. Dengan kelelahan pasca bergelantungan di KRL dan lantas di kantor kena semprot bos orang lain, sampai di rumah hitungannya sudah lemash. Tapi kan sekali tiket dibeli, pantang pulang. Apalagi, ini adalah kesempatan perdana saya pergi ke luar negeri naik pesawat terbang setelah sebelumnya hanya naik kapal dan…
…jalan kaki. Duh.
Kami agak santai karena sudah check in melalui aplikasi AirAsia. Pengalaman sehari-hari memang bikin saya cenderung lebih suka check in di aplikasi karena kita tidak tahu seperti apa wujud manusia yang bergabung bersama kita di antrean nanti. Toh, nggak bawa bagasi dan nggak harus print boarding pass yang bagus untuk dipertanggungjawabkan ke kantor juga.
Satu hal yang keren bagi saya dari AirAsia adalah efektivitas proses boardingnya. Jadi, antrian untuk boarding sudah dipersiapkan dan bahkan penumpang sudah bisa mengantri ketika pesawatnya bahkan masih di sekitar Kepulauan Seribu! Padahal, prosedurnya kan sesudah penumpang turun dan sebelum penumpang berikutnya boarding, harus ada pembersihan.
Saya sendiri karena sering kerja lewat bandara, jadi agak paham dengan urusan ini. Makanya, ketika saya pantau via Flight Radar bahwa pesawatnya masih di langit, saya santai saja beli minum. Eh, begitu balik antriannya sudah panjang.
Ketika pesawat kemudian merapat ke Terminal 3, tidak butuh waktu lama untuk penumpang berikutnya bisa masuk. Saya penasaran, dong, pada kebersihan pesawatnya. Begitu saya cek, ternyata bersih sebagaimana mestinya. Tampaknya penerbangan ini akan benar-benar membahagiakan.
Tengah malam, pesawat mendarat dengan mulus di Kuala Lumpur, kota transit AirAsia selain Don Mueang. Saya sih memang mencari KL karena kota ini kan rumahnya AirAsia. Jadi, sekalian mau lihat-lihat.
Begitu masuk ke gedung terminal, saya langsung terharu. Akhirnya saya bisa naik pesawat ke luar negeri. Sebuah achievement yang sebenarnya mudah dicapai banyak orang, bahkan cenderung biasa saja, tapi ya untuk saya yang pertama ini tentu istimewa.
Suasana di KL
Bandara transit di KL terbilang memiliki penataan ruang yang efektif. Crowded-nya paling ketika di depan toilet saja. Ya, namanya juga penumpang transit pasti yang dicari adalah toilet.
Guna menghadapi perjalanan yang lebih jauh–dari KL ke HK–maka saya dan istri sudah menyiapkan diri dengan order makan di dalam pesawat. Lumayan, harganya ya tyda mahal-mahal amat.
Kenapa harus pre-book? Karena harga di langit punya kemungkinan berbeda tergantung kode penerbangan. Sebagai gambaran saya ambil dari situsweb AirAsia sendiri bahwa untuk kode QZ harga menu yang disebut sebagai Santan ini hanya Rp36.900. Masih lebih mahal konsumsi rapat bagi PNS tingkat pusat yang Rp47.000,- pada tahun 2019. Atau ya setara order makanan pakai ojek online plus ongkos kirimnya. Kalau ngirim ke langit kan nggak mungkin semurah itu, dong?
Perjalanan ke Hong Kong kami tempuh juga dengan bahagia. Begitu langit sudah terang, kami mendapati bahwa dalam beberapa saat lagi akan segera sampai di Hong Kong. Gaes, bayangkan perasaan saya yang jarang dolan ini begitu menjejakkan kaki pada negara di luar Asia Tenggara. Terharu juga. Ya, ndeso memang. Tapi akibat perjalanan ini, saya sudah meniatkan diri untuk lebih sering cari uang demi bisa dolan ke luar negeri dan untuk itulah Isto kami buatkan paspor. Supaya nggak kena disrupsi, gitu.
Yes, kami akhirnya sampai di Hong Kong. Bersiap menghadapi ketidaktahuan atas lokasi penginapan dan aneka perkara lain. Tapi yang penting kan dihadapi berdua. Tsah.
Baru sampai dan pastinya belum mandi
AirAsia di Indonesia sendiri semakin menarik karena per 2019 juga menyediakan penerbangan ke Sorong, Lombok, dan Labuan Bajo. Dan, serius, tarif Jakarta ke tiga destinasi tersebut sungguh sangat kompetitif–menurut saya. Jadi, Labuan Bajo yang tadinya terasa jauh bisa mulai ada perubahan untuk sedikit lebih dekat. Minimal, dekat di kantong.
Oh, iya, sesudah penerbangan ke Hong Kong itu tadi, dua pekan kemudian tanpa dipaksa saya naik AirAsia lagi. Kali ini, ketika pulang dinas di Denpasar, hendak menuju Solo terlebih dahulu. Pegawai kayak saya memang suka begitu nasibnya. Sudah punya agenda cuti bagus-bagus, eh, di tengah-tengah dikasih kegiatan wajib ikut. Jadi, ya sudah dari kegiatan di Denpasar saya akhirnya bablas ke Solo untuk jadi bapak baptis dari keponakan saya, Gabriel.
Sampai saat ini, saya sudah terbang 6 kali dengan AirAsia dan itu berkaitan dengan 6 bandara yang berbeda-beda yakni di Jakarta, Padang, KL, Hong Kong, Denpasar, dan Solo.
AirAsia pada tahun 2018 secara total mengoperasikan 24 armada pesawat dan telah mengangkut 5,2 juta penumpang alias naik 13 persen dari tahun sebelumnya. Tingkat keterisian juga meningkat pada setiap periodenya. Soalnya, saya sebagai penumpang juga ngeri lho kalau pesawat kosong. Takut nggak ada lagi rutenya. Heuheu.
Pada 17 Juli, AirAsia meraih Juara Dunia kesepuluh kalinya di Skytrax dan sebulan kemudian AirAsia Indonesia menuntaskan audit keselamatan operasional IATA. Dua poin ini juga menunjang kepercayaan saya sebagai calon pelanggan pada kinerja AirAsia. Penumpang kalau nggak percaya sama maskapai ya bisa berabe, kan?
Demikianlah kiranya saya terbantu untuk Bahagia Bersama AirAsia. Setidaknya, diawali dengan bantuan AirAsia, saya bisa berfoto di tempat yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya ini…
Lomba blog masih ada dan masih banyak. Setelah kemarin-kemarin kalah, tentu tidak ada salahnya mencoba lagi pada ajang-ajang lainnya. Yuk!
Lomba Blog Cheria Holiday #9
Tema: Nge-Blog tentang Australia
Deadline: 2 Desember 2019
Hadiah:
Wisata Halal Singapore-Melaka-Singapore dengan kapal pesiar (termasuk tiket pesawat) dan uang saku untuk 3 finalis terbaik.
10 HP Xiaomi Redmi Note 6 Pro untuk 10 kontestan favorit.
Tema: Cerita pengalaman bahagia bersama AirAsia
Deadline: 16 Desember 2019
Hadiah:
Juara 1: 10 Juta Rupiah
Juara 2: 8 Juta Rupiah
Juara 3: 5 Juta Rupiah
Juara 4: 4 Juta Rupiah
Juara 5: 3 Juta Rupiah
20 Pengirim Pertama @ 300 Ribu Rupiah
Most Engaging Blog:
Peringkat 1: 5 Juta Rupiah
Peringkat 2: 3 Juta Rupiah
Peringkat 3: 1 Juta Rupiah
Di usia yang mau 40 tahun ini, saya kadang menyesali keadaan. Bukan tentang keadaan harta saya, tapi keadaan kemudahan berinvestasi pada zaman now. Kalau kemudahan ini sudah ada sejak dahulu kala, mungkin saya bisa sedikit lebih kaya.
Saya sebenarnya sudah tidak muda. Saya lebih tua daripada Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, tapi kebetulan saya masih lebih muda puluhan tahun daripada Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia. Hehe. Jadi, tulisan ini lebih ke arah perspektif investasi ketika masih muda dulu dibandingkan keadaan sekarang yang sudah agak tua.
Pada 2 tahun pertama bekerja, saya betul-betul tidak punya simpanan. Mengerikan, memang, tapi itulah realitanya. Saya juga kagum sendiri kok saya bisa sebodoh itu menghabiskan uang hanya untuk mengunjungi pacar yang kemudian hanya jadi mantan. Eh.
Sesudah putus pada tahun ketiga bekerja, saya baru mulai bisa menata pendapatan sedikit. Bersamaan dengan cicilan rumah, saya mulai merambah investasi Reksa Dana pada usia yang sudah agak terlambat. Waktu itu, untuk bisa melanggan Reksa Dana masih sulit karena harus beli produknya ke bank langsung. Nggak bisa online! Investasi berikutnya yang bisa online. Bagi pegawai pabrik sesungguhnya kebijakan semacam ini merepotkan. Walhasil, saya beli saja empat produk dari empat jenis RD sekadar punya saja biar tiap bulan saya bisa suka-suka mau top up yang mana.
Hasilnya? Walaupun saya nggak kaya-kaya amat, tapi uang di RD itu menjadi penambal kehidupan ketika dengan sadar saya memilih pekerjaan baru dengan gaji separo dari pendapatan di pabrik. Termasuk juga bisa menambah biaya nikah.
Bagi yang belum paham, Reksa Dana itu kurang lebih seperti menaruh uang kita untuk dikelola oleh Manajer Investasi. Para Manajer Investasi tersebut akan bekerja menempatkan uang kita pada instrumen-instrumen yang relevan. Ya, kalau Reksa Dana Pasar Uang, maka akan ditempatkan di pasar uang. Jika RD yang kita beli adalah Saham, maka Manajer Investasi akan menempatkannya di saham.
Keunggulan RD adalah uang kita tidak ditaruh di satu jenis produk, terutama untuk saham. Jadi beda sekali dengan main saham yang harus dipandangi setiap waktu dan cukup makan energi. Ketika ditaruh di beberapa jenis saham maka potensi untuk plus cenderung lebih besar daripada minusnya.
Sekarang, berinvestasi sudah tidak sesulit harus izin ke bank. Telah muncul berbagai platform yang membantu anak muda terutama kaum rebahan untuk bisa berinvestasi bahkan sambil rebahan itu tadi. Salah satunya adalah Ajaib. Melalui platform yang disediakan Ajaib, seorang investor muda bisa berinvestasi dengan sangat mudah dan tentu saja murah.
Salah satu ketakutan anak muda untuk terjun di kancah perinvestasian reksadana–apalagi saham–adalah takut rugi. Ngomong rugi, tentu saya jadi ingat portofolio saham saya yang lagi hancur-hancuran merahnya itu. HAHA. Nah, sebagai pemula yang umumnya selera risikonya rendah dan emoh rugi, Ajaib menyediakan fitur bernama Paket Investasi. Hal semacam ini belum ada pas saya mula-mula berinvestasi dulu.
Begitulah, dengan segala kebutuhan akan cuan, nyatanya sampai sekarang berdasarkan data Ajaib, hanya 0,4 persen penduduk Indonesia yang sudah berinvestasi. Terbukanya saluran-saluran investasi yang lebih mudah tentu menjadi solusi, termasuk dengan adanya Ajaib di dalamnya.
Oya, satu hal yang pasti, bagaimanapun kita investasi demi cuan, bukan bablas. Untuk itu, kita harus juga mengecek terlebih dahulu apakah suatu platform telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum. Sebagai pengawas intern, saya mah paham bahwa suatu platform sudah diawasi itu kinerjanya nggak akan neko-neko.
Ada banyak metode membuat uang beranak, salah satunya adalah dengan investasi di Reksa Dana. Investasi lain ya juga banyak, sampai ada juga orang yang menyebut Bitcoin sebagai investasi meskipun ya risikonya terbilang jauh lebih tinggi daripada main saham sekalipun. Satu hal yang penting, uang kalau ditabung doang itu sayang. Mending ditempatkan di produk-produk Reksa Dana, niscaya hal sepenting ini jika dilakukan dengan niat maka kelak ketika kita butuh duit, akan terasa begitu ajaib karena uang kita seolah-olah tiba-tiba banyak.
Destinasi yang dijuluki 10 Bali Baru adalah salah satu jualan pemerintah sejak tahun 2014 dengan tujuan menjaring lebih banyak wisatawan berkunjung ke Indonesia. Soalnya, sewaktu saya bersua beberapa orang di Hong Kong kurang lebih setahun silam, ternyata masih banyak juga persepsi bahwa yang cakep di Indonesia itu hanya Bali.
Wah, mereka belum pernah perjalanan dinas keliling Indonesia, sih.
Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Gunung Bromo (Jawa Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Labuan Bajo (NTT), dan Morotai (Maluku Utara) menjadi sembilan dari sepuluh Bali Baru tersebut.
Satu lagi? Aha, yang justru biasanya disebut paling duluan. Danau Toba!
Setiap anak yang menempuh pendidikan di Indonesia pasti paham Danau Toba. Setidaknya di pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, Danau Toba selalu disebut sebagai danau yang paling luas di Indonesia. Betapa tidak, dengan luas 1.145 kilometer persegi, Danau Toba sama luasnya dengan dua kali lipat Singapura.
Bayangkan bahwa di Indonesia ada dua Singapura yang isinya air semua. Semenakjubkan itulah danau yang terbentuk oleh super volcano bertahun-tahun silam. Sama menakjubkannya dengan fakta bahwa letusan Gunung Toba memuntahkan 2.800 kilometer kubik bahan vulkanik dan sampai menyebabkan perubahan iklim dengan masuknya planet bumi ke periode es. Asli, sangar.
Masalahnya adalah–ya namanya juga produk super volcano–Danau Toba itu berada di tempat yang aksesnya aduhai. Harus mendaki gunung dan lewati lembah sebagaimana Ninja Hatori. Itulah sebabnya, saya yang punya kampung sebenarnya tidak jauh dari Danau Toba, baru bisa menjejakkan kaki pada dinginnya air Danau Toba pada usia 20-an akhir ketika hendak menikah dan menggelar ziarah ke kuburan Opung di Dolok Sanggul.
Dahulu, tempat paling kondang untuk berlibur di Danau Toba adalah Parapat, sebuah kelurahan di Kabupaten Simalungun. Dinginnya Parapat ini sangat syahdu dan posisinya hanya 48 kilometer dari Kota Pematangsiantar dan tidak jauh-jauh betul dari Medan dan tentu saja bandara Polonia maupun Kuala Namu. Maka tidak heran kalau Parapat menjadi salah satu akses paling ramai untuk mengunjungi Danau Toba.
Nah, dalam upaya menunjang 10 Bali Baru, pemerintah bergerak gesit. Danau Toba kan luasnya nggak kira-kira, masak sih aksesnya hanya dari Parapat saja? Walhasil, sebuah bandara sukses dioptimalkan menjadi saluran baru untuk mengunjungi Danau Toba. Bandara Internasional Sisingamangaraja XII atau yang dikenal sebagai Bandara Silangit adalah jawabannya. Berlokasi di Siborong-Borong, bandara ini menjadi akses udara paling dekat ke Danau Toba, tepatnya ke Balige.
Baik Balige maupun Siborong-Borong ini terletak di Kabupaten Toba Samosir. Keberadaan Bandara Silangit nyatanya telah membantu terbukanya akses wisatawan ke Danau Toba sisi Toba Samosir ini namun juga dapat menjadi akses jika ada yang hendak ke Parapat, yang notabene telah lebih dahulu dikenal.
Di Toba Samosir sendiri kita bisa menikmati berbagai wisata alam berbasis bukit, suasana sejuk, dan pemandangan menakjubkan dari Danau Toba. Tidak hanya itu, Hotel Murah di Toba Samosir juga ada aksesnya, secara online pula.
Berikut beberapa destinasi ciamik yang bisa dinikmati di Toba Samosir:
1. Huta Gurgur
Sumber: Instagram @travelmatesiantar
Terletak di Kecamatan Tampahan, lokasi Desa atau Huta Gurgur hanya 10 kilometer dari Bandara Silangit. Dari tempat ini, kita bisa melihat lokasi wisata Meat dan tentu saja pemandangan Danau Toba nan indah, suasana alam yang segar, dan hamparan sawah hijau.
2. Pantai Meat
Sumber: pariwisatasumut.net
Sebagaimana disebut tadi bahwa pariwisata di Toba Samosir pasti mayoritas berbasis Danau Toba, termasuk Pantai Meat ini. Salah satu keunggulannya adalah airnya yang sangat jernih bahkan bisa dipakai untuk menyelam. Tapi ingat, secakep apapun Danau Toba ini air tawar sehingga teknik berenangnya harus disesuaikan, yha.
3. Museum TB Silalahi Center
Dokumentasi Pribadi
Nama TB Silalahi di Balige itu moncer setengah mati. Salah satunya adalah melalui Museum TB Silalahi Center. Di tempat ini, selain dapat mengetahui sejarah karir seorang TB Silalahi yang malang melintang sebagai pejabat di beberapa era, kita juga bisa belajar sejarah Batak.
Plus, karena letaknya juga tidak jauh-jauh dari Danau Toba, maka tentu saja bonusnya adalah pemandangan Danau Toba. Kebetulan, waktu itu sempat mampir jadi ada fotonya.
4.Sungai Asahan
Sumber: pedomanwisata.com
Yang satu ini tidak berbasis Danau Toba secara langsung dan sangat cocok untuk yang hobi arung jeram. Pemerintah setempat menyebut bahwa lokasi arung jeram di Sungai Asahan adalah yang terbaik ketiga di dunia sehingga tempat berjarak 70 kilometer dari Balige ini dapat menjadi destinasi yang menawan bagi traveler.
5. Pantai Ajibata
Sumber: Tribunnews.com
Sebenarnya yang ini sudah berbau-bau Parapat karena memang lokasinya yang 60 kilometer dari Balige dan berbatasan dengan Kabupaten Simalungun. Jadi ya memang arah Parapat. Di Ajibata ini ada lokasi penyeberangan ke Pulau Samosir. Pantainya juga cukup lengkap dengan sepeda air, speed boat, dll.
Sebagaimana disebutkan tadi, salah satu keistimewaan zaman now adalah kemudahan mencari penginapan. Sudah bukan lagi zamannya harus menyimpan nomor hotel-hotel terdekat untuk booking, sementara kalau musim liburan kan juga harus rebutan pesan hotel. Saya sendiri juga sempat mengalami kesulitan dalam booking hotel ketika berkunjung ke Balige beberapa tahun silam karena memang pilihannya yang bisa pesan seperti di kota-kota besar dengan standar kamar yang memadai juga terbatas.
Kini, OYO Hotels Indonesia juga telah menjangkau Toba Samosir dengan beberapa pilihan hotel yang asyik, bukan sekadar ada di kota-kota besar Indonesia saja. Harga dan standar kamarnya juga tentu saja menggunakan standar yang sudah cukup tinggi khas startup unicorn asal India ini. Jadi, tidak ada kekhawatiran kita akan tinggal di tempat yang nggak kece ketika liburan di Toba Samosir.
Salah satu kenikmatan dan ketidaknikmatan hidup zaman sekarang adalah begitu banyak makanan enak. Masalahnya, enak itu belum tentu baik untuk perut. Begitulah, kalau saya lagi beli celana itu suka sedih karena jadinya saya harus mendapati dan meyakini bahwa perut saya itu buncitnya nggak karuan.
Pelan-pelan, saya mendapati bahwa penyebab buncit itu salah satunya adalah karena pencernaan saya tidak sehat. Tidak sehat maka tidak lancar. Ya bagaimana tidak buncit kalau input jauh lebih banyak dari output? Suram sekali.
Cuma, kalau mau meniadakan input itu rasanya saya sekali. Lha, kalau saya posisi sedang di Kupang dan diajak ke Kampung Solor yang kelezatan ikannya tiada tanding itu, masak mau ditolak? Dalam dilema itu, saya kemudian mendapati salah satu solusi kehidupan.
Jadi, kalau malamnya saya makan enak di suatu tempat, maka pagi harinya ketika breakfast di hotel saya mengurangi makan besar dan memperbanyak yogurt. Pada beberapa hotel, terutama yang besar, yogurt itu adalah hidangan wajib yang biasanya diletakkan dekat buah-buahan.
Ditulis dalam artikel ‘Get health benefit from fresh yogurt‘ yang dimuat pada Spartanburg Herald-Journal (Februari 2013) bahwa yogurt lebih dari sekadar snack sehat. Di Amerika dan Eropa, yogurt digunakan sebagai mayones dalam salad maupun saus untuk ikan, steak, atau ayam. Di India, Timur Tengah, maupun Eropa Timur, yogurt juga dikenal sebagai minuman yang kadang-kadang asin, manis, memiliki rasa buah, atau bahkan dicampur dengan tanaman segar.
Yogurt telah lama dikenal sebagai salah satu jenis pangan yang digunakan untuk menjaga kesehatan pencenaan. Bakteri baik melindungi saluran pencernaan dan mencegah bakteri jahat bekerja, hal itu sudah dibuktikan oleh begitu banyak penelitian. Bahkan pernah disebut bahwa mengonsumsi yogurt bisa menghindarkan diri dari peluang sakit hingga 2/3.
Nah, kalau sedang tidak di hotel, kadang-kadang hal ini menimbulkan masalah baru karena saya nggak bisa bikin yogurt. Untung sekarang ada Yoforia, fresh yogurt yang memiliki live probiotics serta tidak melalui proses apapun lagi setelah menjadi yogurt alias tidak dipanaskan lagi, sehingga bakteri baik dapat tetap hidup dan manfaat yogurt-nya tetap terjaga.
Sebagaimana diketahui, Yoforia menggunakan live probiotics yang berfungsi membantu mencerna makanan dengan nutrisi terserap optimal karena banyaknya bakteri non-probiotik cenderung membuat pencernaan tidak lancar. Lebih lanjut lagi, live probiotics pada Yoforia adalah khusus sehingga rasa yang dihasilkan tidak terlalu asam dan lebih creamy.
Mohamed Zommiti, Michael L. Chikindas, dan Mounir Ferchichi pada artikelnya yang berjudul ‘Probiotics–Live Biotherapeutics: a Story of Success, Limitations, and Future Prospects–Not Only for Humans‘ dalam jurnal Probiotics and Antimicrobial Proteins menyebut bahwa setelah mengerahkan aksi baik mereka di saluran pencernaan, probiotik akan mencapai pintu keluar usus bersama dengan mikroorganisme usus lainnya. Pada perjalanan itu, bagian utama dari bakteri probotik akan mati karena pertumbuhan dan proses proliferasi–atau sederhananya perbanyakan–mereka sangat dipengaruhi oleh persaingan dari mikroorganisme lain di usus besar. Probiotik sebagian besar sudah dipecah dan dicerna sebagaimana nutrisi organik lain dalam usus dan kemudian dibuang bersama dengan feses. Jadi, sudah jelas bahwa live probiotics itu aman lahir batin.
Selain itu pula, Yoforia mengandung dietary fiber dari buah jeruk alami. Dietary fiber ini teksturnya lebih lembut dan cocok untuk diet dalam artian bikin kenyang lebih lama sehingga dapat mengurangi input.
Terakhir, Yoforia adalah fresh yogurt dengan banyak varian rasa yang unik. Bahkan ada rasa kopi segala. Adapun sebagaimana produk minuman lainnya, rasa yang paling saya gemari adalah leci dan kebetulan Yoforia merilis rasa terbaru Lychee Blast. Bagi saya, apapun yang dikasih rasa leci itu auto-enak.
Oya, bonus informasi, Yoforia juga sudah memenuhi kaidah-kaidah pendaftaran produk pangan yang benar. Buktinya, pada kemasan Yoforia sudah ada 2D Barcode yang dapat di-scan pada aplikasi BPOM Mobile dan hasilnya adalah seperti ini:
This slideshow requires JavaScript.
Jadi, mengingat sebagai konsumen cerdas saya harus cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Tanggal Kedaluwarsa, maka bagian terakhir ini menjadi faktor penentu untuk bisa mengeksekusi Yoforia dari kulkas toko ke kasir demi mencapai healthy life~
Sudah mau akhir tahun, sudah menang berapa lomba? Kalau belum ada–kayak saya–boleh coba beberapa lomba lagi, nih. Masih banyak juga daftarnya ternyata.
Deadline: 8 November 2019
Pengumuman: 11 November 2019 (pada tanggal 11 November 2019, websitenya diperbaharui lagi dan berakhir di bulan Desember 2019. Hehe.)
Hadiah:
Juara 1 Uang Tunai Rp750.000
Juara 2 Uang Tunai Rp500.000
Juara 3 Uang Tunai Rp250.000
Hadiah:
Juara 1: 7 Juta Rupiah
Juara 2: 4 Juta Rupiah
Juara 3: 2 Juta Rupiah
Semua peserta mendapat diskon menginap di Hotel OYO sebesar 70% satu malam, bebas pilih kota dan tanggal menginap
Perjalanan dengan menggunakan Kereta Api buat saya tetap merupakan perjalanan yang sangat menyenangkan. Apalagi dibandingkan dengan menggunakan bus sejak pengalaman Cikarang-Jogja hampir sehari penuh dahulu kala. Pantas jika ingin melakukan perjalanan darat banyak orang yang lebih memilih menggunakan kereta api karena ya itu tadi, lebih nyaman dan cepat. Sekarang sih bus sudah pada bagus ya, tapi terkadang ada juga penumpang yang tidak nyaman menggunakan bus karena bikin mual dan pusing saat perjalanan, berbeda dengan menggunakan kereta api. Dengan kereta api guncangan yang terasa sangat minim itulah yang menyebabkan penumpang jarang merasa mual dan pusing. Selain itu dengan kereta api juga lebih cepat dan terasa lebih nyaman, dengan adanya fasilitas yang ada di dalam kereta api tersebut.
Ketika kita hendak melakukan perjalanan dari kota Solo ke Jakarta atau sebaliknya maka kita biasanya akan menggunakan kereta api bernama Argo Lawu karena memang kereta api tersebut adalah kereta api yang melayani perjalanan dari Solo ke Jakarta dan sebaliknya. Argo Lawu termasuk Kereta Api eksekutif, sehingga saat memilih menggunakan kereta api tersebut saat perjalanan Solo–Jakarta maka kita bisa menikmati kereta api dengan fasilitas yang sangat baik, karena pada dasarnya hampir seluruh kereta api di Indonesia saat ini sudah dilengkapi dengan fasilitas yang lebih baik. Termasuk kalau kita menggunakan kereta api kelas ekonomi sekalipun, rasanya akan tetap nyaman. Untuk kereta api bernama Argo Lawu yang melayani rute Solo–Jakarta, maka dalam perjalannya akan menempuh jarak sekitar 571 km dan menghabiskan waktu selama 8,5 jam.
Sumber: skyscrappercity.com
Jadwal Perjalanan Kereta Api Argo Lawu
Saat hendak menggunakan kereta api argo lawuuntuk mengantarkan kita dari kota Solo menuju ke Jakarta maka kita bisa menuju ke Stasiun Balapan sik jadi kenangan kowe karo aku di kota Solo, kereta akan berangkat pada pukul 08.00 WIB di pagi hari dan nantinya sesuai jadwal akan tiba di stasiun Gambir, Jakarta pada pukul 16. 27 WIB di sore hari. Selama perjalanan, kereta api tersebut akan berhenti di beberapa titik stasiun yang dilewatinya seperti di stasiun Klaten, Yogyakarta, Kutoarjo, Purwokerto, Cirebon, Jatinegara dan terakhir berhenti di stasiun Gambir. Selama melewati stasiun-stasiun tersebut tentunya akan ada penumpang yang turun dan juga naik, namun proses tersebut tidak akan memakan waktu yang begitu lama. Sedangkan bagi yang ingin berangkat dari Jakarta menuju ke Kota Solo, maka kereta api ini akan diberangkatkan pada pukul 20.15 WIB di malam hari dan nantinya sampai di Kota Solo pada pukul 04.45 WIB di pagi hari. Selama perjalanan, kita akan disuguhi berbagai pemandangan indah seperti misalnya pegunungan di Banyumas, pemandangan di Kali Serayu dan juga Kali Progo . Untuk harga tiketnya, kita bisa membelinya dengan kisaran harga dari Rp 285.000 sampai Rp 380.000, harga tiket ini bisa berbeda tergantung sub kelas yang diambil, posisi tempat duduk dan hari disaat kita membeli tiket, jika kita membelinya saat sudah dekat dengan hari raya maka harga tiket menjadi mahal.
Informasi Menarik Tentang Kereta Api Argo Lawu
Kita tentunya tidak asing dengan nama Lawu bukan? Sebab Lawu adalah nama gunung yang berada di Surakarta atau lebih dikenal sebagai gunung Lawu. Sedangkan kata Argo memiliki arti harga yang biasanya digunakan untuk mewakili kereta api dari PT KAI yang memiliki layanan tertinggi. Dulu pada awalnya kereta api ini dikenal dengan nama Kereta Api Solo Jaya, lalu namanya diubah menjadi kereta api bernama Argo Lawu yang kita kenal saat ini. Kereta api ini mulai digunakan pada tahun 1996 dan sejak saat itu selalu melayani rute perjalanan Solo – Jakarta hingga saat ini. Saat kita menggunakan kereta api yang satu ini maka kita bisa mendapatkan fasilitas seperti gerbong yang full AC, terdapat TV LCD, toilet dan kursi yang bisa disesuaikan posisinya sesuai dengan kenyamanan kita sendiri. Di setiap kursi penumpangnya pun tersedia beberapa fasilitas yang mendukung kenyamanan penumpang seperti meja lipat, pijakan kaki, stop kontak dan juga lampu baca untuk Anda gunakan.