Nasib Arena Permainan Anak Selepas Corona

Hampir tiap akhir pekan saya ke Giant atau Super Indo. Hanya itu hiburan saya ketika harus menjalankan aktivitas dari rumah sudah hampir 2 bulan. Sisanya, saya tentu saja menjaga anak di rumah, sementara mamaknya kerja di Rumah Sakit.

Setiap kali masuk ke dua toko itu, saya melihat arena bermain anak yang memang ada di tempat itu. Yha, ditutup. Di Giant dekat rumah bahkan jadi gudang tambahan. Begitu banyak mie instan ditumpuk di sela-sela mainan yang ada. Hal ini tentu berbeda sekali dengan 1-2 bulan sebelumnya.

Corona memang telah mengubah begitu banyak gaya hidup manusia. Dan salah satu yang tampaknya akan terdampak paling besar adalah arena permainan anak ini. Dulu saja, banyak orang tua enggan mengajak anaknya bermain di tempat seperti itu karena rawan ketularan pilek. Sekarang? Pilek itu bisa saja berarti kena Covid-19.

Padahal, tempat-tempat bermain seperti itu baik mahal maupun murah sebenarnya juga ada agenda bersih-bersih. Di Ace Hardware itu sehari bahkan beberapa kali. Hanya saja, dengan model begini, membawa anak bermain ke suatu tempat untuk lantas berinteraksi dengan banyak anak lain dalam keramaian tampaknya akan menjadi hal yang dihindari oleh sebagian orang tua.

Ketika yang secuil di supermarket saja drop, kebayang dong itu yang di Lotte Avenue, misalnya? Yang sekali masuk bisa ratusan ribu? Bagaimana nggak bangkrut itu? Belum lagi ada sebagian tempat yang saya tahu sendiri bahwa mereka baru kelar renovasi. Baru kelar mengeluarkan modal untuk mengharapkan adanya experience baru dari pengguna dan kemudian mereka dihantam Corona.

Bukan apa-apa juga, selain faktor takut adanya penularan, sekarang kebutuhan manusia mendadak kembali ke dasar: sandang, pangan, dan papan. Dengan pendapatan yang mulai terbatas akibat Corona, hiburan juga menjadi hal nomor kesekian. Dan tempat-tempat itu, yang biasanya juga didatangi sebulan sekali pasca gajian, bisa jadi semakin dihindari.

Tempat-tempat seperti KidCity yang notabene menggabungkan lokasi permainan dengan tempat belanja (Transmart) juga bisa jadi goyah. Belanja sekarang nggak bawa anak. Kalaupun bawa anak, kembali ke awal tulisan ini, tampaknya orang tua masih enggan membiarkan anaknya memegang benda-benda yang entahlah habis dipegang orang kena Corona atau nggak.

Yha, perubahannya sedrastis itu. Bahkan untuk tempat yang gratis seperti di McD, saya pribadi juga sama dengan orang tua lain. Sampai batas yang entah kapan mungkin masih akan menghindarinya. Sebuah pilihan hidup yang sesungguhnya tidak pernah diduga. Ketika orang inovasi bicara disrupsi bla-bla-bla, Corona menghantamnya jauh lebih kuat.

Ngeri.

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.