Tag Archives: tingkat pendidikan

Ketika Membuka Kembali Skripsi Sendiri

Besok masuk. Ya, libur 4 harinya sudah berakhir, 2 libur tanggal merah, 2 weekend biasa. Maka edisi luntang lantung gaje akan diakhiri. Terutama mengingat sesudah ini, target produksi di tempat kerja saya begitu kencangnya. Ya, siapapun yang pernah bilang “katek gawe” harus tahu ini.

Maka, tanpa tag cerita farmasi, saya akan mengulas kembali berbagai hal yang saya temukan begitu membuka kembali skripsi saya. Oya, kenapa ini skripsi bisa saya buka lagi? Berawal dari setrika saya yang dipinjam sama Badrul, tapi dianya mudik dan setrika saya damai di kamarnya. Padahal saya punya seragam yang harus digosok. Nah, saya punya satu setrika lagi yang disimpan rapi di lubuk hati yang paling dalam. Maksudnya, di tumpukan barang lawas saya. Dan disitu juga ada skripsi saya.

Judul skripsi saya adalah “Hubungan Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pendapatan Dengan Perilaku Swamedikasi Sakit Kepala Oleh Ibu-Ibu di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Pada Bulan Juli-September 2007”

2007, sampai 2013…

Baca Lanjutannya

Cerita Farmasi: Realita Skripsi Lapangan

4 Omongan Yang Sering Dilontarkan Kepada Anak Farmasi (1)

Halo! Lanjut lagi ya dengan edisi luntang lantung gaje. Kali ini saya mau membahas soal skripsi lapangan. Ehm, tentu saja yang dimaksud bukan skripsi di lapangan sepakbola, lapangan basket, apalagi di lapangan tembak.

Jadi di farmasi itu secara umum ada dua pembagian jenis skripsi. Yang pertama adalah skripsi di lab. Berhubung dunia farmasi itu amat sangat luas banget sekali, maka skripsi lab ini menyajikan banyak peluang untuk diteliti. Beberapa judul dari skripsi genre ini adalah “Penetapan Kadar Aspartam Dalam Minuman Sachet bla..bla..bla…” atau juga “Pengaruh Pemberian Paracetamol Dosis Tinggi Pada Mencit Galur Wistar bla..bla..bla..”. Dalam konteks tertentu bisa saja berubah menjadi “Penetapan Kadar Cinta Yang Tersisa Pada Mantan Terindah bla..bla..bla…” atau “Pengaruh Pemberian Baygon Dosis Tinggi Pada Mencit Yang Galau Habis Putus Cinta bla..bla..bla..”

Baca Realita Skripsi Lapangan