Ketika Membuka Kembali Skripsi Sendiri

Besok masuk. Ya, libur 4 harinya sudah berakhir, 2 libur tanggal merah, 2 weekend biasa. Maka edisi luntang lantung gaje akan diakhiri. Terutama mengingat sesudah ini, target produksi di tempat kerja saya begitu kencangnya. Ya, siapapun yang pernah bilang “katek gawe” harus tahu ini.

Maka, tanpa tag cerita farmasi, saya akan mengulas kembali berbagai hal yang saya temukan begitu membuka kembali skripsi saya. Oya, kenapa ini skripsi bisa saya buka lagi? Berawal dari setrika saya yang dipinjam sama Badrul, tapi dianya mudik dan setrika saya damai di kamarnya. Padahal saya punya seragam yang harus digosok. Nah, saya punya satu setrika lagi yang disimpan rapi di lubuk hati yang paling dalam. Maksudnya, di tumpukan barang lawas saya. Dan disitu juga ada skripsi saya.

Judul skripsi saya adalah “Hubungan Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pendapatan Dengan Perilaku Swamedikasi Sakit Kepala Oleh Ibu-Ibu di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Pada Bulan Juli-September 2007”

2007, sampai 2013…

…6 tahun.

Jadi ini LONG TIME AGO.

Mari kita bahas satu-satu yang pengen saya bahas aja ya.

Halaman Persembahan

Jangan harap ada nama pacar disana. Memang sejak awal tidak saya niatkan untuk memasukkan nama pacar di bagian ini. Dan pada akhirnya, untung juga nggak saya masukkan. Tahu kan maksudnya?πŸ˜€

Di bagian ini saya tampilkan foto penampilan PSM CF di Mega Glodok Kemayoran pas Golden Voice, 10 Desember 2007. Show ini memang ada show terakhir saya sebagai mahasiswa S1 yang menjadi anggota PSM CF.

Kata Pengantar

Saya baru sadar sekarang–enam tahun kemudian–bahwa judul di kata pengantar ini BEDA sama judul di cover. Fiuh. Kayaknya dulu ngeditnya sudah setengah modar, kok ya masih salah saja? Dasarnya saya kampret, Kata Pengantar saya itu ada TIGA halaman. Awal-awal sih oke, dosen penguji, Bu Dekan, orang tua, adek-adek, sampai aparat pemerintah. Adek-adek saya memang sungguh membantu–kecuali si Dani. Beny adalah orang yang membuatkan abstrak saya, karena dia kuliah Bahasa Inggris. Cici? Dia membantu saya mengompilasi hasil wawancara di sela-sela kesibukannya sebagai pelajar SMA dan atlet basket.

Mulai kacrut di nomor 13,, ketika saya menyebut hampir semua anak UKF Dolanz-Dolanz di situ. Lalu nomor 17 khusus buat teman yang laptopnya saya pinjam buat ujian tertutup. Nomor 19 khusus teman-teman CF dengan menyebut 4 nama yang barengan sama saya lomba ke Jakarta. Keempatnya adalah anak Farmasi 2006. Jadi, senasib ketemu Bu Christine minta izin nggak ikut ujian. Ngakak lagi lihat nomor 21. Pacar-pacarnya teman 1 tim sayapun juga kecipratan ucapan terima kasih. Yah, sejujurnya, bagian ini sungguh berlebihan.

Daftar Isi

Skripsi saya bisa dibilang tebal karena daftar isi sampai daftar lampiran saja butuh 11 lembar. Mengingat ada 53 tabel dan 15 gambar serta segambreng lampiran disana.

Sela Bab

Diantara bab, yang seharusnya cuma kertas berwarna, saya print dengan logo USD, plus tulisan “BAB I PENGANTAR” dan seterusnya. Dan bagian yang memperlihatkan bahwa saya ini seorang penulis adalah di bagian bawah dari setiap halaman sela itu ada QUOTE. QUOTE yang asli punya saya. Sebut saja di BAB I, saya tulis “Seseorang hanya akan memikirkan orang lain ketika hal itu berhubungan dengan dirinya sendiri”. Ini kepikiran pas di jalan aja gitu, tanggal 3 Desember 2007. Dan juga quote-quote lainnya.

Hipotesis

Sekadar lewat saja, karena judul saya seperti itu tadi, jadi ada hipotesis yang harus dibuktikan. Nah, disini globalnya, H0-nya adalah tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan perilaku swamedikasi sakit kepala. H1-nya? Ya tentu saja ada hubungan. Hubungan darah. Incest.

*apa sih?*

Metodologi

Skripsi saya ini penuh angka. Bahkan di halaman 29 ada angka jumlah penduduk DIY! Waktu itu sih ada 3.460.152. Sekarang mungkin lebih. Beberapa kelebihannya tentu saja adalah anak-anak teman 1 tim saya waktu skripsi.

Tempat penelitian saya secara umum dibagi di 8 kelurahan, setengah-setengah di Kulonprogo dan Kota Jogja. Di Kulonprogo ada Donomulyo, Banyuroto, Wates, dan Sogan. Di Jogja ada Pakuncen, Wirobrajan, Demangan, dan Baciro. Dari jumlah itu saya ambil 150 plus 10% jadi 165 responden dengan pembagian 88 di Jogja dan 77 di Kulonprogo.

Paling banyak di Wates (42 orang) dan paling sedikit di Sogan (6 orang). Ini nih tempat yang pasti saya lewati kalau naik bis jalur Selatan.

Hasil dan Pembahasan

Sekarang masuk ke halaman warna-warni tabel. Karena pembimbing saya minta begitu. Padahal tinta warna kan mahal. Jadinya ya terpaksa SMS ke rumah minta duit lagi. Nguik.

Beberapa data yang ada dalam skripsi saya adalah jumlah responden saya berkisar dari 24 sampai 60 tahun. Paling banyak di usia 38 sampai 42 tahun. Dari total responden, namanya juga ibu-ibu, 92.7% sudah menikah dan sisanya janda. IYALAH, MANA ADA IBU-IBU JOMBLO?

Kisaran jumlah anak para responden saya sungguh sangar. Dari NOL sampai SEPULUH. Kurang 1 lagi sudah bisa bikin tim sepakbola itu. Tapi umumnya sih di atas 2 anak cukup. Cukup merepotkan, mungkin. 45.3% punya anak di atas 2.

Lalu 44.7% dari mereka TIDAK BEKERJA alias ibu rumah tangga. Ya, namanya kebanyakan orang desa sih ya. Angka yang cukup wajar. Menyusul di tempat kedua 16.7% adalah petani. Yang jelas tidak ada yang bekerja sebagai penggalau.

Soal tingkat pendidikan juga unik nih, karena 35.3% hanya lulusan SD. Balik lagi, karena kebanyakan skripsi saya di desa.

Yang oye lainnya adalah soal alasan pemilihan obat sakit kepala. 72% menjawab memilih satu merk karena SUDAH COCOK. Ini obat apa jodoh sih? Lalu alasan memilih tempat membeli obat juga karena DEKAT. Maka berhati-hatilah yang LDR.

Nah, yang bikin saya garuk kepala dan garuk lainnya adalah uji Chi Square yang saya buat, dengan segala istilah Expected Count, Continuity Correction, Asymp Sig, dll. Ini tuh makanan apa sih? Kok dulu saya bisa jago bener nulis macam itu?

Daftar Pusaka, eh Pustaka

Bagian ini di skripsi saya lumayan banyak, sebagian internet, karena Google sudah mulai terkenal waktu saya bikin skripsi. Untungnya sih belum ada Facebook, ada juga Friendster. Dapus saya ada 4 halaman.

Lampiran

Ini juga kampret. Sudah jelas ada halaman sela warna biru bertuliskan LAMPIRAN, di halaman 88 pun juga saya tulis LAMPIRAN. Satu kertas HVS polos dengan tulisan LAMPIRAN. Gitu doang. Halaman 89 sampai 95 berisi kuesioner dan panduan wawancara.

Halaman 96 berisi uji reliabilitas. Alfa Cronbach saya itu HANYA 0.606 yang nama limit reliabel itu adalah 0.6. MEPET HABIS. Untung nggak harus ngulang. Repot dunia. Soalnya itu saja saya sudah menebalkan muka untuk minta tolong saudara-saudara se-trah untuk mengisi uji reliabilitas kuesioner.

Halaman 97 sampai 100 itu juga maksa. Karena hasil kuesioner dalam bentuk summary saya lampirkan juga. Padahal kalau mau ditanya buat apa, saya hanya punya 1 jawaban yang nggak logis.

Apa itu?

Ada deh.

Seperti kisah saya sebelumnya, halaman 101 sampai 120 isinya adalah segala surat dari Bapeda, Dinas, Kecamatan, Kelurahan, sampai beberapa desa dan RW. Surat yang penuh darah dan air mata. Tapi tidak penuh dengan noktah merah perkawinan.

Halaman 122 juga maksa. Cover proposal penelitian asli dari penelitian payung yang saya ikuti juga syaa lampirkan. BUAT APA SIH?

Ini dia. Karena di halaman 123 itu ada RIWAYAT PENULIS. Mengingat bahwa 3 angka itu adalah NIM saya, dan juga kode spesial di nomor HP saya, maka akan sangat keren kalau RIWAYAT PENULIS yang ada foto saya itu berada di halaman 123.

*alasan absurd tingkat dunia*

Ya, sudah. Skripsi saya berakhir disitu. Saya dapat A, dan saya lulus hanya 7 semester. Ujian tertutup saya 2 Januari 2008, urutan ketiga sesudah Rissa (Batuk), jadi jam 11. Lokasi di K.101. Ujian terbuka saya 22 Januari 2008 di Lab FF, lantai 3, panel dengan Henny dan Pipin. Urutan tengah, berarti, jam 10 atau 11 gitu deh. Ada undangannya sih, tapi saya malas buka.

Sekian saja coretan pengakhir luntang lantung gaje saya. Semoga berkenan.πŸ˜€

2 thoughts on “Ketika Membuka Kembali Skripsi Sendiri

  1. Pingback: Cerita Farmasi: Ketika Saya Didadar | Sebuah Perspektif Sederhana

  2. Pingback: 11 Fakta Tentang Anak Paduan Suara Mahasiswa | ariesadhar.com

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s