Tag Archives: rumah

Tetap Produktif Dengan Meja Makan Minimalis dari iCreate.id

Tetap Produktif Dengan Meja Makan Minamlis dari iCreate.id – Sejak pindah ke rumah nyicil milik sendiri, ada perbedaan mendasar yang saya alami. Bukan apa-apa, pas masih di kontrakan dan sembari menanti KPR lolos plus renovasi interior, saya ‘terpaksa’ menggunakan kursi makan bayi yang dimodifikasi untuk bekerja dengan laptop. Benar-benar meja makan minimalis, lebih tepatnya meja makan bayi. Wkwk.

Sumber: Facebook Ariesadhar

Nah, di rumah yang baru, ada sedikit permasalahan baru juga. Kami pindah ke rumah yang ukurannya separo dari kontrakan sebelumnya. Jadi, kalau dulu saya bekerja menggunakan meja makan minimalis di ruang tamu dan Mama Isto bekerja di kamar belakang, maka di rumah baru pengaturan jadi berbeda.

Pertama, kamar kedua posisinya sempit sekali dan hanya bisa untuk menaruh meja setrikaan mini milik kami berikut meja belajarnya Isto. Mama Isto kemudian bekerja di singgasananya di kamar. Terus saya gimana?

Yha, saya pada akhirnya tetap di ruang yang tersisa dan merupakan persatuan ruang tamu, ruang keluarga, hingga dapur. Saya tentu tidak bisa punya meja kerja sendiri, kecuali rumah kami segede rumah di sinetron yang walaupun gede-gede tapi banyak konflik itu. Pada intinya, saya butuh meja makan minimalis.

Meja makan minimalis itu kemudian akan berfungsi ganda yakni benar-benar untuk makan, tetapi juga dapat saya gunakan untuk produktif bekerja terutama di kala Work From Home (WFH). Apalagi di semester terakhir ini, ketika saya benar-benar harus lulus kuliah karena kalau sampai nggak lulus, nggak akan ada yang mau membiayai semester kelima~

Esensi Meja Makan di Masyarakat

Bicara meja makan baik yang minimalis maupun yang lebih kompleks, kita dapat kembali ke sebuah penelitian jauh sebelum Indonesia maupun Korea Selatan merdeka. Penelitian itu berjudul Family Table Talk–An Area for Sociological Study, yang paper-nya ditulis oleh James H. S. Bossard pada tahun 1943.

Meja Makan Adalah Tempat Keluarga Berada Pada Kondisi Paling Bersahaja

Kita mungkin akan berdandan kalau mau pergi ke luar rumah. Atau bahkan sisiran jika hendak tampil webinar sekalipun. Kalau ada tamu juga biasanya kita berganti pakaian jadi agak sopan sedikit. Menurut penelitian tersebut, peristiwa makan bersama keluarga di meja makan sebenarnya adalah kondisi paling bersahaja suatu keluarga. Ketika nggak berpikir soal dandan, sisiran, dll. Tinggal berdoa, makan, lalu bercerita satu sama lain.

Meja Makan Adalah Tempat Interaksi Keluarga

Ketika berkumpul di meja makan, biasanya keluarga akan makan terlebih dahulu sebelum kemudian mengakhiri dengan bercerita satu sama lain. Menurut Pak Bossard, interaksi di meja makan itu ternyata merupakan hal penting dapat perkembangan kepribadian seseorang.

Meja Makan Adalah Tempat Untuk Mewariskan Budaya

Masih menurut Pak Bossard, ternyata makan bersama di meja makan merupakan kegiatan yang efektif untuk mewariskan budaya. Budaya itu tidak perlu jauh-jauh, sih. Tapi hal-hal sederhana semacam berdoa sebelum makan, makan dengan tangan atau sendok atau lengkap sendok dan garpu, serta hal-hal lainnya.

Transformasi di Meja Makan

Berdasarkan penelitian Inohe Tadashi di Jepang pada tahun 1993 yang berjudul Changes in Family Relations Reflected in the Dining Table From the Perspective of “The Family Theater Theory”, urusan meja makan ini mengalami transformasi dalam 3 bentuk.

Meimeizen

Dalam konsep ini, setiap makanan disajikan dalam tray terpisah. Setiap anggota keluarga menerima tray atau hakozen, yaitu kotak dengan ukuran 30x30x20 cm yang di dalamnya terdapat set lengkap perlengkapan makan untuk satu orang. Saat digunakan, kotak ini menjadi meja kecil.

Chabudai

Pada metode ini ada yang namanya handai dan shippokudai. Chabudai sendiri merupakan kelompok kecil meja makan yang ditempatkan pada tatami, sebagaimana kita lihat di kartun Sinchan atau Doraemon.

Gaya Barat

Nah, di Jepang sendiri pada tahun 1993 sudah terjadi pula pengaruh budaya barat sehingga muncul meja dan kursi. Sederhananya ya seperti yang ada di dunia pada umumnya sekarang ini.

Meja Makan Minimalis di iCreate.id

Alasan utama untuk menggunakan meja minimalis untuk saya tentu saja karena ruang yang tersedia juga minimal. Akan tetapi secara umum, estetika minimalis yang ada di ruang makan dapat menciptakan kesan luas dan juga bersih. Hal itu kemudian dapat dinikmati oleh keluarga yang turut serta makan berikut para tamu, kalau ada.

Meja Makan Minamalis Kayu

Di iCreate.id kita dapat menemukan sejumlah tipe meja makan yang sesuai dengan keperluan maupun ketersediaan ruang plus budget kita. Bagi yang doyan bahan kayu, terdapat Dresden Meja Makan Minimalis Kayu 4 Kursi Warna Putih Ukuran 120 cm. Produk ini menggunakan design Skandinavia yang cukup hits di kalangan rumah tangga muda zaman now. Sebagai meja makan, lapisan teratas dari Dresden dilapisi High Pressure Laminate (HPL). Jadi, lapisannya bukan material sheet. Meja makan minimalis ini menggunakan kaki dari kayu solid dan mampu menanggung beban hidup lebih dari 250 kilogram.

Dresden Meja Makan Minimalis Kayu (iCreate.id)

Untuk yang butuh ramai-ramai, tersedia Postdam Meja Makan Minimalis Kayu 4 Kursi. Sama-sama dilapisi HPL dengan ukuran sedikit lebih lebar daripada Dresden.

Postdam Meja Makan Minimalis Kayu (iCreate.id)

Selain Dresden, ada produk lain yang menggunakan nama kota lain di Jerman yaitu Hannover Meja Makan Kayu Minimalis. Meja makan ini terbuat dari solid beech wood dan MDF dengan ukuran 80×80 cm jadi cukup ringkas dan sangat tepat untuk kondisi seperti rumah saya. Nah, kalau versi bulat dari Hannover ada juga, namanya Heidelberg Dining Table.

Hannover Meja Makan Kayu Minimalis (iCreate.id)

Selain Heidelberg, ada juga Hamburg Meja Makan Bulat Kayu Ukuran 100 cm. Material kayu sendiri cenderung membuatnya lebih mudah dibersihkan dan harganya terbilang sangat murah kalau dibandingkan dengan Informa atau Ikea. Dengan ukuran yang sedikit lebih kecil, hadir Nurnberg yang sama-sama terbuat dari MDF dan solid beech wood. Ketebalan lapisan catnya kurang lebih 1,6 cm jadi lebih tahan goresan, ya namanya juga dipakai sehari-hari. Produk ini juga didukung oleh 4 bantalan kaki tahan aus yang mampu meredam kebisingan serta mencegah garukan di lantai, apalagi kalau pakai vinyil pasti terasa sekali.

Apabila ingin motif marmer, maka tersedia pula pilihan meja makan Munchen Bulat Motif Marmer dengan ukuran 110 cm. Daun mejanya menggunakan kayu MDF dengan finishing motif marmer yang mevvah. Lagi-lagi, cocok untuk pasangan muda yang lagi mesra-mesranya dan karena masih muda jadi rumahnya belum luas kayak rumah saya.

Meja Makan Minimalis Kaca

Tidak semua orang suka bahan kayu. Ada juga yang doyannya kaca. Dalam kedoyanan yang satu ini, di iCreate.id ada Hamburg Meja Makan Bulat Kaca Ukuran 100 cm. Dengan harga yang kurang lebih sama, meja makan bulat ini kurang lebih seperti Hamburg versi kaca. Kaca yang digunakan adalah tempered glass dengan kaki sama seperti Hamburg menggunakan powder coating leg. Tentunya kalau saya sendiri sedang tidak ingin punya meja kaca, soalnya lagi punya bocah yang sedang aktif-aktifnya (kalau lagi nggak mager).

Hamburg Meja Makan Bulat Kaca (iCreate.id)

Meja Makan Minimalis Extendable

Model ini sebenarnya paling cocok dengan rumah kecil karena penggunaannya sesuai kebutuhan ruangan. Salah satu yang ada di iCreate.id adalah Koln Meja Makan Minimalis Modern Putih Extendable dengan ukuran 160x90x76 cm. Nah, lebarnya dapat extend menjadi 200 cm sesuai dengan kebutuhan. Jadi, kalau pas ada tamu ada keluarga lain menginap, bisa digunakan untuk 6 kursi.

Koln Meja Makan Minimalis Modern Putih Extendable (iCreate.id)

Selain Koln, ada pula Waldenburg Meja Makan Extendable Motif Marmer. Sesuai kategorinya, desainnya minimalis tapi kesan mewahnya tetap ada. Ukurannya kurang lebih sama dengan Koln. Jadi, nggak perlu lagi ada bangku tembak kalau sedang ada orang tua atau mertua berkunjung ke rumah.

Waldenburg Meja Makan Extendable Motif Marmer (iCreate.id)

Mengingat pandemi belum usai, walaupun kuliah saya harus sudah segera selesai, maka upaya untuk tetap produktif dari rumah menjadi sangat penting. Orang-orang seperti saya tentu tidak sedikit, toh kan aturan di Jakarta saja masih 50% ngantor dan 50% WFH kan? Artinya, yang butuh untuk tetap produktif saat bekerja di rumah dan butuh meja makan minimalis yang dapat berfungsi untuk makan, ngopi, hingga kerja juga ada banyak.

Bagi yang ingin menggunakan meja makan minimalis maupun furniture online lainnya dari iCreate.id tapi tipenya adalah harus-melihat-baru-percaya, showroom iCreate.id tersedia di The Icon Business Park BSD dan Mendrisio Gading Serpong yang buka setiap hari.

Yuk, mari tetap produktif bekerja, berkarya, dan lain sebagainya di rumah masing-masing bersama iCreate.id.

Ayo Beli Rumah Harga Murah di Kota Ramah Anak Jawa Barat!

Kota Layak Anak (KLA) secara awam bisa dijelaskan sebagai kota yang memenuhi semua kriteria standar untuk memenuhi segala kebutuhan tumbuh kembang buah hati dari segala aspek dan sisi. Misalnya dengan adanya fasilitas serta sarana prasarana ramah anak sampai kemudahan mengurus dan mendapatkan urusan administrasi si kecil.

Tapi sayangnya, diantara sebegitu banyak kota dan wilayah di Indonesia, belum semua titik menjadi kota ramah anak disebabkan banyak faktor misal kendala uang dari pemerintah atau memang pemerintah yg belum berfokus terhadap hal tersebut. Tahun 2018 saja, baru ada sekitar 177 daerah yang mendapat anugerah kota layak anak dari pemerintah pusat.

Padahal, KLA sangat penting tuk diwujudkan karena secara langsung maupun tidak, tumbuh kembang anak Indonesia tergantung dari kualitas serta standar – standar KLA. Sehingga sangat penting sebenarnya bagi orang tua untuk secara cermat menentukan dimana sebuah keluarga bakal bermukim, agar si kecil bisa mendapatkan fasilitas serta hak tumbuh kembang terbaik dimulai dari lingkungan sekitar.

Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki titik ramah anak cukup banyak dengan ketersediaan jual beli rumah murah cukup berlimpah adalah Provinsi Jawa Barat. Tahun 2017 saja, sudah ada 15 titik yang mendapat predikat layak anak dan jumlah itu terus bertambah.

Ariesadhar.com - Pixabay

Tertarik buat melirik jual beli rumah murah di provinsi yg juga ramah anak ini? Berikut ulasan beberapa titiknya:

Bogor

Hanya berjarak sekitar 40 menit dari Ibukota, Bogor merupakan opsi utama bagi orang tua yg ingin jual beli rumah murah di areal layak anak. Sebab, meski dekat tetapi bisa dirasakan sekali perbedaannya mengenai kualitas udara dimana tingkat polusinya jauh lebih rendah dari DKI. Maka dari itu tingkat stressnya pun lebih rendah daripada Jakarta.

Stok rumah dijual di Bogor pun melimpah, tidak hanya landed house mewah saja tetapi Anda juga bisa rumah dijual di Bogor dengan harga miring dengan sangat mudah. Mau cari rumah dijual di Bogor tipe subsidi? Jangan khawatir, sebab stok hunian seperti itu juga banyak sekali.

Bandung

Dikenal sebab keindahan dan keberagaman tempat wisata, Bandung memang menawarkan sesuatu yg berbeda. Udara jauh lebih sejuk dan bersih dari Bogor. Plus setelah sempat dipimpin oleh Bapak Ridwan Kamil, makin banyak ruang terbuka serta taman yg bisa dijadikan tempat bermain buat anak. Tentunya dengan begitu aspek edukatifnya pun bakal lebih terasa.

Tapi untuk urusan jual beli rumah, tak berbeda jauh dengan rumah dijual di Bogor. Terdapat banyak opsi beli rumah serta range dan variasi landed house buat segera dimiliki. Tak peduli hunian murah maupun hunian mewah, tetap semuanya dikelilingi oleh ragam fasilitas serta infrastruktur buat mendukung segala perkembangan buah hati Anda. Ya, Bandung memang selalu istimewa.

Teman Lama

Handphone android-ku yang bisa instagram itu mendadak bergetar. Kuraih si Ace itu dengan malas, lingkaran hijau tampak di sudut kirinya. Sebuah pesan whatsapp. Jempolku menari di 9 titik pembuka lock dan ‘menarik’ panel navigasi dari bagian atas layar. Ah, canggihnya teknologi berhasil membuat semuanya damai dalam satu sentuhan.

“Bang, itu mbak Ola jomblo loh :D”

Sebuah pesan penuh makna dari Adan, adik tingkatku waktu kuliah dulu. Ola itu teman seangkatanku yang sekarang jadi manager purchasing di perusahaan tempatnya bekerja. Cantik sih. Dan dia dulu adalah pacarnya teman akrabku, jadinya aku lumayan akrab sama dia.

Dan entah mengapa cecunguk bernama Adan ini mengabari info yang semacam ini. Bahkan aku sendiri tak yakin dia kenal dengan Ola.

“Emang kowe kenal?”

“Yo ora sih. Tapi hari gini kan di dunia maya semua orang berkenalan Bang. Hohoho.”

Aku bangun dari pose tidur indahku di sore hari penuh ketenangan ini. Perihal jodoh memang sudah jadi isu besar dalam hidupku. Usiaku sejatinya belum tua benar, lagipula cowok seumuranku masih banyak yang belum menikah. Dua puluh delapan bukanlah angka yang menakutkan bukan?

“Pungguk merindukan bulan bro..”

“Lha?”

“Ora level lah.”

“Ya siapa tahu Bang. Level kan nggak cuma soal tinggi badan. *ups… Maksudku, kalian kan yo wis saling kenal.”

“Trus?”

“Usia juga serupa dan pasti dikejar target menikah to? Nek wis kenal kan nggak usah pacaran suwi-suwi. Hehehe. Sekadar usul lho Bang.”

“Hahaha. Aku kan ora ngepek konco, Dan.”

“Ya, siapa tahu faktor usia membuat prinsip berubah Bang.”

“Pinter tenan persuasimu.”

“Yo iki kan demi kemaslahatan umat.”

Diksi apa pula itu? Bah, adik tingkatku ini memang punya pilihan kata yang super absurd sejak buku-bukunya mulai laris di pasaran.

“Pokokmen nek isu dipertimbangkan Bang. Menurutku ini ide menarik.”

“Yo. Maturnuwun idenya. Iki pungguk tak ngimpi sik.”

“Jiahhh bang. Kowe ki wis tinggal lompat udah jadi bos juga. Podo-podo bawa stang bunder ngko.”

“Hahahaha…”

“Yowis yo. Aku tak bedah buku sik. Nglarisi dapur.”

“Yo. Sukses bro.”

“Sip.”

Sebuah percakapan antah berantah dengan ide yang menurutku gila. Secara tinggi badan saja aku sudah tidak memadai, bagaimana mungkin aku bisa mendekati Ola. Lagipula biasanya orang Purchasing itu galak, meski di beberapa company tempat lompat-lompat ada juga yang kalah galak dari PPIC. Tapi sebagai teman lama, masak sih Ola galak padaku?

Iseng-iseng, aku tertarik dengan ide cecunguk Adan ini. Sebenarnya aku masih sering kontak-kontak ringan dengan Ola. Jadi sebuah kontak bukanlah isu yang besar.

“Olala, piye kabare?”

Sebuah pesan whatsapp melayang pada Carola Tyana.

“Sae bro. Kowe?”

Dan bahkan obrolan kami adalah ala Jawa sekali, pakai kata ganti ‘kowe’. Ini jelas pertanda teman sejati.

“Mestinya demikian. Sibuk ora? Tak telpon o.”

“Wahhhh.. Pucuk dicinta ulam tiba ki. Telpon waee.. Lagi butuh konco curcol.”

Buat asisten manager macamku, tentunya nggak boleh bermasalah soal pulsa. Sekali aku tidak berhasil menelepon supervisorku semata-mata tiada pulsa bisa menyebabkan produk 1 batch yang nilainya miliaran bubar jalan. Jadi aku punya spare sangat lebih untuk pulsa. Tentunya untuk sekadar menelepon Ola bukanlah perkara besar.

“Halo? Tumben niat nelpon kowe?”

“Feelingku kan apik. Ono konco lagi gundah.”

“Jiahhh.. Tapi pas tenan. Haha. Aku jomblo kie bro.”

“Lha kok pedhot?”

“Tentunya karena tidak cocok. Lha opo maneh. Padahal aku pengen tahun iki nikah sih.”

“Sama, Olala!”

“Huh, golek konco kowe yo.”

“Kan emang wis konco to La?”

“Iyo sih. Lha kowe isih jomblo-jomblo wae?”

“Yo ngene ki lah. Fokus golek harta sik wae.”

“Opo bro? Mobil nggak usah kan ya? Paling dapat dari kantor. Rumah mesti.”

“Lha kowe sik manager La, oleh mobil. Asman ki durung oleh. Yo coba-coba cari properti ki.”

“Lha kok sama lagi kita bro?”

“Eh? Sebelah mana?”

“Aku yo lagi cari-cari rumah.”

Ups, sama-sama jomblo, sama-sama pengen nikah tahun ini, plus sama-sama mau cari rumah. Bukankah kesamaan-kesamaan itu tampak sama untuk disamakan?

“Ehm, ayo nek ngono, golek bareng La.”

“Bolehhhh, kapan?”

“Kapan kowe iso lah. Nek orang pabrik kan cetho jam-nya. Purchasing kali ada meeting luar negeri.”

“Hahaha.. Ora lah bro. Weekend seloww saja. Next weekend?”

“Dicatat. Kowe jemput aku yo? Kan yang bermobil situ. Hahaha.”

“Huuuu.. Yowis, gapapa. Tak jemput mana? Lha kowe di Cibitung to? Adoh men aku le methuk.”

“Yo gampang. Ketemu di MM Bekasi saja. Kita searching daerah Bekasi dulu.”

“Pinter kowe bro. Sayang durung manager. Hehehe.”

“Ngece ki bu bos.”

“Ora.. ora.. bercanda pak Asmen. Okelah, sampai jumpa next weekend.”

“Siap bu bos. See you.”

Telepon ditutup, dan sepertinya aku bisa memulai sesuatu yang baru dari sini.