Cara Termudah Baca Meter Mandiri PLN Pascabayar

Sejak April saya itu deg-degan. Bukan apa-apa, pemakaian listrik saya dan bayaran bulanannya ada selisih. Kalau orang lain marah-marah karena kemahalan, saya justru karena kemurahan. Saya deg-degan karena pada akhirnya kelak saya akan membayar sangat mahal ketika tagihan aslinya terpenuhi. Faktornya tentu saja karena COVID-19, petugas PLN tidak ada yang ke rumah-rumah buat baca meteran.

Kalau di rumah sendiri kemurahan, maka hal kebalikan saya rasakan ketika membuka tagihan listrik rumah orangtua. Lha piye, mosok rumah kosong (ditinggal tengok cucu) tapi bayarannya sebulan 200 ribu? Ya, jadi begitulah. Pandemi ini bikin kocar kacir.

Karena saya nggak siap suatu saat bakal bayar listrik 2 juta sebulan (biasanya 400-600 ribu) karena beberapa bulan ini tagihan listrik di bawah 400 ribu padahal saya di rumah dan berarti AC kan nyala maksimal terus menerus sehingga standarnya ya 500-an ke atas lah, maka saya mencari cara lapor ke PLN dan kok ya ketemu.

Singkat kata laporannya adalah lewat nomor WhatsApp 08122 123 123. Nomor WA-nya nggak kalah cantik daripada nomor saya yang 123 juga belakangnya. Saya kemudian WA “Halo”. Dan dasar akun bisnis, dia nggak pakai centang biru. Tapi memang langsung dibalas, sih.

Pada intinya kita akan mendapati pesan berikut ini:

SYARAT & KETENTUAN BACA METER MANDIRI OLEH PELANGGAN

PLN mulai bulan Mei 2020, kembali melaksanakan pembacaan meter secara langsung ke rumah pelanggan pascabayar. Petugas PLN dalam melakukan pembacaan meter ke rumah pelanggan, menggunakan standar APD dengan tetap memperhatikan Pedoman Pencegahan Penyebaran COVID-19 @kemenkes_ri

PLN juga tetap menyiapkan layanan baca meter mandiri melalui aplikasi WhatsApp Messenger PLN 123 dengan nomor 08122 123 123.

Baca meter mandiri bisa dilakukan oleh pelanggan mulai tanggal 24 s.d. 27 setiap bulannya.

Pelaporan baca meter mandiri oleh pelanggan yang valid, yaitu pengiriman foto angka stand meter akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik.

Jika pelanggan tidak dapat mengirimkan angka stand & foto pada tanggal baca mandiri yang disediakan bagi pelanggan pada tanggal 24 s.d. 27, maka angka stand yg akan digunakan adalah hasil dari baca petugas PLN.

Jika pelanggan tidak dapat mengirimkan foto angka stand meter ataupun lokasi kWh meter tidak dapat didatangi oleh petugas PLN, maka pemakaian listrik akan diperhitungkan rata-rata 3 bulan terakhir.

Apabila Pengiriman angka stand & foto kWh meter oleh pelanggan diluar dari tanggal yang telah ditetapkan, yaitu tanggal 24 s.d. 27, maka tidak akan dijadikan angka dalam perhitungan tagihan listrik.

Selanjutnya, setiap 3 (tiga) bulan PLN akan melakukan pencocokan angka stand kWh meter khusus hasil kiriman pelanggan dengan angka faktual hasil pembacaan petugas PLN, dan akan dilakukan penyesuaian pada perhitungan tagihan listrik. Untuk itu dimohon pelanggan mengirimkan angka & foto stand sesuai dengan yang tertera di kWh meter sehingga diharapkan tidak terjadi penyesuaian tagihan naik atau turun secara berlebihan.

Hubungi layanan Contact Center PLN 123 untuk menyampaikan pertanyaan, informasi atau keluhan atas layanan kami. Terimakasih atas kesediaan pelanggan telah membaca syarat & ketentuan ini.

Kemudian berikutnya kita masukkan angka pembacaan meteran serta lantas mengirimkan fotonya. Kira-kira demikian saja yang harus dilakukan. Nah, tinggal kita cek nanti tanggal 1 tagihannya keluar berapa. Tinggal saya yang deg-degan ini bayar listrik sejutaan kan itu BERARTI SEPERTIGA GAJI SAYA BUAT BAYAR LISTRIK DOANG. ASEM.

5 Hal Krusial Jika Jadi Penampung Dalam Penggalangan Dana

Saya baru menyelesaikan sebuah penggalangan dana kecil-kecilan, hasil pembahasan dengan beberapa teman. Dalam penggalangan ini, rekening saya jadi penampungnya. Artinya, ini kali kedua saya mengurusi penggalangan dana. Yang pertama bahkan cukup masif. Ketika itu seorang teman terkena kanker dan atas inisiatif pribadi, saya dan beberapa teman melakukan penggalangan dana. Meskipun begitu membesuk sang teman, kami malah dimarahi.

Ya, sang teman bukanlah orang yang susah-susah amat. Tapi ya tetap saja namanya teman gitu lho.

Belajar dari pengalaman itu, maka melalui tulisan ini saya mencoba membagikan beberapa hal penting agar bisa menjadi penampung dalam penggalangan dana yang baik dan benar.

Itu Uang Orang

Dalam penggalangan dana yang pertama itu posisi saya masih CPNS dan belum gajian 3 bulan. Gaji swasta saya sudah mau tamat pula. Terus kebayang dong uang puluhan juta masih ke rekening dalam waktu sepekan. Pengen digesek saja rasanya.

Untuk itu, pertama-tama yang harus kita ingat bahwa uang itu adalah uang orang lain yang justru dipercayakan kepada kita. Saya selalu percaya bahwa integritas itu mahal nilainya. Ketika kita jadi penampung dan kitanya ambyar, ya sampai mati boleh jadi kita nggak akan dipercaya.

Akuntabel

Dalam dua penggalangan dana itu, teman yang sama-sama menggalang sama sekali tidak mengecek datanya. Jadi, semua dipercayakan kepada saya. Untuk itu, secara berkala lakukanlah update, tanpa diminta! Tapi, sebaiknya ngupdatenya adalah nama saja, lalu kemudian nominalnya boleh tapi cukup total atau urutan bisa cuma diacak lagi sehingga nggak ketahuan yang punya nama itu nyumbang berapa. Biarlah itu menjadi data di kita saja, plus tidak perlu juga disebar-sebarkan lagi.

Untuk bisa akuntabel, tentu pencatatan harus lengkap. Jadi secara berkala saya buat di Google Sheet sehingga saya bisa melakukan update dimanapun, plus kalau ada teman sepenggalangan butuh datanya segera bisa di-share.

Kalau Bisa Rekening Kosong

Kebetulan sekali, saya itu dari dulu hobi punya rekening banyak walaupun uangnya nggak banyak. Bisa dicek di LHKPN uang saya berapa. Haha. Tapi, saya punya rekening pernah sampai 13 biji. Sekarang sih–karena ada wajib lapor LHKPN saya baru ngerasa ribetnya punya rekening banyak–jadi hanya tinggal beberapa saja.

Nah, kalau bisa untuk penggalangan dana ini pakailah rekening yang kosong alias nggak campur dengan uang pribadi kita. Kalau dulu kan pas CPNS jadi BCA saya buat gaji di swasta sudah idle, rekening itu yang saya pakai. Demikian pula sekarang BCA itu juga buat nampung orderan postingan yang seret sekali di musim pandemi, jadi saya pakai lagi. Sementara rekening pribadi saya di Mandiri, yang untuk mengelola gaji dan tunjangan, tidak digunakan untuk penggalangan dana.

Ada Internet Banking

Karena updatenya akan sangat cepat, maka kita butuh internet banking. Masalahnya, ada sebagian rekening lawas yang kadang sengaja nggak dibuat internet bankingnya dengan berbagai alasan. Kalau ada rekening seperti itu, walaupun kosong ya jangan dipakai. Internet Banking itu diperlukan untuk bisa akuntabel.

Kubu BCA, Kubu Mandiri

Jadi kalau dulu nih mazhabnya dua. BCA sama Mandiri. Karena memang kedua bank itu tahun 2014 kayaknya belum terhubung. Dulu saya bahkan punya BRI demi bisa menghubungkan kedua bank ini. Jadi, kalau bisa sih penggalangan dana juga relevan dengan kedua kubu ini. Sebisa mungkin lebih dari 1 rekening. Itu sebenarnya akan lebih meningkatkan potensi orang nyumbang.

Sekali lagi, jadi penampung dan pengelola itu ujian integritas. Karena ketika ada yang menyumbang sejuta dan nggak dicek, kita lapor ke teman-teman bahwa sumbangannya 800 ribu, sementara 200 ribu buat beli pulsa, misalnya, bisa-bisa saja. Tapi tentu saja, ora ilok, kata orang Klaten.

Segitu dulu, yha. Bhay!