Pagi Syahdu di Pasar Minggu

Masih lanjut dengan #KelilingKAJ, mumpung masih niat. Seperti biasa, rute ditentukan oleh arah angin. Kali ini angin mengarah ke selatan, dan dalam rangka persiapan bangun pagi minggu depan (tugas balkes ke Cikarang-red), maka Gereja yang dituju mesti dekat dengan jalur kereta api. Dan pilihan jatuh kepada Gereja Keluarga Kudus Pasar Minggu. Sebagai catatan, di Keuskupan Agung Jakarta, nama Keluarga Kudus juga dimiliki oleh Rawamangun. Memang nama idola.

PASARMINGGU2

Perjalanan saya mulai dengan keluar dari kos jam 4.30 pagi, kemungkinan bersamaan dengan maling-maling yang pulang dari perjalanan dinas. Saya naik bajaj ke Stasiun Manggarai. Kenapa naik bajaj? Supaya kelihatan merakyat. Tsah. Di Manggarai, pukul 04.50 pagi, saya naik KRL ke arah Bogor. Ini kan ceritanya subuh aja belum kali ya, tapi KRL menuju Bogor itu sudah penuh, saudara-saudari. Saya harus berjalan beberapa gerbong untuk menemukan kursi yang kosong. Ini penduduk Jakarta kagak ada tidurnya apa ya?

Selanjutnya Tentang Pasar Minggu!

Advertisement

First Anniversary

Selama bertahun-tahun, isi blog ini adalah bentuk penggalauan. Baik itu penggalauan individual, semisal tentang LDR sama pacar yang punya teman dekat satu kota, hingga penggalauan umum semacam cinta diam-diam. Sebenarnya, konten tersebut berasal dari penggalauan pribadi yang digeneralisasikan. Begitulah kira-kira. Kenapa galau? Sebenarnya karena saya itu jomlo menahun, sebuah terminologi yang didefinisikan sebagai berada dalam keadaan sendiri selama bertahun-tahun.

Sayap Citilink

Saya kemudian sempat berada dalam fase-pengen-jadi-romo-gara-gara-jomlo-menahun. Keinginan itu saya batalkan karena tidak baik untuk kemaslahatan umat. Jadi jomlo itu kadang menyenangkan, memang, tapi menjadi tidak menyenangkan ketika mudik, lalu ditanya, “calonnya orang mana?”, sebuah pertanyaan yang bikin tangan ingin membekap mulut si penanya untuk kemudian disumpeli jeruk mandarin. Belum lagi ditunjang kalau kumpul sama teman-teman Dolaners, yang lain sudah bawa anak, saya masih gini-gini aja. Robert sampai bilang, “Ojo nganti anakku wis kuliah, kowe jik PDKT wae…

Continue Reading!