Tahap Berikutnya

Spirit judul ini adalah hendak meniru judul bukunya Ariel dkk yang “Kisah Lainnya”. Tapi kayaknya nggak masuk ya? Ya, sudah suka-suka saya lah.. hahaha..

Kemarin, saya memasuki tahap baru dalam hidup ini. Pengurangan usia dari jatah yang diberikan Tuhan pada saya–yang entah berapa. Sebuah tahap yang seharusnya membuat saya menjadi terus dan terus membaik. Sebuah tahap yang dinamakan oleh banyak orang sebagai ULANG TAHUN.

Ada banyak pilihan untuk merayakan ulang tahun. Dan entah kenapa Tuhan memilih memberikan saya hadiah berupa sebuah tantangan bernama audit dari lembaga regulasi. Awal mula mungkin saya bergumam kesal terhadap pilihan hadiah ini, sampai kemudian dalam perjalanan pulang dari kantor kemarin, saya menyadari makna hadiah ini.

Terima kasih kepada Pakbos di tempat yang lama, yang memberi saya kesempatan ikut turun ke gudang menemani auditor, hanya beberapa bulan sebelum saya cabut dari tempat lama. Itu sungguh sebuah pengalaman yang keren, yang lantas saya ekstrapolasikan menjadi beberapa kesimpulan, yang kebetulan kebanyakan benarnya.

Bahwa saya tampaknya mengambil porsi terlalu dalam hingga kemudian seorang auditor bertanya, “kamu ini bagian apa sih?”

Maaf soal itu.

Tapi, entah kenapa, mungkin karena memang faktor ulang tahun, saya seperti ‘di atas angin’ kemarin. Kesimpulan ‘memiliki sistem yang mampu telusur’ adalah jawaban dari sebuah tantangan seorang lead auditor, dan berhasil saya buktikan. Nggak rugi saya pegang sistem ini sejak awal mula berdarah-darahnya, sampai ikutan proyek migrasi sangkuriang sampai jam 11 malam dua hari berturut-turut. Yeah!

Jadi apa hadiahnya? Bukan itu semua.

Hadiah terbesar dari Tuhan adalah sebuah keberanian. Ia memberikan sebuah keberanian kepada saya untuk menyampaikan sesuatu yang menurut saya penting. Sebuah masukan yang sebelah sisi hati saya bilang itu nekat, tapi sebelah yang lain bilang itu harus diungkapkan. Sebuah pernyataan yang bisa jadi mempengaruhi nasib saya ke depan. I dont know. Hati ini pasti paham arah dan tujuan keinginannya.

Sebuah keberanian yang tidak bisa saya pahami sampai sekarang, tapi akhirnya saya maknai sebagai hadiah dari Tuhan. Dan syukurlah, keberanian itu diberikan pada saat yang (menurut saya) tepat.

Semoga memang demikian.

Happy Birthday to me. Doakan saya terus berjuang menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

🙂

Advertisements

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s