5 Perjalanan “Jadi Teman Yang Baik”

Kan sudah saya bilang, jiwa pertemanan saya itu tinggi *songong mode on* jadi ya sedikit-sedikit ada lah melakoni beberapa perjalanan untuk menunjukkan bahwa saya adalah teman yang baik *apa sih*. Nah berikut ini, saya pilih 5 perjalanan ketika saya “menjadi teman yang baik”. Hahahaha..

1. Wonosari (akhir 2007 atau 2008, saya lupa)

Jadi ceritanya, teman saya BBC punya pacar (sekarang istri) namanya CSA. Si CSA pulang ke rumah dengan bis dan hendak balik membawa motor dan nggak boleh bawa motor sendiri dari Wonosari. Jadilah Bapaknya CSA bilang supaya BBC yang mengambil motor itu.

Dan muncullah request ke saya, anterin ke Wonosari.

Hmmm, jadi deh Bang Revo saya yang kinyis-kinyis dibawa melaju ke Wonosari di sebuah tempat berinisial K. Hahaha..

Akhirnya?

Ya karena requestnya adalah mengambil motor, jadi deh, saya di belakang mengikuti pasangan pacaran ini dari belakang. Hmmm, semacam bikin pengen.. Hahahaha..

2. Pengantar Ke Bandara (sepertinya sih 2011)

Pak DJ, seperti biasa, 2 pekan sekali mengunjungi istri ke Jakarta. Waktu itu masih pasutri LDR. Nah, pada suatu pagi, saya bangun tidur lalu ke WC. Pulang-pulang dari WC (apa coba…), saya mendapati 2 missed call dari Pak DJ. Lha aneh, dia kan flight jam 6, kenapa jam segitu malah telepon?

Lalu saya telepon balik.

Dan ternyata, Pak DJ telat bangun! Hangus deh itu tiket. Jadilah saya mengantar Pak DJ ke bandara karena supir pribadinya (Koko Aliem) harus masuk di hari Sabtu.

Lumayan, ditraktir makan sama Pak DJ yang selalu baik hati kalau urusan traktir. Hehehe..

3. Kondangan Boris (1 Januari 2012)

Ini sampai dimarahin emak, sampai bikin Pak Uda Wilson tidak berulang tahun bersama keluarga pula. Tapi demi pertemanan, apa sih yang nggak? Hehe..

Jadi ceritanya, entah bagaimana pilihannya, si Boris nikah tanggal 1 Januari, padahal seminggu sebelumnya saya bertualang di belantara Sumatera. Hasrat ingin bertemu banyak teman akhirnya membuat saya mengambil opsi apik.

First flight dari Padang dan sampai Jogja jam 11, masih dapat resepsinya. Dan pakai Garuda agar ketepatan waktunya terjamin.

Dampaknya?

Jam 3 pagi, di dinginnya dini hari, saya berangkat dengan ortu dan Pak Uda dari Bukittinggi. Tapi seru juga sih. Seumur-umur baru itu bermalam tahun baru di jalan Bukittinggi-Padang. Di Jogja-nya ketemu banyak teman lama pula.

Joss!

4. Apartemen Merah (suatu hari di awal 2009)

Transaksi jual beli motor BE Robert sudah dilakukan di Lampung. Tinggal serah terima fisik yang belum. Nah, untuk keperluan ini, Robert perlu bantuan diantarkan menuju ke pembeli, seorang maba asli Lampung.

Jadi deh saya lagi yang kena.

Bang Revo yang tentunya  mulai tumbuh dewasa ikut mengantar si BE Robert ini. Janjiannya di depan Apartemen Merah, Jogja. Semacam transaksi apa pula ini, sampai pakai janjian di suatu tempat terbuka pula.

Akhirnya?

Motor penuh kenangan (yang pernah saya putuskan tali gasnya itu) beralih tangan. Robert lantas jadi tuna motor. Minjam motor kemana-mana.

5. Jus Jambu Untuk Boni (suatu waktu di 2009)

Nasib seorang BCP adalah langsung opname pada kesempatan pertama. #eaaaa

Sebagai sesama sebatang kara di perantauan bumi Sriwijaya, saya dan Ando plus Agung ikut sibuk dengan opname-nya BCP. Salah satu yang utama adalah mengurus surat pertanggungan pembayaran dari kantor, dan tentu saja memberikan kebutuhannya.

Mulai dari membawakan pakaian hingga minuman-makanan.

Dan karena diagnosanya DBD, maka opsinya adalah membelikan jus jambu. Mudah?

Ternyata nggak!

Berkeliling ke beberapa mini market (waktu itu di Palembang belum ada -mart) nggak ada. Nyari di JM Kenten pun tak ada (which is itu adalah pertama dan sekali-kalinya saya masuk JM Kenten). Akhirnya putar sana, putar sini, jam besuk lewat.

Untunglah, kita membawa kartu keluarga penunggu. Jadi meskipun sudah nyaris jam 9, masih bisa masuk. Ya maaf kata, anak DSP itu sibuk cuy, jadi baru bisa pulang jam 7-an. *nggaya mode on lagi*

Tentu banyak kisah lainnya, tapi ini yang saya pilih sebagai 5 perjalanan ketika saya mencoba menjadi teman yang baik 🙂

Advertisements

One thought on “5 Perjalanan “Jadi Teman Yang Baik”

  1. Pingback: 5 Perjalanan Serba Pertama | Sebuah Perspektif Sederhana

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s