Sesimpel Retweet

Saya join Twitter mid 2009, daftar di warnet di Palembang di masa-masa saya tidak punya apa-apa. Laptop belum ada, motor apalagi. Hiks. Dan parahnya, twit saya selama itu hanya 2000-an, baru 2123 tadi sore, sementara rekan lain sudah sampai 7000, meski daftar sesudah saya.

Okelah.

Tapi hari ini dapat pengalaman unik. Hehe. Dulu pernah di Retweet plus Mentions sama Sujiwo Tejo untuk pengamen yang membawakan monolognya. Sekarang, saya yang follow anggota DPR dan bekas aktivis Budiman Sudjatmiko, ikut serta dengan hashtag #SBY dengan pertanyaan ‘Apa Pendapatmu Tentang #SBY?”

Jujur, saya takut neko-neko. Makanya saya cari twit yang netral dan realistis. Ngeri saya terlibat dalam kegalauan politis, maka saya ikutan dengan menjawab ‘Bapak 2 anak dgn menantu yang cantik cantik’. Bagi saya, Pak Presiden SBY itu memang punya menantu yang ayu minta ampun.

Eh, malah di Retweet dan dijawab: Sepakat..

Dan twit saya juga di-RT 4 orang lain. Syukurlah.

Pentingkah?

Balik lagi, bagi seorang penulis pencari jatidiri, pengakuan adalah yang terpenting. Dan ketika Budiman melakukan RT pada twit saya, itu termasuk pengakuan, apalagi tidak semua twit dibalas, kebanyakan di RT saja.

Yang belum tembus di RT itu Raditya Dika sama Alberthiene Endah sekarang. Kapan-kapan ya.. 🙂

Salam-Salaman!