Lost in Bangka (5): Katedral Santo Yosef

lostinbangka-katedral

Seperti saya tulis sebelumnya saat berkisah tentang Hotel Menumbing Heritage, salah satu yang tidak terduga adalah bahwa penginapan kami dekat dengan Gereja. Bahkan lonceng Gereja terdengar begitu dekat begitu nyata dari kamar. Ya, Gereja yang saya maksud adalah Katedral Santo Yosef. Di tempat inilah, teman saya Libertus Tintus mempersunting istrinya untuk kemudian perjalanan waktu membuat mereka memiliki Verena Freesia Ventus sebagai buah hati.

Mengingat hari Minggu adalah harinya jalan-jalan, maka saya dan istri memutuskan untuk misa pukul 6 pagi bersamaan dengan lonceng yang berbunyi. Saya mengetuk kamar sebelah, namun kamar sebelah tidak hendak ke Gereja. Gitu.

Saya dan istri berjalan bergegas meskipun sebenarnya perjalanan ke Gereja itu dekat sekali. Maklum, sudah terlambat. Pas masuk, langsung lagu pembukaan pula. Namun lagu pembukaan itu kemudian berakhir dengan tidak masuknya Pastor. Rupanya ada delay, dan lagu pembukaan diulang lagi 6.20. Heuheu. Baru kali ini ada misa delay, tapi lagu pembukaannya direpetisi. Nggak apa-apa, namanya juga para pelayan Gereja adalah manusia biasa, yang tak sempurna dan kadang salah, namun di hatiku hanya satu, cinta untukmu KEDALUWARSA!

Continue reading

Advertisements

Belanja Aksesoris Pria di Lamido Indonesia

Sebagai pemuda harapan bangsa yang punya pacar gadis modis London, saya tentu harus berupaya mengimbangi. Makanya, saya kudu nyari tempat jual beli aksesoris pria yang kece badai merona membelah angkasa raya bersama mempelai berdua seiring dengan senyum bahagia. Selain bertualang dari jembatan penyeberangan ke jembatan penyeberangan lainnya, saya juga beranjak dari toko ke toko lainnya, serta berpindah dari tab online shop satu ke online shop lainnya.

Salah satu yang kemudian menggunggah hasrat untuk belanja tentu saja adalah Lamido Indonesia. Kenalnya Lamido itu mulai dari beberapa kawan yang nge-like fanspage Lamido di Facebook, terus masuk di newsfeed saya. Sebenarnya informasi teman nge-like Lamido masih lumayan penting daripada informasi bahwa ada mantan yang menikah dan punya anak sementara saya masih belum kawin-kawin. Begitu saya masuk ke lamido.co.id dan bergerak mencari tentang jual beli aksesoris pria guna menemukan benda-benda mungil demi ketampanan pria masa kini, langsung bingung karena semuanya ada. Mulai dari dompet, ikat pinggang, topi, hingga tas ransel  dan cincin batu akik bertebaran dengan tampilan yang menggoda. Kalau pacar saya melihat tanda merah di sudut kiri atas, mungkin dia akan bersemangat menyuruh saya belanja karena ada DISKON disana. Harga barang-barang yang ada disana juga bervariasi mulai 7000 rupiah sampai yang diatas 1 juta rupiah. Jumlah item yang tersedia juga dipastikan melebihi jumlah mantan kamu, lebih dari 1500 item tersebar dari aneka pemilik toko yang memasang lapak di Lamido.

lamido-coid

Begitu ngeklik gambar suatu produk, saya kemudian mendapatkan beberapa informasi penting untuk barang yang hendak dibeli. Kalau melewatkan kursor ke gambar barang, langsung ada kaca pembesarnya, jadi bisa melihat lebih detail. Selain itu, ada juga informasi jumlah stok yang tersedia, berikut juga review terhadap penjual. Jadi, kalau kemudian ragu-ragu, bisa melihat apakah penjual dalam transaksi jual beli aksesoris pria ini reputasinya bagus atau tidak.

Bahwa pada dasarnya toko online itu kadang-kadang semacam pria, sukar dipercaya. Untuk menyikapi itu Lamido juga memberikan tab khusus yang bisa diklik untuk memberikan jawaban pasti, kenapa Lamido terpercaya. Atau kalau bingung cara membeli, disitu juga tinggal klik untuk melihat jawabannya.

Bagian terpenting dari semuanya adalah bahwa Lamido merupakan bagian dari Lazada Group. Jadi ingat, dulu bisa dapat tas yang sudah menemani saya ke Semarang, Kendari, Palembang, Pangkalpinang, Manado, termasuk sampai Bukittinggi dan kota-kota lainnya dengan harga sangat miring dan kualitasnya prima, ya hanya di Lazada. Sebagai orang yang lagi bergelut soal pengadaan barang dan jasa, soal grup ini adalah soal terpercaya atau tidaknya sebuah penyedia.

Nah, sesudah melongok sana-sini, kiranya tahapan selanjutnya adalah membeli beneran. Maka, posting ini saya sudahi dulu. Saya mau ngecek gaji sudah masuk apa belum. Kalau sudah, saya mau buka website Lamido Indonesia sambil pilih-pilih jodoh, eh, barang yang sesuai agar penampilan saya menjadi kekinian. Doakan saya ya!