Mencari Jejak Kisah di Duren Sawit

Wew! Entah sudah berapa lama #KelilingKAJ tidak ditulis di blog ini. Saya malah takut project ini bubar jalan dengan sendirinya. Namun saya tetap berupaya agar project pribadi ini lanjut meski tertatih-tatih gegara dua pekan sekali saya ke Bandung dan otomatis tertangkap Romo Paroki melulu di Cimahi.

Kesempatan muncul ketika suatu pagi saya berangkat dari Bekasi ke Jakarta sembari mengantar Mbak Pacar ke Bandung dari Bekasi. Sembari mengandalkan angin bertiup saya akhirnya memutuskan untuk turun di Stasiun Klender, yang menurut gambaran adalah stasiun yang cukup dekat dengan Gereja Santa Anna di Duren Sawit. Masalahnya, saya agak-agak kurang paham sehingga lantas berjalan salah arah hingga Indomaret. Karena sadar bahwa saya nggak akan sampai tepat waktu kalau jalan kaki sampai Gereja yang ternyata masih jauh sekali. Gini dah kalau songong, nggaya mau jalan kaki.

Saya akhirnya menggunakan aplikasi kekinian bernama Gojek untuk menuju ke lokasi. Ternyata masih lebih dari 3 kilometer jauhnya. Nggak kebayang kalau saya maksa jalan kaki seperti #KelilingKAJ yang lain, bisa keburu jomblo saking lelahnya. Maka, mari berterima kasih pada teknologi. Salah satu patokan terdekat adalah Rumah Sakit Yadika, begitu habis RS ini tinggal belok kiri dan ikuti jalan sampai ramai-ramai khas rumah ibadah.

Gereja Santa Anna Duren Sawit ini terbilang sunyi apabila dibandingkan dengan Matraman hingga Bidara Cina yang persis di pinggir jalan besar. Sebagai Gereja yang berada di perumahan, ini adalah karakter yang khas, ya selayaknya Bojong Indah kalau mau dipersamakan.

Selengkapnya!

Melintas Masa di Matraman

Jakarta alias Batavia adalah sentral perkembangan Gereja pada zaman dahulu kala. Selain Katedral, generasi awal Gereja Katolik di Jakarta ada di tempat #KelilingKAJ yang saya bahas kali ini. Yup, kali ini kaki saya melangkah ke tempat yang nggak jauh-jauh benar dari kos yakni Gereja Santo Yoseph Matraman. Gereja ini, menurut saya, punya nilai spesial. Selain tergolong dalam generasi awal perkembangan Agama Katolik di Jakarta, juga termasuk dalam sebuah peristiwa titik balik. Jika belum pada lupa, Gereja Santo Yoseph Matraman merupakan salah satu sasaran bom malam natal tahun 2000, dan membawa korban jiwa.

Matraman3

Gereja Santo Yoseph berlokasi di Jalan Matraman Raya nomor 127 Jakarta Timur. Letaknya sebenarnya terbilang dekat dengan Gereja lainnya. Untuk ke Gereja Kramat, tinggal lurus–atau naik TransJakarta via Slamet Riyadi – Tegalan – Matraman- Salemba Carolus – Salemba UI – Kramat Sentiong – Pal Putih–turun dah. Kalau mau diterusin lagi, juga sampai ke Bidara Cina.

Aksesnya juga mudah, semudah ke Wisma Kemhan. Selain halte Slamet Riyadi, Gereja ini tidak jauh dari Stasiun Pondok Jati. Pun bisa dijangkau dengan angkot biru M.01. Benar-benar sangat dimudahkan. Plus bukan titik macet karena lumayan jauh dari perempatan Matraman yang durasi lampu merah (plus macetnya) setara durasi menanak nasi lalu kemudian menggorengnya.


Selengkapnya!

Berkelana Hingga Bidara Cina

Sesiangan tidur siang dalam kondisi hujan deras, saya lantas terbangun dan melihat via jendela bahwa matahari bersinar begitu teriknya macam knalpot OOM ALFA. Tetiba saya bingung, tadi itu hujan-hujanan mimpi apa bukan ya?

Karena matahari masih baik hati untuk bersinar, saya kemudian membulatkan perut, eh, tekat untuk menuju ke pengelanaan berikutnya. Mengingat sudah Minggu sore, maka berkelananya nggak usah jauh-jauh banget, yang penting terjangkau. Maka, tujuan yang ditetapkan adalah Gereja Santo Antonius Padua Bidara Cina, dengan jadwal yang saya incar adalah 17.45.

Berhubung saya itu anaknya rajin menggalau, akhirnya saya sampai TKP malah pukul 16.30, terlalu cepat. Gereja ini boleh dibilang sangat strategis karena bisa dicapai dengan mudah via TransJakarta jalur gemuk, Harmoni-PGC. Meski namanya Bidara Cina, namun jangan turun di Halte Bidara Cina. Gereja ini bisa dicapai secara lebih mudah dengan turun di Halte Gelanggang Dewasa, eh, Gelanggang Remaja. Hayo, nggak pada bayangin aktivitas dewasa yang dilakukan di gelanggang kan? Dari Halte Gelanggang Remaja, tempat tujuan bahkan sudah bisa dilihat–setidaknya dari parkiran mobil di jalan.

Continue Reading!