Macam-Macam HTS

Semakin labil anak muda masa kini, semakin banyak istilah bermunculan. Salah satunya adalah HTS. Ini tentu saja bukan Heka Teki Silang atau Henyakit Tenular Seksual *garing* tapi Hubungan Tanpa Status. Seorang teman pernah menyebutnya sebagai intimate friend. Ya, teman yang lebih intim.

Parameternya?

Tentu intensitas komunikasi. Logisnya, dua orang berlawanan jenis akan berkomunikasi sepanjang hari jika dia (1) punya hubungan keluarga, (2) PDKT pada level hampir diterima, (3) lagi janjian di mall dan nggak ketemu-ketemu, saking gede-nya mall tempat janjian, dan (4) berteman.

Ehm, berteman.

Jadi mari kita bahas jenis-jenis HTS ini.

Mantan yang masih saling cinta

Ada kalanya dua insan saling mencintai tapi terpaksa meluputkan komitmen yang sudah ada karena faktor eksternal. Misalnya perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan. Hal ini pedih banget. Ya, namanya juga masih cinta, masih perhatian, masih curhat kalau sakit, masih nanya sudah makan apa belum. Ehm, nanya siapa tuh? Pacar bukan, mantan iya.

Satu berharap, satu belum dulu

Nah, misal si cewek yang habis putus karena perbedaan tadi. Begitu lepas jadi jomblo, datanglah seorang cowok mendekati, menawarkan kedekatan, keintiman, ciee.. ciee…, dan lainnya. Hasilnya? Ya, komunikasi tiap hari lancar. SMS, telepon, BBM, Whatsapp lanjut terus. Tapi si cowok pasti menemukan tembok besar ketika mau nembak. Kenapa? Ya, si cewek jelas menerima rekan curhat, teman, tapi belum berkehendak lebih. Si cowok menunggu waktu yang tepat, dan terbentuklah HTS.

Sama-sama malas berkomitmen

Hal yang parah dari status ‘pacaran’ adalah komitmen. Ada pergaulan yang harus dibatasi, baik di linimasa maupun di dunia nyata, semata-mata menghormati komitmen. Buat saya sih ini bisa didiskusikan. Tapi ada saja kalanya dua orang saling suka, tapi tidak hendak terkendala komitmen, cemburu, dan lainnya. Hingga kemudian memilih dekat, tapi tidak dalam naungan komitmen.

Sudah punya pacar

Well, bagaimanapun ada yang begini. Kadang nih, cewek butuh teman cowok untuk curhat tentang masalah cowok. Kenapa? Karena perkara perspektif. Nah, namanya juga COWOK mennn.. dekat sama cewek (apalagi kalo lagi LDR) pasti ada harapan untuk mengisi ruang yang kosong disana. Ini nggak selingkuh kok, karena nggak ada komitmen diantara mereka berdua. Kan cuma teman. Teman tapi kok ngingetin makan, teman macam apa itu?

Temen Kos

Di era kos campur merajalela, ada aja yang namanya hubungan dekat karena teman kos. Ya, secara, kadang perlu pinjem gunting kuku, nebeng nonton, tukar-tukaran DVD terbaru, sampai nonton bareng di bioskop. Kadang nih, ya sedekat itu saja, jadian kagak. Padahal tinggal serumah. Eleuhh..

Teman Sejenis

Namanya cinta kadang nggak mandang jenis kelamin. Dan di era yang masih sok menabukan ‘perbedaan dari kelogisan’ tentunya persoalan ‘sejenis’ ini belum hendak dikomitmenkan. Apalagi dipublish ke social media (meskipun Facebook sudah memfasilitasinya). Jadinya? Ya, seperti saya melihat dua pria belai2an di TransJogja. *no comment*

Yah, sekian saja. Semoga tidak membantu. Sekian dan selamat sampai tujuan.

Advertisements

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s