Menemukan Santo Bonaventura di Labirin Pulomas

Sesudah mendiamkan si BG selama sebulan, hari ini akhirnya dia bisa jalan lagi. Sebagai konsep rasa syukur, akhirnya saya mencoret syarat utama #KelilingKAJ yakni naik angkutan umum. Saya menggunakan si BG untuk melakukan kegiatan #KelilingKAJ dengan penuh rasa penasaran. Kenapa demikian?

Alkisah dua kali saya berencana mencari Gereja Santo Bonaventura Pulomas, namun entah kenapa, nggak pernah ketemu! Paling ingat itu pas Kamis Putih 2014 ketika saya masih kos di Pulo Asem yang notabene ikut Paroki Pulomas. Itu saya muter-mutar Pulomas ada kali satu jam dan menemukan sekitar 5 sampai 7 Gereja, dan kesemuanya Kristen. Bonaventura-nya entah dimana. Padahal waktu itu sudah ikut Google Maps, sudah cek website juga. Makanya saya menyebut Pulomas ini sebagai labirin, ya karena dua kali keblasuk tanpa harapan di dalamnya. Mana yang terakhir pas banjir pula. Untung si BG kuat hatinya.

Jika memang hendak naik angkutan umum, tolong siapkan kaki yang kuat karena memang jaraknya dari tempat transportasi umum lumayan jauh. Ya mirip dengan jarak Bojong Indah ke stasiun atau Kedoya ke halte TransJakarta. Halte terdekat adalah Halte ASMI untuk jalur Harmoni-Pulogadung. Jalan saja dari situ sampai pegel, ambil sisi kanan jalan karena Gerejanya di sebelah kanan. Jangan heran dengan banyaknya rumah karena memang Gereja Bonaventura terletak di dalam perumahan Pulomas yang terbilang elit dan terbilang banjir. Walau terletak di tempat elit, tapi cakupan Paroki ini juga termasuk Kampung Ambon, lho. Jadi, ya, cukup beragam.

Continue reading Menemukan Santo Bonaventura di Labirin Pulomas

[Interv123] I’m Tough. I’m Struggler. I’m Happy.

Sekitar tahun 2000, saya mengalami sebuah kejadian sepele yang nyatanya sangat traumatis. Ketika sedang lewat di dekat SMP 1 Bukittinggi, berdirilah seorang pria brewok beralas kaki sepatu mirip safety shoes sedang ngoceh sendirian di tengah jalan. Ketika saya dan Sigit kala itu lewat, kaki kirinya melayang ke arah kepala saya yang waktu itu baru sepinggangnya. Nyaris, nyaris kena. Untung saja sempat memasang double cover yang dilanjutkan dengan langkah seribu. Sebuah strategi yang belasan tahun kemudian ditiru secara mutlak oleh Floyd Mayweather Jr di atas ring.

Ya, gila. Sederhana sekali ketika kita menyebut seseorang dengan stigma ‘gila’, tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya. Pun sesudah tendangan maut itu saya lantas jadi takut pada segala jenis ‘orang gila’ bahkan meski dia adalah si Sore, penderita mental illness dekat rumah yang menurut kabar diperkosa secara semena-mena oleh lelaki hingga akhirnya melahirkan seorang anak. Ehm, saya nggak yakin si pemerkosa itu punya hati lelaki, mungkin dia hanya seonggok daging yang punya penis belaka.

Ketika saya kemudian menjadi mahasiswa farmasi, stigma ‘gila’ lantas menjadi hal yang tidak sederhana. Dalam PKPA, saya kejatahan pasien dengan mental illness. Jadilah saya memonitor penggunaan obat yang kerjanya menekan saraf-saraf pasien itu. Hasilnya? Setiap kali home care, saya hanya mendapati pasien saya sedang tidur. Kata keluarganya, kalau tidak tidur, dia ngamuk. Hanya dua itu hidupnya. Masyarakat sekitar dengan mudahnya memberi cap ‘gila’ tanpa melakukan apa-apa. Sebuah kegilaan di masyarakat kita yang terang benderang menjadi profil nyata. Pedih. Orang-orang itu pasti nggak pernah tahu bahwa Ry Kusumaningtyas dalam bukunya ‘Mereka Bilang Aku Gila’ dengan jelas menyatakan bahwa manusia semacam Abe Lincoln, Ludwig van Beethoven, hingga Frank Sinantra adalah juga penyandang bipolar disorder. Sebuah kondisi yang dengan mudah membuat orang dicap ‘gila’.

Nah, suatu kali saya ‘dipertemukan’ dengan tamu di Interv123 kali ini. Pakai apostrof karena kami sebenarnya juga nggak pernah benar-benar ketemu. Dia ini ketua PSM Cantus Firmus ketika menggelar Konser Poelang Kampoeng. Saya melihat dia, tapi tentu dia nggak akan ngeh juga siapa saya. Mungkin hanya seonggok alumni berbaju ungu yang sepanjang konser kebanyakan melakukan sinkronisasi bibir belaka. Atau se-ngeh-ngeh-nya adalah saya ini abangnya mbak MC konser itu. Sudah.

Selengkapnya!