Masalah Klasik Anak Kos

Lagi merenung, meratap, dan meresap. *halah*

Dan tiba-tiba kepikiran nasib sendiri. Yah, nasib saya yang sudah lebih dari 11 tahun melarikan diri dari pangkuan orang tua. Eh, tepatnya dilarikan, disuruh pergi, tapi emang demi kehidupan dan penghidupan yang lebih baik.

Dan tiba-tiba lagi terkenang pahit manis-nya jadi anak kos. Kok terkenang? Lha wong saya ini juga masih jadi anak kos. Heleh.

Ya pada intinya, berikut masalah klasik anak kos, berdasarkan pengalaman saya.

1. Antri WC

Ini semacam sepele tapi ternyata penting loh. Bayangkan rasanya kebelet, sudah lari-lari dari kamar, dan lantas mendapati kalau WC tertutup? Ini kayaknya mirip dengan mau kawin tapi terus calon kabur sama mantan. Dan rerata WC di kos-kosan itu jumlahnya nggak banyak, paling 1 atau 2 biji saja.

Belum lagi nih, kos saya yang legendaris di Mbah Mardi sana itu menerapkan konsep WC untuk semua, termasuk untuk mencuci. Jadi bayangkanlah rasanya mules, kebelet, sudah di ujung, eh di dalam WC tiba-tiba lagi asyik ngucek sambil bernyanyi riang? Bayangkanlah! Bayangkanlah! *lebay*

2. Ketika Gebetan Jadi Pacar Teman Sekos

Ini asli, asli bukan pengalaman saya. Tapi ada nih temen yang bernasib buruk dalam bercinta. Sebut aja si Roni. Roni ini nggebet si (sebut saja) Mawar Melati Semuanya Indah. Hasil pendekatan beruntun berbuah kandas.

Dan tiba-tiba…

Mawar Melati Semuanya Indah jadi rajin berkunjung ke kos si Roni. Tapi bukan ke kamar Roni, melainkan ke kamar di sebelahnya! Ihiks, gimana gitu rasanya sendiri galau pulang ke kos, lihat sandal si gebetan di depan kamar sebelah. Lalu dengar cekakak-cekikik pujaan hati, juga dari kamar sebelah.

#eaaaa

3. Nginapers dan Nebengers

Kalau ini asli pengalaman saya. Sebagai orang yang ngekos, dan punya banyak teman yang berumah di Jogja, ini konsekuensi logis. Main ke kos sih nggak masalah. Tapi kadang-kadang bikin gundah gulana.

Ada kala ketika lagi asyik sama pacar *asyik nonton TV loh* eh datang teman hendak berkunjung. Ini mah bukan pengalaman saya saja, lebih seringnya saya malah jadi pengunjung *hihihihi..*

Ada kala juga, sudah malam-malam, capek, sudah membayangkan enaknya kasur di kamar. Eh, begitu sampai kos, kamar sudah ramai dengan temannya teman. Jadi ada teman yang mengajak temannya mengerjakan tugas di kamar saya. Ini juga mirip mau malam pertama, tahu-tahu mertua ikut tidur seranjang. Ehm, gini-gini saya juga pelaku setia! Haha…

Ada juga nih, sedang asyik-asyik mimpi sama Halle Berry di sesi tidur siang, tiba-tiba kamar diketuk, dan rombongan manusia masuk, ngerusuhi. Ealah, kabur dah itu Halle Berry.

Tapi ya, kalau nggak ada yang begitu, kadang rasanya sepi. Itu kan prinsip dasar manusia, begitu ada males, begitu nggak ada malah kangen.

4. Sakit Maag

Ini penyakit wajib anak kos dan ditandai utamanya karena ketiadaan dana, terutama di akhir bulan. Wajib deh, bener. Asli bukan anak kos kalau nggak maag *apa coba?*

Menurut yang saya pelajari di kuliah, mayoritas maag itu ya disebabkan dari kesalahan pola makan. Yang dampak lain, misal pemberian obat berlebihan di masa kecil atau perlukaan lambung, itu kecil sekali.

Dan kesalahan pola makan itu terkait kesalahan manajemen keuangan. Ya, intinya mah, kalau anak kos, tanggal 1 itu makannya sate kambing, kalau tanggal 31 makannya tusukan sate kambing. Kalau tanggal 1 minum soda gembira, tanggal 31 minum air putih dari botol soda (sambil) sedih.

5. Pak Kos dan Bu Kos

Ini asli saya paling sebel. Saya pernah tuh berdiri di sebuah pintu depan kos-kosan, menunggu teman cewek. Dan saya dimarahi sama yang punya kos. “Jangan berdiri di situ!”

Ebuset, lha saya ini cuma berdiri, apa salah? Apa salah saya? *mbrebes mili*

Jadi ada yang emang galak, ada yang rese, ada juga yang menyenangkan. Tapi rerata ortu akan senang yang galak dan jam-nya terbatas, karena itu anak pasti terjamin.

Ah, apa iya? Nggak juga. Di kos cewek adik saya, masih ada juga gadis-gadis yang memanjat pagar semata pintu tinggi itu sudah digembok. Ini mah perkara manusiawi juga. Hehehe..

Yah, sekian dulu. Nanti disambung lagi. Itu tadi lebih ke pengalaman di Jogja sih. Kalau pengalaman di Cikarang dan Palembang, nanti di-share terpisah.

Okeeee… Oyeeeeee… *salaman*

Advertisements

2 thoughts on “Masalah Klasik Anak Kos

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s