Tag Archives: jakarta barat

Serba Putih di Bojong Indah

“Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya”

Seluruh Agama pasti menggunakan prinsip ini. Kita semua yang beragama terkadang merasa bahagia ketika sudah memanjatkan doa, atau membaca kitab suci, padahal sekali-kali kita nggak pernah melihat yang dilakukan oleh Nabi-Nabi di masa silam. Yup, pada akhirnya kita semua tidak melihat tapi percaya, maka kita berbahagia.

Di dalam tradisi Katolik, kalimat itu muncul di pekan pertama sesudah Paskah. Dan sebenarnya ucapan Yesus itu ditujukan kepada Thomas yang orangnya nggak percayaan. Nah, dalam rangka memperingati sesuatu yang saya percaya terjadi 2000-an tahun silam itu, maka saya datang misa Minggu Sore ke Paroki Santo Thomas Rasul Bojong Indah Jakarta Barat.

Perihal Santo Thomas ini saya ingat sekali cerita Romo Antonius Yakin Cipta Mulya Pr, produk asli Paroki Bojong Indah yang sekarang berkarya di Paroki Ibu Teresa Cikarang. Katanya dulu dia malu menyebut anak Paroki Thomas soalnya Thomas ya gitu itu, namun kemudian dia memahami dan justru kemudian bangga menyebut diri berasal dari Paroki Santo Thomas Rasul. Jujur saja, pertama kali saya dengan kata ‘Bojong Indah’ yang dari Romo Yakin ini. Makanya penasaran juga.
Selanjutnyah tentang Bojong Indah

Berhari Raya di Kedoya

Salah satu hari raya umat Katolik (dan Kristen pada umumnya) yang menjadi tanggal merah adalah Wafat Isa Almasih. Penting untuk menjadi tanggal merah karena peringatan wafat itu biasa dihelat siang-siang. Dulunya begitu. Perkembangan umat yang gila-gilaan kadang membuat peringatan itu nggak bisa sekali karena menimbulkan banyak dampak bagi masyarakat. Yang terutama tentu saja kemacetan. Nah, karena itulah di Pekan Suci 2015 ini saya memutuskan untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi supaya tidak bikin rempong panitia, plus memilih jam-jam ke Gereja yang enak untuk naik kendaraan umum. Sesudah memilih dan memilah saya akhirnya menetapkan Gereja Santo Andreas Kedoya sebagai tujuan #KelilingKAJ edisi spesial hari raya alias pekan suci.

Namun apa daya, sudah berangkat jam 9.30 dari kosan, ternyata kendalanya banyak. Utamanya adalah jarangnya bus TransJakarta untuk arah Lebak Bulus. Walhasil, saya memang lantas sampai di Gereja yang terletak di dalam kompleks Green Garden itu, tapi mengikuti peringatan tidak dari dalam Gereja, namun untungnya tidak keringetan juga. Buat para komunitas telat-datang-padahal-sudah-1-jam-sebelum-mulai ala Pekan Suci pasti paham bahwa telat datang itu sama dengan kipas-kipas. Bagaimana ceritanya kok bisa begitu?

Ah, nanti juga tahu.

Selengkapnya Tentang Kedoya!