All posts by ariesadhar

Auditor Wanna Be, Apoteker, dan Author di ariesadhar.com

Tersisa Diam

Mengapa alkohol menguap?
Karena baginya, fusi dengan udara lebih menyenangkan
Bersatu dengan udara lebih menarik

Sesuatu dapat terikat padanya
Sesuatu lebih senang bersamanya, tapi ia tidak
Sesuatu itu bahkan rela berpisah dari induknya
Demi bersatu dengan alkohol

Tapi toh bersatu dengan udara adalah pilihannya

Tinggallah secuil kecil ekstrak
Tersisa diam, terpisah dari sumbernya
Ditinggalkan oleh pelarutnya
Tanpa bisa apa-apa

Ia hanya tertinggal diam
Berharap dapat berguna

Itu saja

 

Cikarang, 5 Juli 2011

Puisi orang gila.. hahaha..

Sepotong Kata Kala Senja

Senja berlalu, sudah senja ke seribu delapan ratus dua puluh lima

Senjakala, saat keindahan berpendar di kejauhan

Senjakala, ketika tercekat diam tanpa gerak

Senjakala, masa menyebut bahwa indah itu untuk dikagumi

Senjakala, pas bahwa aku tercekat dan kagum atas pendar keindahan di kejauhan

 

Jauh? Ah, tidak juga

Sedikit dekat, mungkin, tapi pendar indah itu membuatnya jauh

Sedikit dekat, hanya terhalang sirnanya gerak karena tercekat

Sedikit dekat, pengagum keindahan tidak boleh terlalu dekat

Sedikit dekat, pendar indah jauh yang terasa jauh karena gerak tercekat

 

Ini hanya sepotong kata, di kala senja

Kata, kumpulan huruf-huruf yang sejatinya mati

Kata, bunyi-bunyi nan terangkai bermakna

Kata, sekadar huruf dan bunyi yang punya makna

Kata, kala rangkaian huruf, bunyi, dan makna dapat mengubah dunia

 

Ini hanya sepotong kata kala senja

Menyebut cinta kala silau pendar pesona

Melontar jiwa, berupaya meraih asa

Asa tersimpan, sepanjang senja

Senja yang sudah berlalu ribuan kali

 

Ini hanya sepotong kata, kala senja

Keluarlah dari peraduanmu, pijarkan pendar pesonamu

Lebih kuat, lebih dahsyat, agar aku mengerti betapa indahnya dirimu

Agar aku mengerti, bahwa keindahan itu pun bisa jadi milikku

 

Sekali lagi,

Ini hanya sepotong kata kala senja

 

Cikarang, 4 Juli 2011

—-

 

Asli puisi saya, maaf kurang berkualitas, sudah lama nggak nulis puisi hehehe…

Spongebob Squarepants

Kapten: Are you ready kids?
Anak-Anak: Ayay Captain!
Kapten: I can’t hear you…
Anak-Anak: Ayay Captain!
Kapten: Huuuu…. Who lives in a pineapple under the sea?
Anak-Anak: Spongebob Squarapants!
Kapten: Absorbant and yellow and porous is he!
Anak-Anak: Spongebob Squarapants!
Kapten: If nautical nonsense be something you wish!
Anak-Anak: Spongebob Squarapants!
Kapten: Then drop on the deck and flop like a fish!
Anak-Anak: Spongebob Squarapants!
Kapten: Ready?
Kapten dan anak-anak: Spongebob Squarapants, Spongebob Squarapants, Spongebob Squarapants
Kapten: Spongebob Squarapants!! Hahahaha..
Spongebob: (bersiul…)

Lagu ini pasti teramat sangat akrab di telinga kita, mungkin dulu, mungkin sekarang, mungkin pula dulu sampai sekarang. Kalau buat saya sih jelas iya. Saya kurang suka Naruto, Avatar, juga One Pieces. Tapi gemar pada Sinchan, Spongebob, Upin-Ipin, dan yang terbaru Shaun The Sheep. Mungkin kelihatan polanya ya, saya suka kisah-kisah pendek yang berhenti di 15 menit. Bagi saya lebih menghibur dan tidak mikir.

Sekarang kita kupas tentang Spongebob dulu ya. Nanti yang lain menyusul. Hehehe..

Spongebob Squarepants, kira-kira mulai akan hidup di tahun 1993 saat Rocko’s Modern Life pertama kali muncul dengan produser Stephen Hillenburg. Ini tokoh yang unik. Ia pekerja kartun, tapi juga bekerja di bidang biologi laut. Ia bahkan sudah mulai membuat sketsanya sejak 1986. Ketika Rocko’s Modern Life ditiadakan pada 1996, Hillenburg mulai bekerja dengan Spongebob Squarapants. Ia memperkuat timnya dengan Direktur Kreatif Derek Drymon, yang berpengalaman di Doug, Action League Now!, dan Hey Arnold!. Ada juga penulis Tim Hill dan pengisi suara Tom Kenny dan Doug Lawrence. Masih ada juga Merriwether Williams di awal-awal proyek ini.

Selama produksi, Hillenburg membuat konsep komik pendek dengan gaya yang sama pada setiap tampilan, tapi dengan karakter yang terlihat berbeda. Spongebob Squarepants memakai nama SpongeBoy dan menggunakan topi merah dengan baju kerja hijau-putih, juga pakai dasi. Sayangnya, nama itu sudah dipakai oleh Bob Burden, pembuat Flaming Carrot. Hillenburg lantas beralih ke nama Spongebob dan muncul di salah satu penampilan saat Tuan Krab berkata “SpongeBoy, me Bob!”. Untuk Krusty Krab sendiri, awalnya pakai huruf C, seperti bahasa Inggris pada umumnya.

Pada 1 May 1999, Spongebob Squarepants pertama kali tayang dengan episode pertama “Help Wanted, Reef Blower, Tea at the Treedome” setelah Nickelodeon Kids Choice Awards. Help Wanted episode pertama Spongebob masuk kerja di Krusty Krab. Reef Blower adalah kisah pendek tanpa percakapan yang tetap lucu. SedangkanTea at the Treedome saat pertama kali bertemu Sandy, sampai kering di rumah pohon. Ingat?

Pada saat itu, yang paling populer adalah Rugrats, si bayi-bayi lucu, juga masih ada berbagai kartun murah meriah lainnya. Spongebob yang juga berbiaya rendah dengan gaya humor yang lebih dekat ke akar rumput memakai permainan kata yang pintar dan referensi kultural alih-alih humor ala Rugrats. Dengan perjuangan, rating meningkat, sampai setahun kemudian menggusur Rugrats. Kekuatan utama ada di suara Tom Kenny (Spongebob) yang unik, humoris, dan dapat dinikmati semua kalangan.
Kalau ingat episode di atas, gambar-gambarnya sangat sederhana. Beda dengan musim kedua di tahun 2000 yang gambarnya lebih berkualitas. Spongebob lah yang membuka mata dunia untuk munculnya kartun-kartun yang agak dewasa dan hadir dari perusahaan kecil. Ingat kan bahwa kartun-kartun Spongebob kadang suka memberikan kata-kata yang berat, dan episode yang butuh mikir.

Pada 2001, Fairly OddParents ditayangkan. Ini miirip sekali cara Spongebob, tapi lebih realistis dan agak lebih dewasa, dan kemudian menguntiti Spongebob di urutan kedua. Juga di tahun yang sama muncul Invader Zim oleh Jhonen Vasquez, tapi tetap saja Spongebob nomor 1.

Namun sejak rumor adanya film, maka muncul spekulasi penghentian dan pada 2003/2004 disebutkan sebagai musim terakhir. Penggemar yang kecewa membuat banyak aksi online untuk memaksa Nickelodeon membuat episode lain. Meet The Strangler dan Pranks A Lot adalah episode terakhir di Oktober 2004. Dan filmnya muncul di November 2004.

Semakin sering diulang, semakin bosan. Itu yang terjadi kemudian. Fans mulai kabur karena isinya cuma pengulangan. Saya sendiri kadang bisa sangat hafal karena mungkin lebih dari 7 kali menonton episode yang sama. Tanda-tanda rugi muncul karena revenue filmnya malah lebih kecil dari Rugrats. Fans mulai bersorak ketika ada info musim baru di 2005. Hillenburg mulai berada di luar, tidak terlibat langsung. Derek Drymon ada di posisi Hillenburg, sedangkan posisinya digantikan Paul Tibbitt.

Episode baru muncul di 6 May 2005 dengan Fear of a Krabby Patty dan Shell of a Man sebagai seri pembuka. Dan yang bikin beda lagi adalah suara Spongebob yang naik nada dasarnya. Satu lagi yang membedakan adalah plotnya yang menyerupai Simpsons. Serta banyak perbedaan lain yang awalnya dirasa mengganggu. Tapi lama-lama ya biasa. Nickelodeon lalu membuat tayangan segmen 11 menit episode baru terpisah 2 minggu sekali. Misalnya episode Selling Out di September, berkait dengan Funny Pants di 30 September. Lalu ditayangkan bareng di 9 Oktober. Kira-kira begitu.

Itulah kisah kembalinya Spongebob, ditandai munculnya Krusty Towers, Mrs. Puff, You’re Fired, Ghost Host, Once Bitten, Karate Island, dan All The Glitters. Membuat kartun tidaklah mudah, sehingga pola penayangannya pun harus diatur sedemikian hingga penonton tetap nyaman. Walhasil, saya tetap nonton Spongebob walaupun sudah sangat hafal ceritanya. Hahahaha….

10 Tahun: Merantau

Oalah.. Pantes Sabtu kemarin ngerasa ada sesuatu yang seharusnya diperingati. Tapi apa, malah lupa. Ingat punya ingat, ternyata 2 Juli 2011, bertepatan dengan hari pertama saya menginjakkan kaki di Jogja, sepuluh tahun silam. Yup, saya sudah sepuluh tahun merantau.

Sebenarnya, nggak jauh dengan posting sebelumnya yang berjudul 9 Tahun 9 Bulan, bedanya ini pas 10 tahun. Lama ya? Ibarat kata, kalau waktu saya merantau kala itu ada yang bikin anak, maka anaknya sekarang sudah SD tahap akhir. Sudah bisa baca, tulis, kali, bagi, limit, integral dan sejenisnya.

Sudah 2 digit, sepuluh, satu dan nol. Sudah macam-macam pernak-pernik hidup merantau yang saya alami. Yang suka banyak, yang duka, kita sebut saja sebagai ada. Yang senang, yang sedih, silih berganti datang sejak saya menaiki Bus Gumarang Jaya jurusan Bukittinggi-Jakarta.

Waktu mulai merantau sebenarnya sudah seru. Berangkat hari Jumat, tanggal 29 Juni 2001, naik Gumarang Jaya. Sampai Bakauheni hari Sabtu, 30 Juni 2001 agak siang. Sampai Kampung Rambutan sudah gelap pada hari yang sama. Lanjut sebuah bus yang saya lupa namanya, Jakarta-Cirebon. Lalu sampai Cirebon dini hari sekali, jam 3 kalau nggak salah. Menggedor-gedor pastoran Cirebon jam 3 pagi. Dasar gila. Langsung ikut misa paginya, lalu isi TTS, dan dapat uang dari Pakde atas TTS yang penuh saya isi. Nilainya bahkan lebih besar dari hadiah TTS di koran itu sendiri. Wkwkwk..

Lantas malam harinya, berangkat ke Jogja, naik kereta api. Yah, kalau naik di Cirebon, nggak usah diharap bakal enak. Disini saya mengalami yang namanya duduk di perlintasan gerbong, dengan goncangannya yang dahsyat. Pokoknya nggak bisa tidur deh.

Sampai Jogja pagi hari, langsung bergegas ke SMA Kolese De Britto. Satu-satunya pilihan. Well, saya tidak mempersiapkan pilihan apapun, jikalau kemudian saya gagal masuk JB. Tapi Tuhan tahu saya nggak menyiapkan pilihan lain, karena dengan proses yang sepertinya terlihat mudah, saya masuk. Tanpa proses tunggu menunggu, pada hari itu juga saya diterima. Dan disitulah perjalanan dimulai, 2 Juli 2001.

Kini Juli 2011, saya ada dengan profil saya sekarang, seperti ini. Buah dari apa yang saya lakukan selama 10 tahun belakangan, berupaya struggle saat orang tua ada ribuan kilometer nun jauh disana, dengan segala pernak-perniknya.

Itulah, 10 tahun, dan pasti akan terus bertambah. Saya yakin Tuhan selalu memberkati saya, juga memberkati kita semuanya.

Semangat!!! 🙂

Magelang

Magelang. Dulu kenalnya karena pernah pergi ke Magelang dan bermain ke taman yang entah apa namanya saya lupa. Itu tahun 1999, kalau nggak salah. Lalu masuk dunia persekolahan, ada sih teman dari Magelang, tapi dikit. Semakin kesini, di dunia perkuliahan, mulai banyak teman ber-plat AA. Dan terakhir, my little bro mulai menjalani hidupnya disana, sudah setahun, dan masih hidup, malah tambah kribo ^semakin nggak jelas.

Oke, iseng saja mau melihat-lihat soal sejarah Magelang. Saya sebut Magelang, karena setahu saya, ada Kota Magelang dan ada Kabupaten Magelang. Am I wrong? Ya mungkin sih, pengetahuan saya kan nggak terlalu banyak, apalagi soal ini hehehe…

Usut punya usut, ada yang bilang bahwa nama Magelang berasal dari kisah orang Kalingga yang mengenakan hiasan gelang di hidung ^hidungnya sebesar apa itu. Imbuhan “Me-” kala itu mungkin masih disebut MA, sehingga kegiatan memakai gelang dimaknai dengan sebutan MAGELANG yang artinya memakai gelang, lebih luas lagi, Magelang berarti daerah yang didatangi oleh orang-orang yang memakai gelang.

Ada juga yang bilang kalau nama ini berasal dari kisah pengepungan Kyai Sepanjang oleh Prajurit Mataram, saat Temu Gelap alias rapat melingkar ^sejarah KMB mungkin.. Tapi kok kisah ini tidak memberikan etimologinya? ^tuing-tuing..

Kisah lain bilang kalau nama itu terkait dengan kondisi geografis daerah Kedu “Cumlorot” yang katanya sih artinya sama dengan gelang.

Itu soal nama, dan berakhir pada kebingungan.. Wkwkwkwk…

Asal muasal tempat ini diperkirakan berawal dari sebuah desa Mantyasih yang sekilas bermakna beriman dalam cinta kasih ^dahsyat sekali artinya. Penetapan desa ini ditulis di Prasasti Mantyasih per 11 April 907M. Kemungkinan ini yang dipakai sebagai penetapan Hari Jadi Magelang (Perda No 6/1989). Desa itu berada di barat Kota Magelang dengan nama Mateseh. Sekarang masuk Magelang Utara. Katanya lagi, daerah itu dulu disebut Kebondalem atau Kebun Raja Sri Sunan Pakubuwono (Surakarta). Riwayat kebun mungkin bisa dilihat di nama tempat di sebuah kampung di Potrobangsan. Ada Kemirikerep/Kemirirejo (bekas kebun kemiri), Jambon (pastinya bekas kebun jambu), Bayeman (ini mungkin Popeye pernah kesini), Jambesari (ini bekas pinang).

Oya, prasasti tadi sebenarnya ada temannya dan sama- sama dari tembaga. Nama yang lain adalah POH dan GILIKAN.

Prasasti itu ditulis zaman pemerintahan Hindu di bawah Raja Rake Watukura Dyah Balitung. Versi ini, ada Mantyasih dan Glanggang. Mantyasih menjadi Meteseh, Glanggang menjadi Magelang. Nah, lain lagi ceritanya ^tambah bingung? Desa ini termasuk Perdikan karena Bebas Pajak. Asyik ya? Hahaha..

Di abad 18, Magelang pernah dikuasai Inggris. Kota ini jadi pusat pemerintahan dengan Bupati Mas Ngabehi Daneokromo (Raden Tumenggung Danoeningrat). Babat alas terjadi dan dibuatlah alun-alun, tempat tinggal bupati, masjid, dan gereja. Berikutnya malah Magelang menjadi Ibukota Karesidenan (1818) karena letaknya yang strategis ^mau ke Jogja soalnya.

Kita semua tahu kalau Bang Rafles sebentar saja di sini, maka pas Belanda datang, Mas Ngabehi Danoekromo diangkat lagi dengan jabatan dan gelar yang sama. Pada masa-masa itu Magelang menjadi pusat militer. Belanda juga membangun menara air minum (1918), PLN (1927), dan jalan-jalan beraspal. Wooo… Kok enak?

Jauh kemudian, Kota Magelang diangkat sebagai ibukota Kabupaten Magelang (UU No 22/1948). Tapi versi UU No 13/1950, Kota Magelang berdiri sendiri, lalu di Kota Magelang terdapat 4 Badan Pemerintahan yang berbeda: Pemkot Magelang, Pemkab Magelang, Kantor Karesidenan Kedu, dan Akmil.

Nah, dengar-dengar, mirip cerita dengan Bukittinggi sebagai Ibukota Kabupaten Agam. Tata ruang menyebabkan adanya kebutuhan pemindahan Ibukota Kabupaten Magelang. Desa Sawitan Mungkid menjadi ibukota Kabupaten Magelang (PP 21/1982) dan diresmikan 22 Maret 1984.

Sebenarnya, belum ketemu benar sih sejarah pastinya Magelang. Tapi ya lumayan membuka wawasan ^setidaknya buat yang nulis..hehehehe….

My Stats

Kecenderungan saya dari kecil adalah menyukai tulis menulis dan analisa data. Bahkan dulu nilai pemain di tabloid BOLA saja bisa saya analisis macam-macam. Pernah pula saking ngebetnya, menghitung statistik pertandingan sepakbola, berapa kali corner, berapa kali lemparan ke dalam, berapa kali offside, dll. Memang saya orang aneh. Hahaha..

Well, termasuk melihat statistik blog ini.

Seperti saya sudah cerita di posting pertama reborn blog ini, semata-mata karena saya menemukan blog friendster via google, dan kemudian ingat kalau blog ini ada, maka terjadilah. Makanya statistiknya aneh, ada 2 view di 2008. Lalu hilang 2 tahun, nongol lagi di 2011. Dan statistiknya semakin lumayan. Sekali lagi, karena targetnya memang bukan mencari orang yang mau lihat blog saya, jadi angka itu sebenarnya hanyalah sekadar angka.

Berbagi pendapat, berbagi cerita, dan belakangan berbagi ilmu, itu yang lebih penting. Berbagi pendapat dan cerita, serta sedikit ilmu disini. Kalau berbagi ilmu beneran, ada di apoteker123.wordpress.com.

Udah, cuma mau nulis itu doang kok. Hehehe..

Semangat!!!

Katakan, Jangan Tunggu Nanti

Temans, pastinya dua cerita ini sering kita baca di blog, di milis, di email-emailan kantor. Saya coba menuliskannya kembali di blog ini. Sekadar sebagai refleksi.

* * *

Peter dan Tina

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asyik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.


Tina : “Duh, bosen banget. Gue juga mau punya pacar yang bisa berbagi waktu sama gue.“
Peter : “Kayaknya tinggal kita berdua doang deh yang jomblo. Cuma kita berdua aja yang nggak punya pasangan.”
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
Tina : “Kayaknya gue ada ide bagus nih. Kita adain permainan yuk?“
Peter : “Eh? Permainan apaan?”
Tina : “Enngg… Gampang sih permainannya, gue jadi pacar loe dan loe jadi pacar gue, tapi hanya untuk 100 hari aja. Gimana? Mau nggak?“
Peter : “Oke… lagian gue juga nggak ada rencana apa-apa buat beberapa bulan ke depan.”
Tina : “Kok loe nggak terlalu niat sih.. Semangat dong! Hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?“
Peter : “Gimana kalo kita nonton aja? Kalo nggak salah film Knowing lagi main ya? Katanya bagus tuh”
Tina : “Oke deh.. Yuk kita pergi sekarang. Ntar pulang nonton, kita ke karaoke ya.. ajak adik kamu sama pacarnya, biar seru“
Peter : “Boleh juga. Double date nih.. “
(merekapun pergi menonton, berkaraoke dan Peter mengantar Tina pulang malam harinya)

Hari ke 2 :
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membelikan sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke mall untuk mencari kado buat sahabatnya Peter. Setelah berkeliling mall, mereka memutuskan untuk membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat, duduk di food court, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling bersama teman-teman Peter. Tangan Tina sakit karena tidak terbiasa bermain bowling. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Segara, Ancol. Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang pantai. Sekali lagi, Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahun.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama, dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy untuk Tina, dan Tina membelikan Peter sebuah kaos.

Hari ke 72:
Pergi ke sebuah acara festival. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang.” Kemudian peramal itu meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempaskan kaki mereka. matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.

15.20
Tina : “Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar.”

Peter : “Tunggu di sini, aku yang beli aja minumannya. Kamu mau minum apa? Aku teh botol aja ah.”

Tina : “Aku aja yang beli. Kamu kan capek udah nyetir keliling kota hari ini. Bentar ya.”

Peter mengangguk. Kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.

15.30
Peter sudah menunggu selama 10 menit dan Tina belum juga kembali. Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.

Peter : “Ada apa, Pak?”

Orang asing : “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayak nya perempuan itu temanmu”

Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang, tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Peter segera mengambil mobilnya dan melarikan Tina ke rumah sakit terdekat. Peter duduk diluar ruangan ICU selama 8 jam. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23.53
Dokter : “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik, dia masih bernafas sekarang, tapi Yang Kuasa akan segera menjemputnya. Kami menemukan surat ini dalam kantongnya.”

Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan Peter segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai. Peter duduk disamping pembaringan Tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.

Dear Peter

Ke 100 hari kita sudah hampir berakhir
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku
Aku menyesal tidak pernah berusaha mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa
hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hati kebersamaan kita.
Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai
aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku.
Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya
dan berharap kau juga bisa berada di sisiku seumur hidupku.
Peter, aku sangat sayang padamu ♥

Tina

23.58
Peter : “Tina, apakah kau tau harapan apa yang aku ucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Akupun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.
Tina, kamu tidak bisa meninggalkanku! Hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian! Tina, aku sayang padamu!!”

Jam dinding berdentang 12 kali… Jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100…

Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat. Kau tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi besok. Kau tidak akan pernah tau siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak pernah kembali lagi.

* * *

Joe dan Jin

Aku mempunyai seorang pacar yang tumbuh besar bersamaku. Namanya Jin.

Aku selalu menganggapnya sebagai seorang teman, sampai tahun lalu ketika kami bersama-sama camping dalam suatu kegiatan pramuka. Aku menyadari bahwa aku telah jatuh cinta dengannya. Sebelum camp itu berakhir, aku mengambil langkah dan mengakui perasaanku kepadanya. Dan tidak lama kemudian, kami menjadi sepasang kekasih.

Tetapi kita mengasihi satu sama lain dengan cara yang berbeda.

Aku selalu memikirkan dirinya. Hanya dia yang ada dalam pikiranku. Tetapi dalam pikirannya, terdapat begitu banyak perempuan.
Bagiku, dia adalah satu-satunya. Namun bagi dia, mungkin aku hanyalah seorang wanita biasa…

“Jin, kamu mau pergi nonton bioskop?” Aku bertanya.
“Aku ngga bisa.”
“Kenapa? Kamu harus belajar ya di rumah?” Aku merasakan sedikit kekecewaan.
“Bukan… Aku mau pergi ketemuan sama teman…”

Dia selalu seperti itu. Baginya, aku hanyalah seorang ‘pacar’. Kata ‘cinta’ hanya keluar dari mulutku. Sejak aku mengenalnya, aku tidak pernah mendengar dia berkata “Aku mencintaimu”. Tidak pernah ada perayaan anniversary dalam hubungan kita. Bahkan mungkin dia sudah lupa dengan hari jadi kita.
Sejak hari pertama, dia tidak pernah mengucapkan “Aku cinta padamu”. Ini terus berlanjut sampai 100 hari … … 200 hari….
Dan setiap kali dia mengantar aku pulang, sebelum kita berpisah, dia hanya memberikan aku sebuah boneka. Setiap hari… tidak pernah sekalipun lupa. Aku tidak tahu mengapa dia melakukan itu…

Kemudian pada satu hari, sebelum kita berpisah…

Aku: “Umm, Jin, aku …”
Jin: “Apa? Jangan berhenti.. Katakan saja.”
Aku: “AKu mencintaimu.”
Jin: “… … … kamu… … sudah, bawa saja boneka ini dan pulanglah.”

Itulah bagaimana caranya menghiraukan kata-kata “Aku mencintaimu” dari mulutku dan memberikan sebuah boneka. Lalu dia menghilang, sepertinya berusaha lari dariku. Boneka yang aku terima darinya tiap hari, mengisi penuh kamarku.
Ada banyak….

Kemudian datang satu hari, hari ulang tahunku yang ke 15.
Ketika aku bangun di pagi hari, aku memikirkan sebuah pesta dengannya dan menunggu telpon darinya di dalam kamar.
Tetapi…. jam makan siang telah lewat, makan malam telah berlalu dan langit telah menjadi gelap … Dia masih belum menelepon..
Lalu sekitar jam 2 pagi, dia tiba-tiba menelepon dan membangunkanku dari tidur. Dia mengatakan kepadaku untuk segera keluar dari rumah. Aku tetap merasakan kebahagiaan mendengarkan panggilannya dan segera lari ke luar rumah dengan gembira.

Aku: “Jin…”
Jin: “Ini … … ambillah.”

Sekali lagi, dia memberikanku sebuah boneka kecil.

Aku: “Apa ini?”
Jin: “Aku belum kasih boneka ini kemarin. Jadi aku kasih sekarang. Aku pulang dulu ya… Bye…”
Aku: “Tunggu, tunggu! Kamu tahu hari ini hari apa?”
Jin: “Hari Ini? Huh?”

Aku merasa begitu sedih, aku pikir dia akan ingat hari ulang tahunku. Tapi ternyata tidak.
Ia berpaling dan berjalan seakan-akan tidak ada apa-apa. Lalu aku berteriak: “Tunggu …”
Jin: “… ….Ada yang perlu kamu omongin?”
Aku: “Katakan! Katakan kalau kamu mencintaiku…”
Jin: “Apa?!”
Aku: “Katakanlah… … …”

Aku merasa begitu sedih, tertekan, dan kecewa. Dia hanya berucap kata-kata dingin lalu pergi.
“Aku ga mau bilang semudah itu kalau aku mencintai seseorang. Tapi kalau kamu benar-benar putus asa untuk mendengarkannya, ..carilah orang lain.”
Itulah kata-kata dingin yang diucapkannya sebelum dia lari menjauh. Kakiku terasa kaku, seketika aku jatuh ke tanah.
Dia tidak mau mengatakannya semudah itu… bagaimana dia bisa seperti itu….. mungkin, mungkin dia bukan orang yang tepat buatku…

Sebulan telah berlalu, aku sendiri masih bersama dengannya dan pergi ke sekolah bersama-sama. Tapi apa yang membuat rasa sakitku muncul adalah… aku melihat dia berjalan dengan … perempuan lain … Dia sambil tersenyum di wajahnya, senyum yang tidak pernah ia tunjukkan padaku …

Aku langsung berlari ke rumah dan melihat boneka-boneka di kamarku.. dan air mata menetes.. Mengapa dia memberikan ini semua kepadaku. Mungkin boneka boneka ini berasal dari beberapa teman perempuannya.
Dalam kemarahan yang mendalam, aku melemparkan boneka-boneka itu ke sekitarku.
Kemudian tiba-tiba telepon berdering. Ternyata itu telepon darinya. Dia mengatakan kepadaku untuk datang ke bus stop di luar rumah. Aku mencoba untuk menenangkan diri dan berjalan ke bus stop. Aku tetap mengingatkan diri bahwa aku akan melupakannya… bahwa ini semua akan segera berakhir..
Kemudian ia datang ke hadapanku, memegang sebuah boneka besar.

Jin: “Jo, aku pikir kamu tidak akan datang.”
Aku tidak bisa membencinya. Aku mencoba berpura-pura bertingkah seperti biasa dan menganggap tidak ada yang terjadi.
Tapi ternyata, dia memegang sebuah boneka. Sama seperti biasanya.
Aku: “Aku tidak butuh itu lagi.”
Jin: “Apa? … …Kenapa?”
Lalu aku mengambil boneka dari tangannya dan melemparkan boneka itu ke jalan.
Aku: “Aku tidak butuh boneka ini, aku tidak membutuhkannya lagi!! Aku tidak mau lagi melihat orang seperti dirimu!”
Aku mengatakan semuanya. Semua hal yang ada dalam pikiranku saat itu. Tapi tidak seperti biasanya, ia terlihat sangat terkejut. Matanya bergemetar.
“Maafkan aku..” Dia meminta maaf dalam suara yang kecil.
Kemudian ia berjalan untuk mengambil boneka yang aku lempar itu di jalanan.
Aku: “Bodoh kamu. Mengapa kamu mengambilnya? Buang saja boneka itu!”
Tapi ia tidak mendengarkan kata-kataku. Ia menghiraukanku dan tetap berjalan mengambil boneka itu.

TIN!!..TIN!!..TIN!!~
Dengan suara klakson yang kencang, sebuah truk melaju kencang kearahnya.

“Jin! Awas!! Pergi dari situ!!” Teriakku.. Tapi ia tidak mendengarkanku dan membungkuk untuk mengambil bonekanya.
“Jin!! Minggirlah!!”
TIIIINNN!!!!..
“Braakkk!!!”
Itulah bagaimana dia pergi dariku. Pergi tanpa membuka kedua matanya untuk mengucapkan kata-kata terakhirnya kepadaku.

Setelah hari itu, aku harus melewati hari-hariku dengan perasaan bersalah dan kesedihan akan kehilangan dirinya. Dan setelah melewati dua bulan seperti orang gila, aku mengambil boneka-bonekanya.
Boneka-boneka itu adalah satu-satunya peninggalan darinya untukku semenjak hari pertama kita berpacaran.
Lalu aku teringat hari-hari yang telah kuhabiskan dengannya dan mulai menghitung hari-hari dimana kita masih bersama-sama…
“Satu … dua … tiga …” Itulah bagaimana aku mencoba menghitung semua boneka itu.
“Empat ratus delapan puluh empat … empat ratus delapan puluh lima …” Itu semua berakhir dengan 485 boneka.
Aku kemudian mulai menangis lagi, dengan boneka di tanganku. Aku memeluk erat-erat boneka itu, dan tiba-tiba…

“I love you ~, I love you ~” Aku terkejut dan menjatuhkan boneka itu.
“I…lo..ve..you?” Aku lalu mengambil boneka itu dan mencoba menekan perut boneka itu.
“I love you ~ I love you ~” Mustahil! Kemudian aku menekan semua perut boneka-boneka itu..
“I love you ~”
“I love you ~”
“I love you ~”
Kata-kata tersebut datang tanpa henti. I..love..you …
Mengapa aku tidak menyadarinya. Di dalam hatinya selalu ada aku. Dia selalu berusaha melindungiku. Mengapa aku tidak menyadari bahwa dia mencintaiku seperti ini…
Aku mengambil boneka di bawah tempat tidurku dan menekan perutnya. Ini adalah boneka yang terakhir, boneka yang aku lempar di jalanan itu. Masih ada bercak darahnya di boneka itu.
Suara itu kemudian keluar dari boneka itu. Suara yang tidak pernah aku lupakan..

“Jo… Kamu tau hari ini hari apa? Kita telah saling jatuh cinta selama 486 hari. Kamu tahu, aku tidak bisa mengatakan aku mencintaimu….umm…itu semua karena aku malu untuk mengatakannya.
Kalau kamu mau memaafkanku dan mengambil boneka ini, aku berjanji akan mengatakan ‘Aku mencintaimu’ setiap hari.. setiap hari sampai aku mati Jo.. Aku mencintaimu…”

Air mata mengalir deras di wajahku.
Mengapa? Mengapa? Aku bertanya Tuhan.. Mengapa aku baru mengetahui ini semua sekarang?

Dia tidak berada di sisiku lagi.
Tetapi aku tahu kalau dia mencintaiku sampai detik terakhirnya..
Untuk itu… dan untuk alasan itu… … …menjadi pacuan semangat dalam hidupku..untuk terus berusaha dalam kehidupan yang indah ini.

* * *

Well, ada banyak kisah sejenis ini di internet. Saya yakin kita pernah membaca yang lain. Tapi, terlalu banyak pertimbangan dan terlalu emosional terkadang membuat kita menunda, untuk kemudian hanya bisa menyesal.

* * *

Semanis Aspartam

Beberapa hari yang lalu, di kos-kosan mendiskusikan tentang pemanis buatan. Kalau nggak salah karena iklan salah satu minuman berenergi. Lalu tiba-tiba teringat dengan teman yang mengaku manis karena skripsinya soal aspartam. Hmmm.. Sekalian aja kali ya, menulis tentang aspartam.

Aspartam merupakan salah satu dari berbagai jenis pemanis buatan, selain sakarin atau siklamat yang juga banyak dipakai. Rasa manisnya mencapai 180 sampai 200 kali dari gula biasa. Sehingga banyak digunakan di berbagai produk makanan dan minuman. Untuk mencapai tingkat kemanisan yang sama, hanya diperlukan 1% dari jumlah gula. Karena tingkat manisnya yang tinggi ini, banyak yang menyebutnya sebagai biang gula, pun dengan pemanis buatan yang lain. Padahal belum ada satu suara mengenai definisi biang gula yang sebenarnya.

Aspartam ditemukan pada tahun 1965 oleh seorang peneliti bernama Mr. James Schlatter, di G. D. Searle & Company. Schlatter merupakan peneliti yang melakukan riset asam amino untuk pengembangan pengobatan pada ulcer. Saat ia menjilat jarinya untuk mengambil sebuah kertas, ia mencicipi rasa manis yang menurutnya menarik. Sesuatu yang tidak sengaja ini menjadi revolusi yang berkembang besar.

Sejak tahun 1967 telah dilakukan berbagai uji komprehensif untuk keamanan pangannya, dengan pengujian kepada hewan, manusia, dan juga anak-anak. Aspartam disetujui Food and Drug Administration (FDA) pada 1974 namun dicabut beberapa bulan kemudian karena ada pengaduan soal efek karsinogen.

Pada tahun 1981, FDA menyatakan bahwa bahan ini tidak berbahaya apabila dikonsumsi secukupnya dengan batas penggunaan sehari-hari yang ditetapkan. Kala itu hanya untuk makanan padat. Lalu dua tahun kemudian menyusul untuk minuman ringan. Berbagai penelitian dilakukan sampai dinyatakan approved for general use di Amerika pada 1 Agustus 1996. Evaluasi yang dilakukan oleh FDA mencapai 26 kali sebelum keluarnya persetujuan itu.

Persetujuan sudah diperoleh dari FDA di Amerika Serikat, Health Protection Branch (HPB) di Kanada, WHO, dan regulator di lebih dari 100 negara. The Council on Scientific Affairs of the American Medical Association juga mengkonfirmasi keamanan aspartam. Di Eropa bahan ini disetujui pada 30 Juni 1994. Bahkan di Perancis, persetujuan sudah ada sejak 1988. Aspartam telah dinyatakan aman digunakan baik untuk penderita kencing manis, wanita hamil, wanita menyusui bahkan anak-anak. Pengecualiannya hanya satu, penderita fenilketonuria. Menurut FDA, The Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA), Americam Medical association (AMA), The American Council On Sience and Health (ACSH) aspartam merupakan bahan makanan yang aman bagi kesehatan, hanya berpengaruh pada rasa manis.

Di Indonesia, BPOM menyebutkan bahwa aspartam dikategorikan aman berdasarkan Keputusan Codex stan 192-1995 Rev. 10 Tahun 2009. Codex Alimentarius Commision (CAC) adalah Lembaga Internasional yang ditetapkan FAO/WHO untuk melindungi kesehatan konsumen dan menjamin terjadinya perdagangan yang jujur.

Aspartam merupakan pemanis sintetis non-karbohidrat, spartyl-phenylalanine-1-methyl ester, merupakan bentuk metil ester dari dipeptida dua asam amino yaitu asam amino asam aspartat dan asam amino essensial fenilalanina. Aspartam merupakan dipeptida yang dibuat dari hasil penggabungan asam aspartat dan fenilalanina.

Dua komponen ini sering terdapat pada produk alami yang beredar di masyarakat. Dalam makanan yang mengandung protein, contohnya daging, gandum, dan produk yang berasal dari susu. Selain itu, komponen ini juga sering terdapat pada beberapa jenis buah dan sayuran. Fenilalanina sendiri merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penghantar atau penyampai pesan pada sistem saraf otak.

Sebagai peptida lainnya, kandungan energi aspartam sangat rendah, yaitu sekitar 4 kCal (17 kJ) per gram untuk menghasilkan rasa manis sehingga kontribusi kalorinya bisa diabaikan.

Menurut Karim et.al. dan Stegink et. al (1996), metabolisme aspartam terjadi pada saluran pencernaan menjadi komponen metanol sekitar 10%, 40% asam aspartat dan 50% fenilalanin. Sedangkan penelitian Creppy et. al (1998) menyatakan, hanya sebagian kecil saja aspartam yang mungkin diserap tanpa dimetabolisasi. Namun tentunya, hal ini masih perlu dikonfirmasikan. Ini menjadi penting karena dari berbagai pemanis buatan, hanya aspartam yang dimetabolisme. Tetapi proses pencernaan aspartam juga seperti proses pencernaan protein lain. Aspartam akan dipecah menjadi komponen dasar, dan baik aspartam maupun komponen dasarnya tidak akan terakumulasi dalam tubuh.

Secara normal, fenilalanina diubah menjadi tirosin dan dibuang dari tubuh. Gangguan dalam proses ini disebut fenilketonuria atau fenilalaninemia atau fenilpiruvat oligofrenia. Gangguan ini menyebabkan fenilalanina tertimbun dalam darah dan dapat meracuni otak serta menyebabkan keterbelakangan mental. Penyakit ini diwariskan secara genetik, ketika tubuh tidak mampu menghasilkan enzim pengolah asam amino fenilalanina, sehingga menyebabkan kadar fenilalanina yang tinggi di dalam darah, yang berbahaya bagi tubuh.

Penyakit ini sendiri tidak pernah ditemukan di Indonesia. Tetapi ditemukan pada orang kulit putih,dengan prevalensi satu per 15.000 orang. Dan itu juga bukan hanya aspartam, tapi juga segala macam makanan yang mengandung fenilalanina termasuk nasi, daging dan produk susu. Karena itu, pada setiap produk yang mengandung aspartam ada tanda peringatan untuk penderita fenilketonuria bahwa produk yang dikonsumsi tersebut mengandung fenilalanina. Coba saja lihat.

Saat ini, lebih dari 500 juta orang di dunia secara teratur memakai produk dengan aspartam. Konsumen yang sadar kalori akan memilih aspartam. Bahan ini dapat menggantikan rasa manis berkalori sampai 99%. Aspartam dapat membantu penderita diabetes untuk meningkatkan kualitas hidup dengan memungkinkan penderita menikmati makanan dan minuman yang manis. Aspartam juga ramah terhadap gigi, sesuai rekomendasi American Dental Association.

Nilai ambang batas/acceptable daily intake (ADI) yang telah disetujui oleh JEFCA untuk aspartam adalah 40 mg/kgBB/hari, yang apabila dikonversikan menjadi sebanyak 18-19 kaleng diet cola pada individu yang mempunyai berat badan 68 kg.

Aspartam adalah produk bubuk kristal yang tidak berbau dan berwarna putih. Kestabilannya sangat tergantung pada waktu, suhu pH, dan aktivitas air. Aspartam sangat stabil dalam keadaan kering, tetapi pada temperatur 30 hingga 80 derajat celsius, aspartam akan kehilangan rasa manisnya, dan berubah menjadi diketopiperazin. Aspartam sangat baik untuk produk yang disimpan dalam pendingin atau dalam keadaan beku.

Saat ini aspartam telah diproduksi dalam berbagai bentuk, seperti cair, granular, enkapsulasi dan juga tepung. Dengan demikian, aspartam dapat digunakan dalam berbagai bentuk dan jenis makanan maupun minuman. Bentuk enkapsulasi bersifat tahan panas sehingga dapat digunakan untuk produk-produk yang memerlukan suhu tinggi dalam pembuatannya, untuk mengatasi pengaruh suhu pada kestabilan aspartam ini.

Aspartam dijual dengan nama dagang komersial seperti Equal, Nutrasweet dan Canderel dan telah digunakan di hampir 6000 makanan dan minuman di seluruh dunia.

Pada publikasi terbarunya per Februari 2011, the European Food Safety Authority (EFSA) mengkonfirmasi ulang bahwa aspartam pada minuman ringan rendah kalori adalah aman. EFSA melakukan tinjauan pada 2 penelitian yang dipublikasikan di Perancis. Penelitian pertama, dari Italia, menyatakan bahwa ditemukan efek samping aspartam pada mencit, sedangkan yang kedua, dari Denmark, mempertanyakan keamanan minuman ringan rendah kalori pada kehamilan. EFSA menyimpulkan bahwa kedua penelitian ini tidak memberikan alasan untuk mempertimbangkan kembali pernyataan keamanan yang sudah dipublikasikan.

Hasil penelitian Raben, et. al. (2002) menyatakan bahwa terjadi peningkatan signifikan jumlah gula, berat badan, lemak, dan tekanan darah pada grup yang mengkonsumsi gula dengan jumlah ditetapkan. Dan hal ini tidak terobservasi pada grup yang mengkonsumsi pemanis buatan.

Meski penggunaannya jamak dan telah disetujui oleh WHO, aspartam tidak langsung bisa diterima masyarakat. Banyak kontroversi muncul terkait adanya penelitian mengenai produk aspartam dengan beragam hasil yang berbeda.

Penelitian yang menggunakan aspartam bolus 34 mg/kg berat badan memperlihatkan bahwa walaupun hasil metabolisme aspartam dapat melewati sawar darah plasenta, jumlahnya tidak bermakna untuk sampai dapat menimbulkan gangguan saraf pada janin.

Pada 1996, sebuah artikel JW Olney menyatakan adanya kemungkinan aspartam menyebabkan peningkatan insiden dari tumor otak sehingga menimbulkan perdebatan di berbagai media. Pada tahun yang sama, badan-badan kesehatan di berbagai belahan dunia telah memberikan reaksi dengan menyatakan pada publik bahwa berbagai macam penelitian telah dilakukan. Sejumlah penelitian lain masih berlangsung untuk mendapatkan bukti sains yang mendukung.

Bukti dari penelitian yang dilakukan oleh FDA FR (1981-1984), Koestner dan Cornell et. al (1984) serta Flamm (1997) membantah pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada potensi karsinogenik yang menyebabkan kanker pada pemakaian aspartam di tikus percobaan. Perdebatan hasil penelitian Olney juga dikemukakan oleh para peneliti lain, termasuk Levy et. al (1996) yang menyatakan bahwa jika pengumpulan data mengenai insiden tumor otak dan pemakaian aspartam dikumpulkan dari 1973 hingga 1992, hasil penelitian Olney tidak relevan, karena Levy mendapatkan hasil bahwa insiden tumor otak meningkat bukan karena mengkonsumsi aspartam.

Pendapat lain oleh penelitian Lim dkk yang mengikuti perjalanan 285.079 pria dan 1888.905 wanita pengonsumsi aspartam, sejak 1995 hingga 2000, mendapati bahwa tidak ada kaitannya dengan risiko kanker otak dan kelainan pembentukan darah. Studi ini dipublikasikan di jurnal Cancer epidemiology Biomarkers and Prevention pada 2006.

Penelitian pada 2008 yang membantah bahwa aspartam menyebabkan kanker adalah penelitian dari Magnuson dan Williams yang disponsori oleh Burdock Group, sebuah badan peneliti independen yang di-support secara finansial oleh perusahaan Ajinomoto. Bahkan pada 2009, salah satu penelitian yang disokong oleh Italian Association for Cancer Research dan The Italian League Against Cancer menyatakan bahwa tidak terbukti bahwa aspartam menyebabkan kanker lambung, pankreas, dan lapisan rahim (endometrium).

Batasan sudah ditetapkan, tinggal bagaimana kita mengikutinya, juga tetap memberi perhatian pada sesuatu yang kita konsumsi, apakah masih sesuai batasan atau tidak. Selanjutnya, seperti yang teman saya suka bilang, “karena skripsi saya aspartam, maka saya manis”. 🙂

* * *

Aspartam, Si Manis yang Menuai Kontroversi (Senin, 29 Maret 2010 | 14:04 WIB )

Aspartam yang Bikin Resah (Sabtu, 3 April 2010 | 13:45 WIB )

Aspartam

Kali Ini Soal GALAU…

Galau. Satu kata yang akhir-akhir ini banyak digunakan untuk menggambarkan banyak hal. Sebut saja sarjana galau dan Galauerssss Brotherhood. Sebenarnya apa sih artinya?

Menurut KBBI Online, galau bermakna sibuk beramai-ramai, ramai sekali, dan kacau tidak keruan (pikiran).

Kalau menurut Titi DJ galau adalah sebagai berikut:

perasaan ini apa namanya
ku takut untuk menyebut apa namanya
bukan karena ku takut salah
tetapi ku takut benar apa yang kurasa
pedih yang menghujam di sanubariku
hancurkan keyakinan yang menjadi kekuatanku
aku jatuh lagi sekali lagi jatuh
untuk sekian kali namun kali ini ku galau
bukan karena ku takut salah
tetapi ku takut benar apa yang kurasa
aku jatuh lagi sekali lagi jatuh
untuk sekian kali namun kali ini ku galau
pedih yang menghujam di sanubariku
hancurkan keyakinan yang menjadi kekuatanku
aku jatuh lagi sekali lagi jatuh
untuk sekian kali namun kali ini aku galau

galau…

Bahkan jangan salah, galau juga tempat menimba ilmu. Cek saja Gala University disini.

Versi Google Terjemahan, galau diparalelkan dengan hubbub. Sumpah deh, seumur-umur baru denger ini kata. Hubbub sendiri bisa bermakna loud noise, bisa juga bermakna confusion, tumult. Diperkirakan kata ini berasal dari bahasa Irish Gaelic hooboobbes, yang juga mirip dengan Scottish Gaelic, ubub, yang merupakan sebuah kata seru keengganan atau penghinaan.

Sering disebutkan bahwa Celtic, penduduk awal Inggris, memberikan kontribusi yang kecil terhadap perbendaharaan kata di bahasa Inggris. Hubbub pertama kali dikenal pada 1555 dalam frase Irlandia dan bermakna “orang banyak berteriak bingung”. Dan oleh kolonis di New England dipakai untuk permainan kasar yang dimainkan oleh penduduk asli Amerika.

Dalam banyak persamaan, hubbub diparalelkan dengan hue and cry, confusion, disturbance, riot, disorder, clamour, rumpus, bedlam, brouhaha, ruction, hullabaloo, dan ruckus.

Galau, di masa sekarang, memang mengacu pada keadaan kacau, bingung, tidak sesuai harapan dan sejenisnya. Ya pantas saja, dari awalnya kata ini memang sudah buruk. Hehehehe… Yang penting, jangan galau berkelanjutan, kita perlu distraksi.

Salam galau!!!

 * * *

Sumber:
http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php
http://www.lirik-lagu.web.id/t/titi-dj/titi-dj-galau/

http://www.galau.com/

http://www.thefreedictionary.com/hubbub

Distraksi

Apa itu distraksi? Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, kata ini tidak ditemukan. Jadi ini sebenarnya bukan Bahasa Indonesia?

Hmmmm…. Menurut Collins English Dictionary, distraksi memiliki 4 makna yakni:

(1) tindakan mengganggu dan turunannya atau keadaan menjadi terganggu,
(2) sesuatu yang berfungsi sebagai pengalihan atau hiburan,
(3) interupsi, suatu hambatan berkonsentrasi, dan
(4) gejolak jiwa atau kegilaan.

Kata ini sejatinya berasal dari kata dasar distract yang bermakna gila. Mulai dikenal sejak pertengahan abad 14 dan berasal dari kata distrahere yang berarti gambaran dalam kondisi yang berbeda. Pengertian tentang distraksi sebagai keadaan pikiran manusia yang paralel dengan definisi di awal tadi baru muncul sekitar tahun 1580-an.

Sumber lain menyebut distract sebagai keadaan yang membuat seseorang berhenti memberikan atensi pada sesuatu. Ada banyak sinonim untuk distract ini, yakni: discompose, amuse, lead away, unhinge, trouble, engross, abstract, perplex, upset, embarrass, confuse, entertain, harass, confound, mix up, beguile, throw off, frenzy, lead astray, turn aside, flurry, madden, occupy, divert, unbalance, derange, sidetrack, detract, rattle, catch flies, addle, call away, mislead, disturb, throw, disconcert, craze, daze, unnerve, agitate, puzzle, fluster, torment, draw away, befuddle, cloud, bewilder, stall.

Distraksi sebagai bagian dari ilmu sekarang banyak digunakan di bidang hipnotis. Menurut DiPiro (2005), distraksi adalah salah satu cara menghilangkan nyeri. Definisi distraksi disini adalah memusatkan perhatian menjauhi situasi yang tidak diinginkan dengan tujuan mengalihkan perhatian untuk mengurangi rasa tidak nyaman terhadap suatu objek. Terutama dilakukan pada pasien yang mengalami kecemasan atau gangguan rasa nyaman. Distraksi juga digunakan oleh para pesulap untuk mengalihkan perhatian penonton.

Jadi sebenarnya, distraksi tidak sekadar bermakna kegilaan 🙂

Sumber:
http://www.thefreedictionary.com
http://www.etymonline.com
http://www.realdictionary.com
http://www.nursinginformatic.wordpress.com