Menanti Hati

Hati itu..

Anang sudah menentukan hati
Lembu telah berucap dari hati
Andra malah sudah main hati
Dan aku masih menanti

Ketika nada-nada berpadu dalam hati
Hati yang menanti getir
Meratap galau menyusun rangkaian kata
Untuk kemudian, tergolek lemah kehilangan daya

Lantas apa yang aku nanti?

Aku tergolek disini bukan sekadar menanti
Aku meracau disini sambil berharap
Ketika ada ruang di tempat yang aku nanti
Sehingga aku bisa berdiam tenang disana

Masih adakah ruang disana?

Seuntai kata yang tercekat bahkan sekadar untuk diracaukan
Lemas..

Dan aku masih terdiam disini, menanti..

Hati itu..

One thought on “Menanti Hati

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s