Waspada! Ini Daftar Air Minum Dalam Kemasan Yang Berbahaya! Sebarkan!

WASPADA

Air mineral, kiranya kita tidak akan sadar bahwa produk yang dalam regulasinya bernama air minum dalam kemasan alias AMDK ini adalah bentuk kapitalisme. Waktu saya muda, yang kira-kira bertepatan dengan Perjanjian Renville, nggak akan kepikiran bahwa air minum yang dibotolin akan menjadi kebutuhan kekinian. Sampai saya cabut dari rumah sebagai anak rantau dalam kesendirian, saya masih minum dari air kran yang direbus. Ketika saya dinner di Cassis Kitchen, saya hampir trenyuh begitu melihat harga air putihnya yang setara dengan ongkos taksi di Bengkulu sesuai Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2016.

Begitulah, dengan harga yang puluhan ribu seliter itu kita bahkan bisa mendapatkan Shell V-Power sekian liter. Bayangkan kala air minum lebih mahal daripada sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi yang telah diolah jadi bensin itu. Ngeri kan?

Sama ngerinya dengan judul tulisan ini. Pernah baca, kan? Ada beberapa jenis judul, tapi intinya sih begitu. Ada penekanan untuk ‘waspada’, ada komoditi kapitalisme yang begitu dekat dengan hidup kita–dalam hal ini AMDK, plus ada perintah untuk menyebarkannya. Kayak yang kekinian, nih, saya kasih link-nya saja websitenya sekalian terkenal dan sekalian dapat backlink dari blog paling kece se-Percetakan Negara.

Dengan luar biasanya, website ini menyebut YLKI sebagai sumber data, tanpa link sama sekali, alias kalaupun benar, entah tahun berapa YLKI merilis data itu. Dengan mantap juga website itu menyebut 11 merk AMDK yang disebutkan berbahaya dengan hanya menyebut 2 merk AMDK melebihi ambang batas plus 9 merk AMDK mendekati ambang batas. Dengan kecerdasan yang mumpuni, si penulis website yang saya hakulyakin menulis artikelnya tidak sambil berpikir menuliskan bahwa ‘Hasil penelitian pihak YLKI menyebutkan terdapat 9 merk AMDK yang mengandung 100.000 mikro bakteri untuk per satu mililiter air’.

Sebagai mantan asisten praktikum mikrobiologi yang gagal mbribik, saya agak trenyuh melihat satuan ‘100.000 mikro bakteri untuk per satu mililiter air’. Entah waktu itu saya nggak masuk atau terlalu sibuk mbribik, tapi satuan itu sungguh tiada dikenal dalam terminologi mikrobiologi apapun. Mungkin yang dimaksud 100.000 Colony Forming Unit (CFU)? Mungkin. Kalau saya tanya sama yang nulis paling ya nggak ngerti.

Ngomong-ngomong, sebagai postingan tahun 2016, sejujurnya website yang katanya gudang informasi itu mungkin menggunakan mesin waktu sebagai sumber datanya. Soalnya, website Badan POM sebagai regulator telah merilis keterangan pers perihal Klarifikasi Soal Hasil Pengujian Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Nomor HM.04.02.1.23.11.10.10535 Jakarta 4 November 2010. Sudah enam tahun, kak. Kalau waktu itu bulan puasa, Bang Toyib sudah pulang karena telah lewat 3 kali puasa dan 3 kali lebaran. Kalau waktu itu ada yang bikin anak, sekarang sudah TK dan kita masih percaya berita semacam itu? Heu. Dalam rilis Badan POM itu sudah dikisahkan tindakan yang dilakukan. Ya, dilakukannya sudah enam tahun yang lalu. Sebagai catatan, rerata waktu kedaluwarsa AMDK itu sekitar 2 tahun, jadi kalaupun waktu itu merknya bermasalah maka merk-merk itu sudah kedaluarsa tahun 2012.

Cakepnya, website itu dan ribuan website lain selalu menggunakan kalimat ini di bagian akhir:

Demikian informasi air mineral dalam kemasan yang berbahaya untuk dikonsumsi. Bantu sebarkan artikel ini agar bla bla bla….

Tanpa kita sadari, jempol pemberian Tuhan kita gunakan untuk pencet ‘share’ alias ‘bagikan’. Sejurus kemudian sebuah berita lawas tersebar. Sepuluh dari teman kita percaya, lalu dia share. Ngona-ngono wae terus. Nah, sebagai contoh di postingan tentang AMDK itu yang nge-like dan nge-share tertulis 4.5K alias 4500 manusia membagikan kabar kedaluwarsa.

share

Oya, ngomong-ngomong, ketika kita membagikan sebuah kabar bohong, kabar lawas, kabar hoax, atau kabar bodong sekalian, maka rerata website itu sudah memasang iklan. Ehm. Kita bantu sebar, kitanya dosa karena menyebarkan kabar yang tidak relevan, empunya blog nambah sugih. Kalau mau nambah sugih orang secara barokah, caranya gampang: beli saja buku OOM ALFA. Kasihan penulisnya, Kak, butuh modal kawin.

Jadi begitu kira-kira. Terkadang kita nggak pakai otak ketika nge-share. Memang, otak sama jempol jauh jaraknya, tapi kan tidak sejauh Jakarta ke Bekasi. Makanya saya selalu nyinyir terhadap para penyebar hoax ini meski katanya nyinyir itu dosa. Nggak apa-apa, setidaknya nyinyir masih lebih baik daripada merindukan apalagi mencium bini tetangga.

Advertisements

7 thoughts on “Waspada! Ini Daftar Air Minum Dalam Kemasan Yang Berbahaya! Sebarkan!

  1. Kadang miris ya… air minum harganya lebih mahal dari seliter bensin, hahaha…

    Apalagi kalau minum di foodcourt mall, jauh lebih mahal lagi… 🙂

    Padahal pengeboran minyak dan pengolahan destilasi minyak bumi pasti membutuhkan biaya yang lebih besar…

    Like

  2. Hahahhaha ini tuh tahun berapa ya? 2011-an kalo nggak salah Om, . . YLKI buat rilisan itu AMDK… jaman-jaman nulis berita kesehatan kwkwkwkw …jd kesimpulan tulisannya blog ini adalah “Jangan asal share BC sblm tahu kebenarannya ya???? haha #apasih

    Like

  3. Pingback: Kalau Doktor dan Profesor Saja Mempercayai Hoax, Siapa Lagi yang Bisa Kita Harapkan? | ariesadhar.com

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s