Inspirasi Dari Matthew

Agak bingung hendak menulis posting ini di ariesadhar.com atau di blog lain saya yang judulnya “Catatan Umat Biasa”. Tapi karena sepertinya inpirasi dari seorang bocah ini bisa digeneralisasi ke agama lain, maka biar ditulis disini saja, hitung-hitung ngisi posting di bulan April yang kering ide ini.

Malam Paskah kemaren saya misa di gereja Maria Fatima di Lembah Karmel, Lembang, bersama keluarga pacar. Kebetulan berangkatnya agak cepat, jadi dapat duduk di dalam. FYI aja, gereja di Lembang ini terbilan kecil, jadi kalau datang telat sedikit yang duduk di luar. Buat saya, ke gereja dan duduk di luar itu ibarat pacaran tapi nggak cinta. Nggak sreg. Nah, kebetulan posisi bangkunya pas untuk 6 orang, sementara saya plus keluarga pacar hanya 5 orang. Otomatis satu tempat di sisi kanan saya itu kosong, sementara di sisi kiri ada mbak-mbak yang mirip bidadari. Mirip doang, kok. Jadilah saya boleh berharap bahwa yang akan menduduki 1 bangku kosong di kanan saya adalah seorang gadis muda kece badai berusia 17 tahun dan berbadan seksi.

*ini contoh gereja salah fokus*

Kembali ke laptop!