Talkshow Perdana: Dari Blog Jadi Buku

Sambil menyaksikan kecerdasan Evan Dimas di lapangan hijau, saya mau posting dulu tentang talkshow perdana saya sebagai pembicara. Di usia yang sudah segini saya sih nggak asing dengan talkshow. Saya sempat jadi tukang pegang kabel, tukang bawain buku hadiah, hingga kemudian sempat menjadi MC.  Yang MC ini waktu pembahasan buku “Ekonomi Farmasi” karya Romo Spillane, dan itu sudah bertahun-tahun silam. Patokannya adalah beberapa peserta waktu talkshow itu sekarang sudah punya anak, malah sudah ada yang anaknya dua.

Jadi ceritanya saya, Kevin Anggara, dan Irvina Lioni menjadi pembicara dalam talkshow Dari Blog Jadi Buku yang dihelat oleh penerbit Bukune dalam event JakBook Fiesta 2013. Adapun lokasinya adalah di FX Senayan. Lebih tepatnya lagi di lantai 3, persis di bawah lantainya teater JKT48. Saya sendiri ada disana dalam karena buku saya Oom Alfa, Kevin disitu juga karena bukunya Student Guidebook For Dummies, sedangkan Irvina mewakili komunitas Kancut Keblenger dengan buku Digital Love. Kebeneran saya baru di-approve masuk ke KK sekitar 1 bulan ini.

Talkshow yang saya ikuti adalah rangkaian nomor 1 dari 3 acaranya Bukune di JakBook Fiesta hari itu. Mbak Momod yang membawakan talkshow pertama itu adalah Elly, editornya Oom Alfa dan SGFD.

Momodnya...

Momodnya…

Sekadar bocoran, Momodnya lupa naruh contekan pertanyaannya dimana, padahal 20 menit sebelum acara dimulai, dia baru nyalin ke sebuah kertas yang entah dimana. Ini adalah sebuah misteri, mengingat Elly juga editor horor. *jeng jeng jeng*

KEMANAKAH KERTAS ITU?

Ya nanti coba nanya sama cleaning service FX ya. Gitu aja kok repot.

Talkshow berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam. Dan tentu saja kami bergantian menjawab pertanyaan Momod plus pertanyaan dari hadirin. Yang cakep nih, ada sepasang anak kembar yang duduk di muka. Oh, bukan muka pak kusir tentu saja. Dan dua-duanya rajin bertanya, karena mereka tahu bahwa malu bertanya sesat di kamar.

Overall kami berkisah tentang ngeblog, bagaimana proses kok bisa dari blog jadi buku, serta bercerita sedikit tentang isi blog dan isi buku kami. Beberapa pertanyaan yang muncul adalah bagaimana supaya tidak tersesat dari topik yang dicanangkan sejak awal, siapa penulis favorit. Dan–uhuk–untuk pertanyaan penulis favorit ini saya menjawab dengan mantap Arswendo Atmowiloto. Ketahuan bener umur saya kalau begini ya. Masalahnya Om Wendo itu penulis novel Abal-Abal, novel pertama yang saya baca di dunia ini.

Sekitar setengah 5, Elly menutup sesi pertama ini. Dia mah senang, karena dari kejauhan saya melihat ada kekasihnya di deretan penonton. Sementara dari kejauhan saya malah mencari-cari siapa yang kira-kira bisa dijadikan kekasih.

*jomblo mode on*

Nah, agenda talkshow kemudian dilanjutkan dengan Bernard Batubara dengan novel Cinta Dengan Titik. Review novelnya bisa dilihat di sudut lain blog ini. Bersamaan dengan talkshow sesinya Bara, saya kopdar dengan anak-anak Jamban Blogger Indonesia. Yah ini nih oknum-oknum yang sehari-hari membuat whatsapp saya tetap menggetarkan handphone di sela-sela fakta bahwa tidak ada cewek yang whatsapp-an sama saya.

IMG_2902Sesudah sesi 2 ini, saya ikut dengan tim Bukune via Mudim Tour mencari tempat untuk makan malam. Sejujurnya ini pengalaman pertama saya sampai jam makan malam di daerah Senayan pada jam-jam macetnya. Biasanya jam segini saya sudah di dalam bis 121 untuk kembali ke Cikarang.

Dan sesudah makan, saatnya sesi terakhir yang diisi oleh @kundilisme, @takdos, dan Mbak Windy Ariestanty. Topiknya adalah bagaimana menuliskan perjalanan secara fiksi dan non fiksi.

Sesi 3

Sesi 3

Jam 9 saya pulang dari FX. Eh tapi ya nggak pulang ke Cikarang juga. Untungnya ada Mas Coco yang rela menampung saya di kosnya, kalau tidak, masak saya nginap di FX. Nanti gaji saya sebulan habis seketika. Tapi dari Senayan sampai Rawamangun itu ternyata nggak mudah juga. Ada kali sekitar 15 menit berdiri nunggu di halte, 15 menit berdiri semacam pepes di dalam bus transjakarta, 5 menit jalan kaki di Halte Dukuh Atas, tapi kemudian 25 menit duduk manis di perjalanan menuju Rawamangun. Untunglah demikian. Dan naik transjakarta jam 9 malam adalah rekor termalam saya naik kendaraan paling tenar di Jakarta itu.

Well, yang jelas, hari yang panjang itu semakin mendekatkan saya dengan Jakarta. Semoga suatu saat saya diberi kesempatan hidup dan menaklukkan Jakarta.😀

8 thoughts on “Talkshow Perdana: Dari Blog Jadi Buku

  1. Hari Jum’at yang melelahkann… Tapi seru ketemu orang-orang keren kaya kaliann…

    OOM ALFA glatis ica kelesss *ttp moduss* huahahah

    Waduw,, lo tinggal di cikarang mas?? Jauhnyaa..

    Apaaa?? Jam 9 malam rekor termalam lo naik kendaraan paling tenar di JKt?? Waduww gue jum’at itu balik jam setengah 11 *kenapa jadi curcoll inii??*

    Udah ahh.. Sampai ketemu lagi mas arie…🙂

    Like

  2. Pingback: 2013 | Sebuah Perspektif Sederhana

  3. Pingback: Belajar Korupsi di Perpustakaan KPK | ariesadhar.com

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s