Talkshow Perdana: Dari Blog Jadi Buku

Sambil menyaksikan kecerdasan Evan Dimas di lapangan hijau, saya mau posting dulu tentang talkshow perdana saya sebagai pembicara. Di usia yang sudah segini saya sih nggak asing dengan talkshow. Saya sempat jadi tukang pegang kabel, tukang bawain buku hadiah, hingga kemudian sempat menjadi MC.  Yang MC ini waktu pembahasan buku “Ekonomi Farmasi” karya Romo Spillane, dan itu sudah bertahun-tahun silam. Patokannya adalah beberapa peserta waktu talkshow itu sekarang sudah punya anak, malah sudah ada yang anaknya dua.

Suelengkuapnyuaaa

Advertisements

Balada Anak Kantoran

Dulu banget, saya pengen jadi anak kantoran. Soalnya tampak keren dengan baju rapi, kadang berdasi, bawa tas koper, lalu kerja di depan komputer. Itu dulu. Soalnya waktu saya bercita-cita semacam itu, Indonesia sedang melakoni PELITA 1, masih dalam PJPT 1, jadi harap dimaklumi.

Sekarang?

Adek saya–si Dani–suka menghina saya yang kerjaannya cuma duduk seharian penuh di depan komputer, klak-klik-klak-klik-kluk, lalu sore/malam pulang dengan muka berbentuk kotak dan angka. Sudahlah cuma duduk-duduk, digaji pula.

*lempar kayu manis*

Yah, duduk di depan komputer adalah keseharian sebagian besar anak kantoran. Ada yang mengerjakan report, ada yang browsing, ada yang cari OL Shop, ada yang main Onet, dan segala macamnya. Di balik aktivitas hari-hari itu, tentu saja ada beberapa peristiwa yang membuat tangan ini harus ditahan untuk tidak meninju, membanting, atau membakar komputer yang ada di depan mata.

Tentu saja karena kalau itu kita lakukan, pilihannya ya cuma besok nggak usah masuk lagi sampai seterusnya, atau mengganti dengan potong gaji.

Jadi apa saja peristiwa itu?

Ini dia!