BRB, CMIIW, dan Kepo

Sebagai manusia rajin twitter, saya sering melihat timeline. Lebih sering cek TL alih-alih cek muka sendiri. Yah, itu sih karena ketiadaan cermin. Harap maklum. Nah, di dunia maya itu, ada beberapa diksi menarik di TL, yang sering tak baca.

Kepo
Disebutkan secara etimologis berasal dari kata KAYPOH, bahasa Hokkian, jamak di Singapura dan sekitarnya. Artinya sih ingin tahu-mencampuri urusan orang lain. Jelas kan? “Dia lagi kerjain apa sih?” “Kepo banget sih lo!”. Ada juga yang bilang itu singkatan dari KNOW EVERY PARTICULAR OBJECT. Nah, entahlah yang mana yang benar.

brb
Ini banyak tampil di manusia-manusia yang saya follow. BRB, apaan coba? Berabe? Ternyata, BRB adalah singkatan dari Buka Rok Bentar atau Be Right Back! Semacam, tunggu sebentar, akan segera kembali.

CMIIW
downloadx
ini yang paling dahsyat. Singkatan apa sepanjang ini. Hmmm.. Ternyata artinya adalah Correct Me If I’m Wrong. Nah loh! Semacam apa itu? Koreksi saya, jika saya salah. Hmmm..

Terlalu luas 26 huruf itu untuk dikembangkan. Maka, update adalah upayanya. Saya kurang update, jujur saja. Nah, jadi saya harap dengan baca blog ini, bisa nggak kuper macam saya. Lha saya juga baru tahu.

Jalan Alternatif Jababeka-Lippo Cikarang

Judul di atas adalah sebuah keyword yang masuk ke blog saya. Tampaknya ada yang pengen tahu, jadi saya kasih sedikit yang saya tahu.

Pada intinya, jalur utama Jababeka ke Lippo adalah via Jalan Cikarang-Cibarusah. Cuma kalau minggu pagi, suka ada cegatan selektif di jembatan Tegalgede. Kalau hari biasa, muacettttt e rek..

Nah, beberapa jalur yang bisa dilewati adalah via Kalimalang.

Jadi menyusur Kalimalang lewat exit Jababeka II, kita bisa menemukan beberapa jembatan yang melintasi Kalimalang. Ada yang sebelum pintu 11, dari pintu 10. Ada juga yang sesudah pintu 11. Nah, yang sebelum pintu 11 ini akan masuk jalan kampung dan nanti ketemu di Gemalapik, sebelah CTC kira-kira.

Demikian pula dengan belokan pertama sesudah pintu 11. Tembusnya sama.

Nah, ada lagi via jalan berikutnya yang akan tembus ke sekitar Cibiru, Lippo Cikarang. Tembusnya sih di bundaran depan Taman Beverli.

Jalannya?

Ya, namanya juga alternatif. Hehehehe.. Klaskon saya pernah mati gara-gara lewat jalan belum jadi. Penanda kalau kita benar sih gampang, asal sudah lewat jembatan kecil yang melintas di atas jalan tol, itu berarti kita sudah benar, karena sebenarnya Jababeka dan Lippo dibelah oleh Tol Cikampek.

Jalan yang di atas sudah ditutup euy. Jadi sekarang langsung aja lewat Delta Mas melalui jembatan Tegal Danas, lalu jangan ke kiri karena itu ke Delta Mas, tapi ke kanan, nanti akan masuk kawasan Delta Silicon yang baru. Disitu nanti ada pabrik besar macam Kumon dan yang paling kelihatan Hankook. Nanti akan tembus di dekat Elysium. Jalannya cukup enak, maklum baru dan kawasannya juga masih terhitung sepi.

Semoga membantu 🙂

Bertanya

Mungkin ini perspektif saya saja sih.
Tapi begini, dalam bekerja, ada banyak hal yang kita nggak tahu.

Persoalannya, apakah setiap ketidaktahuan itu harus kita tanyakan?

Kalau saya bilang sih nggak.

Kenapa? Dalam bekerja, kita HARUS punya waktu untuk menangkap fenomena. Rutinitas kerja itu fenomena hari-hari, kalau kita menangkap semuanya, nanti pasti ketemu hal-hal yang perlu DIKONFIRMASI. Nah itu baru ditanyakan.

Karena kadang-kadang kita bertanya itu tidak ke orang yang tepat. Dan ingat, ini kerja, tekanan beda, bisa jadi kita bertanya tidak pada WAKTU yang tepat. Dampaknya? Emosi terpendam dalam jawaban.

Pertanyaan diperlukan ketika kita berhasil menemukan hal-hal yang perlu DIKONFIRMASI. Jangan setiap tidak ketemu pertanyaan, langsung ditanyakan. Pertanyaan beruntun bukan hal yang disukai di area kerja dengan tekanan dan rutinitas.

Usahakan cari sendiri, terlebih dahulu. Dan asal tahu, kalau mencari sendiri itu beneran lebih nempel di hati. Nggak mudah lupa. Sama persis waktu saya belajar VLOOKUP ketika awal-awal jadi PPIC.

Tapi satu hal yang harus DITANYAKAN adalah ketika terkait dengan EKSEKUSI. Pencet tombol mana, setting mesin bagaimana, itu jelas harus ditanyakan.

Saya memang baru 2 tahun sekian bulan kerja, tapi setidaknya itulah pengalaman yang saya punya. Saya kadang nggak tahu, saya kadang dapat jawaban emosi, dan saya juga pernah menjawab dengan emosi.

Bahwa ketidaktahuan tidak selalu relevan dengan bertanya. Kadang ketidaktahuan bisa relevan dengan kecermatan kita menangkap fenomena.