Harbolnas di Shopback: Mempersiapkan Istoyama Sebagai YouTuber

Sejak Istoyama masih berada di dalam kandungan, saya dan istri sering berdebat perihal hal krusial: ‘jadi apa Istoyama kelak?’. Istri saya keukeuh bahwa Istoyama akan menjadi master chef junior, sementara saya cenderung bahwa Istoyama akan menjadi YouTuber. Lha, hari gini jadi YouTuber kan lebih gampang dari masuk TK. Setidak-tidaknya untuk menjadi YouTuber tidak perlu tes calistung.

Untunglah ada gelaran besar nan rutin di Indonesia, namanya Hari Belanja Online Nasional alias Harbolnas. Kalau kemarin-kemarin belanja online yang sekadar belanja saja, kini sudah ada plus-plusnya, yakni penuh cashback bersama Shopback. Jadi sesudah belanja, kita akan dapat cashback dalam jumlah bervariasi dan lumayan buat belanja lagi.

Bertepatan dengan Harbolnas, kiranya pas bagi saya untuk mempersiapkan Istoyama sebagai YouTuber kelas wahid. Dalam bodinya nan 9 bulan itu, rasanya Istoyama sudah sangat pantas untuk berbicara ‘haw-haw-haw’ kemudian direkam dan dipastikan akan menjaring follower begitu banyak.

Pertama-tama, guna menunjang mobilitas Istoyama, tentu saja diperlukan kereta dorong. Pilihan bapak sebagai pria nan hidup sederhana akhirnya ditemukan di Blibli berupa Baby Elle Citilite 2 S606 Kereta Dorong Bayi – Beige, yang dengan harga Rp965.900 sudah menampilkan kecakepannya sebagai penunjang calon YouTuber kelas wahid bermobilisasi. Sekali lagi, kereta dorong bayi ini penting karena punggung bapaknya sudah menua dan cepat lelah karena kebanyakan perjalanan dinas. Beuh.

Nah, sebagai calon YouTuber zaman now, Istoyama juga membutuhkan layar hijau yang merupakan barang wajib Vlogger masa kini. Melalui penelusuran di Tokopedia bisa ditemukan ada green screen 3×5 meter kain background yang berharga Rp538.700. Jadi, Istoyama nanti bisa guling-guling di kain hijau dengan bahagia dan kemudian melalui proses editing, saya akan mengganti green screen dengan adegan di Asgard. Mantap pokoknya.

Tentu saja Istoyama tidak telanjang, harus pakai baju. Dan karena ini ceritanya mau jadi YouTuber ciamik, tentu bajunya juga harus ciamik pula. Untuk itulah, Istoyama perlu menggunakan atasan yang mantap berupa Tiger T-Shirt and Shirt Set yang disediakan oleh Mothercare. Dengan atasan seharga Rp329.000 ini, dijamin para calon follower akan tambah kesengsem. Tentu saja tambah, karena dengan pipi gembilnya, secara default Istoyama sudah bikin kesengsem banyak orang. Untuk celana, di Lazada saya bisa ambil Baby Boy Hot Printed Pants Casual Trousers Fashion Tops Children Clothing Harem Pants dengan harga Rp225.000.

Asli ganteng jadinya.

Bagian yang penting lagi tentu saja kamera dan tripodnya. Masak mau bikin Vlog tanpa kamera? Untuk itu, Shopback juga menyediakan Bhinneka sebagai tempat untuk cari yang asyik-asyik. Saya lantas menemukan kamera saku yang cukup pas untuk kantong dan pas juga secara spesifikasi yaitu PENTAX Optio LS465 – Amethyst Purple yang harganya Rp1.153.900. Plus, supaya bisa berdiri dengan baik dan benar, masih di Bhinneka, saya lengkapi kamera dengan tripod JOBY Gpod Mini Magnetic seharga Rp360.000. Dengan modal mobilitas yang cukup plus kamera nan mumpuni, Istoyama telah siap untuk syuting. Bagaimanapun, syuting akan lebih asyik jika berada di tempat-tempat nan menarik. Sekalian Istoyama jadi travel vlogger, gitu. Maka kita perlu tiket pesawat!

Ehm, Shopback ternyata tidak sekadar beli-beli barang saja. Bahkan Garuda Indonesia saja menyediakan promo Garuda Indonesia diskon s/d 20% plus cashback Rp150.000 jika bertransaksi menggunakan Shopback. Dengan fasilitas ini, Istoyama bisa melanglang buana ke Jogja, tempat bapaknya merintis keterpurukan kehidupan.

Sampai di Jogja, Istoyama bisa langsung dijemput dengan sewa mobil yang bisa diperoleh via Tiket.com atau naik Grab juga bisa, tapi Istoyama tidak mau jalan sampai Imigrasi. Jauh, kak. Mobil sewaan segera bisa melaju ke hotel yang juga bisa diperoleh di Shopback melalui Hotels.com. Duh, ciamik sekali, kan? Apa saja ada, lho.

Semua benda-benda untuk Istoyama itu tersedia secara online, sehingga untuk meraihnya harus memanfaatkan momentum setahun sekali kala Harbolnas, terlebih ditunjang dengan Shopback yang siap menggelontorkan cashback tanpa henti!

Baiklah, sekarang saya mau mempersiapkan Istoyama lahir dan batin guna siap-siap menjadi YouTuber terkemuka yang ramah pada para subscribernya. Tentu saja semuanya ditunjang oleh kemudahan yang disediakan oleh Shopback.

Advertisements

5 Sinetron Penting Untuk ArieSadhar

AHA! Bisa duduk manis di depan tivi kos sambil nonton bola plus ngeblog itu sebenarnya sebuah kesenangan tersendiri. Apalagi sejak ada anak kos baru yang punya hobi mengherankan bagi saya. Hobinya nggak tanggung-tanggung, nonton sinetron! Sebenarnya nonton sinetron itu biasa, sih, dibandingkan nggerus. Cuma agak nggak cocok untuk tampilannya yang sangar, plus kerja di pabrik metal. Sungguh, tampang megatron, hati sinetron.

Ya, sejak ada dia, saya nggak pernah lagi menikmati prime time di depan tivi, soalnya dia sudah nangkring di depan tivi bersama remote, untuk menyaksikan petualangan Haji Sulam mencari kitab suci. Jadi, ya sudah, saya menggalau saja di TL kalau begitu.

Ngomong-ngomong soal sinetron, saya jadi mengenang bahwa dahulu kala saya juga pernah jadi penggemar sinetron. Hal begini nggak harus ditutup-tutupi kok, soalnya saya menggemari sinetron pada zaman “Bulan Bukan Perawan”, dan bukannya “Tukang Bulan Naik Haji”. Dan setelah saya kenang-kenang, ternyata ada lima sinetron yang penting bagi saya, dengan makna penting yang berbeda-beda.

Apa saja itu?

Ini dia.

1. Angin Tak Dapat Membaca

Kata sinetron bagi saya sudah pasti langsung terasosiasi pada judul empat kata ini. Soalnya, di tahun 1995 itu adalah kali pertama saya bisa menonton televisi selain TVRI. Saya berhasil menonton RCTI dengan sebuah antena yang dibuat dari rakitan besi dan sebuah komponen penting berupa…

…tutup panci. Percaya atau tidak, tapi itulah kenyataannya.

Nah, “Angin Tak Dapat Membaca” ini adalah sinetron yang tayang sore hari menjelang makan malam. Jadi masih masuk zona waktu boleh nonton. Ditambah judul yang aneh bagi seorang anak SD, plus soundtrack yang cukup catchy, akhirnya sinetron yang salah satunya dibintangi Adam Jordan ini menjadi momen perkenalan saya pada sesuatu bernama sinetron. Didukung oleh adegan pakai kuda, padang pasir, sampai helikopter, sungguh bikin anak muda yang biasanya nonton Dunia Dalam Berita jadi terkesima.

2. Janjiku

Sinetron ini tayang sekitar tahun 1996-1997, ya kira-kira sekitar waktunya saya sunat. Jadi, saya sunat memang menunggu sinetron Janjiku ini tayang, meskipun sunat tidak ada hubungannya dengan sinetron. Tentu saja ditayangkan di RCTI karena saya hanya bisa nonton TVRI dan RCTI saja. Dibintangi oleh Tante Paramitha Rusady yang waktu itu tampak sebagai wanita yang tsakep dengan andeng-andengnya.

Sebenarnya bukan sinetronnya yang jadi penting disini, tapi dua soundtrack yang dua-duanya dinyanyikan oleh Tante Mitha, di awal dan di akhir. Bisa dibilang lagu-lagu di sinetron ini adalah peralihan koleksi lagu-lagu saya dari “Si Lumba-Lumba” ke lagu-lagu berkonten percintaan. Nggak apa-apa, kan sudah sunat.

3. Tirai Kasih Yang Terkoyak

Kalau boleh jujur, saya pun nggak ngerti ini sinetron ini ceritanya gimana. Lalu kenapa sinetron ini menjadi penting bagi saya?

Untuk sebuah alasan yang kurang penting.

Jadi kalau pada ingat aktor tampan yang namanya Ryan Hidayat, nah sinetron ini adalah sinetron terakhirnya. Berhubung waktu bungkus es di sore hari saya nontonnya Kabar-Kabari atau Cek n Ricek, jadi dengan terpaksa saya mendengar kabar bahwa dia meninggal di usia 26 tahun. Nah, entah atas dasar apa, saya jadi ogah menonton sinetron yang oleh produsernya di-state jelas-jelas bahwa ini adalah sinetron terakhir Ryan Hidayat.

Bahkan sinetron percintaan yang dibintangi oleh aktor yang sudah meninggal saja saya takut. Mungkin ini efek dari saya yang juga selalu sembunyi pada saat film wajib G30S/PKI ditayangkan. Yah, sungguh cupu memang saya ini. Untunglah di zaman itu, nggak ada film semacam “Nenek Gayung Kesurupan Suster Ngesot”.

4. Cinta

Nah, ini penting banget. PENTING BANGET! Sinetron yang dibintangi oleh Primus Yustisio–si Panji Manusia Milenium, Atalarik Syach, dan tante Desy Ratnasari ini menjadi momen penting saya untuk mengenal adegan agak dewasa di sinetron.

Jadi, jangan tanya saya apa jalan cerita sinetron ini atau apa akhirnya. Nggak tahu. Yang saya tahu, kala itu Atalarik adalah adeknya Primus. Sedangkan Tante Desy adalah pacarnya Atalarik. Pada suatu malam yang dingin, Primus agak berkonflik dengan Tante Desy yang kemudian diakhiri adegan sobeknya kaos putih punya Primus.

Nah, sesudah ini, muka keduanya berdekatan, dengan dialog-dialog yang panas, dan kemudian diakhiri lenyapnya kepala keduanya dari layar kaca. Adegan sesudahnya? Tante Desy mandi sambil galau, atau mungkin galau sambil mandi. Dan beberapa scene kemudian Tante Desy diceritakan positif hamil. Gila ya, sungguh tepat waktu sekali untuk melakukan hubungan terlarang itu. Kok ya jadi. Ealah.

5. Bawang Merah Bawang Putih

Rentangnya kemudian cukup jauh hingga lantas ada sinetron penting terakhir bagi saya. Ini adalah sinetron yang dibintangi Revalina sama Nia Ramadhani. Well, kenapa menjadi penting? Tentu saja karena sinetron inilah yang mulai mempopulerkan teknik syuting zoom ke muka yang kemudian ganti ke zoom muka lainnya. Ini dia yang bikin pusing. Lah gimana nggak pusing kalau dikit-dikit kepala, lalu ekspresi bibir dan mata yang berlebihan, dan kemudian berganti kiri kanan.

Berkebetulan pada saat itu berdekatan dengan mulainya saya merantau, sehingga akses ke tivi jadi berkurang. Klop deh! Sejak saat itu, saya nggak ngerti sekali tentang sinetron. Ya, tahu-tahu dikit kalau Cinta Fitri itu jumlah episodenya melebihi bintang di langit dan pasir di toko bangunan depan Pasimal. Plus sekarang kadang-kadang terpaksa menyaksikan Tukang Bubur Naik Haji gegara anak kos dengan selera gaib ini.

Tayangan sejatinya soal selera, jadi saya juga nggak mempersalahkan anak kos metal pecinta sinetron ini. Cuma jadi agak aneh karena dia memperlakukan tivi di kos ini tidak demokratis. Lah, anak kos banyak, tivi cuma 1, 5 orang yang nggak suka sinetron, kok dia malah nangkring duluan dengan sinetron yang kemudian memaksa saya dan yang lainnya untuk mendekam nggerus di dalam kamar.

Ya sudah. Tampaknya lelaki pecinta sinetron sudah bersiap nongkrong, saya cabut dulu ya. CIAO!

Seminggu yang Lalu

Baiklah. Saya gagal move on dari semua ini. Bahkan lebih gagal move on daripada Melody of Memory, yang mana kurang dari 10 jam sesudah turun panggung saya harus presentasi Kimia Medisinal tentang Furosemide. Juga lebih gagal move on daripada Konser Pamit KPS IV Unpar yang euforianya harus bertabrakan dengan Titrasi 2007 (colek Uut ^_^).

Gagal move on ini disponsori oleh kemajuan teknologi sih.

Iya. Seminggu semenjak turun dari panggung di TBY itu, media sosial buatan Mas Zuckerberg menjadi sarana foto-foto berseliweran. Belum lagi video yang beredar di Youtube, plus beberapa kicauan di burung biru. Belum lagi kalau baca blognya Mbak Linda dan blognya Bona. Apalagi ditunjang oleh pekan yang “mulus” dimana akhir bulan ini diwarnai oleh transaksi yang sudah pada kelar dan minim masalah. Jadilah, pikiran ini nggak bisa lepas dari Poelang Kampoeng.

Bentuk gagal move on yang paling jelas adalah ketika di kantor, sambil memandangi kotak dan angka itu, salah satu lubang telinga saya akan terhubung dengan speaker yang kontennya membunyikan lagu Hallelujah hasil unduhan dari Youtube 🙂 Gimana nggak mulyo itu seminggu full yang didengar cuma Hallelujah doang?

Saya hanya membayangkan, kalau tulisan di bawah ini nggak nongol di FB pada 13 Agustus 2012, apakah seminggu yang lalu itu akan terwujud?

:)

Tentu salut untuk ide dasarnya dari Mas-Mbak yang sudah nge-PSM di saat saya masih belum ngeh bunyiin Do itu gimana (sampai sekarang juga sih..). Karena tulisan inilah yang kemudian bergulir panjang, termasuk dengan sensus penduduk PSM CF yang membuat saya terkaget-kaget waktu mengkompilasinya. Keluarga ini adalah keluarga yang besar sekali.

Sebenarnya pengen banget ngabsen siapa aja sih yang ada di panggung dengan balutan ungu kemarin itu. Pengen banget semua detail dari sejarah ini terdokumentasi. Hmmm… Ini kepengenan karena gagal move on sepertinya.

Ya sudah. Mari kita melanjutkan hidup! 😀