5 Sinetron Penting Untuk ArieSadhar

AHA! Bisa duduk manis di depan tivi kos sambil nonton bola plus ngeblog itu sebenarnya sebuah kesenangan tersendiri. Apalagi sejak ada anak kos baru yang punya hobi mengherankan bagi saya. Hobinya nggak tanggung-tanggung, nonton sinetron! Sebenarnya nonton sinetron itu biasa, sih, dibandingkan nggerus. Cuma agak nggak cocok untuk tampilannya yang sangar, plus kerja di pabrik metal. Sungguh, tampang megatron, hati sinetron.

Ya, sejak ada dia, saya nggak pernah lagi menikmati prime time di depan tivi, soalnya dia sudah nangkring di depan tivi bersama remote, untuk menyaksikan petualangan Haji Sulam mencari kitab suci. Jadi, ya sudah, saya menggalau saja di TL kalau begitu.

Ngomong-ngomong soal sinetron, saya jadi mengenang bahwa dahulu kala saya juga pernah jadi penggemar sinetron. Hal begini nggak harus ditutup-tutupi kok, soalnya saya menggemari sinetron pada zaman “Bulan Bukan Perawan”, dan bukannya “Tukang Bulan Naik Haji”. Dan setelah saya kenang-kenang, ternyata ada lima sinetron yang penting bagi saya, dengan makna penting yang berbeda-beda.

Apa saja itu?

Ini dia.

1. Angin Tak Dapat Membaca

Kata sinetron bagi saya sudah pasti langsung terasosiasi pada judul empat kata ini. Soalnya, di tahun 1995 itu adalah kali pertama saya bisa menonton televisi selain TVRI. Saya berhasil menonton RCTI dengan sebuah antena yang dibuat dari rakitan besi dan sebuah komponen penting berupa…

…tutup panci. Percaya atau tidak, tapi itulah kenyataannya.

Nah, “Angin Tak Dapat Membaca” ini adalah sinetron yang tayang sore hari menjelang makan malam. Jadi masih masuk zona waktu boleh nonton. Ditambah judul yang aneh bagi seorang anak SD, plus soundtrack yang cukup catchy, akhirnya sinetron yang salah satunya dibintangi Adam Jordan ini menjadi momen perkenalan saya pada sesuatu bernama sinetron. Didukung oleh adegan pakai kuda, padang pasir, sampai helikopter, sungguh bikin anak muda yang biasanya nonton Dunia Dalam Berita jadi terkesima.

2. Janjiku

Sinetron ini tayang sekitar tahun 1996-1997, ya kira-kira sekitar waktunya saya sunat. Jadi, saya sunat memang menunggu sinetron Janjiku ini tayang, meskipun sunat tidak ada hubungannya dengan sinetron. Tentu saja ditayangkan di RCTI karena saya hanya bisa nonton TVRI dan RCTI saja. Dibintangi oleh Tante Paramitha Rusady yang waktu itu tampak sebagai wanita yang tsakep dengan andeng-andengnya.

Sebenarnya bukan sinetronnya yang jadi penting disini, tapi dua soundtrack yang dua-duanya dinyanyikan oleh Tante Mitha, di awal dan di akhir. Bisa dibilang lagu-lagu di sinetron ini adalah peralihan koleksi lagu-lagu saya dari “Si Lumba-Lumba” ke lagu-lagu berkonten percintaan. Nggak apa-apa, kan sudah sunat.

3. Tirai Kasih Yang Terkoyak

Kalau boleh jujur, saya pun nggak ngerti ini sinetron ini ceritanya gimana. Lalu kenapa sinetron ini menjadi penting bagi saya?

Untuk sebuah alasan yang kurang penting.

Jadi kalau pada ingat aktor tampan yang namanya Ryan Hidayat, nah sinetron ini adalah sinetron terakhirnya. Berhubung waktu bungkus es di sore hari saya nontonnya Kabar-Kabari atau Cek n Ricek, jadi dengan terpaksa saya mendengar kabar bahwa dia meninggal di usia 26 tahun. Nah, entah atas dasar apa, saya jadi ogah menonton sinetron yang oleh produsernya di-state jelas-jelas bahwa ini adalah sinetron terakhir Ryan Hidayat.

Bahkan sinetron percintaan yang dibintangi oleh aktor yang sudah meninggal saja saya takut. Mungkin ini efek dari saya yang juga selalu sembunyi pada saat film wajib G30S/PKI ditayangkan. Yah, sungguh cupu memang saya ini. Untunglah di zaman itu, nggak ada film semacam “Nenek Gayung Kesurupan Suster Ngesot”.

4. Cinta

Nah, ini penting banget. PENTING BANGET! Sinetron yang dibintangi oleh Primus Yustisio–si Panji Manusia Milenium, Atalarik Syach, dan tante Desy Ratnasari ini menjadi momen penting saya untuk mengenal adegan agak dewasa di sinetron.

Jadi, jangan tanya saya apa jalan cerita sinetron ini atau apa akhirnya. Nggak tahu. Yang saya tahu, kala itu Atalarik adalah adeknya Primus. Sedangkan Tante Desy adalah pacarnya Atalarik. Pada suatu malam yang dingin, Primus agak berkonflik dengan Tante Desy yang kemudian diakhiri adegan sobeknya kaos putih punya Primus.

Nah, sesudah ini, muka keduanya berdekatan, dengan dialog-dialog yang panas, dan kemudian diakhiri lenyapnya kepala keduanya dari layar kaca. Adegan sesudahnya? Tante Desy mandi sambil galau, atau mungkin galau sambil mandi. Dan beberapa scene kemudian Tante Desy diceritakan positif hamil. Gila ya, sungguh tepat waktu sekali untuk melakukan hubungan terlarang itu. Kok ya jadi. Ealah.

5. Bawang Merah Bawang Putih

Rentangnya kemudian cukup jauh hingga lantas ada sinetron penting terakhir bagi saya. Ini adalah sinetron yang dibintangi Revalina sama Nia Ramadhani. Well, kenapa menjadi penting? Tentu saja karena sinetron inilah yang mulai mempopulerkan teknik syuting zoom ke muka yang kemudian ganti ke zoom muka lainnya. Ini dia yang bikin pusing. Lah gimana nggak pusing kalau dikit-dikit kepala, lalu ekspresi bibir dan mata yang berlebihan, dan kemudian berganti kiri kanan.

Berkebetulan pada saat itu berdekatan dengan mulainya saya merantau, sehingga akses ke tivi jadi berkurang. Klop deh! Sejak saat itu, saya nggak ngerti sekali tentang sinetron. Ya, tahu-tahu dikit kalau Cinta Fitri itu jumlah episodenya melebihi bintang di langit dan pasir di toko bangunan depan Pasimal. Plus sekarang kadang-kadang terpaksa menyaksikan Tukang Bubur Naik Haji gegara anak kos dengan selera gaib ini.

Tayangan sejatinya soal selera, jadi saya juga nggak mempersalahkan anak kos metal pecinta sinetron ini. Cuma jadi agak aneh karena dia memperlakukan tivi di kos ini tidak demokratis. Lah, anak kos banyak, tivi cuma 1, 5 orang yang nggak suka sinetron, kok dia malah nangkring duluan dengan sinetron yang kemudian memaksa saya dan yang lainnya untuk mendekam nggerus di dalam kamar.

Ya sudah. Tampaknya lelaki pecinta sinetron sudah bersiap nongkrong, saya cabut dulu ya. CIAO!

6 thoughts on “5 Sinetron Penting Untuk ArieSadhar

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s