Forum Diskusi KKMK: How To Sell Yourself

Jadi begini, sejak pindah ke Jakarta saya memang agak kehilangan sesuatu yang bernama komunitas berbau agama. Sesuatu yang kalau di Cikarang bisa saya peroleh bahkan hanya dari 1 bidang pelayanan saja. Saya mencoba-coba stalking dan mencicipi beberapa komunitas tapi, mboh ki, belum ada yang cukup menyamai 1 bidang itu.

Nah, seperti pernah saya bilang di aneka kegiatan pribadi #KelilingKAJ, bahwa sebenarnya di Jakarta itu enak bagi orang Katolik untuk beribadah dan berkomunitas karena dalam radius yang terhitung dekat, rumah ibadah bisa diakses dengan cepat, dan, ya walaupun macetos hore. Dalam prinsip itu, kemudian saya stalking sebuah komunitas bernama Komunitas Karyawan Muda Katolik alias KKMK Keuskupan Agung Jakarta. Kebetulan ada event begitu di laman FB-nya.

10410652_950253465016639_965639814791734498_n

Setengah malas, pada hari Minggu 17 Mei kemaren, saya berangkat ke Katedral untuk mencari yang namanya Ruang Markus. Yang saya dapati adalah bagian luar Gereja yang betul-betul-betul penuh, bahkan umatnya berserak luber sampai Patung Bunda Maria (yang mepet daerah pembangunan gedung baru) dan hingga selasar ruang-ruang yang seharusnya ramai sesudah misa. Saya hanya mikir, apa fokus beribadah di tempat seperti itu? Yang di dalam saja kadang masih ngelamun jorok. Ehm. No offence. *cium tangan*

Pukul 12.00 itu misa siang belum kelar, jadilah saya mlipir sana-sini untuk bisa masuk ke Ruang Markus. Acara yang hendak saya ikuti bertajuk Fordis alias Forum Diskusi dengan topik “How to Sell Yourself: Improve Your Visibility in the Working Place”. Padahal kalau dipikir-pikir, ngapain juga saya ikut? Kita semua tahu, di pekerjaan yang saya geluti sekarang, pemecetan hanya akan terjadi jika situ kurang-ajar-pakai-banget-nget. Nggak masuk tiga bulan paling cuma sanksi disiplin kok. Dan kalau mau menjual diri pun, ah, itu harus dekat dengan petinggi-petinggi. Di beberapa kantor sejenis, kalau itu promosi itu harus membayar, bahkan.

Tapi nggak apa-apa, ceritanya kan cari kenalan, sekalian cari konsumen buku saya nan masih numpuk di gudang yang berjudul OOM ALFA.

Acara Fordis ini dibawakan oleh Tony Sardjono, pemilik Tony Sardjono and Associates (TSA), dan salah satu pendiri dari KKMK. Mas Tony ini pas masa jadi karyawan berasal dari Gereja Santa, sekarang tinggal di Paroki Pasar Minggu, katanya bareng Rosiana Silalahi.

Ingat iklan jaman dulu: She, la la la la la, He.

Ternyata terkumpulah dua puluhan orang di ruangan Markus nan tini-wini-biti itu. Saya berkenalan dengan cukup banyak orang, dari berbagai Paroki pula. Ada yang dari Paroki Mangga Besar, ada juga yang dari Bekasi, sampai yang dari Bintaro. Materi yang dibawakan sebenarnya cukup menarik, namun karena molor jadi semacam kuntet. Namun begitu, kiranya masih ada hal yang bisa dipetik dari pelatihan singkat ini.

Untuk menjual diri sebenarnya dimulai dari pertanyaan KENAPA, dilanjutkan dengan analisis untuk menemukan APA, kemudian ditindaklanjuti dengan BAGAIMANA dalam konteks overcoming the challenge. Selanjutnya tentu saja rencana aksi yang lantas diputar lagi dimulai dari KENAPA. Sebelum berpikir tentang menjual diri, sebenarnya kita peru menilik pada 5 Penyakit Mental Manusia yakni 1) menyalahkan orang lain, 2) menyalahkan diri sendiri, 3) tidak punya goal, 4) mengabaikan hal-hal kecil, dan 5) terlalu cepat menyerah.

Mas Tony sendiri lebih banyak jadi fasilitator karena peserta yang lebih banyak berinteraksi, hingga kemudian sampai ke acara bikin kliping dari koran dan majalah bekas untuk menjadi materi presentasi yang unik dan menarik. Saya mencoba dengan gaya yang menurut anak Duren merupakan stand up comedy, tapi ternyata..

*kriuk*

Ternyata, nih, saya juga ketemu dengan beberapa kakak kelas di Sadhar, dan itu kakak kelas jaman edan. Jaman Paingan masih jadi tempat angon kambing. Beuh. Saya juga ketemu dengan seseorang-yang-kayaknya-pernah-ketemu, dan baru hari ini ingat kalau ketemu dia di Misa Alumni Kolese Jesuit di Kapel Kolese Kanisius pas musim banjir kemaren.

Mau ikut Fordis lagi, sih, tapi kayaknya kok ada dinas dan sampai sekarang juga belum nongol flyernya. Oh, dan tampaknya kalau untuk mencari jodoh seiman–which is untuk yang seagama dengan saya itu lumayan sulit–KKMK bisa menjadi forum untuk setidak-tidaknya ketemu yang seiman. Minimal kan ketemu dulu, baru bisa PDKT. Amin.

Advertisements

One thought on “Forum Diskusi KKMK: How To Sell Yourself

  1. Pingback: Cerita Dari Theresia | ariesadhar.com

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s