Kesempatan

Jona meradang setiap kali mengamati timeline Twitter. Entah bagaimana ceritanya dua orang yang suami istri bisa komen-komenan di TL, padahal mereka sebelahan?

Ah, bukan itu sebab radangnya.

Jona adalah penikmat setia TL Tian, meski Tian bukanlah follower dari Jona. Pun sebenarnya Tian juga bukan artis.

Jadi?

Jona hanya meradang betapa Tian dengan mudah beradu retweet romantis dengan seorang pria yang Jona tidak tahu siapa.

Pasal apa sih?

Sepele, Jona naksir Tian. Ini keniscayaan.

Dan sebagai follower sejati, Jona hanya berharap kesempatan. Tapi bahkan berbagai mentions pun tidak berwujud kepada sekadar saling follow. Pedih juga kalau begini ceritanya.

Lama-lama Jona berpikir, mungkin lebih baik un-follow saja Tian. Jadi tidak repot otak karena melihat TL.

Hmmmm..

Jona sempat un-follow Tian dan sejurus kemudian follow lagi. Tak lama, sebuah mentions masuk plus angka follower bertambah.

Siapa?

@T1an_Ayu: @J0jonat eh, baru follow?

@Jojonat: uda lama kok @T1an_Ayu. Kenapa?

@T1an_Ayu: nggak apa-apa kok (^_^)v

Mentions berhenti, tidak ada bahan untuk mentions lagi, walau naksir. Dasar pria payah.

@T1an_Ayu: malam minggu sunyi, butuh puisi cinta..

Tampaknya ini gadis sedang galau. Dengan mengumpulkan tekad dan niat, Jona beraksi dengan mentions:

@Jojonat: siap hadir untuk puisi cinta pada @T1an_Ayu.. #eh

@T1an_Ayu: serius @Jojonat? RT siap hadir untuk puisi cinta pada T1an_Ayu.. #eh

@Jojonat: menunggu itu ga enak, kecuali menunggu cinta @T1an_Ayu #TianPoem

@Jojonat: cinta itu diam pada keindahan @T1an_Ayu #TianPoem

@Jojonat: ketika kata-kata tak bermakna, rasalah yang menyatakan cinta @T1an_Ayu #TianPoem

@T1an_Ayu: sweet word @Jojonat! Thanks!

@Jojonat: aku punya lebih lho @T1an_Ayu.

@T1an_Ayu: apa? @Jojonat

@Jojonat: cek http://t.co/S5tYJwpH @T1an_Ayu.🙂

Jona berdebar-debar sampai sejurus kemudian page view di blog-nya bertambah 1. Jona lalu cek ke dashboard dan penglihatan itu berasal dari link di Twitter. Pastilah Tian.

Jona hanya menunggu respon balasan dari Tian ketika ia membaca review sebuah buku yang berkisah tentang cinta diam-diam Jona pada Tian.

Sebuah respon penantian, akan sebuah kesempatan.

 

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s