Meresapi Hujan

Hujan.. Sejak kecil, aku tidak merasa takut akan hujan. Hujan ada keseharian di kota kecil yang ada di perbukitan sana. Hujan adalah hiasan hidup yang selalu muncul di hari-hari yang terlewat.

Pun ketika pulang sekolah misalnya, hujan deras melanda. Aku akan lebih memilih melepas sepatu dan berjalan pulang menerabas hujan. Ketika masih naik sepeda, aku sengaja membeli sebuah jaket parasut bekas dan sebuah topi, dengan tujuan bisa melindungiku dari hujan. Maksudnya, melindungiku dari basah ketika aku akan melewati tetes-tetes air hujan di jalan. Bahkan ketika sudah memiliki sepeda motor, aku pernah memaksakan diri untuk melalui jalan kala hujan yang kemudian berakhir di bengkel, karena genangan air hujan membasahi busi Yamaha Alfa yang letaknya ada di tengah, bawah pula.

Berjalan terus. Dalam hidup, semuanya pasti berjalan terus, banyak hal yang berjalannya paralel. Kita tidur disini, paralel disana ada orang yang sedang menyapu jalanan, paralel ada orang yang sedang mabuk, paralel ada orang yang sedang melamun. Aktivitas kita dan hujan sejatinya adalah paralel, dua hal yang berjalan bersamaan dan terkadang tidak saling mempengaruhi.

Dalam hal tertentu, memang, hujan lantas menjadi gangguan. Tapi, selagi kita berjalan, maksudku, selagi kita masih mampu berjalan, kenapa tidak kita lanjutkan perjalanan itu?

Ada 3 hal yang mungkin terjadi ketika kita menyikapi hujan:

1. Kita akan SEGERA SAMPAI ke tujuan. Misalkan kita tujuannya pulang, dengan segera kita akan sampai ke rumah. Di rumah, kita bisa mendapatkan suasana teduh, suasana nyaman, suasana yang diharapkan. Walaupun terpaan hujan menyapa kita dan menyisakan sisa basah.

2. Kita akan MENGALAMI GANGGUAN dan BERHENTI. Sama seperti ketika aku harus berhenti di bengkel karena busi basah, dalam perjalanan hidup kadang ada kalanya kita mengalami gangguan dan harus menepi sejenak. Membenahi hal yang rusak, untuk kemudian berjalan kembali.

3. Kita akan segera MEMUTUSKAN BERHENTI dan MENUNGGU hujan reda. Apakah jika ada sedikit gangguan, kita akan serta merta berhenti? Iya kalau hujannya sebentar, nah kalau hujannya seperti yang aku alami hari ini, yang belum berhenti sampai saat tulisan ini diketik, apa kita akan terus menunggu? Ada kalanya kita perlu menunggu, namun tidak selalu pada setiap kesempatan, kita harus menunggu dan membiarkan kesempatan lain lewat.

So, dari terpaan hujan hari ini, manakah jalan yang kita pilih, teman? Aku yakin, kita mampu berjalan terus dan pada akhirnya akan SEGERA SAMPAI ke tujuan kita, apabila kita yakin untuk berjalan.

Dan hujan pun masih terus turun dari langit, membiarkan malam menjadi basah. Semoga memberi kesegaran di pagi hari nanti.

Selamat malam 🙂

Advertisements

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s