Cerita Farmasi: Ketika Saya Didadar

pablo (3)

Malam ini kusendiri
Tak ada yang menemani
Seperti malam-malam
Yang sudah-sudah

Ini kok malah nyanyi minta kekasih? Ya pada intinya saya sedang nggak bisa tidur. Bukan karena banyak pikiran, tapi karena tadi pulang kerja malah tidur pulas sampai jam 9 malam. Jadilah sekarang saya melek tidak karuan. Yah, yang penting bukan tengah malam merem-melek, bisa bahaya itu.

Kalau urusannya sudah nggak bisa tidur begini, saya jadi ingat sebuah rangkaian peristiwa yang melibatkan kata kunci “nggak bisa tidur”. Sebuah peristiwa nggak bisa tidur paling bodoh yang pernah saya alami, menurut saya.

Peristiwa apa itu?

Kisah Selengkapnya

2012: Yang Sudah Berlalu

Mengawali tahun 2012 dengan sebuah perjalanan jauh (Bukittinggi-Jogja, start jam 3 pagi), saya mengakhiri tahun yang sama juga dengan sebuah perjalanan (Cikarang-Jogja-Jakarta-and then-Bandung). Dua perjalanan itu mengapit rangkaian peristiwa yang saya lewati di 2012.

Banyak hal–tentu saja–yang terjadi di tahun yang katanya bakal kiamat itu. Ada pencapaian bagus, ada pula kegagalan yang berharga mahal. Yah, namanya juga hidup. Bukan begitu?

Di tahun 2012 ini saya putus dua kali. Penting? Nggak juga kali ya. 🙂

Di tahun 2012 ini saya semakin akrab dengan bis, alih-alih pesawat. Frekuensi saya naik pesawat jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya, tapi berbanding terbalik dengan frekuensi saya naik bis. Tanda ngirit? Maybe.

Di tahun 2012 ini juga saya akhirnya bisa ‘menyumbang’ tulisan di dua buah buku antologi cerpen. Setidaknya saya sudah pernah melihat buku yang di dalamnya ada tulisan saya, di toko buku.

Di tahun 2012 ini pula saya merasakan pelajaran besar bermakna tentang KEKECEWAAN terhadap sebuah KESUKSESAN. Sebuah refleksi atas pencapaian yang disikapi dengan sombong oleh seseorang. Dan, yah, sejak itu saya hidup tanpa passion, sama sekali.

Di tahun 2012 ini saya kembali ke panggung yang menakutkan, dan ‘cukup’ berhasil menaklukkannya. Ada di bagian lain blog ini tentang panggung itu. Sebuah trauma hampir 3 tahun bisa saya hilangkan. Saya juga berhasil meraih juara 1 (yang mana entah kapan saya terakhir kali menjadi juara 1) bersama tim happy puppet. Saya juga dengan senang hati ikut–lagi–lomba choir dan syukurlah berhasil.

Saya tidak banyak ketemu dengan orang-orang baru di tahun 2012 ini, selain anak kos baru. Hehe.. Saya lebih banyak duduk/tidur manis di kos dan menerawang di TL. What the fuck!

Saya juga merasakan makna GAGAL KETIKA KITA SUDAH BERUSAHA (dan keluar modal banyak). Fiuhh.. Syukurlah saya nggak menangis untuk itu. Tapi saya mulai merasakan indahnya mewujudkan mimpi (dan diberi wujud yang dilebihkan) via menjadi dirigen di lingkungan. Wong mimpi saya itu cuma ikutan koor lagi kok, malah dikasih lebihan. Hehe..

Hmmm, ya sudah.. Sudah lewat ini. Saya harus berubah, ada banyak ide di kepala, semoga bisa dituntaskan dengan aksi NYATA. Amin!

Selamat tahun baru.. 🙂