Tag Archives: media sosial

Kenapa Sih Ada Akun Facebook Personal Dipakai Untuk Instansi Pemerintah?

Belakangan saya rada keranjingan meneliti media sosial. Pertama, karena penelitian dengan media sosial (atau malah media sosialnya itu sendiri) adalah hal menarik untuk dilakukan memenuhi tugas-tugas kuliah ketika kita nggak bisa kemana-mana karena pandemi. Eh, tepatnya sih saya selagi bisa ya memilih nggak kemana-mana karena kopid sialan ini.

Salah satu hasil amatan saya adalah penggunaan akun personal untuk instansi pemerintah, atau ya minimal setara Eselon II gitu, alih-alih menggunakan Facebook Fanspage. Entah kenapa~

Saya suka bertanya-tanya karena sebenarnya dari sisi penamaan sudah pasti tampak mengganggu. Apalagi untuk instansi pemerintah Indonesia yang banyak singkatan. Di Facebook personal, mau nulis LPDP saja nggak bisa, pasti jadinya “Lpdp” karena dianggap nama orang dan nama orang nggak ada yang huruf besar semua.

Jadilah pasti kalau POM kemudian jadi Pom dan BKN menjadi Bkn, demikian pula BSN menjadi Bsn dan seterusnya.

Kalau pakai fanspage atau halaman tentu berbeda, ya karena settingannya berbeda. Lihatlah fanspage LPDP UI, itu bahkan semuanya huruf besar dan bisa-bisa saja, tidak menjadi “Lpdp Ui” sebagaimana kalau dibuat pakai akun personal.

Selain itu, kalau pakai akun personal kan jadinya kita harus logan-login. Namanya juga akun personal. Harus sharing password juga berarti kalau adminnya lebih dari satu. Salah-salah juga bisa bikin salah posting. Belum lagi kalau kejadian lupa password segala macam.

Kalau di fanspage, kan bisa diatur sekian orang sebagai admin, sekian orang sebagai editor, dll. Jadi, tanggung jawab masing-masing bisa dibagi. Bahkan kalau di fanspage itu bisa ketahuan siapa (akun personal) yang nge-post. Yang tahu siapa? Ya, sesama admin. Publik tahunya tentu suatu post dibuat oleh sebuah fanspage.

Lebih enak.

Photo by Gabby K on Pexels.com

Selain itu pula, di fanspage itu bisa dipantau reach, dll, segala macamnya. Sehingga kita tahu suatu unggahan itu impact-nya sejauh mana. Makanya, saya nggak menemukan sedikitpun enaknya mengelola akun media sosial instansi pakai akun Facebook personal.

Belum lagi, di fanspage bisa ditambahkan nomor kontak. Karena sama-sama punya Pak Zuck, jadilah bisa di-link dengan WhatsApp. Plus lagi, Facebook fanspage juga bisa langsung link dengan akun Instagram instansi. Jadi, bisa tuh sekali post untuk lebih dari satu media sosial.

Kemudan pula, kalau akun personal kan ada limit teman, ada pula pengaturan post untuk dilihat teman sebatas apa. Geli aja rasanya ketika kita mendapati di-add suatu akun instansi. Walaupun ya tetap saja accept, sih. Toh, di fanspage, jika memang mau nge-tag pimpinan di akun Facebook personal juga bisa saja tanpa masalah.

Mungkin ini lebih karena ketidaktahuan. Jadi, semoga post ini bisa sedikit memberi tahu para pengelola media sosial instansi supaya lebih tepat dalam bekerja. Ya, saya tahu, jarang yang ada honornya, apalagi kalau sebatas unit eselon II. Hehe.

5 Cara Bikin Meme Lucu

5 CARA BIKIN MEME LUCU

Hidup sekarang dipastikan nggak bebas dari meme, karena sebenarnya hidup kita lebih lucu dari meme. Nggak di Facebook atau di Instagram atau bahkan di WhatsApp sekalipun kita pasti sering menerima atau mengirimkan meme. Sayangnya, seringkali meme itu kek kerupuk. Garing. Garing Nidji. Bah.

Sebenarnya, bikin lucu itu susah-susah gampang. Sebagaimana banyak pelawak justru meninggal bunuh diri, sebenarnya memikirkan komedi itu adalah hal yang sangat-sangat serius. Lantas, bagaimana cara bikin meme lucu agar tidak bunuh diri? Berikut 5 hal yang kayaknya bisa membantu. Kalau nggak membantu? Ya, tinggal order Gojek. Go-Meme.

1. Template Meme

Ini adalah cara paling mudah yang disediakan pula oleh banyak aplikasi. Gambar-gambar meme seperti Leo Di Caprio, Yao Ming, hingga Nicholas Cage hanya tinggal ditambahi kata-kata yang relevan lucunya. Atau kalau kita agak (((niat))), kita bisa kok menggunakan foto sendiri yang ditambahkan caption yang ciamik. Kayak punya Om-nya Isto ini misalnya:

Screenshot_1516
Kata saya, sih, lucu. Nggak tahu sih kalau nanti sore.

2. Topik Viral

Supaya pas lucunya, kita bisa mengambil topik yang sedang viral. Misalnya pas zaman Bowo Tiktok atau pas era film AADC2 turun ke pasar atau ketika Dilan dan Milea sedang asyik-asyiknya balapan liar. Kata-kata yang biasa, jika ditampilkan bersamaan dengan momen yang tepat, ya bisa lucu juga.

3. Ambil dari Percakapan Sehari-Hari

Seringkali di obrolan warung kopi atau bahkan chat WhatsApp dan LINE banyak yang lucu. Nggak tabu juga jika kita mengambilnya untuk dijadikan meme lucu-lucuan. Tapi ingat, ini bukan mengunggah screenshot percakapan di grup, yha!

Supaya lucu, pastikan kita ambil satu bit dan satu punchline. Ya kira-kira mirip teka-teki deh. Misalnya, ada obrolan tentang kondangan mantan, lalu percakapan jadi panjang. Kita bisa ambil Bagian “Hal paling seram itu adalah datang ke kondangan mantan.”

cake celebration dairy product decorate
Photo by Ana Paula Lima on Pexels.com

Supaya greng, berikan punchline yang singkat dan sangat padat: SENDIRIAN atau TANPA GANDENGAN. Atau malah BAWA GENDONGAN. Sila dipilih saja yang cocok dengan suasana hati.

4. Ambil dari Postingan Orang Lain

Status FB yang lucu itu nggak ada royaltinya, lho. Jadi ketika ada status orang yang berisi kata-kata lucu kek gini, terus kalian tempel dan jadikan meme, ya nggak akan kena tuntut. Cuma demi etika bahwa ada orang yang susah-susah berpikir buat ngelucu, lebih baik kita mencantumkan sumbernya. Komik tenar Gump n Hell selalu menuliskan bahkan jika suatu status menjadi sumber inspirasi.

5. Ditunjang Desain Yang Ciamik

woman in brown scoop neck long sleeved blouse painting
Photo by bruce mars on Pexels.com

Nah, walaupun sudah ada banyak aplikasi meme, kadang-kadang kita perlu juga buat desain meme sendiri. Atau misalnya lagi kesambet dan pengen posting kata-kata bijak. Kalau saya, misalnya, termasuk untuk bikin header blog ini, pakainya aplikasi Canva yang interface-nya lumayan mudah dan sederhana.

Nah, bagaimana? Sudah mau bersiap bikin meme? Monggo, silakan. Tapi jangan lupa kerja atau sekolah ya, hidup itu bukan buat bikin meme soalnya~~