Berburu Kuliner Padang di Tanah Minang

Selain identik dengan budaya Minang, sebagian orang yang mendengar kata Padang juga otomatis akan teringat dengan… rumah makan. Terutama bagi penduduk di Pulau Jawa, nama ibu kota Sumatra Barat itu sangat ikonik dengan kulinernya. Bumbu yang khas dan tajam membuat lidah yang mencicipi senantiasa ketagihan.

via: bhellabhello.wordpress.com

Akan tetapi, jika Anda datang langsung ke Padang, ada banyak makanan khas lainnya yang tidak Anda jumpai di rumah makan padang biasanya. Soal kelezatan, tidak perlu dipertanyakan lagi. Dijamin, kenikmatannya akan terbayang-bayang dan membuat Anda ingin segera kembali ke kota ini.

1. Nasi Kapau

Sekilas, nasi kapau memang tidak berbeda dengan nasi padang. Namun rupanya selain peletakan menu di atas meja yang lebih rendah dari penjual—jika nasi padang, menu disajikan di etalase yang lebih tinggi dari penjual—bahan dasarnya pun berbeda. Nasi kapau yang autentik menggunakan bahan dasar kol, nangka, dan kacang panjang serta kuah gulai berwarna kuning dengan rasa sedikit asam.

Selagi di tanah Minang, sempatkan mencicipi nasi kapau asli terlezat. Mulai wisatawan dari kalangan rakyat hingga pejabat, Nasi Kapau Uni Cah menjadi tujuan kuliner yang digemari. Lokasi rumah makan ini berada di Jalan Padang Luar Km 4, Bukittinggi. Mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB, rumah makan ini siap melayani pembeli.

2. Sate Itjap

Bila sedang ingin menikmati sate, sebaiknya Anda datang ke Sate Itjap yang beralamat di Jalan Rasuna Said. Anda tidak akan susah menemukan tempat kuliner ini. Selain kemahsyurannya yang dikenal masyarakat luas, lokasinya juga berada di ruas jalan utama.

Mulai pukul 16.00 hingga malam, warung sate ini diberondong oleh pembeli. Selain harga tiap porsinya yang relatif murah, cita rasanya juga sangat khas. Sate tanpa gajih ini memiliki memiliki daging bakaran yang terasa agak manis. Selain itu, tusukan daging ini disiram kuah yang asin dan gurih sehingga menghasilkan kombinasi rasa yang sangat lezat. Satu porsinya juga sudah lengkap disajikan dengan potongan kupat.

3. Soto Rajawali

Untuk mengawali hari, Anda bisa sarapan di Soto Rajawali. Soto padang ini menyajikan daging sapi goreng yang dipotong kecil-kecil dengan siraman kuah bening yang lezat dan gurih. Nasinya disediakan di piring terpisah dengan taburan kerupuk merah. Jika ingin semakin menggugah selera, tambahkan paru yang digoreng renyah.

Bofet Rajawali berada di Jalan Juanda. Tempat ini sebenarnya merupakan cabang, tetapi lokasinya lebih strategis dan besar. Tak hanya wisatawan biasa, bahkan hingga tamu kenegaraan hingga anggota Kerajaan Brunei pun pernah singgah di sini. Terbayang kan, bagaimana lezatnya Soto Rajawali hingga seterkenal ini?

4. Martabak Malabar Arham

Malam yang dingin memang paling tepat dinikmati bersama kudapan hangat. Setelah menghabiskan sepanjang hari beraktivitas, Anda dapat bersantai di hotel dengan seporsi martabak Malabar yang gurih.

Di Padang, Anda dapat menemukan Martabak Malabar Arham yang terkenal dan banyak diburu orang. Lokasinya berada di Jalan Moh. Husni Thamrin No. 1 dan baru buka mulai pukul 17.00. Jika ingin makanan yang lebih berat, Anda bisa memilih nasi goreng kambing, sup buntut, dan lain-lain.

Selain empat kuliner di atas, ada pula nasi goreng patai, sate danguang-danguang, itiak lado hijau, es durian, dan masih banyak lainnya. Tentu saja, sajian ini tidak akan Anda dapatkan di rumah makan padang.

Karena itu, sempatkanlah mencicipi kayanya kuliner Minang selagi di Padang. Soal akomodasi menginap, serahkan pada Airy Rooms. Beragam pilihan hotel murah di Padang tersedia sesuai dengan kelas dan bujet yang Anda inginkan.

Cukup dengan koneksi internet, Anda dapat memilih hotel murah di Padang melalui situs web dan aplikasi Airy Rooms pada ponsel. Untuk pembayaran, Anda dapat melakukannya via kartu kredit, bank transfer, atau di gerai Indomaret. Praktis, bukan?

Liburan Penuh Kejutan di Anyer

Sebagai negeri yang begitu memuja garis pantai–meski sebagian kecil diantaranya lantas ditimbun reklamasi–maka sudah layak dan sepantasnya kita keluyuran ke pantai-pantai ciamik di Indonesia. Salah satu tempat yang menyediakan kecantikan pantai tiada lain adalah Anyer. Selain lokasinya yang tidak jauh-jauh benar dari Jakarta, Anyer juga memiliki value kawasan wisata nan berbeda pasca Oddie Agam melalui Sheila Madjid memperkenalkan Anyer via lagu kondangan dan karaokean sepanjang zaman “Antara Anyer dan Jakarta”. Sebuah lagu yang sebenarnya bisa dijawab dengan Cilegon, Serang, Tangerang, dan Tangerang Selatan. Atau juga dapat dijawab dengan Tol Merak.

Bicara Anyer tentu juga tidak boleh lepas dari sosok kesohor, Herman Willem Daendels. Sosok yang menurut buku Ragam Pusaka Budaya Banten karangan Drs. H. Tri Hatmaji mendarat di Anyer pada tanggal 1 Januari 1808. Gubernur Jenderal Hindia Belanda periode 1808 hingga 1811 tersebut berhasil menciptakan karya monumental dan selalu dikenal dalam rupa Jalan Anyer-Panarukan alias Jalan Raya Pos. Jalan yang satu ini terbilang bergelimang rekor. Mulai dari durasi pembangunannya yang hanya (!) setahun hingga jaraknya yang setara Amsterdam ke Paris, seribu kilometer.

Daendels tiba pertama kali di Anyer seperti Calon PNS baru masuk: tampak cupu. Berangkat diam-diam sejak Maret 1807, via Paris, lantas ke Lisbon, kemudian ke Pulau Canary dan selanjutnya Pulau Jawa. Ya, di Anyer itu tadi. Cupunya adalah karena Om Londo Galak ini tiba di Anyer nyaris tanpa pengawalan. Dia sampai di Anyer sesudah kabur kiri-kanan. Perjalanan dari Belanda sampai Anyer itu dilakoni dalam durasi kurang lebih 10 bulan. Pada tahun 2017, 10 bulan itu adalah antrean gedung untuk resepsi. Durasi yang menyebabkan banyak pasangan keburu putus sebelum resepsi.

Anyer menawarkan tipe pantai yang berbeda, sebab posisinya ada di sisi barat pulau paling dominan se-Indonesia Raya, Jawa. Sensasi Anyer sebagai pantai jelas beda dengan Ancol yang pantai utara. Juga lain dengan Parangtritis yang pantai selatan.

Pesona Anyer sebagai tempat wisata sejak dahulu kala begitu mudah ditangkap dengan melihat hotel-hotel yang berdiri di sepanjang Anyer. Hampir semua grup hotel tenar Jakarta punya cabang di Anyer. Mulai dari Jayakarta sampai Marbella, Dari Acacia sampai Aston. Anyer juga menawarkan lokasi yang tidak jauh-jauh benar dari Jakarta. Masih bisa dicapai dengan 3-4 jam, jarak yang sepantaran dengan Bandung, dengan tawaran tipe wisata yang berbeda. Belum lagi jika kita menyebut Tanjung Lesung sebagai salah satu destinasi Bali baru Pak Presiden. Menuju Tanjung Lesung ya lewat Anyer. Mampir adalah kunci.

Walau begitu, sekadar liburan di pantai adalah basi. Apa sih bedanya main ombak di Ancol, Kuta, Miami, sama di Anyer? Sama-sama asin ini. Untuk itulah Anyer secara gilang gemilang menyediakan elemen paling kunci yang sangat dibutuhkan dalam berwisata: kejutan. Percayalah, liburan di Anyer akan penuh dengan kejutan.

Continue reading Liburan Penuh Kejutan di Anyer

Selamat Jalan, Paktuo!

Halo Paktuo, bagaimana perjalanan menuju surga? Lancar, kan? Pastinya lancar, dong. Semua orang yang kenal Paktuo pasti meyakini itu. Saya sedang antre BPJS di PGI Cikini kala Cici memberi kabar bahwa Paktuo sudah nggak ada. Sumpah, ingin menangis di tempat rasanya. Kita baru ketemu tanggal 11 Juli yang lalu, lho. Kita juga saling berkata, “Nanti kan ketemu lagi…”

Tapi kok jadinya begini, Paktuo?

Ada banyak hal yang tidak saya ketahui tentang Paktuo, sebagaimana abang-abang, kakak, dan terutama Petra mengetahuinya. Ya bagaimana, kita ketemu tidak cukup intensif dalam durasi yang begitu lama, tapi perjalanan waktu membawa kita kepada diskusi-diskusi hangat. Ah, paling senang saya melayani diskusi dengan seorang old man yang penuh ide-ide perubahan. Setidak-tidaknya bisa jadi bahan untuk nakal dalam tulisan.

Sebelum semuanya seperti sekarang ini, Paktuo ada kala saya kecil. Yha, dari 1987 sampai 1993, jelas sekali memori itu dalam kepala saya. Paktuo adalah wali baptis saya. Tentu memilih wali baptis tidaklah sembarangan. Sebagaimana saya memilih Paklek Beny sebagai wali baptis Kristofer juga sangat dipertimbangkan. Sebagai sosok kakak yang tersedia di Bukittinggi kala itu, maka pilihannya ya pasti Paktuo.

Continue reading Selamat Jalan, Paktuo!

Berlibur ke Kuala Lumpur, Kunjungi Tempat-Tempat Hits Ini

via: kuala-lumpur.ws

Ingin berlibur ke tempat-tempat yang menarik tanpa harus menghabiskan waktu panjang dalam perjalanan? Kuala Lumpur adalah pilihan yang tepat. Yup, Kuala Lumpur merupakan satu kota dengan banyak tempat wisata menarik. Biaya murah, pemandangan indah, barang-barang bagus, dan sejuta pengalaman seru bakal kamu dapatkan hanya dengan mengelilingi satu kota.

Ibu Kota Malaysia ini tidak hanya terkenal akan kebersihannya, tempat-tempat wisata di Kuala Lumpur juga banyak dikenal oleh wisatawan dari luar Malaysia. Seperti Menara Kembar Petronas yang juga merupakan bangunan terkenal di dunia. Saat kalian mengujungi menara ini, kalian akan melihat keindahan kota Kuala Lumpur dari ketinggian. Untuk merasakan pengalaman tersebut, kalian cukup membayar tiket masuk seharga RM 80.00 yang akan mengantarkan kalian menuju ke jembatan penghubung yang berada di lantai 41 dan 42 gedung.

Tempat wisata di Kuala Lumpur lainnya yakni Menara Kuala Lumpur. Seperti halnya Menara Kembar Petronas, Menara Kuala Lumpur juga menawarkan pemandangan dari ketinggian. Namun tidak hanya itu yang bisa didapatkan di KL tower ini. Ada sebuah ruangan bernama Sky Box yang menguji nyali pengunjung. Sky Box adalah sebuah ruangan yang terbuat dari kaca tebal transparan, menjorok ke bagian luar gedung. Dari sana, kalian bisa melihat pemandangan di sekeliling termasuk di bawah.

via: asia361.com

Cukup dengan ketinggian, mari kita menuju ke tempat wisata di Kuala Lumpur dengan suasana yang asri kehijauan. Tempat wisata tersebut ialah Lake Garden. Lake garden merupakan tempat wisata di Kuala Lumpur yang berdiri di tanah seluas 91 hektar, sehingga jika berkunjung ke tempat ini kalian bisa menemukan beberapa tempat wisata menarik sekaligus, seperti taman bunga sepatu, taman rusa, monumen nasional, taman anggrek dan masih banyak yang lainnya. Untuk berkeliling ke semua tempat wisata di Lake Garden, kalian bisa menyewa sepeda sekitar 3 ringgit selama 30 menit.

Tempat wisata di Kuala Lumpur kali ini cocok untuk kalian yang hobi berbelanja, Bukit Bintang namanya. Wilayah Bukit Bintang dipadati oleh pusat perbelanjaan, cafe, bar, pasar malam, dan juga restoran. Yang menarik dari pusat perbelanjaan Bukit Bintang yakni semua barang yang dijual asli tidak ada yang KW. Sangat cocok buat kalian yang suka belanja dengan kualitas barang yang terjamin. Kalau di Indonesia, bukit yang harus kamu kunjungi itu, ya Bukittinggi.

via: wonderfulmalaysia.com

Setelah lelah berbelanja, pas rasanya jika menuju ke Jalan Alor untuk memuaskan hasrat lidah. Di Jalan Alor ini kalian bisa menemukan banyak restoran dengan aneka hidangan istimewa. Surga makanan yang satu ini sangat ramai saat malam hari, jadi jangan kaget jika kalian ke Jalan Alor menemukan meja dan kursi restoran hingga menutupi jalan. Oh iya, untuk kalian yang tidak makan babi, harus berhati-hati, karena sebagian dari restoran di Jalan Alor menyajikan hidangan yang mengandung babi.

Yang satu ini merupakan tempat wisata di Kuala Lumpur dengan suasana religi yakni National Mosque. Masjid yang mampu menampung 15 ribu orang ini memiliki interior yang indah. Bagi kalian yang bukan orang muslim, tak perlu kuatir, karena pihak masjid memperbolehkan kalian untuk berkeliling di kawasan masjid. Dengan pengecualian pakaian harus sopan dan diluar jam beribadah.

via: travelingthruhistory.com

Daftar tempat wisata di Kuala Lumpur yang terakhir adalah Aquaria KLCC. Di tempat wisata yang satu ini, kalian bisa menikmati pemandangan bawah laut tanpa harus berbasah-basahan. Banyak dari wisatawan yang datang ke tempat ini membawa serta anak-anaknya, karena tidak hanya indah namun juga cocok untuk edukasi anak-anak.

Masih belum puas dengan tempat wisata di atas? Cek dulu tempat hits wisata Kuala Lumpur 2017 yang lain, dan pastikan kamu menghabiskan liburan selanjutnya di tempat ini.

Tips Terbaik Menjaga jantung Tetap Sehat

Sebagai salah satu organ dalam yang vital bagi manusia, jantung memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Jika jantungnya terganggu maka berbagai resiko besar sampai dengan kematian bisa saja datang tanpa diduga. Di berbagai media atau yang lainnyapun sering ditemukan mereka yang mendadak meninggal dunia karena kesehatan jantung yang tidak terjaga. Dari itu menjadi penting bagaimana menjaga kesehatan jantung.

Agar bisa menjaga kesehatan jantung supaya bisa terbebas dari resiko penyakit jantung yang berbahaya dan membuatnya selalu sehat. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan dengan menjaganya dengan baik. Dan untuk itu berikut tips yang bisa dilakukan:

1. Rutin melakukan olahraga 

Melakukan olahraga menjadi tips terbaik pertama yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung. Berbagai olahragapun bisa dilakukan tidak harus selalu olaharaga berat, misalnya dengan jalan santai, bersepeda, atau bagi ibu rumah tangga membersihkan rumah dan halaman bisa juga menjadi olahraga ringan yang menyehatkan jantung.

2. Perhatikan asupan makanan 
Salah satu penyebab yang bisa mengakibatkan penyakit jantung yaitu tidak terjaganya asupan makanan dalam tubuh dengan mengkonsumsi berbagai makanan instan atau memiliki kolestrol yang tinggi. Dari itu perhatikan akan asupan makanan yang baik seperti susu, sayuran, buah, dan yang lainnya, serta dengan mengkonsumsi makanan sehat yang rendah kolesterol, rendah garam, dan juga rendah lemak.

3. Jauhi berbagai kebiasaan hidup yang buruk
Kebiasaan ini misalnya sering minum-minuman keras atau kebiasaan dalam merokok. Ke dua hal ini bisa berakibat fatal pada kesehatan jantung yang terganggu. Selain itu kesehatan tubuh yang lainnya akan mudah sekali terkena penyakit.

4. Rajin memeriksa kesehatan 
Supaya kesehatan jantung tetap terjaga melakukan cek kesehatan secara rutin juga bisa mencegah dan mengetahui akan berbagai bahaya pada kesehatan jantung. Pastikan tekanan darah dan kolestrol darah yang terkontrol dengan baik, sehingga jantung tetap sehat dan tidak perlu mengkonsumsi obat sakit jantung.

5. Konsumsi kacang-kacangan 
Berbagai kacang-kacangan yang sehat seperti kacang walnut, almond, dan yang lainnya dipercaya bisa menurunkan akan kolestrol jahat yang ada pada darah. Konsumsi makanan ini sebagai cemilan yang sehat dengan terus melakukan pengecekan kesehatan.

Biji Apel yang Termakan Bisa Sebabkan Kematian, Ini Penyebabnya

seperti dikutip dari Kumparan, apel, salah satu buah populer baik di Indonesia ataupun di dunia dikenal sebagai buah yang kaya akan vitamin, mineral dan mengandung air yang cukup banyak sehingga menjadikan apel sebagai buah tropis yang baik untuk menjaga keseimbangan air di dalam tubuh.

Meskipun menyehatkan, rupanya terselip bahaya yang mengintai pada buah apel. Apel dapat membuat seseorang keracunan, bahkan hingga menyebabkan kematian. Semua hal itu terdapat pada biji apel.

Sumber: CalorieBee

Biji apel mengandung amygdalin, yakni sebuah senyawa yang melepaskan sianida ketika terkontaminasi dengan enzim manusia. Amygdalin diketahui mengandung sianida dan gula yang jika tertelan oleh tubuh akan diubah menjadi hidrogen sianida atau HCN. Sianida ini bisa membuat seseorang kesakitan dan bahkan bisa membunuh.
Lalu, bagaimana sianida bisa berakibat fatal pada tubuh?

Sianida terkenal sebagai salah satu racun paling mematikan. Bekerja dengan menghambat oksigen dalam tubuh, sianida ternyata ditemukan di beberapa buah tropis seperti aprikot, ceri, pulm, peach dan buah apel sebagai buah yang paling sering dikonsumsi.

Biji apel dilapisi oleh lapisan pelindung yang kuat sehingga orang yang tak sengaja memakan biji apel tidak akan langsung meninggal seketika. Sianida yang ada pada biji apel baru akan menimbulkan efek fatal jika termakan lebih dari 200 biji apel atau sekitar secangkir gelas.

Apabila sianida dikonsumsi dalam jumlah yang lebih sedikit, maka akan menimbulkan gejala kejang-kejang, sesak nafas, gemetar, denyut jantung meningkat, tekanan darah rendah dan dari semua gejala ini maka akan menyebabkan hilangnya kesadaran.

Jumlah pasti sianida yang akan berakibat buruk pada tubuh disesuaikan dengan berat badan seseorang. Umumnya sianida akan bereaksi jika termakan sebanyak 0,5 sampai 3,5 mg di dalam tubuh. Sedangkan 1 gram biji apel menandung sekitar 0,06 sampai 0,24 mg sianida.

Meskipun tak langsung menimbulkan efek yang berbahaya, namun sebaiknya untuk membuang biji apel terlebih dahulu sebelum memakannya.

Sumber: kumparan.com

Cerita Suami: Mendampingi Istri Melahirkan (2)

Hingga due date 11 Juni 2017, anak saya masih anteng di perut ibunya. Oleh dr. Elise pada kontrol pekan terakhir, istri sudah diberikan surat pengantar induksi. Dokumen dari Borro cukup lengkap termasuk meliputi tanda-tanda bagi seorang Ibu untuk pergi ke RS, antara lain meliputi gerakan bayi berkurang atau tidak ada sama sekali, flek darah, dll-dll. Dengan berlalunya tanggal 11 Juni 2017 itu, sudah pasti kita akan memasuki fase induksi.

Hari Senin tanggal 12 Juni 2017, sesudah terlebih dahulu mengantarkan eyangnya si bocah ke kantor, berangkatlah saya, istri, dan eyang kakungnya si bayi ke Borro. Jadi, pukul 08.30 pagi itu, kami seperti menyerahkan diri kepada rumah sakit. Datang dengan tas lengkap dan masuk ke IGD Kebidanan sambil berkata, “Sus, mau induksi.”

Proses kemudian terjadi. Bertempat di VK6, induksi dilangsungkan dengan bahagia pada awalnya. Oya, sebelum tindakan dilakukan, perawat dengan telaten menjelaskan soal form-form yang harus diisi dan tindakan-tindakan yang akan dilakukan, termasuk alternatifnya. Istri lantas diinduksi dengan cara diinfus setelah terlebih dahulu ketahuan sudah flek dan bukaan 2. Kala itu (ketahuan bukaan 2) saya sedang mengurus registrasi pasien.

Resminya, induksi dimulai pukul 09.30 dengan kantong infus permulaan bermerk Sanbe. Yah, penetrasi Sanbe di RS memang warbiyasak dahsyat dibandingkan jago infus lain di Malang sono. Tetes demi tetes bergulir awalnya istri saya woles saja, sempat selfie-selfie pula. Sempat tidur, sempat pula makan. Selow pokoknya. Oksitosin, apa itu? Hih!

Continue reading Cerita Suami: Mendampingi Istri Melahirkan (2)

Cerita Suami: Mendampingi Istri Melahirkan (1)

Gile, blog saya ini semakin abal-abal saja. Posting per bulannya tinggal sisa satu. Itu juga iklan. Yah, memang akhir-akhir ini saya terlalu bergelut dengan UCNews demi dolarnya meski kemudian ternyata mencari dolar tidaklah semudah itu karena masih lebih mudah RDK. Selain itu, saya juga sibuk satu hal: mendampingi istri melahirkan.

Yup, saya sudah jadi bapak sekarang ini. Nah, perkara saya jadi bapaknya siapa, itu nanti kapan-kapan saya jelaskan. Saya justru hendak sharing sedikit mengenai proses panjang kelahiran anak saya ke dunia persilatan ini.

Sejak 7 bulan, saya dan istri memang sudah membuat ketetapan untuk melahirkan di Bandung. Pertimbangan utama adalah karena saya kerjanya kayak Bang Toyib. Ada suatu waktu saat 2 minggu sekali saya minggat dari rumah selama 3-7 hari. Hal itu tidak baik kalau tiba-tiba istri saya memperlihatkan tanda-tanda hendak melahirkan.

Selain itu, faktor eyangnya si bocah di Bandung tentu akan membantu selama proses persalinan yang tidak mudah tersebut. Ketiga, jelas faktor biaya. Kami memang tidak ditanggung siapa-siapa. Alasan utama adalah karena sebagai pegawe ngeri jaminan kesehatan saya adalah BPJS dan saya kok nggak tega istri saya lahiran pakai BPJS. Bukan apa-apa, istri saya kerja di RS dan untuk hal-hal tertentu BPJS belum terlalu nyaman bagi pasien. Dari kantor istri juga belum bisa karena belum memenuhi durasi kerja di RS tersebut untuk bisa ditanggung. Seandainya kehamilan bisa ditambah 3 bulan lagi, kelahiran anak saya bisa gratis ditanggung kantor istri. Ya kali hamil 12 bulan, broh. Nah, karena faktor finansial ini kami survei-survei dan untuk melahirkan di RS semacam Hermina dan Pondok Indah kok ya tidak terjangkau. Jadi ya sudah, hitung-hitung ketetapannya adalah lahiran di Bandung.

Namanya di Bandung, tidak berarti kami pilih-pilih dulu, entah Santo Yusuf, Santosa, Limijati, Cibabat, atau Borromeus. Pilihannya langsung Borromeus dengan segala kelemahan dan keunggulannya. Alasan ke Borromeus, ada beberapa juga.

Pertama, istri saya lahir di Borromeus. Ada hubungannya? Nggak. Tapi jadi alasan aja, sih. Kan seru kalau ibu sama anaknya satu tempat lahir? Nggak seru? Ah, masak?

Continue reading Cerita Suami: Mendampingi Istri Melahirkan (1)

Pocky, Teman Dekat Untuk Berbuka Puasa

Tahun lalu ada kisah keji dari Jakarta. Alkisah saya dan teman-teman berangkat dari Hotel Century, Senayan, menuju Jalan Percetakan Negara. Itu kan hanya 10-11 kilometer saja, yha. Apa daya, berangkat dari Senayan pukul 3, dengan keji rombongan kami baru sampai selepas maghrib. Durasi segitu kalau normal sudah sampai Bandung, kak! Tanpa persiapan, walhasil buka puasa dilakukan di perempatan Matraman setelah sebelumnya cari-cari air mineral yang lewat.

Padahal kita kan tahu bahwa berbuka puasa merupakan momen koentji dalam bulan Ramadhan. Terlebih, di bulan puasa, sudah layak dan sepantasnya kita tidak mengurangi aktivitas. Selain karena puasa itu bukan beban, tapi juga karena bos maupun customer juga nggak peduli kita puasa tau tidak yang penting target tercapai. Maka, kisah sedih di hari Rabu seperti yang kami alami waktu itu jelas akan mudah terulang lagi.

Untunglah, di bulan Ramadhan 1438 H kali ini, PT. Glico Indonesia lewat besutannya berupa biskuit stik premium asal Jepang, Pocky, muncul dengan kampanye kece #PockyinMyPocket. Dengan begitu perhatian layaknya gebetan, produk ini telah dirancang untuk mempermudah pemakannya sehingga Pocky bisa menjadi solusi untuk berbuka puasa di saat-saat yang tidak diduga maupun diekspektasikan. Biskuit stik ini diformulasi khusus sehingga tanpa remah alias no crumbs. Ya, kalau remah-remah birokrasi, itu baru banyak dan berserakan serta selalu jadi sasaran kemarahan. Pocky juga pas untuk dikantongi alias pocketable, serta yang pasti cocok dimakan bareng-bareng (shareable).

Plus, satu lagi, begitu membuka kemasan primer pada arah yang tepat, kita akan mendapati bagian biskuit tanpa lapisan yang menjadi tempat untuk memegang Pocky. Dengan demikian, kita tidak perlu khawatir kalau-kalau lagi di dalam KRL tapi takut tangan kotor kena lapisan biskuit. Karena bagian biskuit tanpa lapisan itu pas, jadi pas habis ya pas juga lapisan aneka rasa itu pada akhirnya tidak mengotori tangan kita.

Glico Indonesia sendiri menyebut bahwa via kampanye #PockyinMyPocket ini, Pocky dapat menjadi teman dekat dan terbaik untuk jadi solusi berbuka puasa. Sekaligus nanti dapat menjadi teman dekat pula untuk menemani perjalanan pulang kampung hingga nanti kalau reuni dengan para mantan di hari Lebaran. Oya, Pocky juga datang bersama-sama dengan teman sepermainannya yang bernama PRETZ dan Pejoy yang tidak kalah enak.

Lah, ini makanan untuk berbuka puasa, tapi halal nggak?

Nah, jadilah konsumen cerdas. Jika mau tanya-tanya tentang makanan dapat ke @halobpom1500533, maka untuk kehalalan produk juga bisa dicek di website LPPOM MUI selaku lembaga yang mengeluarkan fatwa halal dan haram suatu produk. Tinggal ketik nama biskuit ini dan muncul deretan produk yang menyatakan bahwa produk tersebut halal. Jangan mudah terpengaruh oleh hoaks yang beredar di Twitter maupun grup WhatsApp, yha. Soal logo halal, dalam siaran pers, Glico menjanjikan bahwa mulai medio 2017, logo halal akan ditambahkan pada kemasan produk untuk memastikan kehalalannya.

Sebenarnya, sejak hadir di Indonesia, Pocky telah mengantongi sertifikat halal dari CICOT Thailand. Cuma kan halal itu tergantung negara. Jadilah di Indonesia itu domain MUI, menunggu Kementerian Agama menyelesaikan amanat Undang-Undang untuk badan khusus yang mengurusi kehalalan produk. Demikianlah yang pernah saya pelajari sebagai mantan auditor halal internal untuk meyakinkan ihwal Pocky halal sehingga cocok untuk dibagi-bagi karena selain halal juga konsepnya kan shareable. Dengan demikian kita juga bisa share happiness.

Di bulan Ramadhan ini, Pocky mengeluarkan kemasan yang spesial dan tentu saja cantik serta unik kayak Chelsea Islan. Kemasan khusus ini dapat diberikan jadi bingkisan plus ucapan selamat Hari Raya kepada siapapun, asal bukan PNS. Kalau PNS nanti ketangkep KPK, soalnya gratifikasi.

Adapun Pocky yang dapat kita nikmati ada banyak varian rasa. Mulai dari Pocky Chocolate, Pocky Double Chocolate, Pocky Strawberry, Pocky Matcha, Pocky Vanilla Cocoa, dan juga Pocky Choco Banana. Jangan khawatir kita makan biskuit abal-abal karena Pocky adalah biskuit stik paling laris di Asia dengan penjualan lebih dari 500 juta pak setahunnya.

Soal rasa, kok ada Chocolate terus ada Double Chocolate? Heuheu, kalau penasaran tinggal beli, kak. Yang jelas dari kemasannya sudah dibedakan. Kalau ditanya rasa yang paling disukai, sejak lama saya kalau ke Alfarmarket maupun Indomarket selalu membeli yang Pocky Matcha. Rasa Matcha-nya benar-benar terasa. Kalaulah ada kekurangan dari produk ini sebenarnya hanya 1, kurang banyak.

Satu hal yang jangan dilupakan sebagaimana kita melupakan mantan tapi masih mengenang rasa bibirnya, jangan lupa untuk selalu #CEKKLIK kalau beli makanan seperti Pocky. Pastikan KEMASAN dalam kondisi baik, jangan terima yang sudah sobek atau juga berjamur. Terus, kita juga kudu rajin sedikit membaca informasi pada LABEL alias kotak Pocky, kan sayang sudah dicetak mahal-mahal tapi nggak dibaca. Kemudian, kita juga kudu pastikan bahwa produk yang akan kita konsumsi sudah ada IZIN EDAR yang dikeluarkan Badan POM. Karena Pocky ini impor, jadi pastikan bahwa Nomor Izin Edar (NIE) Pocky adalah ML, bukan MD, yha. Plus yang terakhir banget, sebelum makan snack ini kita harus pastikan bahwa makanan yang akan masuk ke dalam tubuh kita tidak melewati tanggal KEDALUWARSA. Untuk kemasan Pocky, tanggal kedaluwarsanya ada di bagian atas kemasan.

Nah, jadi bagaimana? Segeralah nanti begitu sempat mampir ke toko-toko terdekat untuk memborong Pocky aneka rasa, karena di beberapa minimarket saya menemukan promo menarik juga. Begitu dibeli jangan langsung dimakan. #CekKLIK dulu. Sesudah #CekKLIK juga jangan langsung dimakan. Ingat, belum waktunya berbuka.

Bawa saja sepanjang perjalanan. Begitu tiba saatnya berbuka, setelah tentunya berdoa terlebih dahulu, tinggal buka kemasan box, lanjut buka kemasan primernya–ingat dengan arah yang benar–dan lantas sentuh bagian biskuit tanpa lapisan, angkat mendekati mulut, dan…

…kres,kres, kres.

Selamat menikmati kebahagiaan bersama  Pocky dan jangan lupa tetangganya dibagi. Ingat, berbagi tidak pernah rugi. Ciao!

Mencari Xaverian di Jakarta

Saya besar di Bukittinggi, dan otomatis dibaptis ehm, agama itu warisan oleh pastor dari ordo Xaverian alias SX, sederhananya Serikat Xaverian walaupun kepanjangannya sih bukan itu. Serikat yang satu ini memang hanya beredar di Keuskupan Padang (Padang Baru, Bukittinggi, Payakumbuh, Mentawai, dan Labuh Baru), Keuskupan Agung Medan (Aek Nabara), dan Jakarta. Yes, selain skolastikat-nya di dekat kantor saya–Cempaka Putih–maka satu-satunya paroki yang dipimpin oleh SX di Jakarta adalah Paroki Santo Matius Penginjil, Bintaro.

Sesuai namanya, gereja ini terletak di Bintaro dan merupakan gereja perdana yang berdiri di sekitar Bintaro, sebelum kemudian muncul Gereja Santa Maria Regina yang terletak di Bintaro Jaya, dekat Bank Permata. Gereja Santo Matius Penginjil ini juga begitu identik dengan salah satu rumah retret Wisma Canossa. Sepuluh tahun silam, saya sudah menjamah Wisma Canossa ketika sepuluh tahun silam mengikuti Golden Voice Christmas Choir Competition di Kemayoran. Dan itu sebenarnya pertama kali saya sudah misa di Gereja Santo Matius Bintaro ini.

Untuk mencapai Gereja ini cukup mudah dengan menggunakan ojek online. YAIYALAH. Patokannya adalah Jalan Ceger Raya. Jadi kalau dari KRL Commuter Line enaknya turun di Pondok Ranji untuk kemudian dapat disambung ojek. Ada angkot, sih, tapi saya tidak mendalaminya.

Dari website resmi Paroki Santo Matius Penginjil, diketahui bahwa sejarah paroki ini bermula dari beberapa keluarga Katolik yang pindah rumah ke sekitar kompleks Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Kodam V Jaya sekitar tahun 1972. Keluarga-keluarga itu tadinya belum mengenal, namun mulai saling tahu dan lantas ngobrol sesudah setiap hari Minggu melihat ada keluarga yang membawa buku Madah Bakti.

Continue reading Mencari Xaverian di Jakarta

Bapak Millennial