[Review] Comic 8

TELAT!

Film ini sudah tayang berhari-hari dan saya baru ngetik review? Lah piye, saya juga barusan kelar nonton. Sesudah bertualang dari shuttle ke shuttle–bonus angkot–akhirnya bisa menjamah bioskop lain. Rasanya baru kali ini saya nonton di tanah kekuasaan Ratu Atut. Begitulah, orang sibuk, jadi baru sempat nonton. Selama ini saya sibuk mencari orang yang mau diajakin nonton Comic 8. Gitu, sih.

comic-8-140122c

Sudah cukup banyak review tentang Comic 8. Bahkan agaknya ini adalah film dengan review terbanyak, dan sebagian penulis yang juga blogger juga melakukan tinjauan untuk film ini. Tentu saja, diantara si Comic 8 itu saja, setidaknya ada Kemal dan Ernest yang penulis buku. Pandji-pun juga. Jadi, mungkin akan sia-sia jika saya mereview soal tokoh dan jalur cerita.

LANJUT 😀

Nulis Komedi, Yuk!

Beberapa hari yang lalu, saya dapat informasi bahwa sebuah naskah komedi saya diterima di sebuah antologi. Well, dengan demikian saya segera menyongsong antologi mayor ke-4, sesudah “Kebelet Kawin, Mak!”, “Radio Galau FM Fans Stories”, dan “Curhat LDR”. Sebuah pencapaian yang sebenarnya terlambat jika menilik ke usia saya yang sudah kepala lima ini. Sebentar lagi sudah punya cucu.

*itu dusta*

*pacar aja belum ada*

Dari 3 antologi yang sudah ada, 2 diantaranya bergenre komedi. Pada akhirnya saya berpikir, mungkin rejeki saya memang di genre ini. Soalnya kalau mau dirunut-runut dari awal saya menulis (kembali), sama sekali nggak ada niatan untuk menyentuh tulisan komedi. Silakan klik posting-posting saya di awal mula kebangkitan blog ini, di 2011, nggak ada yang lucu, atau bahkan sekadar niat ngelucu. Pun dengan antologi-antologi indie yang saya ikuti di tahun 2011 hingga awal 2012, juga tidak ada yang beraroma komedi.

LANJUT!