Tag Archives: Kupang

Sensasi Hotel Sylvia Kupang

Syahdan, saya akhirnya nyasar sampai ke Kupang. Mengingat sebagian ibukota provinsi berada di dekat laut, kadang pengen juga menginap di hotel dekat pantai, yang agak berombak gitu. Soalnya di Kendari kan dapatnya pantai tak berombak. Apa daya, budget terbatas dan saya nggak bisa memenuhi hasrat tinggal di hotel tepi pantai.

Lalu saya harus galau, gitu? Tentu tidak! Berdasarkan rekomendasi teman, saya akhirnya memilih menginap di sebuah hotel baru tapi lama yang terletak di Jalan Soeharto, tidak jauh dari Polda NTT. Namanya Hotel Sylvia.

IMG20150318223724

Anggaran jelas masuk karena saya hanya membayar 400 ribu untuk 1 malam, cocoklah dengan anggaran penghematan. Kenapa saya bilang hotel baru tapi lama, karena sebenarnya Hotel Sylvia ini adalah hotel lama di Kupang, namun per Oktober 2014 sudah diresmikan Hotel Sylvia yang baru. Adapun bangunan lama sedang digarap ulang, persis di sebelah bangunan baru. Jadi, saya tinggal di hotel yang baru jadi enam bulan. Keren juga. Tidak hanya dekat Polda, Hotel Sylvia juga dekat dengan pasar, dan yang terpenting dekat dengan toko oleh-oleh. Atau sekadar mau makan malam murah? Makanan suroboyonan tersedia di sekitar hotel. Angkot khas Kupang yang di bawah joknya penuh speaker juga lewat di depan hotel ini.

Selengkapnya!

Menuju Puncak

Sejak dua bulan yang lalu saya dikasih tahu sama Dokter Riani bahwa akan ada rekoleksi tim pelayanan PITC. Dari aneka grup yang tersedia, saya membaca sekilas tempatnya, namun yang teringat di kepala hanya Sindanglaya. Ya, sudah, booking jadwal pribadi dan meniadakan agenda #KelilingKAJ serta latihan bareng CFX di Kolese Kanisius.

IMG_6474 copy

Mengingat hidup saya sangat tergantung jadwal dinas, mulailah saya deg-degan ketika minggu lalu ada wacana dinas ke Kupang. Tapi seperti pernah saya tulis di blog ini juga bahwa entah kenapa kalau urusannya untuk pelayanan, hawa-hawa lancar itu selalu terasa. Pada akhirnya saya ke Kupang tanggal 17 sampai 19 Maret. Tanggal terakhir ini ulang tahun pacar, dan ketika pacar ulang tahun saya malah sibuk berusaha mencapai kos dari El Tari.

Dua malam di hotel, lalu semalam nggak kerasa di kosan, saya kemudian akan mendapatkan dua malam lainnya di Sindanglaya. Sungguh, hidup sebagai petualang itu indah. Asal bukan petualang cinta.

Selengkapnya!