Ketika Harus Bertanya Mengapa

Sebulan ini dua kabar duka saya peroleh dari teman-teman saya. Kabar yang sungguh tidak mengenakkan ketika generasi baru yang dinantikan dengan penuh harap, disambut dengan doa dan cinta, dan (yang paling utama) amat sangat dicintai oleh orang tuanya, harus kembali kepada penciptanya. Dua kabar yang sepanjang perjalanan dari kos ke gereja kemarin, di sela-sela macetnya Cikarang, menjadi bahan pemikiran saya. Hingga kemudian saya bertanya, “mengapa?”

Ya, mengapa dua sosok mungil itu yang dipilih? Bukankah mereka berdua dinantikan dengan amat sangat oleh banyak orang? Dicintai dengan sepenuh jiwa oleh banyak orang pula.

Perihal teman-teman saya juga, mengapa mereka yang kemudian menjalani ini?

Yang terlintas di benak saya sebenarnya adalah perihal bayi-bayi yang dibuang, perihal bayi-bayi yang digugurkan karena rasa malu kedua pemrakarsanya, perihal mereka yang tanpa dosa dan ketika nongol ke dunia malah dianggap sebagai bentuk dosa.

Yang terlintas di benak saya adalah orang-orang bodoh yang kemudian menyia-nyiakan amanah, hadiah, dan buah cinta Tuhan kepada mereka.

Kenapa di saat ada saja berita soal orang tua yang mengambil nyawa bayinya dengan sengaja, ada pula orang tua yang harus rela kehilangan buah cinta mereka?

Sungguhpun, saya tidak mendapat jawab ketika saya bertanya mengapa. Sehingga memang tampaknya tanya itu tidak perlu dilontarkan.

Selamat jalan putri mungil (K. A. K) dan jagoan kecil (G. S. P. Y), jadilah malaikat bagi kedua orang tua kalian. They love you with all of their life.

With my deep condolence 😦

Jenis-Jenis Cinta Diam-Diam

Seperti sudah sering diutarakan dalam blog ini, bahwa cinta diam-diam adalah bentuk kriminalisasi terhadap diri sendiri. Sebuah perbuatan yang jauh lebih kejam daripada kriminalisasi terhadap pimpinan KPK. Dan sangat jauh lebih lebih kejam daripada krimbatisasi rambut keriting.

Nah, sekilas marilah membahas jenis-jenis cinta diam-diam yang ada di dunia nan fana serta fanas (panas -red) ini.

Cinta Sama Sahabat

Pada sebagian kasus, terlalu lama bersama hingga terlalu akrab bisa menumbuhkan benih-benih cinta secara perlahan. Ya memang tidak secepat boneka horta menumbuhkan benihnya, tapi cinta jenis ini termasuk mendalam. Kita tentu mengetahui bagaimana Riani memendam perasaan pada Zafran (dalam novel 5 cm), plus Genta memendam hal yang sama pada Riani. Ini kan jenis cinta sam sahabat sendiri. Mau ditembak, takutnya ditolak, dan terus persahabatannya bubar deh. Ketakutan kehilangan ini yang menyebabkan bara cinta yang terpendam diguyur perlahan pakai air, tapi sesekali pakai alkohol juga. Berusaha dipadamkan, tapi kadang tetap dipelihara. Ya, pada akhirnya sih, tetap tidak dinyatakan.

Cinta Sama Saudara

Oke, bukan maksud SARA loh ini. Tapi ini berkaca dari pengalaman saya yang separuh Batak (tolong dinyanyikan ala NOAH ya). Seorang Simamora itu tidak boleh flirting dengan sesama Simamora, bahkan juga dengan beberapa suku lainnya. Kenapa? Karena kesamaan marga itu berarti kita bersaudara. Dan sekarang coba bayangkan seorang lelaki Simamora yang tampan bertemu seorang gadis Simamora yang cantik jelita, dan sebelum saling menyatakan cinta, mereka mengetahui kalau mereka 1 marga alias bersaudara. Daripada dinyatakan dan kemudian malah bikin heboh urusan peradatan, jadi alangkah lebih baik kalau perasaan itu dipendam dan nanti kalau pas mudik ke Toba, perasaan itu ditenggelamkan di Danau Toba saja.

Cinta Sama Pacar Teman

Nah, jenis ini adalah bentuk perasaan paling sontoloyo. Okelah kita tahu kalau kata novel Perahu Kertas, hati itu DIPILIH, bukan MEMILIH. Dan kalau kebetulan hati itu pas nyangkut pada seseorang yang sedang menjadi pacarnya teman, masih mau menyebut dipilih dan memilih? Mumet pasti. Pada umumnya, hal ini akan berdampak dua. Pertama, seorang yang cinta sama pacar teman akan diam-diam saja sehingga kemudian direkrut tanpa interview sama sekte Cinta Diam-Diam. Kedua, seorang yang cinta sama pacar teman akan segera memepet, menggesek, menelikung, menyabet, menyaut, dan kemudian membawa lari pacar teman. Hilang teman, dapat pacar. Ya, ketika karma eksis, hal yang sama akan terjadi. Bukankah kalau begini lebih baik jadi pecinta diam-diam saja? Hehehe.

Cinta Sama Pacar Orang Lain

Agak beda tipis (tololnya) dengan jenis sebelumnya. Kalau yang di atas kecenderungannya nggak enak sama teman, kalau yang nggak kenal begini bakal lebih enteng. Kalau ditelikung dan kemudian dapat, kan nggak akan kehilangan teman juga. Hanya saja, sifat gentle yang diletakkan disini. Cowok kalau tahu si cewek punya pacar, dan masih dideketin juga, itu ngawur namanya (pengalaman -red). Jadi, ketika sifat gentle itu ada, maka dengan demikian eksislah kaum pecinta diam-diam di dunia yang menggila ini.

Cinta Sejenis

Ini mungkin hanya terjadi di negara dengan tingkat keberterimaan pasangan sejenis yang rendah. Hal simpel deh, seseorang penyuka sesama yang eksis di negeri Indonesia Raya Merdeka-Merdeka ini cenderung akan main bawah tanah karena perkara citra dengan luaran. Termasuk ketika memendam rasa dengan sesama jenis. Lagipula, kalau diumbarpun, jatuhnya bakal nggak lazim di masyarakat. Plus, iya kalau yang disuka sama-sama suka? Kalau yang disuka malah ngibrit gimana? Kemungkinan yang sangat besar dalam kelaziman sesuatu yang disebut norma (ini bukan norma peserta bukan dunia lain ya).

Ya, kira-kira demikian jenis-jenis cinta diam-diam. Meski berasal dari genre yang berbeda-beda, tapi sebenarnya mereka satu jua, sama-sama PECUNDANG yang nggak bisa membela hati mereka sendiri.

Ehm, mereka? Oke, salah. Kami mungkin lebih tepat. Atau kita?

🙂

Nenek Ini Nikahi Cinta Pertamanya Setelah Pisah 42 Tahun

Kakek dan nenek ini bisa bersatu lagi setelah 42 tahun lamanya terpisah. Kakek dan nenek yang pernah pacaran saat masih remaja itu bisa bertemu lagi berkat Facebook.

Maureen Wallace bertemu lagi dengan pacar remajanya, Hugh Forsythe setelah ia bercerai dari suaminya, Dugald Stewart. Maureen dan Hugh pernah menjalin asmara selama empat bulan pada tahun 1970. Saat itu mereka tinggal di kawasan Troon, Skotlandia.

Saat itu, Maureen yang memutuskan hubungan tersebut. Namun Hugh rupanya tidak pernah melupakan wanita yang jadi cinta pertamanya itu. Setelah lama berpisah dari istrinya, Hugh mulai mencari Maureen.

“Aku tidak pernah melupakan Maureen selama bertahun-tahun. Dia adalah cinta pertamaku dan tidak akan membiarkannya pergi lagi,” ujar Hugh (60 tahun) seperti dikutip dari Daily Mail.

Hugh kemudian mencoba mencari Maureen di Facebook, setelah puluhan tahun berlalu. Dia mengirimkan banyak pesan ke orang-orang bernama Maureen Stewarts yang ditemukannya di situs jejaring sosial itu.

Hingga akhirnya, Hugh mendapatkan balasan dari wanita impiannya. Apa balasan Maureen? “Apakah kamu Hugh Forsythe yang punya saudara laki-laki dari Barassie dan pernah kencan dengan gadis asal Barassie?” begitu isi pesannya.

Dengan senyum sumringah, Hugh pun membalas pesan tersebut. Sejak saat itulah mereka kembali berkomunikasi dan pergi ke tempat-tempat saat mereka berkencan dulu di 1970.

Pasangan yang terpisah selama 42 tahun itu, kemudian resmi menikah sebelum Natal. “Kami sangat beruntung diberikan kesempatan kedua. Tidak banyak orang mendapatkan itu,” ujar Maureen yang kini berusia 62 tahun.

Setelah menikah, keduanya memutuskan tinggal di daerah yang dulu membuat cinta mereka bersemi yaitu di Troon, Skotlandia. Mereka juga kini mengasuh cucu Hugh yang berusia 11 tahun, Dylan.

Dikutip asli dan langsung dari wolipop