Menjadi Guru Yang Belajar Dengan Gembira Bersama GuruInovatif.id

“Aku Mengajar Dengan Gembira”

Empat kata yang kalau disingkat menjadi AMDG ini adalah penutup satu dari sekian banyak tulisan guru saya di SMA Kolese De Britto, Bapak St Kartono. Bapak yang satu ini memang sudah menulis begitu banyak hal tentang menjadi guru sejak lama.

Buat saya, passion semacam ini bukan hal mudah. Sebab, semakin banyak hal ideal yang beliau tulis berarti tuntutan beliau untuk semakin ideal sesuai isi tulisan juga semakin besar. Nyatanya, sampai sekarang ya tetap saja muncul tulisan-tulisan bernas tentang ‘menjadi guru’ dan tetap pula segar untukdibaca terus-menerus.

Padahal lagi, sebagai anak guru saya cukup tahu bahwa mengajar itu tidak selalu dapat kondisi gembira. Apalagi di masa pandemi ini, ketika metode belajar diubah menjadi sedemikian drastis: dari tatap muka ke tatap layar.

Demikian kutipan pidato, yang lebih cocok dibilang surat terbuka, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim pada peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019. Faktanya memang demikian, guru berada dalam tuntutan untuk mencerdaskan bangsa, namun di sisi lain ada elemen-elemen administratif yang kadang lebih menghabiskanwaktu dan bahkan kata Mas Menteri pada surat yang sama: “tanpa manfaat yang jelas”.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen berikut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 menyebut 4 kompetensi dasar guru sebagai berikut:

Dalam rumusan lain, sejumlah literatur juga menyebut setidaknya ada 9 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yakni:

Banyak ya? Ya itu tadi, beban guru untuk ‘mencerdaskan bangsa’ sesuai amanat konstitusi memang sangat berat. Walau demikian, masalah yang berkelindan juga tidak kalah berat. Data Neraca Pendidikan Daerah, misalnya, memperlihatkan bahwa kompetensi guru di Indonesia belum merata. Sebagai gambaran, rata-rata terendahnya adalah 33.88 dan tertingginya 69.12. Artinya, yang terendah itu masih separo dari yang tertinggi. Jurangnya masih cukup jauh.

Sebaran Neraa Pendidikan Daerah, diolah dari data Kemendikbud. Tampak DIY menjadi provinsi dengan nilai rata-rata terbaik nasional.

“Masih mending Mama lho, bisa pakai komputer…”

Itu quote Mamak saya beberapa tahun silam ketika masih aktif jadi guru. Yha, memang harus dipahami bahwa walaupun soal TIK disebut sebagai elemen dari kompetensi, tidak semua guru juga melek TIK. Segitunya Mamak saya pun cukup bangga ketika beliau bisa menyelesaikan UKG di komputer. Saya juga pernah mendapati di era spreadsheet yang sambil kayangpun bisa menjumlahkan nilai tetap ada guru yang melakukan penjumlahan pakai kalkulator berbasis legernya.

Ya kalau merujuk data Digital Indonesia tahun demi tahun dari We Are Social dan Hootsuite sih memang terlihat. Pada tahun 2021, pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta alias masih 73,7 persen. Berarti ada sekitar 70 juta penduduk Indonesia yang belum menggunakan internet. Persentasenya memang 70 persen tapi kalau dikali penduduk Indonesia jatuhnya ya tetap banyak.

Walau demikian, kita tidak boleh menihilkan peran guru-guru senior. Terutama pada masa pandemi ini, sebagian guru senior berjuang keras untuk menyesuaikan diri dengan keadaan walapun sulit. Ya, sebagaimana saya yang mengaku bapak millennial inipun begitu buka TikTok juga bingung sama interface-nya.

Ada gap yang harus disesuaikan dan tidak semua orang bisa dengan cepat beradaptasi, apalagi yang sudah senior. Kunci utama dalam hal ini adalah niat dan keinginan untuk selalu belajar dan beradaptasi.

Platform Belajar Lengkap

Saya sendiri sekarang sedang kuliah S2 dan merasakan betul bedanya jadi mahasiswa tahun 2021 dan tahun 2009 ketika saya lulus profesi. Pembeda utamanya tentu di kekayaan ilmu melalui internet. Kalau dulu mau nyari referensi harus membuka buku satu per satu sampai ke indeks-indeksnya, sekarang tinggal ketik di portal yang isinya sudah jurnal dan e-book semua.

Hal itu adalah keunggulan masa kini yang harus dimanfaatkan, termasuk oleh para guru. Di Indonesia, telah hadir sebuah platform bagi para guru untuk belajar dan memperoleh sertifikasi guru yakni GuruInovatif.id. Jadi, terutama untuk para guru yang punya niat untuk belajar sudah ada platformnya dan tinggal dieksekusi niat tersebut menjadi kegiatan belajar seutuhnya.

GuruInovatif.id sendiri merupakan platform daring besutan HAFECS yang bertekad mendorong transformasi pendidikan di Indonesia melalui peningkatan kompetensi para guru dengan terukur dan terstruktur. Ada 4 bagian besar produk GuruInovatif.id sebagai berikut:

Online Certification menurut saya adalah produk menarik dari GuruInovatif.id. Bagaimanapun, sertifikat via daring ini sudah menjadi kelaziman. Dalam soal data science, misalnya, penyedianya sudah banyak sekali. Demikian pula pada bidang audit maupun manufaktur. Masa pandemi COVID-19 mampu menggusur keharusan untuk proses tatap muka di kelas menjadi webinar demi webinar yang bisa disimak sambil santai di rumah tanpa harus memikirkan biaya transportasi yang selama ini menjadi momok. Demikian pula dengan biaya penyelenggaraan yang menjadi ringan karena biaya seperti sewa tempat, listrik, dll juga menjadi nihil.

Online Certification di GuruInovatif.id harganya ada di kisaran 65.000 untuk topik-topik seperti PCK IPA maupun PCK Matematika untuk 32 JP. Bahkan ada yang gratis seperti Pengembangan Profesionalisme Guru di Abad 21. Terutama pula untuk PNS maupun guru-guru swasta yang harus menjaga sertifikasinya masing-masing, pengembangan kompetensi ini tentu penting untuk mengamankan angka kredit. Dengan harga murah dan bahkan bisa sambil rebahan, angka kredit yang biasanya menjadi momok itu bisa diperoleh dengan lebih sederhana. Walaupun tentu saja harus diikuti dengan baik supaya sertifikatnya tidak sekadar penyelesaian tetapi juga kelulusan.

Tidak hanya Online Certification, GuruInovatif.id juga menyediakan sejumlah course yang secara luar biasa dapat dinikmati dengan FREE. Bagi guru lulusan baru mungkin course seperti ‘Cara Membuat Ujian Online Menggunakan Google Form’ adalah hal yang telah dipelajari sejak kuliah, akan tetapi bagi guru senior course semacam ini cukup relevan. Termasuk juga mengelola Google Drive untuk pekerjaan dan bahan ajar. Artinya, course yang disediakan cukup menyasar kebutuhan berbagai level guru yang memang ingin dan mau belajar. Disediakan dengan FREE pula.

Terdapat pula Mini Course yang juga FREE terkait topik-topik yang sangat relevan dengan kebutuhan guru, seperti ‘Pengembangan Kurikulum Inovatif dan Penerapan Asesmen Pembelajaran’ hingga ‘Aplikasi Pedagogical Context Knowledge’ untuk berbagai jenjang. Mini Course ini juga menyediakan sertifikasi guru untuk 16 JP.

Untuk ilmu-ilmu yang lebih singkat, GuruInovatif.id juga menghadirkan Live Webinar dengan sertifikat 4 JP. Berbagai produk ini dapat diperoleh dengan mendaftar di GuruInovatif.id yang mudah dan tentu saja gratis.

Pengalaman Mengikuti Productivity Course

Saya mau berbagi sedikit pengalaman dalam mengikuti salah satu pelatihan guru di GuruInovatif.id yakni ‘Menulis Tulisan Berbahasa Inggris Secara Benar Dengan Memanfaatkan Fitur Grammarly’. Kursus ini merupakan salah satu productivity course yang ilmunya bisa diperoleh dengan FREE.

Kursusnya singkat, tetapi cukup berfaedah pada saya yang bahkan sudah mengenal Grammarly beberapa lama. Ada fitur-fitur yang justru saya baru tahu setelah mengikuti kursus ini. Narasinya juga tidak terlalu cepat sehingga dapat diikuti dengan enak berikut ada tampilan layar sehingga kita bisa tahu bagian-bagian yang harus diklik untuk dapat menggunakan Grammarly dengan prima.

Bagi yang sering cari ilmu di YouTube, kontennya mungkin mirip dengan yang suka disediakan oleh Mas-Mas India. Akan tetapi, dengan tempo suara yang tepat dan menggunakan Bahasa Indonesia, tentunya lebih nyaman belajar di GuruInovatif.id ini.

Program Afiliasi

Jumlah guru di Indonesia lebih dari 2,5 juta. Jumlah yang cukup masif untuk berkembang bersama. Dengan program afiliasi, para guru yang telah bergabung dengan GuruInovatif.id dapat memperoleh penghasilan tambahan yang cukup mudah. Cukup dengan mengikuti kursus dengan biaya minimal Rp50.000,- sudah dapat join program afiliasi.

Keunggulannya? Ada komisi sampai dengan 20% jika ada teman guru lain yang mendaftar melalui afiliasi kita. Sederhananya ketika ada rekan yang mengambil Online Certification seharga Rp65.000,- dengan memasukkan kode referral kita maka akan ada komisi satuan Rp13.000,- yang masuk ke rekening. Lumayan sekali, bukan?

Guru yang Mengajar dan Belajar Dengan Gembira

Tadinya saya sering memandang bahwa sertifikasi itu sebatas kertas belaka. Nah, ketika kemudian saya diberi kesempatan untuk benar-benar sertifikasi, ternyata dampaknya memang besar. Selain sedikit beban karena punya sertifikat dan kalau ditampilkan kemana-mana malu jika tidak paham, ternyata secara diam-diam ilmunya masuk ke dalam pikiran dan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Secara khusus untuk para guru, berbagai kursus yang diikuti, terutama Sertifikasi Guru di GuruInovatif.id, juga akan dapat membantu pada proses belajar-mengajar sehari-hari terutama pada masa pandemi ini.

Doa kita bersama tentu agar pandemi COVID-19 segera berlalu, vaksinasi sukses, fasilitas kesehatan kembali legaan sedikit, dan tentu saja kita dapat bersua lagi di ruang-ruang kelas bersama guru-guru yang mengajar dengan gembira karena sebelumnya guru belajar dengan gembira pula bersama GuruInovatif.id.

Ah, jadi rindu mereka~

* * *

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Sesi 2 GuruInovatif.id. Untuk mengikuti lomba, sila klik pada banner di atas~