Cara Mengelola Sepeda Motor Butut

Sebagai teman kos seorang engineer pabrik sepeda motor terbesar di Indonesia, saya lumayan sering ngobrol soal motor di kos-kosan. Jadi tahu deh kalau dalam 1 menit bisa dicetak 3 buah sepeda motor. Pantas saja jalanan tambah macet tiada terkira, semacet jodoh.

Nah, pas pula saya punya pengalaman bersama sepeda motor butut bernama Alfa, yang saya tuangkan dalam buku berjudul “Oom Alfa”, diterbitkan oleh Penerbit Bukune.

Lalu apa hubungannya?

Begini, sekarang-sekarang ini saya mulai jarang mendapati motor jadul berkeliaran bebas di jalanan. Kemungkinan pertama, mereka keder karena sudah tidak sesuai dengan fashion jalanan. Atau kedua, mereka dilarang berkeliaran karena sudah masuk bengkel. Atau ketiga, mereka sudah dipreteli dan dijual lepasan untuk kanibal. Jadi, kalau ada, tentu merupakan sebuah kesempatan besar.

Kesempatan apanya? Yah, orang punya motor butut itu ada 2 opsi. Satu, kolektor. Kedua? Karena mampunya ya beli yang butut. Jadi, sasaran saya di tulisan ini adalah orang-orang yang hanya mampu punya motor butut. Oke? Simak deh.

Preventive Maintenance

Ini istilah asli pabrik. Waktu saya punya Alfa, mana ada saya kenal istilah ini? Buatlah ceklist pribadi perihal bagian-bagian yang harus dicek rutin dalam kendaraan. Misalnya kalau Alfa dulu ya oli samping. Kalau habis, ya berabe. Seperti yang termaktub dalam bab 1 Oom Alfa. Hal ini berguna untuk mencegah kerusakan lebih lanjut akibat sesuatu yang sebenarnya bisa dihindarkan.

Sediakan Aneka Kunci di Jok

Memang, jok motor jadul nggak menyediakan tempat yang cukup. Beda sama motor terkini yang lama-lama kulkas juga bisa masuk. Tapi nggak ada salahnya bagi pemilik motor butut untuk menyediakan aneka kunci dan perkakas sepeda motor. Untuk apa sih? Tentu saja untuk melakukan penanganan segera ketika motor mendadak macet. Tidak ada yang tahu kapan motor butut akan macet selain motor itu sendiri dan Tuhan. Kayak saya pernah kena Alfa mandek nggak bisa apa-apa jam 21.30 di perempatan concat Jogja, 6 kilometer dari kos. Nggak bawa kunci apapun. Ya sudah, selamat mendorong. Memang, begitu sampai kos-kosan, otot-otot kaki saya sudah sebesar Hulk.

Sedia Busi Cadangan

Busi adalah salah satu bagian penting yang bisa diutak-atik dengan mudah. Dan busi juga kendala umum sepeda motor butut. Umumnya sepeda motor jadul businya bisa diakses dengan mudah. Kayak Alfa, businya persis berhadapan dengan ban depan. Jadi sekali keciprat, selesailah kejayaannya. Nah, karena mudahnya untuk diakses air dan aneka gangguan, maka sediakanlah busi cadangan. Jadi kalau dia mati karena gangguan itu, kita bisa memperbaikinya dengan mudah.

Selalu Amati Montir Saat Servis

Dulu Alfa kalau ke bengkel itu sudah ibarat nge-date. Kadang seminggu bisa tiga kali. Dan dia nggak bosan-bosan melakukan itu. Nah, dalam rangka merawat motor butut, perhatikan setiap pekerjaan yang dilakukan montir, sehingga kita tahu root cause dari kerusakan motor. Siapa tahu kita bisa mengelolanya sendiri kelak. Saya, misalnya, sudah bisa menangani sedikit perihal karburator yang bocor dan api yang tidak sampai ke busi. Kalau dalam istilah apoteker, ini namanya pengobatan sendiri.

Banyak Berdoa

Namanya barang jadul, kita nggak bisa menerka apa kehendaknya. Terkadang dia tampak lelah dengan riak-riak dunia dan ingin istirahat. Nggak mikir kalau kita lagi di tengah-tengah jembatan Suramadu. Kalau kita sudah menyiapkan preventive maintenance, juga sudah bawa kunci pas satu lemari, dan juga sudah hafal titik-titik kerusakan, maka yang kita perlukan berikutnya adalah berdoa. Supaya dia, kalaupun rusak, tidak di tempat yang menyusahkan, misalnya di tengah kuburan, atau di hati mantan.

Sebisa Mungkin Jangan Boncengan

Namanya juga sudah tua, sudah tidak kuat dengan beban hidup, ya kalau bisa jangan dipakai boncengan. Saya punya teman pemilik motor butut, yang dari 7 kali kesempatan dipakai boncengan 9 kali bocor ban. Selain untuk tidak menambah beban yang siapa tahu memaksa mesin memutar paksa melebihi kemampuan yang sudah menurun, ini juga dalam rangka tidak mengikutsertakan orang lain dalam kesusahan kita. Nggak asyik kan kalau orang nebeng tapi ujung-ujungnya bantu dorong? Kalau boncengan sama Hercules atau si vampir ganteng Twilight sih nggak apa-apa, malah bisa bantuin. Tapi jangan dicoba kalau boncengan sama Bernard Bear ya.

Hari gini kredit motor sudah begitu mudahnya. Motor butut umumnya hanya untuk dikandangkan, atau kalaulah dimiliki umumnya dalam rangka koleksi. Tapi nggak ada salahnya saya berbagi soal ini, karena saya nggak punya duit untuk dibagi. Lebih lengkap bisa dong baca buku saya, Oom Alfa 🙂

Advertisements

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s