Yang Terlihat Tak Seperti Yang Dikira

Bahwa pepatah lawas, jangan menilai buku dari sampulnya, itu masih sangat relevan di masa kini. Itu poin dari judul saya.

Kalau nggak salah saya pernah cerita bahwa ada seorang tetangga yang terhitung baru meninggal setelah bergulat dengan gagal ginjal selama beberapa tahun. Sesudah sang bapak berpulang, saya memang belum berkunjung, semata karena yang saya lihat dari luar, keluarga itu sudah tampak baik-baik saja.

Saya lupa bahwa ada 3 anak perempuan disana..

dan mereka merindukan bapaknya.

Alkisah beberapa hari yang lalu, malam-malam, terdengar tangisan dari luar, si anak kedua. Ternyata, si anak bungsu sedang luka berdarah-darah di dalam sana gegara habis jatuh bersama si anak sulung.

Okelah, perkara jatuh dan berdarah-darah, mari kita skip saja. Toh malam harinya si anak bungsu sudah bisa pulang kok, habis ditangani di rumah sakit.

Poin saya justru ada dua.

Ketika bercerita kronologisnya, sambil menangis, si sulung bilang begini:

“Kan aku lihat ada mobil kayak mobil aku, langsung aku kebayang kalo bapak masih hidup, bisa kita naik mobil lagi. Tau-tau ada lubang di depan..”

Dan ketika di rumah sakit, si anak kedua menangis sambil bilang begini:

“Bapak, pulang pak. Jangan disana aja. Kesini bantuin adek.”

Opo ora trenyuh aku kuwi?

They miss their father. Very much.

Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik soal ini. Banyak sekali.

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s