Mendadak Sedih

Ketika orang-orang yang kita cintai butuh bantuan, pengennya pasti kita ada disana kan?

Sama persis ketika adek saya opname, besoknya mamak saya ujug2 sudah sampai di Jogja. That’s why saya nggak pernah kasih tahu kalau saya sakit, cek darah, sampai opname sekalipun, KECUALI sudah sembuh kepada orang tua saya. Supaya tidak merepotkan saja sih.

Nah, sepagian tadi saya dikasih aneka link dan kode dan entah apa namanya dari mamak saya. Yang saya pahami sih, itu semacam akun untuk data keguruan di departemen yang duitnya paling melimpah sak Endonesa tapi ngegarap UN wae amburadul.

Kenapa saya sedih?

Karena orang tua saya pasti nggak bisa mengakses segala sistem yang ribet itu. Dan pasti mereka butuh bantuan anaknya. Untung saya ini manusia online, yang selalu online dimanapun karena jomblo.

Kalau lagi begini, pengen rasanya ada di rumah, ngajarin orang tua caranya online yang baik dan benar, menggunakan komputer yang sekarang terbengkalai, memakai kabel telkom yang bayaran bulanannya nggak sampai 80 ribu, dan segala fasilitas yang menjadi lengkap setelah anak-anak kabur dari rumah.

Hahaha.. Melow amat yak?!

Oya, sedikit kritik sih buat penyedia. Mengingat anggarannya yang 20% Endonesa Raya. Meng-IT-kan sistem itu baik. Tapi ada baiknya ditunjang dengan service yang oke juga. Mosok webnya lelet sak umur-umur? Ngalah-ngalahi Manajer Sepakbola di waktu padat? Kan bisa dikasih satu komputer di sekolah buat akses khusus itu. Jadi nggak perlu menyuruh guru mengecek sendiri dengan caranya masing-masing kan?

Lagian ini ya aneh, sertifikasi belum dapat karena ada yang kurang, kurangnya apa, cek sendiri di online. Lahdalah. Minimal yak, summary yang kurang yang bisa diprint, dicetak, distribusi, lalu dilengkapi. Masak sih anggaran yang 20% Endonesa Raya itu nggak bisa cover juga?

Ini mending ya orang tua saya yang punya anak manusia online, lha yang anaknya masih cupu cupu unyu dan ngartinya cuma facebook, gimane?

Mbohlah.