Tipe-Tipe Perubahan Status Teman

Hari gini, umur udah mau 26, nggak punya pacar pulak. Let’s say ini ngenes. OKE!!!! *asemmm*

Nah, ternyata hal semacam ini banyak terjadi. Ya, pacaran luamaaaaaaa dan berujung bukan ke pernikahan tapi perpisahan. Ya, nikah sama putus itu beda lho. Termasuk ketika ditambahi imbuhan per-an. Dan biasanya, yang macam ini, nggak semudah itu sosialisasi kayak anak-anak labil masa kini. Modelnya? Begini kira-kira.

Perubahan Aktivitas

Biasanya jam 8 malam masuk kamar lalu asyik teleponan atau biasanya malam minggu keluar dengan pacar, eh sekarang jam 8 malam malah nyangkruk di depan tivi atau pas malam minggu juga ada di depan tivi. Lalu ketika ditanya, kok nggak keluar, dijawab sekenanya, “nggak aja”. Lalu juga biasanya asyik sama handphone, sekarang asyik dengan kalkulator. Lalu headset yang biasanya terkapar di dekat tempat tidur kini disimpan di kamar tetangga. Asli, ini tanda-tanda teman punya status baru: JOMBLO.

Misteri ini akan bertahan 2-3 minggu sebelum kemudian dibuka perlahan ke teman-teman.

Perubahan Raut Muka

Biasanya mukanya cerah ceria macam kos-kosan di Paingan *jalan kanigoro*, eh sekarang raut mukanya banyak diam merengut berlipat bak perut penuh lemak. Ya, semacam ini sudah pertanda yang sederhana. Sebagaimananyapun seseorang menyimpan masalah pasti ada pengaruh dengan penampakan di muka umum.

Perkecualian untuk yang mukanya sudah rata-rata bawah *kayak saya*

Status di FB Menghilang

Ada opsi untuk menyembunyikan status relationship di FB. Nah, kadang ada yang sudah membuat dengan MANTAP “engaged with ANU” di FB dan tentunya dikomen panjang lebar sama teman-teman FB. Begitu ada status baru bernama jomblo, itu status baru disembunyikan dulu. Sesudah beberapa lama disembunyikan baru deh status itu diganti ke single. Dalam posisi tersembunyi, mau diganti apapun yang tetap tidak mengundang komentar dari khalayak ramai.

Pengecualian untuk yang pengen jadi artis sejenak untuk menjawab pertanyaan seperti ini “Ciyus?” atau “KENAPA?? *tanda tanya banyak*” atau “Ah, paling ntar balik lagi”.

Mulai Sering Buka Social Media

Sesudah perubahan status ini, maka tahap berikutnya adalah MOVE ON! Untuk itu diperlukan sarana untuk move yaitu target berikutnya. Nah, salah satu cara modern masa kini adalah dengan buka-buka FB, lalu main add yang profpic-nya cakep-cakep, dan tiba-tiba temannya bertambah banyak. Untuk yang emang online rajin kayak saya tentu nggak masuk kategori ini. HAHAHAHAHAHA… *ngeles*

Yah begitulah…

*tulisan ini juga semata-mata gojek kere.. jangan dianggap serius.. hehehehe..

 

Guna “Teman” Dalam LDR

LDR alias PJJ alias hubungan jarak jauh merupakan salah satu romansa percintaan yang asoy geboy. Yah, asik-asik gimana gitu. Dalam hal kangen-kangenan bakal asyik karena kangennya ditumpuk, lalu dicurahkan pada beberapa hari bersama. Nah, masalahnya, manusia itu hidup 24 jam. Dan dalam sebuah hubungan, ada aja dinamika dalam 24 jam hidup itu. Salah satu yang jamak ada adalah “teman”. Hmmm, dalam terkadang “teman” dari si pacar itu berasal dari jenis kelamin yang sama dengan si pacar. Berikut beberapa kegunaan “teman” dalam hubungan LDR.

Handphone Bebas Air Mata

Kadang kan cewek itu ada dapat masalah yang berat. Dan curhat ke pacar adalah solusi umum. Tapi namanya PJJ, curhatnya paling ya via telepon genggam entah BBM, whatsapp, SMS, telepon, atau Call Me. Kadang sambil curhat itu sambil nangis. Tahu sendiri namanya air mata itu berasal dari kelenjar yang ada di dalam tubuh, selain air juga terkandung bahan lain yang bisa mengotori handphone.

Solusinya? Datanglah “teman” menawarkan bahu dan pelukannya untuk si cewek curhat, plus tangan untuk menghapus air mata itu. Asikkkk.. Dan si cowok? Paling mentok hanya bisa bilang “Sabar ya, sayang…”

*pletakkkk*

Antar Jemput Gratis

Ini juga. Secara si cowok ada jauh banget disana, sementara si cewek tentu kadang butuh orang untuk menemani, misalnya servis laptop atau jenis yang lain yang butuh advice dan bantuan dari golongan cowok. Si cowok paling mentok hanya bisa googling dan kasih beberapa masukan.

Sementara si teman? Dengan senang hati menawarkan diri untuk mengantarkan, menunggui, dan mengantar pulang kembali si cewek ke tempat kediaman.

Si Cowok? Paling cuma bisa nanya “Laptopnya udah beres kan?”

Ada Di Kala Sakit

Kali aja ada cewek yang menderita vertigo macam saya, kalau sudah parah, jangan harap bisa nyetir kendaraan sendiri untuk berobat. Tentunya butuh orang yang bisa menemani, mengantarkan dan menunggui, serta merawat si cewek kala sakit. Cowok yang jauh disana hanya akan bisa bertanya, “masih sakit?” atau “udah minum obat?”

Sementara si “teman”? Dengan senang hati akan menawarkan diri, “mau dibawain apa besok?” atau “kalau periksa, ntar aku temenin deh”. Hmmm, jauh lebih dekat dan intim kan?

Pada akhirnya, si cowok hanya bisa bertanya, “udah jadi periksa? sama siapa?” Dan itu akan menjadi sebuah pertanyaan yang (mungkin) sulit untuk dijawab.

Pemberi Faktor Keamanan

Misal si cewek digodain preman kampung atau preman pasar, apalah daya yang bisa dilakukan oleh si cowok yang nun jauh di sana? Bahkan Edward Cullen saja kudu naik Volvo untuk bisa menyelamatkan Bella Swan dari preman. Ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang jaraknya dekat.

Dan datanglah “teman” dengan pengawalan sepanjang waktu sehingga kemudian memberi rasa aman.

Si cowok? Paling mentok nyuruh si cewek untuk hati-hati, atau separah-parahnya minta si cewek untuk nabok si preman. Dalam hal ini tidak ada daya yang bisa diperbuat si cowok, dan percayalah itu salah satu penderitaan terbesar cowok, ketika tidak bisa ada di samping orang terkasihnya saat sulit.

Solusi Yang Paling Dekat

Namanya juga LDR, ada aja kan masalahnya. Kadang itu bikin bete. Nah, biasanya biar nggak bete, perlu katarsis, cerita ke orang lain.

Untuk itu datanglah “teman” yang dengan senang hati bertanya, “kamu ada masalah dengan cowokmu?” Dan akan disambut dengan sukacita dengan berbagai cerita yang didengarkan dengan saksama oleh “teman”.

Dan mungkin pada ujungnya memberi solusi, “udah, putus ajalah”. :p

Nah, hubungan itu komitmen. Jarak adalah pembunuh yang mampu menggugurkan komitmen yang telah dibangun bersama. Apalagi jika kemudian jarak itu diberi tambahan “teman”. Jadi, apapun yang terjadi, jalinlah hubungan pertemanan dengan baik, pun jalinan kasih. Percayalah, diantara sekian “teman” ada yang dengan setia menanti celah kosong di hati cewek-cewek yang LDR.

Fiuhhh.. Untung saya nggak tergolong “teman”… Hahahaha…

*Tulisan ini hanya gojek kere semata, silahkan diambil yang baik-baik saja. Dan bagi yang LDR, percayalah ini hanyalah langkah awal untuk semua persatuan yang tidak terpisahkan, kecuali oleh maut πŸ™‚