Kenapa Saya Aneh

Ini mungkin sudah kejadian beberapa tahun silam, tapi ya mungkin memang belum pernah diklarifikasikan. Ketika dulu saya dengan nekat berpindah di jurusan di tahap paling akhir kuliah.

Hemmmm..

Okelah, mungkin saya bisa dicap pembelot atau sejenisnya. Oke, fine. Saya terima. Dan faktual tampak demikian. Saya hanya belum pernah menjelaskan alasan yang sebenarnya atas keputusan aneh saya itu.

Jadi ceritanya 3 Januari 2008, sore hari, saya ikut berdiskusi dengan dua dosen terkait data hasil penelitian saya. Ehm lagi, tampaknya bahwa data yang saya punya itu bisa dibilang ‘sayang’ alias eman-eman. Bahwa saya bisa menghitung prevalensi dengan proses yang saya lakukan dan bahkan saya nggak perlu mencari orang yang sama dua-tiga kali dalam rangka memperoleh data. Diketahui sehari sesudah ujian tertutup. Miris buat saya pribadi.

Dan sejujurnya motivasi saya menjadi nol, atau mungkin minus.

Saya akhirnya memilih untuk menyelesaikan saja studi ini, dan entah mau kenapa sesudah itu. Demikian faktanya.

Saya kemudian mencari-cari jalan ke depan saya. Mau terus di minat yang sama, sungguh saya nggak punya motivasi. Sayang banget uang orang tua saya tergerus dengan kuliah saya yang minim motivasi. Buat apa?

Nggak diterusin, udah separuh jalan mau kelar ini. Lebih sayang lagi kan?

Akhirnya saya nekat saja, tentu sesudah tanya-tanya boleh atau tidak. Kebetulan saya masih ada celah yang memungkinkan untuk bertindak aneh. PINDAH MINAT.

Pindah minat pasti akan jadi jelek di mata orang lain? Ya terpaksa. Daripada duit orang tua saya habis untuk kuliah yang tidak bermotivasi?

Dan tentu ada konsekuensinya.

Saya belajar beneran. Saya bahkan melepas PSM, dimulai dari tugas di Bank Mandiri, demi tetap kuliah dengan baik. Saya juga belajar dengan sangat keras di 6 bulan pertama. Bagaimana lagi? Itu konsekuensi. Dan setidaknya saya punya motivasi. Itu yang jauh lebih penting.

Hasilnya? Ehm, bukan mau sombong. Tapi di ujian CPOB, saya satu dari dua yang tidak ngulang. Buat saya itu prestasi, lha jarang-jarang saya bisa begitu. Lebih lanjut, meski saya kena di kompre, eh pada akhirnya saya bisa dapat IP rangking 3. Kalau Rissa nggak dapat IP 4, pasti saya udah ikut dipanggil penghargaan. Hahahaha..

Dan pada akhirnya saya menemukan teman-teman yang pindah minat ketika di dunia kerja. Salah? Nggak! Saya hanya perlu belajar lebih dulu, dan itu saya ambil di kuliah. Saya agak lambat belajar soalnya.

Hasilnya?

Saya bisa bekerja di salah satu perusahaan farmasi terbesar Indonesia, nyaris promosi (hehehe…), belajar banyak hal baru di industri, dan sejauh ini punya penghasilan yang lumayan.

Saya aneh, tapi saya punya alasan untuk itu.🙂

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s