Tentang Juri MasterChef Indonesia

Wajah tampan, postur tinggi, bertato pula, ia memberikan pemandangan aneh dengan profesinya sebagai chef. Ialah Juna Rorimpandey, seorang chef yang sudah belasan tahun berkarier di Amerika Serikat sebagai chef. Chef Juna sebenarnya baru 2 tahun ini kembali ke Indonesia dan berkarya di restoran Jack Rabbit, dimana ia tidak melamar, tapi dijemput dari Amerika.

Sejatinya ia dulu masuk sekolah penerbang, namun krisis ekonomi pada tahun 1998 membuat ia tidak bisa meneruskan pekerjaan, bahkan ia harus bekerja sebagai pelayan. Dari posisinya seorang pelayan, ia belajar banyak. Ia selalu bertanya dan meminta arahan dari chef tempatnya bekerja. Dan pada usia 22 tahun, ia memutuskan menjadi chef.

Kerasnya chef Juna bahkan pernah membuat seorang karyawannya berhenti di tempat karena ia membanting dinding yang kebetulan terbuat dari stainless steel karena sebuah layanan makan siang yang dianggapnya mengerikan. Kerasnya hidup mungkin berasal dari masa lalunya yang suka ngebut-ngebutan, merokok, tawuran, sampai tertangkap polisi. Bahkan ia bertemu Aline Adita, kekasihnya sekarang, di sebuah ajang balap.

Kehadirannya di masterchef juga tidak sembarangan. Ia pernah menjadi 3 besar Hell’s Kitchen di Amerika, namun dibatalkan karena ketersangkutannya dengan hukum di masa lalu. Ia bahkan idealisme tersendiri dengan tidak mau ada seorang yang sekadar cantik dan tampan kemudian memberi penilaian pada suatu acara memasak. Bahkan kalau penyelenggara memanggil selebriti sebagai salah satu juri, ia akan keluar. “saya tidak mau dicampuradukkan,”katanya.

* * *

Chef Vindex, badan besar, paling charming se-masterchef, bernama lengkap Vindex Valentino Tengker. Sangat wajar Chef Vindex manjadi juri di masterchef karena ia sudah 22 tahun menjadi chef. Ia juga menjabat sebagai President Assosiasi Culinary Professional Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 24 November 1968 ini juga pernah membawakan program “Taste of Indonesia” dalam session Indonesia Now di Metro TV.

Bagi Chef Vindex, memasak adalah soal bakat, karena ada orang yang senang memasak tapi selalu gagal. Ia kemudian masuk sekolah perhotelan dan mendalami ilmu memasak. Pria yang tertarik memasak karena sang nenek ini memulai karir di Amandari Hotel, Ubud Bali sebagai Indonesian Chef. Ketika pertama kali membuat makanan khas Indonesia, ia mendapatkan pengalaman berharga. Kala itu ketika membuat rawon, bumbu kluwak yang dipakai kualitasnya jelek sehingga rasa rawonnya menjadi pahit. Pengalaman ini membuatnya menjadi lebih teliti lagi, dan kini selain dikenal piawai mengolah masakan Eropa, ia juga mahir menyiapkan berbagai menu khas Indonesia.

Pada awal karirnya, ia harus menyiapkan 60 menu Nusantara dalam waktu 2 minggu. Pantas saja ia khatam benar menilai taste masakan Indonesia milik para kontestan masterchef. Menurutnya, tamu-tamu mancanegara sekarang banyak yang suka makanan Indonesia, tidak sekadar nasi goreng atau mie goreng.

Pria yang telah memiliki dua anak ini sempat mondar menjadi chef di beberapa resort hotel dan sempat bekerja di Mallorca dan Los Angeles. Terakhir, ia berkarya sebagai chef eksekutif di hotel bertaraf internasional Four Season. Di Four Season yang memiliki 73 hotel di 22 negara itu, ia masih bermimpi untuk berkeliling di luar negeri. Menu yang paling spektakuler dari chef Vindex adalah sebuah burger dengan harga 1 juta rupiah per pieces-nya.

* * *

“Food is art. Food is perfection. Food is passion, and passion never seeks permission. So, live life to the fullest” begitu motto dari satu-satunya juri wanita di masterchef, chef Marinka. Dengan pakaiannya yang modis dan cenderung sopan, chef Marinka tampil sebagai salah satu daya tarik di masterchef. Maria Irene Susanto lahir di Jakarta, 22 Maret 1980. Sejak kecil, ia hobi memperhatikan ibunya memasak di dapur sehingga muncul ketertarikan mendalam di dunia masak-memasak ini.

Chef Marinka menghabiskan banyak waktu bersekolah desain di Sydney, termasuk juga berkarir memasak disana. Selama 8 tahun ia berada di Australia dan terbiasa melakukan segala hal sendiri. Ia kemudian kembali ke Indonesia dan menjadi pembawa acara Sendok Garpu di JakTV, kemudian di Cooking in Paradise Trans7. Ia sempat berwirausaha dengan membuka cafe “Warung Telur Ceplok” pada tahun 2005. Ia juga merupakan pengajar di Pantry Magic Cooking School Kemang. Chef cantik ini juga sudah menelurkan buku “Fantastic Cooking” pada Maret 2011 yang berisi 30 resep hidangan kreasinya.

Dengan memasak, wanita berkulit putih ini bisa lebih menikmati hidup. Apalagi, kalau dirinya menemukan inovasi dan formula baru dalam membuat aneka masakan yang digemari banyak orang.

sumber: tabloidbintang.com, rinrinmarinka.com, cnngo.com

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s