Tentang Weton Anggota Kabinet Indonesia Maju

Sudah baca olahan data saya yang jilid 1? Kalau belum, ya tolong baca dulu. Saya ngolahnya setengah mati, viewernya sedikit. Kasihan. Nah, khusus di postingan ini, saya mau memaparkan beberapa fakta lain kali ini khusus weton khas penanggalan Jawa. Itu lho, Jumat Kliwon, Minggu Pon, Kamis Pahing, dan lain-lain.

Mari disimuck~

Trio Senin Pon

Dalam deretan anggota kabinet, ternyata ada 3 orang yang sama-sama Senin Pon. Mereka adalah Menko PolhukHAM Mahfud MD, Menkominfo Johny G. Plate, serta Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro. Uniknya, mereka lahir di tanggal, bulan, dan tahun yang sama-sama berbeda. Sudah saya tulis di versi sebelumnya bahwa memang nggak ada tanggal lahir yang sama persis.

Trio Sabtu Wage

Masih non hari kerja dan juga ada 3 nama. Kali ini Sabtu Wage. Ada tiga orang yaitu Menag Fachrul Razi, Menteri LHK Siti Nurbaya, serta Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Ini juga tahunnya lompat-lompat sekali. Menag kita tahu adalah yang paling sepuh, sementara Kepala BKPM adalah salah satu dari lima besar termuda.

6 Jurus Bahlil Lahadalia Gaet Investor - Ekonomi Bisnis.com
Sumber: Bisnis.com

Trio Minggu Kliwon

Masih trio dan masih hari libur. Keren ya pemilihan menteri-menterinya, belum apa-apa sudah ada 6 orang yang lahir pada hari Minggu. Kali ini Minggu Kliwon, ada 3 orang yaitu Menko PMK Muhadjir Effendy, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo, serta Menpora Zainudin Amali.

Jangan mudik jangan mudik dulu~~

Seperti Pendahulunya, Zainudin Amali Juga Menpora yang Minim Latar ...
Sumber: Liputan6.com

Ternyata Ada 8 Orang Lahir di Hari Minggu!

Ya, selain nama-nama tadi, masih ada Menkeu Sri Mulyani, Menteri KKP Edhy Prabowo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, serta Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Ada 3 Yang Lahir Hari Jumat

Kalau Minggu-nya ada 8, maka Jumat-nya hanya ada 3. Mereka adalah Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri ESDM Arifin Tasrif, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Tidak Ada Yang Jumat Kliwon

Ya, dari 3 nama yang lahir di hari Jumat, wetonnya adalah Legi, Wage, dan Pon (dibaca sesuai urutan nama di atas yha). Jadi tidak ada yang Kliwon.

Kabinet Wage

Ada 10 nama lahir sebagai Wage. Angka itu lebih 1 dari Pon yang 9 nama, serta meninggalkan Legi dan Pahing yang angkanya 6. Selain yang sudah disebut tadi, masih ada nama Agus Suparmanto (Kamis Wage), Syahrul Yasin Limpo (Rabu Wage), Wishnutama (Selasa Wage), Moeldoko (Senin Wage), dan tentu saja Menteri Kesehatan kesayangan kita semua yang lahir Rabu Wage: Dokter Terawan Agus Putranto.

Menkes Terawan Tegaskan Bali Aman dari Corona
Sumber: Riau Pos

Mengapa Harga Hand Sanitizer Kembali Oke?

Bulan Maret lalu, dalam kegalauan, saya pernah beli hand satanizer, eh, sanitizer yang Dettol biasa digantung-gantung di tas itu sampai 65 ribu sebiji. Asem sekali. Saya juga beli Antis spray dengan harga 33 ribu sebiji. Kalau yang spray ini untuk cuci-cuci handphone.

Ya, saya beli di toko online. Soalnya, di lapak-lapak sekitar memang sudah tidak ada. Mau bagaimana lagi?

Saya sendiri menggunakan hand sanitizer itu untuk kalau ambil paket ke satpam–soalnya kompleks perumahannya lagi lockdown mandiri. Selain itu, paling buat istri. Akan tetapi, karena istri di Rumah Sakit, sebenarnya dia sudah dapat jatah sendiri dari kantornya.

Terus ya saya mikir-mikir lagi, buat apaan juga saya beli~

Pada akhirnya saya berhenti di Dettol 65 ribu itu. Kalau terus-terusan, saya bakal memperkaya spekulan. Kepada para pedagang dengan harga tinggi itu tidak pernah saya berikan komentar. Lagian, repeat order juga tidak bisa karena mereka kan stoknya juga secuplik doang. Beberapa bahkan tokonya sudah amblas sekarang. Mungkin kena banned dari marketplace-nya.

Saya berhenti karena berhasil mendapatkan Nuvo dengan harga normal, 3.700, ketika belanja di Hero. Dengan pembatasan tentu saja. Di lapak online, Nuvo itu dihargainya sampai 15 ribu padahal. Dengan 2 botol kecil hand sanitizer Nuvo itu kemudian saya lebih menikmati kehidupan sembari melihat perkembangan pasar.

Sesungguhnya saya termasuk yang tidak sepakat dengan mekanisme pasar. Saya inginnya pemerintah turun tangan melakukan pembatasan, terutama untuk masker. Sisi negatifnya, mekanisme pasar telah membuat banyak orang menjual hand sanitizer palsu yang asal campur dan labelnya dicetak sembarangan. Ada kan itu thread-nya sempat viral.

Di sisi lain, karena sebenarnya biaya pokok hand sanitizer ini terbilang murah sekali, pasti banyak orang yang minat. Terutama ketika cukai alkohol juga ada keringanannya dari pemerintah. Dan boleh dibilang, hal itulah yang menyebabkan hand sanitizer hari ini kembali baik-baik saja.

Sebagai gambaran, sampai dengan Desember 2019, hanya ada 359 jenis antiseptika/hand sanitizer bernomor izin edar PKD yang beredar di Indonesia. Itu tidak hanya hand sanitizer, yha. Termasuk tisu MamyPoko juga ada. Pokoknya semua antiseptik.

Dan kalian tahu berapa jumlah nomor izin edar baru untuk antiseptika/hand sanitizer yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan HANYA PADA BULAN MARET 2020? 202 produk dan pada umumnya adalah hand sanitizer baik berupa gel maupun spray~

Kenapa saya tahu? Karena saya melakukan riset untuk Ujian Tengah Semester. Dan mumpung kuliah, saya memang hendak eksplorasi sana-sini demi kebaikan bersama.

Masker sendiri tidak terlalu saya dalami, tapi konteksnya agak berbeda. Masker medis tadinya dilarang WHO sampai dibilang (((masker untuk yang sakit))) itu niatnya agar masker medis untuk tenaga medis. Sayangnya, manusia tidak bisa dikontrol dengan cara itu. Makanya masker kemudian kenaikan harganya paling aduhai, selain pembuatannya tidak semudah hand sanitizer.

Masker baru mulai normal ketika masker kain mulai digalakkan, ditunjang riset yang lumayan. Baru deh mulai baik-baik saja. Meski sebenarnya belum terlalu balik ke harga normal.

Jadi, ya, kira-kira demikian~

Lumayan #1 dari #31HariMenulis kelar. Heuheu.