Taksi Bandara Galak di Hang Nadim

Banyak hal yang bikin bete di dunia ini. Pertama, tentu saja makhluk hidup bernama Fahmi Wicaksono, agen properti yang selalu membawa serta bininya kemanapun pergi serta katanya sudah sering jualan tapi malah bikin uang saya amblas 36 juta. Kedua, mantan terindah dihamili oleh suaminya sendiri–suatu hal wajar nan menyakitkan. Ketiga, bertemu dengan taksi bandara nan galak tanpa tata krama sama sekali.

Alkisah dalam sebuah perjalanan dinas, saya dan tim sampai di bandara Hang Nadim, Batu Besar, Batam menggunakan penerbangan Garuda Indonesia terakhir. Itu lho, yang dari Jakarta jam tujuh kurang sedikit. Dasar penerbangan terakhir, sesudah semua penumpang berpulangan maka yang tersisa hanya sepi, rindu, dan kenangan. Tsah.

Bermula dari miskomunikasi antara tim dengan kantor di Batam, muaranya adalah sampai kami sampai belum ada yang menjemput. Dasarnya juga nggak sering-sering amat ke Batam, jalanlah kami mengikuti orang-orang ke arah parkiran mobil.

Yang kemudian terjadi…

Continue reading

Advertisements