Memperpanjang SIM di Gandaria City

Singkat kata umur saya terus bertambah sementara gaji saya tiada bertambah dari tahun ke tahun. Pertambahan umur kemudian menyebabkan umur Surat Izin Mengemudi (SIM) yang berbentuk kartu itu menjelang habis. Biasanya, ongkos pembuatan SIM saya itu begitu mahal karena harus disertai ongkos pesawat lanjut travel ke kota kelahiran saya di Bukittinggi sana. Jadi SIM-nya anggaplah 100 ribu, tiketnya 1 juta. Itu kalau disumbangkan ke rakyat miskin jelas sudah banyak. Namun jumlah segitu jelas nggak seberapa dibandingkan yang digunakan para pejabat untuk makan-makan dan nyanyi-nyanyi di bawah lindungan uang negara. Teman saya yang protokol seorang menteri pernah cerita bahwa dirinya suatu kali makan daging yang dimensinya 10 kali 20 sentimeter dan harganya 800 ribu sendiri. Itu protokolnya, gimana menterinya?

Duh, jadi nyeleweng.

Tanya punya tanya, cari punya cari, kini telah ada cara menarik untuk memperpanjang SIM per 5 tahun itu, yakni yang disebut SIM Online. Terobosan ini sungguh membantu perantauan kayak saya ini. Dan untuk itu saya cari-cari via Mbah Google, Opung Google, hingga Inyiak Google. Tidak ada informasi yang fix dari website resmi dan hanya blog-blog serta update Twitter yang bisa membantu.

Maka berangkatlah saya ke Gandaria City karena disebutkan bahwa salah satu tempat layanan SIM Online adalah di dalam mal tersebut. Sebenarnya ada beberapa tempat lagi, namun Gancit tampak lebih menarik karena di dalam mal, harusnya lebih adem daripada mobil keliling di taman kota misalnya.

Continue reading

Advertisements