Pernah?

Pernahkah kamu merasa jatuh cinta?
Pastilah, pernah.

Pernahkah kamu merasa jatuh cinta secara biasa,
sebuah jatuh cinta yang terjadi begitu saja,
bukan pada pandangan pertama,
bukan pada sebuah momen istimewa,
tapi pada sebuah perjalanan, yang sederhana.

Pernahkah kamu merasa bahwa dulu,
semua berjalan begitu biasa,
semua berjalan hanya sebagai peristiwa,
yang lantas bisa kita kenang dengan tertawa,
karena, ya, dulu memang hanya biasa.

Pernahkah kamu merasa bahwa cintamu ada di depan mata?
Ketika semuanya berjalan biasa dan sederhana,
perlahan menjelma menjadi istimewa,
perlahan menjelma menjadi cinta,
perlahan membentuk aku dan kamu.

Pernah kamu merasa bahwa harapmu akan cinta akan berhenti?
Pada suatu titik yang jelas,
yang siap menyambutmu dengan senyum,
yang sama dalam memandang masa depan,
yang sama dan impian.

Kamu pernah?

Aku sudah.

Dan itu,
jatuh cinta kepadamu.

Begitulah.

Advertisements

Nggak Kerasa Sudah Setahun

Nggak kerasa, sudah setahun.. hehehe..

Setahun yang dimaksud adalah kebangkitan blog ini.

Dari gambar di atas kan kelihatan kalau blog ini ada sejak Agustus 2008 dan diam tentram selama DUA SETENGAH TAHUN, tanpa ada yang melihat. Maklum, nggak ada posting sama sekali.. hahahaha.. Eh, ada 1 mungkin, tapi saya hapus.

Sekarang blog ini sudah dilihat 20rb-an kali. Syukurlah. Dari yang awalnya puluhan kali sebulan, sampai ribuan kali per bulan. Wew.

Ini semacam gembel congkak ya? Hahaha.. Page view baru 2orb-an udah sok-sokan.. wkwkwk..

No matter.

Nggak kerasa sudah lewat 1 tahun. Itu artinya setahun sejak saya menolak tawaran bagus. Setahun sejak saya membaca YOUR JOB IS NOT YOUR CAREER. Setahun setelah tulisan saya GENERIK DAN KATOLIK masuk di Majalah Hidup. Momen-momen yang jelas teringat di kepala.

Dan melihat kembali statistik blog ini, tentunya langsung mengarah pada kekuatan kekaguman, ketika tulisan di blog ini disharingkan secara berantai via social media ketika Pak Mul meninggal dunia. Tadi barusan tak baca lagi, mellow dah. Tapi bahwa itu adalah postingan paling laris di blog ini, jelas merupakan statistik yang tidak bisa dibantah lagi. Sekali lagi, KEKUATAN KEKAGUMAN.

Mau ngapain lagi ini?

Blog balita labil ini pernah gagal di lomba blog. Tapi nggak berhenti diisi terus. Belakangan laku karena cerita pendek. Harap maklum, galau pangkal produktif. Sepertinya demikian. Mumpung galau, maka mari produktif. Keburu nggak galau lagi. Nggak tahu dah.

Desain juga sudah berubah berkali-kali, dengan pertimbangan yang banyak. Sebenarnya desain HIJAU dulu sudah oke, tapi tak ganti pas ulang tahun. Eh, ternyata di desain itu nggak mengakomodasi PAGE, jadilah saya bikin perubahan dengan pakai desain (gratis) lain.

Oya, soal MATA.

Ada yang komen, katanya jadi mengerikan.

Heh? Apa iya?

Ini menarik. Mata itu diambil dari ekspresi senyum yang manis. Tapi ketika dipotong dan di-crop hanya bagian mata, tampak ada kesedihan. Menurut saya begitu. Itulah fakta bahwa mata tidak bisa menipu. Dan kesedihan itu tampak bertambah ketika saya tambahkan foto saya sedikit di bagian bola mata. Berarti saya yang bikin sedih dan ngeri. Wkwkwkwk..

Tapi kenapa mata?

Karena mata adalah ekspresi terdalam.
Karena mata tidak bisa menipu.
Karena mata adalah alat penangkap perspektif.
Karena mata menjadi sumber tulisan di blog ini.

Karena jauh di lubuk hati yang terdalam, saya ingin melihat mata itu setiap hari, sampai kapanpun.