4 Ciri Aplikasi Pinjol yang Aman

Bicara soal kemiskinan dan kekurangan uang saya adalah jagonya. Heuheu. Akan tetapi, ya syukurlah sampai hari ini masih survive. Memang butuh ditempa keadaan untuk bisa tangguh, termasuk menghadapi pandemi yang mempengaruhi dompet banyak orang sejauh ini.

Salah satu alternatif untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat adalah pinjaman online alias pinjol. Cuma, cap yang diterima pinjol zaman sekarang agak kurang pas karena salah satunya kehadiran pinjol-pinjol yang tidak aman.

Paling kentara tentu seperti beberapa SMS yang saya peroleh:

“Sampaikan kpd Xxxxxxx agar dibayarkan hutangny. Anda sdh di jadikan penjamin oleh Ybs. Jgn nnti anda yg kami cari. Thx.”

Atau yang ngetiknya agak absurd:

“Haelo, boleh brtny apakach inji keiluarga Xxxxxxx, tlzh menghutang dk! perusahaan kam1, mohon smpaikan pdanya segera melakukan perlunaszan atau membantru membayarkan hutangnya, yapng pennt1ng membayzarkan ulang pokok kita untuk menghapuskaqn hutangnya.”

Sebal? Pasti. Lha ketemu terakhir saja 10 tahun lalu kok ya saya dijadikan penjamin buat ngutang?

Photo by Gratisography on Pexels.com

Nah, untuk itu, ketika memang harus menggunakan pinjol pertama-tama kita harus mengetahui tentang ciri-ciri pinjol yang aman. Setidaknya agar kita cukup merepotkan hidup kita dengan mencari uang guna membayar utang dan bukan justru repot oleh hal-hal lainnya sebagaimana SMS yang saya dapat tadi.

Bunga Masuk Akal

Perlu diingat bahwa karakteristik pinjol adalah ketiadaan jaminan sehingga risiko gagal bayar dipenuhi antara lain dengan bunga yang tentu saja lebih tinggi dari KPR maupun kredit khusus PNS, misalnya.

Beberapa literatur menyebut bahwa umumnya pinjaman di bank itu bunganya 0,7-2 persen per bulan. Nah, seringkali pinjol angkanya jauh dari itu meskipun menawarkan kecepatan pencairan. Jadi, pertama-tama bandingkan dulu bunga.

Terdaftar di OJK

Tampak klasik ya, tapi memang demikian adanya. Dan terdaftar itu kita juga ngecek ke situsweb OJK-nya ya. Jangan percaya embel-embel “terdaftar di OJK” dari satu pihak.

Logika dari terdaftar di OJK itu sama dengan produk makanan terdaftar di BPOM. Mendaftar ke negara itu terkait dengan tanggung jawab negara. Dalam hal produk makanan misalnya, ketika BPOM mengeluarkan izin edar, maka ada jaminan kualitas dari produk makanan karena ada dokumen yang diberikan dan ada pengawasan selama periode izin berlaku. Demikian pula dengan jasa keuangan, kurang lebih sama.

Keaslian Alamat dan Situsnya Jelas

Selain aplikasi, biasanya ada situs dan otomatis ada alamat kantor. Bagian ini harus kita pastikan terlebih dahulu. Kalau perlu cek media sosial sampai ke google maps. Paling penting, emailnya bukan gratisan. Perusahaan yang ingin kredibel nggak akan bikin email di yahoo atau gmail. Apalagi perusahaan pinjol.

Salah satu pinjol yang jelas adalah Tunaiku, yang salah satu situs dan aplikasi pinjol paling awal di Indonesia karena sudah ada sejak 2014. Hal yang cukup membedakan Tunaiku dengan sejumlah aplikasi pinjol lain adalah posisinya sebagai produk dari Amar Bank. Amar Bank sendiri sebagai sebuah entitas bank sudah ada di Indonesia sjak tahun 1991. Tunaiku dan Amar Bank berada di bawah Tolaram Group, sebuah perusahaan multinasional dengan headquarter di Singapura dan mengelola 19 brands serta memiliki bisnis di 75 negara.

Posisi sebagai bagian dari entitas bank, maka Tunaiku memilik perbedaan penting dalam hal keamanan dan fleksibilitas dibandingkan sejumlah aplikasi pinjol lainnya. Sudah tentu pengawasan OJK menjadi kunci, termasuk juga keamanan data nasabah.

Tidak Sangat Mudah Memberikan Pinjaman

Lho kok? Ya justru itu, sebagai seseorang yang pernah belajar risk management, saya diajari kalau bagaimanapun meminjamkan uang itu ada risiko gagal bayar. Pinjol yang beneran pasti akan melakukan pengecekan kelayakan dan tidak sembarangan memberikan dana pinjaman.

Soal kemudahan ini bisa juga dilakukan dengan cek ke review pada aplikasi pinjol di Playstore, ya. Biasanya testimoninya ada di situ, baik sedikit testimoni soal pencairan maupun masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam proses sebelum mendapat pencairan.

Pengecekan yang dilakukan oleh penyedia pinjaman adalah bagian dari win-win solution. Menurut pengalaman saya, sih, kalau di pengecekan ini yang penting kita bayar minimal saja deh kalau memang lagi seret. Hal itu akan membantu kinerja nama kita di mata Sistem Layanan Informasi Keuangan OJK sehingga kalau lagi mau minjem nggak ditolak-tolak amat gitu.

Oya, kalau di aplikasi, selain cek review, jangan lupa juga cek bintang. Kalau bintangnya di atas 4, sebagaimana Tunaiku ketika saya menulis post ini, lalu cek relevansi setiap review dengan bintang, maka kita dapat menyimpulkan kelayakan suatu aplikasi pinjol untuk kita gunakan sebagai solusi yang nggak akan menjadi permasalahan bagi kita di kemudian hari.

Bicara pinjol dan salah satu pinjol paling awal yaitu Tunaiku maka kita bicara pula tentang penyediaan fleksibilitas dalam bentuk fasilitas tenor yang sangat panjang dan limit yang cukup tinggi untuk ukuran pinjol yaitu tenor 20 bulan dengan limit hingga 20 juta rupiah. Tunaiku sendiri menyediakan layanan kredit pinjaman online tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit, plus proses pengajuan KTA-nya bermodalkan KTP serta pengisian formulir sekitar 10 menit saja.

Demikian sedikit tips supaya kalaupun kita harus pakai pinjol, tetap aman. Satu hal yang penting, berutang itu pilihan dan bagaimanapun selagi kita tidak bisa membantu, kita tidaklah pantas menjustifikasi pilihan orang lain baik untuk berutang maupun tidak.

Photo by Tomas Anunziata on Pexels.com